Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 155 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nurul Yulianti
"Hubungan sibling (antara saudara kandung) memberikan pengaruh yang penting pada kehidupan keluarga dan dalam perkembangan seseorang. Hal ini disebabkan karena hubungan antara saudara kandung merupakan hubungan yang paling lama (longest-fasting) dimiliki oleh individu (Papalia, 1998). Dalam hubungan dengan saudara kandung terdapat empat hal yang muncul, yaitu adanya kehangatan (warmth), status/kekuatan (relative power / status), ada konflik dan juga ada persaingan (rivalry) antara sesama saudara kandung Furman & Buhrmester (dalam Brody, 1996).
Hubungan saudara kandung yang dikatakan sibling rivalry, yaitu bila terdapat adanya persaingan, kecemburuan, kemarahan dan kebencian yang menyangkut pada banyak hal seperti dalam pendidikan, kasih sayang orang tua atau lainnya.
Hubungan antara saudara kandung dipengaruhi oleh beberapa hal. Furman, W. & Lanthier, (1996) antara lain variabel konstelasi keluarga dan juga peran orang tua. Beberapa variabel konstelasi keluarga yang mempengaruhi hubungan antara saudara kandung, antara lain jarak usia antara saudara kandung, persamaan / perbedaan jenis kelamin, besar kecilnya keluarga dan urutan kcluarga. Sedangkan peran orang tua yang mempengaruhi adalah pola asuh orang tua dan perlakuan / treatment dari orang tua.
Dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk mengetahui bagaimanakan gambaran pola asuh orang tua, perlakuan orang tua dan variabel konstelasi keluarga pada anak yang mengalami sibling rivalry.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus. Sampel pada penelitian ini adalah dua orang kakak adik yang mengalami sibling rivalry yang diambil dengan metode pengambilan sampel incidental purposif sampling. Penelitian ini mcnggunakan metode pengambilan data yaitu wawancara dengan pedoman wawancara, dan juga menggunakan alat bantu lainnya seperti alat perekam serta alat tes HTP, SSCT dan family drawing.
Hasil dari penelitian ini yaitu pola asuh orang tua pada anak yang mengalami sibling rivalry pada kedua pasang subyek yaitu pola asuh autoritarian dan pola asuh autoritatif. Perlakuan orang lua pada anak yang mrngalami sibling rivalry pada kedua pasang subyek yailu terdapat perlakuan / treatment khusus yang dilakukan oleh orang Lua pada salah salu saudara kandung mercka. Dua pasang subyek menyadari bahwa perlakuan yang berbeda / khusus pada Salah satu anak tersebut kemudian mempengaruhi pada penenluan anak favorit, pemberian perhatian, pembagian waktu yang diberikan oleh orang tua dan kedekatan antara anak dengan orang tua. Variabel konstelasi keluarga pada anak yang mengalami sibling rivalry pada kedua pasang subyek memiliki kesamaan pada jenis kelamin yang berbeda dan besar kecil keluarga; serta memiliki perbedaan pada variabel jarak usia dan urutan kelahiran."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T16827
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Didik Kusnadi
"Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana gambaran parenting pada pasangan penderita skizofrenia terhadap anak dalam keluarga inti. Peneliti juga ingin melihat bagaimana pandangan dari pasangan penderita skizofrenia tentang skizofienia, determinan parenting yang dimilikinya dan komponen parenting yang dikaitkan dengan teori Martin & Colbert dan Dwevedi tentang parenting. Dalam parenting komponen yang utama adalah komponen perhatian (care), kontrol dan pengembangan (development).
