Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Vivi Yulaswati
"Perkembangan kegiatan sosio ekonomi di Jakarta,
berpengaruh pula di wilayah Botabek. Hal ini membawa dampak pada semakin beraneka ragamnya jenis kegiatan. Sehingga membentuk hubungan yang berintensitas tinggi antara Jakarta dengan wilayah di sekitarnya, terutama wilayah di pinggiran kota dan koridor antar kota. Untuk itu maka dalam penelitian ini ingin diungkapkan kondisi pelayanan angkutan umum di pinggiran Jakarta."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1991
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ario Cahya Gemilang
"Indonesia merupakan negara dengan market otomotif terbesar di Asia Tenggara, tercatat lebih dari satu juta unit mobil terjual di Indonesia pada 2018. PT X adalah salah satu perusahaan distributor kendaraan di Indonesia. PT X memiliki 38 dealer di seluruh Indonesia yang melayani jasa penjualan dan servis kendaraan. Setiap tahun PT X memiliki proyek untuk dilelang. Proyek tersebut dimiliki dan dijalankan oleh dealer yang ditunjuk oleh PT X. Dari seluruh proyek yang dibangun dan dioperasikan banyak yang tidak optimal menjalankan fungsinya sesuai dengan target. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan optimasi proses seleksi proyek dengan menggunakan metode analytic hierarchy process (AHP), dengan penerapan project portfolio management pada PT X. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 5 kriteria dengan bobot prioritas yang paling berpengaruh terhadap dipilihnya sebuah perusahaan untuk menjadi pemenang seleksi proyek. Kriteria tersebut dengan masing – masing bobot prioritas adalah kriteria keuangan (34%), pengelolaan bisnis (28%), sumber daya manusia (18%), competitiveness improvement (12%) dan kemampuan mengelola proyek (8%). PT X dapat menggunakan sistem seleksi baru dengan scoring model berbasis AHP sehingga kinerja proyek dan kinerja operasional dealer dapat tercapai optimal.

Indonesia is the country with the largest automotive market in Southeast Asia, with more than one million cars sold in Indonesia in 2018. PT X is one of the vehicle distributor companies in Indonesia. PT X has 38 dealers in Indonesia that provide sales and service services for vehicles. Every year PT X has a project up for auction. The project is owned and executed by a dealer appointed by PT X. Of all the projects built and operated, many did not perform their functions optimally according to the target. The purpose of this study is to optimize the project selection process using the analytic hierarchy process (ahp) method, with the application of project portfolio management at PT X. The results show that there are 5 criteria with priority weights that most influence the selection of a company to be the winner of the project selection. The criteria with each priority weight are financial criteria (34%), business management (28%), human resources (18%), competitiveness improvement (12%) and the ability to manage projects (8%). PT X can use a new selection system with AHP-based scoring model so that project performance and dealer operational performance can be achieved optimally."
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tedo Hariscandra
"Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran akan keberlanjutan lingkungan telah merajalela di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Semakin meningkatnya keprihatinan akan perubahan iklim serta dampak negatif yang diakibatkan oleh polusi udara. Pencemaran udara telah menjadi salah satu isu lingkungan terkemuka di Indonesia. Terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, polusi udara menjadi permasalahan serius yang memberikan dampak buruk pada kualitas hidup masyarakat. Sejak tahun 2019, pemerintah Indonesia telah mengakui eskalasi permasalahan ini dengan langkah strategis, salah satunya adalah mendorong perkembangan kendaraan listrik dalam negeri melalui Peraturan Presiden No. 55/2019 pada 12 Agustus 2019. Meski demikian, hingga kuartal pertama tahun 2023, penggunaan kendaraan listrik masih belum mencapai target yang diharapkan, terlihat dari rendahnya persentase penjualan mobil listrik yang hanya mencapai 4,8% dari total target. Perbedaan pandangan masyarakat Indonesia dalam mengadopsi kendaraan listrik serta upaya pemerintah untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik dalam negeri menjadi fokus penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model analisis sentimen dan pemodelan topik yang dapat mengeksplorasi data media sosial Twitter. Dengan Indonesia menempati peringkat kelima terbesar dalam jumlah pengguna aktif di dunia, terutama didominasi oleh kelompok usia 25-34 tahun sebanyak 18,45 juta pengguna, dataset yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 8630 data dari Twitter dengan kata kunci "kendaraan listrik," "mobil listrik," dan "motor listrik" selama periode 1 Januari sampai 30 Juni 2022. Penelitian ini mengeksplorasi berbagai algoritma klasifikasi, seperti CountVectorizer, TFIDF, dan Doc2Vec, serta menggunakan metode oversampling balanced class SMOTE. Dari hasil penelitian, algoritma klasifikasi yang paling optimal adalah Long Short Term-Memory (LSTM) dengan fitur Count Vectorizer, TF-IDF, Doc2Vec, dan metode oversampling balanced class SMOTE, mencapai akurasi sebesar 94,92%, presisi 94,76%, recall 94,92%, dan F1 score 94,76%. Hasil pemodelan topik menggunakan Latent Dirichlet Allocation menunjukkan bahwa pada kategori ‘negatif’, banyaknya ekspresi kekecewaan dan ketidaksetujuan terhadap subsidi kendaraan listrik yang tidak tepat sasaran, kekhawatiran akan kondisi kendaraan listrik yang mogok di jalan, dan keluhan akan kurangnya ketersediaan infrastruktur seperti pengisian daya yang tidak merata, tempat perawatan, dan perbaikan. Sementara pada kategori ‘positif’, terdapat beragam pandangan mulai dari dampak subsidi yang meningkatkan minat masyarakat dalam pembelian kendaraan listrik hingga kontribusinya dalam menghasilkan udara yang lebih bersih. Selain itu, desain kendaraan listrik yang dinilai bagus oleh sebagian masyarakat dan potensi penghematan miliaran rupiah setiap tahun dari penggunaan kendaraan konvensional menjadi poin penting dalam penelitian ini.

In recent years, global environmental sustainability awareness has proliferated, including in Indonesia. The escalating concern about climate change and the adverse effects caused by air pollution have heightened. Air pollution has become a prominent environmental issue in Indonesia, particularly in major cities like Jakarta, severely impacting the community's quality of life. Since 2019, the Indonesian government has acknowledged this escalating issue through strategic measures, including promoting the development of domestic electric vehicles via Presidential Regulation No. 55/2019 on August 12, 2019. However, as of the first quarter of 2023, the usage of electric vehicles hasn't met the expected target, evident in the low percentage of electric car sales, reaching only 4.8% of the total target. The differing perspectives of Indonesian society in adopting electric vehicles and the government's efforts to boost domestic electric vehicle development constitute the focus of this research. The objective is to develop a sentiment analysis model and topic modeling to explore Twitter social media data. With Indonesia ranking fifth globally in active users, notably dominated by the 25-34 age group with 18.45 million users, the dataset comprises 8630 Twitter data using keywords "electric vehicles," "electric cars," and "electric motorcycles" from January 1 to June 30, 2022. The research explores various classification algorithms like CountVectorizer, TFIDF, Doc2Vec, and uses the oversampling balanced class SMOTE method. The optimal classification algorithm discovered was the Long Short Term-Memory (LSTM) with Count Vectorizer, TF-IDF, Doc2Vec features, and the SMOTE method, achieving 94.92% accuracy, 94.76% precision, 94.92% recall, and a 94.76% F1 score. The Latent Dirichlet Allocation topic modeling revealed in the 'negative' category expressions of disappointment and disagreement regarding mis-targeted electric vehicle subsidies, concerns about electric vehicle breakdowns, and complaints about in adequate infrastructure. In the 'positive' category, diverse views ranged from subsidies boosting interest in electric vehicle purchases to their contribution to cleaner air. Additionally, the appealing design of electric vehicles and the potential for billions of rupiahs in annual savings from conventional vehicle use were pivotal points in this study."
Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Wildan Alvin Salis
"Kendaraan listrik (EV) menjadi sangat penting dalam strategi penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia, namun terdapat kesenjangan besar antara target NDC dan realisasi sehingga dibutuhkan percepatan adopsi yang sangat tinggi. Penelitian ini menggunakan PLS‐SEM untuk menganalisis data dari 393 responden daring (DKI Jakarta 43,0 %; Jawa Barat 25,2 %; Banten 8,9 %; Sulawesi Selatan 8,1 %; Jawa Timur 4,1 %; Jawa Tengah 3,6 %; lainnya 7,1 %; Gen Z,0 %; Gen Y 28,8 %; Gen X 27,2 %) dengan model yang memasukkan Performance Expectancy (PE), Effort Expectancy (EE), Social Influence (SI), Facilitating Conditions (FC), Hedonic Motivation (HM), Habit (H), Price Value (PV), Perceived Risks (PR). Environmental Concerns (EC), Government Support (GS), Knowledge EVs (KE), Public Involvement (PI), dan Adoption Intention (AI). Hasil menunjukkan intensi adopsi mendapat pengaruh positif signifikan oleh motivasi hedonik (0,278), pengetahuan kendaraan listrik (0,174), nilai harga (0,125), dukungan pemerintah (0,123), dan pengaruh sosial (0,1), serta pengaruh negatif signifikan oleh persepsi risiko (-0,099). Analisis per kohort usia menggunakan Multi-Group Analysis mengungkapkan bahwa Gen Z, Gen Y dan Gen X dipengaruhi secara signifikan oleh pengetahuan kendaraan listrik dan keterlibatan publik. Perbedaan terdapat di Gen Z yang lebih terdorong oleh motivasi hedonik dibanding generasi lain dan Gen X yang mempertimbangkan faktor risiko serta kebijakan fiskal pemerintah sebagai faktor penentu adopsi kendaraan listrik yang signifikan.

Electric vehicles (EVs) have become crucial in Indonesia’s greenhouse gas emission reduction strategy; however, there remains a significant gap between the Nationally Determined Contribution (NDC) targets and actual realization, necessitating a rapid acceleration of adoption. This study employs PLS‐SEM to analyze data from 393 online respondents (DKI Jakarta 43.0 %; West Java 25.2 %; Banten 8.9 %; South Sulawesi 8.1 %; East Java 4.1 %; Central Java 3.6 %; others 7.1 %; Gen Z 0 %; Gen Y 28.8 %; Gen X 27.2 %) using a model that includes Performance Expectancy (PE), Effort Expectancy (EE), Social Influence (SI), Facilitating Conditions (FC), Hedonic Motivation (HM), Habit (H), Price Value (PV), Perceived Risks (PR), Environmental Concerns (EC), Government Support (GS), Knowledge of EVs (KE), Public Involvement (PI), and Adoption Intention (AI). The results indicate that adoption intention is positively and significantly influenced by hedonic motivation (0.278), knowledge of electric vehicles (0.174), price value (0.125), government support (0.123), and social influence (0.1), and is negatively and significantly influenced by perceived risk (–0.099). Cohort analysis by age using Multi-Group Analysis reveals that Gen Z, Gen Y, and Gen Z are all significantly influenced by knowledge of electric vehicles and public involvement. Differences emerge in that Gen Z is more strongly driven by hedonic motivation than other generations, while Gen X considers risk factors and government fiscal policy as significant determinants of EV adoption."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Purba, Fara Jetira
"Komitmen Indonesia untuk menurunkan angka emisi GHG saat ini diiringi dengan ambisi pemerintah untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik berbasis baterai. EV diyakini dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi permasalah terkait emisi dan ketergantungan bahan bakar fosil di Indonesia. Ambisi pemerintah Indonesia mulai terlihat sejak tahun 2019, dimana beberapa kebijakan diberlakukan untuk mendorong penerimaan EV. Namun belum diketahui apakah kebijakan-kebijakan tersebut dapat secara efektif meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap EV sehingga angka adopsi EV akan meningkat. Tujuan dari studi ini adalah untuk melakukan investigasi terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah tersebut dalam berbagai skenario yang mungkin terjadi di masa depan serta memberikan beberapa rekomendasi kebijakan efektif yang mungkin dapat diterapkan lebih lanjut. Analisis kebijakan dilakukan dengan menggunakan pendekatan sistem dinamis. Sebuah model dinamis sistem adopsi EV dikembangkan untuk memeriksa hubungan kebijakan dengan peningkatan penerimaan masyarakat terhadap EV. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa pembebasan pajak tahunan kendaraan listrik menjadi kebijakan yang paling efektif dalam meningkatkan penerimaan masyarakat. Hal ini juga dapat diiringi dengan peningkatan pajak kendaraan konvensional. Sementara terkait infrastruktur, kebijakan yang dapat diberlakukan antara lain pemberian peluang pengelolaan charging station kepada pihak swasta sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan charging station. Lebih lanjut studi ini menemukan bagaimana ketersediaan energi listrik menjadi penting dalam skenario di masa depan.

