Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nadya Ananda Rezky Ichwan
Abstrak :
Berkembangnya teknologi membuat munculnya banyak mobile application salah satunya aplikasi e-counselling kesehatan mental ABC. Aplikasi ABC memediasi konsultasi Kesehatan mental dan meditasi yang dapat dilakukan secara online. Karena layanan e- counselling kesehatan mental ini merupakan fenomena yang baru, sehingga belum ada gambaran yang jelas tentang perilaku pasca adopsi yaitu niat penggunaan berkelanjutan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor-faktor penting yang menyebabkan pengguna terus menggunakan aplikasi kesehatan mental, terutama mengingat bahwa sebagian besar penelitian sebelumnya terutama berfokus pada konten, fitur, dan dampak aplikasi kesehatan. Penelitian ini membahas mengenai continuance intention aplikasi Kesehatan mental ABC dengan mengadopsi Integrated Theory Trust – ECM. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi penelitian Komunitas X yang berjumlah 160 responden. Dari hasil penelitian menyatakan bahwa hampir semua hipotesis dapat ditetima terkecuali pada hipotesis Confirmation – Trust dan Trust – Continuance Intention, kemudia hasil penelitian ini ditemukan bahwa aplikasi ABC manfaat pada kegunaan yang dirasakan pada pengguna merupakan indikator terpenting dalam mendorong niat penggunaan kembali pada aplikasi kesehatan mental ABC. ......The development of technology has led to the emergence of many mobile applications, one of which is the ABC mental health e-counselling application. The ABC app mediates mental health consultations and meditations that can be done online. Because this mental health e-counselling service is a new phenomenon, there is no clear picture of post-adoption behavior, namely the intention to continue use. Therefore, it is important to know the important factors that cause users to continue to use mental health applications, especially considering that most of the previous research has mainly focused on the content, features, and impact of health applications. This study discusses the continuance intention of ABC mental health applications by adopting Integrated Theory Trust – ECM. This study uses quantitative methods with the research population of Community X, amounting to 160 respondents. From the results of the study, it was stated that almost all hypotheses could be accepted except for the Confirmation – Trust and Trust – Continuance Intention hypotheses, then the results of this study found that the ABC application benefited from the perceived usefulness of the user is the most important indicator in encouraging reuse intention in the ABC mental health application.
Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Syifana Hanan
Abstrak :
Penelitian ini membahas mengenai konsultasi kesehatan mental bagi pekerja yang dilakukan oleh Konsultan S sebagai penyedia jasa layanan kesehatan mental. Urgensi dari dilakukannya penelitian ini berangkat dari adanya peningkatan masalah pekerja, terutama terkait masalah kesehatan mental di tempat kerja. Konsultasi kesehatan mental menjadi salah satu pilihan dalam memberikan bantuan bagi pekerja untuk mengatasi masalah kesehatan mental di tempat kerja sehingga dapat mencapai kesejahteraan pekerja. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret hingga bulan Juni tahun 2023 melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan 1 orang Chief Executive Officer dan 1 orang Chief Operating Officer, di mana keduanya juga berperan sebagai konsultan dalam layanan konsultasi kesehatan mental. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melaksanakan konsultasi kesehatan mental, Konsultan S berperan sebagai profesional (expert) yang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam mendiagnosis masalah klien, memberikan informasi yang tidak tersedia sebelumnya, serta memberikan dukungan emosional. Klien utama pada konsultasi adalah pekerja, yang meliputi karyawan dan guru. Model konsultasi kesehatan mental yang dilaksanakan oleh Konsultan S adalah model the purchase of information or expertise, di mana klien yang meminta bantuan kepada konsultan telah mengetahui kondisi dan masalah, serta layanan apa yang dapat disediakan oleh konsultan untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Tipe konsultasi yang diberikan Konsultan S berfokus pada 1) penyelesaian kasus pada consultee (consultee-centered case consultation) dan 2) penyelesaian kasus pada klien dari consultee (client-centered case consultation). Signifikansi penelitian ini adalah terungkapnya perbedaan proses konsultasi kesehatan mental yang dilakukan Konsultan S dengan konsultasi dalam pekerjaan sosial, di mana output implementasi tidak hanya sebatas nasihat, tetapi juga berlanjut hingga terlibat dalam memberikan layanan seminar kesehatan mental yang dapat mengatasi masalah consultee. Kebermanfaatan hasil penelitian ini bagi program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial adalah tentang tipe dan proses konsultasi dalam mata kuliah Teori dan Teknik Supervisi dan Konsultasi. ......This research discusses the implementation of mental health consultations for workers conducted by Consultant S as a mental health service provider. The urgency of conducting this research departs from the increasing problems of workers, especially related to mental health problems in the workplace. Mental health consultations an alternative option in providing assistance for workers to overcome mental health problems in the workplace so as to achieve worker well-being. This research was conducted using a descriptive type of qualitative research method. Data were collected from March to June 2023 through literature review and in-depth interviews with 1 Chief Executive Officer and 1 Chief Operating Officer, both of whom also act as consultants in mental health consultations services. The informants were selected using purposive sampling technique. The results showed that in carrying out mental health consultations, Consultant S acts as a professional (expert) who has the knowledge and expertise in diagnosing client problems, providing information that was not previously available, and providing emotional support. The primary clients are workers, which include employees and teachers. The mental health consultation model implemented by Consultant S is the purchase of information or expertise model, where the client seeking assistance from the consultant already knows the condition and problem, as well as what services the consultant can provide to help overcome the problem. Furthermore, the type of consultation provided focuses on 1) consultee-centered case consultation and 2) client-centered case consultation. The significance of this research is revealing of differences between Consultant S's mental health consultation process and social work consultation, where the output of the implementation was not only limited to advice, but also continued to be involved in providing mental health seminar services that could overcome the consultee's problems. This research is expected to contribute to the Social Welfare Science study program, especially on the theme of the type and process of consultation in the Theory and Techniques of Supervision and Consultation course.
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library