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mana menurut Sarantoks, 1993 (dalarn Poexwandari, 2001) mencoba menerjemahkan pandangan-pandangan interpretatif dan fenomologis yang bertujuan untuk memahami gambaran parenting pada pasangan penderita skizofrenia terhadap anak dalam keluarga inti. Untuk mendapatkan data peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi saat wawancara untuk mendapatkan gambaran parenting yang dilakukannya. Subyek penelitian dipakai adalah tiga orang pasangan dari penderita skizofrenia yang telah memiliki anak, usia perkawinan lebih dari sepuluh tahun serta tinggal serumah dengan penderita.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa subyek dalam melakukan parenting diwujudkan dengan memberikan perhatian (care) berupa perhatian dalam pemenuhan kebutuhan tisik, perhatian dalam pemenuhan kebutuhan afeksi /emosional dan perhatian dalam pemenuhan kebutuhan kesejahteraan sosial, melakukan kontrol berupa mengenalkan aturan-aturan, memberikan batasan-batasan dan menguatkannya dengan mernberikan penghargaan (reward) dan memberikan hukuman (punishment) serta mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak-anaknya berupa pengembangan potensi intelektual, pengembangan potensi fisik dan pengembangan potensi estetika dan seni.
Pasangan dari pendenta skizofrenia yang menjadi subyek penelitian memiliki pandangan yang hampir sama. Mula-mula mereka merasa kesulitan dan bingung dengan situasi dan kondisi yang dialaminya. Namun setelah mendapatkan informasi tentang skizofrenia, memahami kondisi yang sedang dialami oleh pasangan hidupnya serta adanya dukungan dari orang-orang di sekitarnya, akhirnya mampu untuk mendampingi penderita dan tetap mempertahankan pemikahannya.
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suami dari penderita gangguan skizofrenia lebih mengalami kesulitan dalam melakukan proses pengasuhan terhadap anak-anaknya. Mengingat aktivitasnya yang harus bekerja mencari nafkah, sehingga terpaksa menitipkan anaknya kepada orang lain. Sedangkan pada istri dari penderita gangguan skizofrenia masih dapat menjalankan perannya dalam pengasuhan anak.
Untuk lebih melengkapi gambaran parenting pada pasangan dari penderita skizofrenia maka peneliti menyarankan :
- Bagi peneliti berikutnya diharapkan setelah membaca dan mempelajari peneiitian ini, sebaiknya juga membandingkan dengan gambaran parenting pada subyek yang memiliki pasangan bukan penderita skizofrenia.
- Untuk melihat gambaran parenting pada pasangan penderita Skizofrenia. Sebaiknya peneliti juga mewawancarai anaknya yang telah remaja, sehingga mempunyai gambaran yang jelas pada parenting yang dilakukan oleh pasangan penderita skizofrenia.
- Untuk menambah wawasan lebih lanjut dan gambaran penelitian ini, maka disarankan kepada peneliti berikutnya untuk memberikan angket pada beberapa pasangan penderita skizofrenia."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T16826
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Sri Handayani
"ABSTRAK
Anak merupakan aset berharga suatu bangsa karena merupakan generasi penerus. Perhatian yang kurang akibat kesibukan orang tua yang bekerja menyebabkan anak berisiko mengalami penyimpangan tumbuh kembang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara jenis pola asuh, status bekerja, dan waktu bekerja orang tua bekerja dengan penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Penelitian potong lintang ini melibatkan sampel 73 responden yang berada di wilayah Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Sampel dipilih menggunakan stratified random sampling. Didapatkan 77% anak pertumbuhannya baik dan 56,2% perkembangannya sesuai. Sebanyak 23% anak ditemukan memiliki minimal satu hasil pengukuran indikator pertumbuhan yang tidak normal dan sebanyak 4,1% anak dicurigai kemungkinan ada penyimpangan perkembangan. Selain itu, hasil analisis data menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan pertumbuhan (p= 1,000, α= 0,05), pola asuh dan perkembangan (p= 1,000, α= 0,05), status orang tua bekerja dan pertumbuhan (p= 0,362, α= 0,05 ), status orang tua bekerja dan perkembangan (p= 0,901, α= 0,05), waktu orang tua bekerja dan pertumbuhan (p= 0,497, α= 0,05), waktu orang tua bekerja dan perkembangan (p= 1,000, α= 0,05). Orangtua yang bekerja bukanlah faktor penghambat dalam tumbuh kembang anak."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