Indonesia’s commitment to reduce GHG emissions is supported by government’s ambition to enhance public acceptance of battery eectric vehicle. EV is seen as effective solution for dealing with emission and fossil fuel dependency problem in Indonesia. The ambition of Indonesian government was started in 2019, when severa policies were implemented to encourage pubblic acceptance of EV. However, it is still not known yet wheter the policies can effectively can increase public acceptance of EV that will increase EV adoption.This study is aimed to investigate government policies in various scenario that may happen in the future, and also provide some effective policy recommendations that can be implemented further. Policy analysis is formulated by using system dynamics approach. A dynamic model of EV adoption system is developed to see the relationship between policy and increasing of EV public accpetance. The result of this study find that the annual tax exmption of EV is the most effective policy in increasing public acceptance. This policy also can be folowed by increasing the ICEV tax. Regarding infrastructure, policies that can be implemented is opening the opportunities for private sector to supervise the charging station management so it can be managed well and will increase charging station growth. Further this study find how availability of electricity is really important in future scenario. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adhityo Adyahardiyanto
"Laporan International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa sekitar 33% dari total emisi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Indonesia berasal dari kegiatan di sektor energi. Jumlah yang signifikan ini membuat Indonesia menjadi negara kontributor GRK global terbesar ke-6 (enam) di dunia. Berkaitan dengan fakta tersebut, pemerintah Indonesia sejatinya telah berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK dalam Paris Agreement, sebagaimana diratifikasi sebagai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to The United Nations Framework Convention Climate Change. Sebagai salah satu upaya tersebut, Pemerintah Indonesia melakukan penyusunan kebijakan percepatan pemanfaatan tenaga listrik untuk penggerak kendaraan bermotor dan membangun sistem Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) secara bertahap. Secara lebih lanjut, hal ini diejawantahkan dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan (Perpres 55/2019). Dalam pendekatan umum, KLBB memang dapat mengatasi permasalahan emisi GRK dari kendaraan BBM. Namun jika dilihat lebih dekat, sejatinya kerangka kebijakan terkait infrastruktur untuk KLBB ini dapat menciptakan katastrofi selanjutnya dalam pengelolaan SDA, energi, serta keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Sebab, energi yang diperoleh SPKLU tersebut diperoleh dari sumber-sumber energi tidak terbarukan. Atas hal tersebut, penulis kembali mempertanyakan komitmen pemerintah Indonesia dalam mencapai target penurunan emisi GRK guna menciptakan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan kelestarian lingkungan, khususnya ketahanan iklim, sebagaimana dijanjikan dalam UU 16/2016 terkait target penurunan emisi GRK. Penulis menggunakan penelitian yuridis-normatif dimana penulis melihat kesesuaian antara kebijakan SPKLU dengan berbagai bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Selain itu, utamanya penulis akan mengaitkan kebijakan tersebut dengan prinsip-prinsip kebijakan pengelolaan energi di Indonesia. Dari penelitian ini, Pemerintah Indonesia demikian perlu untuk mengevaluasi kembali penerapan kebijakan infrastruktur SPKLU di Indonesia. Hal ini tidak lain guna mendorong kesuksesan pencapaian target penurunan emisi GRK di Indonesia.

