Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
A. Rachman Dawallang
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1982
S16737
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
R. Soemita Adikoesoemah
Bandung: Tarsito, 1980
657 SOE j III
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Andriani Darmono A. Murdoko
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1982
S16793
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aryo Ramandito
Abstrak :
ABSTRAK
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Intensi Pemilihan Karir di Bidang Akuntansi. Skripsi ini membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi intensi mahasiswa akuntansi untuk mengejar karir di bidang akuntansi. Faktor-faktor tersebut adalah hasil pekerjaan akuntansi, perilaku etis akuntan, perasaan terhadap profesi akuntansi, pengetahuan akuntansi, dan self-efficacy di bidang akuntansi. Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini merupakan faktor yang mewakili 3 determinan yang membentuk perilaku seseorang menurut Theory of Planned Behavior (TPB). Sejumlah 103 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini merupakan mahasiswa akuntansi tingkat akhir FEB UI. Dengan menggunakan metode Partial Least Square?Structural Equation Modeling (PLS? SEM), dan dengan bantuan software SmartPLS 3.2.4, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa variabel hasil pekerjaan, perasaan terhadap profesi dan selfefficacy merupakan variabel yang berpengaruh positif signifikan terhadap intensi mahasiswa mengejar karir di bidang akuntansi. Sedangkan variabel perilaku etis akuntan mempengaruhi intensi mahasiswa secara negatif. Kemudian variabel pengetahuan akuntansi tidak mempengaruhi intensi mahasiswa secara langsung, melainkan pengaruhnya di mediasi oleh variabel self-efficacy
ABSTRACT
This research investigates factors that influence student?s intention to pursue accounting career. The factors are accounting job outcomes, accountant?s ethical behavior, feelings about accounting profession, accounting knowledge, and selfefficacy. These factors being used is considered as a representative of the three antecedents of intentions in the Theory of Planned Behavior. 103 respondents that have participated in this research is a final year accounting students in FEB UI. Using Partial Least Square?Structural Equation Modeling (PLS?SEM) as research method, and with aid from SmartPLS ver. 3.2.4 software, the result of this research is as follows. Accounting job outcomes, feelings about accounting profession, and self-efficacy are founded as factors that have positive significant influence towards students intention to pursue accounting career. In contrary, students perception of accountants? ethical behavior have negative significant influence towards students intention to pursue accounting career. Finally, accounting knowledge?s influence towards students intention were fully mediated by self-efficacy.
2016
S63858
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wilkinson, Joseph W.
Jakarta: Bina Rupa Aksara, 1993
657.028 WIL a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Goib Budiharto
Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1987
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raudhatul Hidayah
Abstrak :
Beta pasar adalah ukuran sensitivitas secara umum suatu saham atas gejolak pasar. Karel dan Sackley (KS, 1993) mengemukakan bahwa perbedaan beta pasar antara berbagai perusahaan dipengaruhi secara signifikan oleh faktor-faktor khusus perusahaan yang dapat diukur dengan informasi akuntansi.

Dengan informasi akuntansi dapat dihitung beta akunting. Beta akunting adalah cara lain yang dapat digunakan dalam menentukan risiko. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji korelasi antara beta pasar dengan beta akunting pada perusahaan perbankan Indonesia yang telah go public di Bursa Efek Jakarta. Jika beta akunting merupakan estimator yang baik dalam menentukan beta pasar maka beta akunting dapat menggantikan peran beta pasar.

Selain itu penulis juga menguji korelasi antara beta pasar dengan beberapa rasio keuangan pada perusahaan perbankan Indonesia yang termasuk dalam sampel. Risiko yang dihitung dengan rasio keuangan ini mempunyai korelasi yang tinggi dengan risiko pasar. Penentuan korelasi antara beta akunting dan rasio keuangan dengan beta pasar diterapkan pada perusahaan perbankan secara individual.

Pada perbankan secara individual terdapat hubungan yang signifikan antara beta akunting dengan beta pasar. Dan semua variabel yang diuji, beta akunting berdasarkan ROA, beta akunting berdasarkan ROE, GRO (tingkat pertumbuhan) dan CAP (rasio nilai buku modal terhadap total harta) mempunyai hubungan signifikan dengan beta pasar.

Korelasi antara beta pasar dengan beta akunting berdasarkan ROE memperlihatkan tanda koefisien regresi yang tidak konsisten dengan prediksi semula. Beta akunting berdasarkan ROE mempunyai koefisien yang negatif. Hubungan beta akunting berdasarkan ROE negatif terhadap beta pasar ini kemungkinan karena tingkat keuntungan yang diperoleh dari total equity tidak besar, bahkan banyak bank yang mengalami kerugian yang sangat besar. Karena koefisien regresi yang tidak konsisten dengan prediksi semula maka berdasarkan penelitian ini, beta akunting berdasarkan ROE tidak dapat menggantikan peran beta pasar.

Sementara itu beta akunting berdasarkan ROA memiliki hubungan negatif pula dengan beta pasar. Hubungan beta akunting berdasarkan ROA yang negatif terhadap beta pasar ini mengindikasikan bahwa tingkat keuntungan yang diperoleh dari total aktiva tidak besar. Bank-bank dalam penelitian ini rata-rata memiliki ROA yang kurang dari rata-rata tingkat bunga deposito. Beta ROA negatif kemungkinan disebabkan oleh ROA yang negatif pada hampir semua bank. Ini dapat diartikan bahwa hampir seluruh perusahaan mengalami kerugian mulai dari tahun 1997 sampai tahun 1999 atau mass krisis moneter. ROA bertanda negatif sangat besar, terjadi hampir pada seluruh perusahaan. Hal ini berarti perusahaan pada umumnya mengalami kerugian sangat besar.

DP (dividend payout) berpengaruh negatif terhadap beta pasar yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi DP akan semakin rendah beta pasar. Sebaliknya, semakin rendah DP akan semakin tinggi beta pasar.

GRO (tingkat pertumbuhan) berpengaruh positif terhadap beta pasar yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi GRO akan semakin tinggi pula beta pasar Penelitian ini menemukan adanya korelasi yang signifikan antara ranking yang dibuat berdasarkan beta pasar dengan ranking yang dibuat berdasarkan beta akunting (ROA).
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2001
T20167
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library