610 JKI 20:1 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Maya Indriyani
"Anak prasekolah merupakan tahap perkembangan self concept. salah satunya adalah rasa percaya diri. Rasa percaya diri sangat terkait dengan cara perlakuan orang tua.Baumrind dalam Syamsu Yusuf (2004) mengungkapkan penelitiannya bahwa ada 3 macam perlakuan orang tua atau pola asuh yaitu Aurhorirhoricm (otoriter). Permissive (Laissez Faire) dan Authoritative (Demokratis). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana hubungan pola pengasuhan dengan rasa percaya diri pada anak prasekolah. Desain yang digunakan adalah desain korelasi. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 62 responden. Alat ukur penelitian berupa kuisioner. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisa kai kuadrat atau Chi Square. Hasil yang diperoleh adalah tidak ada hubungan antara pola asuh dengan rasa percaya diri pada anak prasekolah ( p value = 0.879 dan alpha = 0.05)"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
TA5586
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nababan, Lauren
"Saat ini jajanan yang beredar di kalangan anak-anak sekarang ini sangat bervariasi, baik dari segi rasa, warna, bentuk , kemasan, dan pengolahan. Pemilihan jajanan yang tepat pada anak usia prasekolah yang masih belum mandiri dalam aktivitasnya, cenderung masih diawasi dan didampingi orang tua sangat tergantung pada pola asuh yang diterapkan oleh orang tua terutama dalam hal pendisiplinan pemilihan jajanan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hubungan antar pola asuh ibu dengan pemilihan jajanan pada anak usia prasekolah yakni anak dengan usia 3-6 tahun. Hipotesa penelitian berisikan tidak adanya hubungan antara antara pola asuh ibu dengan pemilihan jajanan pada anak usia prasekolah.
Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif. Penelitian dilakukan di TK Aisyiyah I Bustanul Athfal wilayah Beji, Depok dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang terdiri dari ibu-ibu yang memiliki anak berusia 3-6 tahun yang bersekolah di TK Aisyiyah I Bustanul Athfal Beji, Depok. Pengambilan sampel dilakukan secara non acak dengan teknik Kuota sampling sederhana.
Hasil penelitian di hitung dengan menggunakan rumus uji Chi Square dan hasil yang di dapat adalah Ho gagal di tolak, artinya tidak ada hubungan antara pola asuh ibu dengan pemilihan jajanan pada anak usia prasekolah. Peneliti menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk penelitian serupa denganjumlah responden yang Iebih besar, pengujian validitas dan reabilitas, waktu dan dana yang cukup, dan cakupan wilayah yang lebih luas."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TA5704
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Indah Oktafiani
"Penelitian ini membahas tentang hubungan pola asuh orang rua terhadap sikap kepemimpinan anak remaja sulung pada siswa kelas XI di SMA N 28 Jakarta kepada 58 responden. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif koleratif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan pola asuh orang tua terhadap sikap kepemimpinan remaja sulung. Hasil analisis menunjukkan pola asuh yang paling berpengaruh terhadap pembentukan sikap kepemimpinan yang efektif adalah pola asuh demokratis. Pola asuh tersebut dinilai Iebih banyak memberikan nilai positif dalam diri remaja sulung.