The International Energy Agency (IEA) report indicates that approximately 33% of Indonesia's total Greenhouse Gas (GHG) emissions come from activities in the energy sector. This significant amount makes Indonesia the 6th largest global contributor to GHG emissions. In light of these facts, the Indonesian government has committed to reducing GHG emissions as part of the Paris Agreement, ratified under Law Number 16 of 2016 concerning the Ratification of the Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change. As part of these efforts, the Indonesian government has formulated policies to accelerate the use of electric power for motor vehicles and gradually establish Public Electric Vehicle Charging Stations (SPKLU). This commitment is further articulated in Presidential Regulation Number 55 of 2019 on the Acceleration of Battery Electric Vehicle (BEV) Programs for Road Transportation (Presidential Regulation 55/2019). While electric vehicles can address the issue of GHG emissions from conventional fuel vehicles in a general sense, a closer examination reveals that the policy framework regarding the infrastructure for Battery Electric Vehicles (BEVs) could potentially lead to further catastrophes in the management of natural resources, energy, and environmental sustainability in Indonesia. This is because the energy obtained from these charging stations comes from non-renewable sources. In light of this, the author questions the Indonesian government's commitment to achieving GHG emission reduction targets for sustainable development, particularly in terms of climate resilience, as promised in Law 16/2016 regarding GHG emission reduction targets. The author employs a juridical-normative research approach, examining the compatibility of the SPKLU policy with various primary, secondary, and tertiary legal sources. Based on this research, it is imperative for the Indonesian government to reevaluate the implementation of SPKLU infrastructure policies in Indonesia. This is essential to ensure the success of achieving GHG emission reduction targets in the country."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budhy Rahmawatie
"Peningkatan jumlah kendaraan listrik (EV) mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur pengisian daya (SPKLU) yang efisien dan strategis. Penelitian ini mengembangkan model optimasi lokasi dan kapasitas SPKLU di Jakarta menggunakan pendekatan algoritma genetika (GA) yang mengintegrasikan pola perjalanan pengguna melalui matriks Origin-Destination (OD), serta mempertimbangkan waktu pengisian berbasis simulasi Monte Carlo. Fungsi objektif model meminimasi total biaya sistem yang mencakup biaya pembangunan, waktu tunggu, dan ketidaknyamanan pengguna. Hasil simulasi 30 kali run menunjukkan bahwa lokasi SPKLU optimal cenderung muncul pada simpul perjalanan dengan intensitas tinggi, menghasilkan 144 titik SPKLU dan 422 charger yang tersebar di lima wilayah administratif Jakarta. Lokasi dengan frekuensi pemilihan tinggi diidentifikasi sebagai titik prioritas awal untuk implementasi. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa probabilitas pengisian dan kapasitas daya charger merupakan parameter paling berpengaruh terhadap total biaya sistem. Sementara itu, analisis skenario menyoroti dampak signifikan dari kebijakan energi dan tingkat adopsi EV terhadap efisiensi sistem. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis pola perjalanan dan dinamika permintaan mampu menghasilkan konfigurasi SPKLU yang efisien dan adaptif terhadap kebijakan. Model yang dikembangkan dapat menjadi dasar perencanaan infrastruktur pengisian daya di kota besar secara berkelanjutan.

The growing number of electric vehicles (EVs) has created an increasing demand for efficient and strategically located charging infrastructure (SPKLU). This study develops an optimization model for determining the location and capacity of SPKLU in Jakarta using a Genetic Algorithm (GA) approach. The model integrates user travel patterns derived from the Origin-Destination (OD) matrix and incorporates charging duration through Monte Carlo simulation. The objective function aims to minimize the total system cost, which includes construction costs, waiting time, and user inconvenience. Results from 30 simulation runs show that optimal SPKLU locations tend to emerge at high-traffic travel nodes, resulting in 144 charging station sites and 422 chargers distributed across Jakarta’s five administrative regions. Locations with high selection frequency are identified as priority points for initial implementation. Sensitivity analysis reveals that charging probability and charger power capacity are the most influential parameters affecting total system cost. Meanwhile, scenario analysis highlights the significant impact of energy policy and EV adoption rates on system efficiency. This study confirms that a demand-driven and travel-pattern-based approach can produce efficient and policy-adaptive SPKLU configurations. The proposed model provides a strategic foundation for sustainable EV charging infrastructure planning in large urban areas. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library