This research focused on the relations between child rearing and leadership attitude ofthe eldest children at SMA N 23 Jakarta, especially to 58 participants in the eleventh grade. Uris research is a quantitative research and using descriptive correlation design. The result oftltis research indicated the relation of child rearing and leadership attitude ofthe eldest children. The analysis denotes the most influential of child rearing style to establish leadership attitude in the eldest children is democratic style. This style assessed gives more positive value in the adolescent self."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
TA5848
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Christanty, examiner
"Kemampuan seseorang menghadapi stresor tergantung tumbuh kembang serta pola asuh orangtua. Dengan demikian, remaja memiliki respon berbeda-beda saat stres. Penelitian ini merupakan penelitian korelatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan mekanisme koping remaja dalam menghadapi stres di SMA Negeri 99 Jakarta dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebesar 189 remaja. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Sebesar remaja 52.4% yang memiliki mekanisme koping destruktif dan sebesar 39.2% yang mendapatkan pola asuh demokratis. Dari penelitian disimpulkan tidak ada hubungan pola asuh orangtua dengan mekanisme koping remaja dalam menghadapi stres di SMA Negeri 99 Jakarta (p = 0,188). Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memberikan pengetahuan kepada perawat dan masyarakat khususnya remaja untuk memberitahu pola asuh terbaik untuk remaja dan mekanisme koping yang buruk (destruktif) yang tidak boleh kita gunakan saat stres. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah memperluas area penelitian."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
TA5817
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh pengasuh panti dengan harga diri remaja di Panti Asuhan Muhammadiyah Tanah Abang tahun 2010. Jenis penelitian ini kuantitatif. Desain yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah remaja (12-21 tahun) yang tinggal di Panti Asuhan Muhammadiyah Tanah Abang, sampel berjumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang berisi pemyataan tentang data demografi, pola asuh, dan harga diri.
Hasil analisis memperlihatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola asuh mengasuh panti dengan harga diri remaja di Panti Asuhan Muhammadiyah Tanah Abang (p= 0,032) dengan tingkat kepercayaan 90%. Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang diberikan adalah pengasuh panti perlu menerapkan pola asuh yang baik agar remaja yang diasuh memiliki harga diri yang positif dan mengoptimalkan fungsi panti asuhan sejak remaja pertama kali masuk panti asuhan."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
TA5849
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang
perkembangan otonomi anak terhadap pola asuh dan cara mendisiplinkan toddler di
wilayah RW 03 Kelurahan Cipayung Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok dengan 45
responden ibu yang memiliki anak berusia 1-3 tahun. Desain penelitian yang digunakan
adalah deskriptif korelasi dengan instrumen kuisioner. Analisis data yang digunakan
adalah distrihusi frekuensi dan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian
menyimpulkan tidak adanya hubungan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap pola
asuh (p value=1,0O0, a=0,05) dan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu
terhadap cara mendisiplinkan toddler (reasoning, scolding, ignoring, reward
consequens, time out, dan corporal punishment), dengan p value=0,976; 1,000; 1,000;
0,197; 1,000; 1,000; 1,000; a=0,05). Penelitian ini merekomendasikan untuk meneliti
variabel lain seperti tingkat pendidikan."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
TA5548
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Monalisa
"Pola asuh merupakan tindakan yang dilakukan orang tua dalam membimbing, memimpin dan mendidik anak-anaknya. Beberapa faktor yang mempengaruhi pola asuh adalah Iingkungan fisik, lingkungan sosial, pendidikan internal dan eksternal, suasana psikologis, sosial budaya dan perilaku orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi pola asuh orang tua dengan anak usia remaja di RT. 13 Kelurahan Jatimekar Bekasi..Disain penelitian ini adalah deskriptif sederhana. Populasi yang diambil adalah orang tua yang mempunyai anak remaja dari usia 11 - 20 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 37 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan 25 pertanyaan. Data yang diperoleh dihitung dan di skoring dengan menggunakan rumus tendensi sentral median. Analisa hasil yang didapat adalah 59,5 % responden memiliki persepsi posilif tehadap pola asuh. Persepsi positif orang tua terhadap pola asuh merupakan gambaran baiknya penerapan pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap anaknya, sehingga diharapkan dengan penerapan pola asuh ini akan mewujudkan perilaku yang positif; kreatif dan bermanfaat bagi perkembangan remaja."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
TA5559
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>