Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 285 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Arifah
"Monitoring terhadap Pelayanan Kesehatan Maternal di Kabupaten Cianjur khususnya Dinas Kesehatan belum berjalan sebagaimana mestinya. Masalah utama yang dihadapi adalah belum optimalnya pengolahan data yang dilakukan, belum dimanfaatkannya data Bidan di Desa dan data kematian maternal untuk keperluan analisis, termasuk belum pernah dikembangkannya analisis dengan menggunakan peta. Disamping itu berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Cianjur cakupan pelayanan K1 untuk akses layanan antenatal adalah 79,8% dan K4 untuk cakupan ibu hamil lebih rendah yaitu 68,4% sedangkan cakupan persalinan oleh nakes baru 50,3% sehingga program pelayanan kesehatan maternal di Kabupaten Cianjur perlu dipantau terus menerus karena cakupan program masih belum memenuhi target yang ingin dicapai.
Tujuan pengembangan Monitoring Pelayanan Kesehatan Maternal Berbasis Wilayah adalah dikembangkannya sebuah aplikasi program yang dapat mempercepat proses pemasukan, pengolahan dan penyajian data sehingga dapat membantu proses pengambilan keputusan. Selain itu, dapat pula dilakukan pemetaan untuk melihat indikator input, output dan outcome dan pelayanan kesehatan maternal berdasarkan kecamatan, sehingga diperoleh variasi per wilayah dengan perbandingan warna termasuk melakukan teknik analisis spasial terhadap indikator-indikator tersebut untuk melihat wilayah yang perlu ditingkatkan manajemen pelayanan kesehatan maternal. Dalam pengembangan sistim ini indikator utama yang digunakan adalah rasio keberadaan Bidan di Desa, cakupan pemanfaatan pelayanan kesehatan maternal (dilihat dari cakupan akses pelayanan antenatal (KI), cakupan ibu hamil (K4) dan cakupan persalinan oleh nakes) dan indikator kematian maternal absolut.
Metodologi yang digunakan adalah pendekatan sistim terdiri dari analisis sistim yang dimulai dengan menetapkan masalah dalam sistim informasi yang ada, informasi peluang pengembangan, indikator dan data yang dibutuhkan. Kemudian mendesain sistim pengumpulan, pengolahan dan penyajian data, mendesain format input dan output laporan, serta perancangan program aplikasinya. Tahap selanjutnya dilakukan analisis data secara spasial dan secara statistik mengunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antar indikator rasio keberadaan Bidan di Desa, daerah prioritas peningkatan pemanfaatan pelayanan kesehatan maternal dan kematian maternal.
Dalam penelitian ini telah berhasil disusun prototipe pengembangan Sistim Monitoring Pelayanan Kesehatan Maternal Berbasis Wilayah secara komputerisasi dengan menghasilkan informasi laporan Bidan di Desa, laporan kematian, laporan dan grafik bulanan program.
Berdasarkan hasil pemetaan diperoleh gambaran bahwa kecamatan di Kabupaten Cianjur yang memiliki rasio keberadaan Bidan di Desa < 1 sebesar 91,7 %, merupakan daerah prioritas I yang perlu ditingkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan maternalnya sebesar 45,8%. Hasil analisis spasial antara indikator rasio keberadaan Bidan di Desa, daerah prioritas dan kematian maternal dilanjutkan dengan uji bivariat untuk melihat hubungan antar indikator tersebut, diperoleh tidak ada hubungan yang bermakna (P > 0,05), kemungkinan karena data yang dimanfaatkan adalah data rutin di tingkat kabupaten.
Dengan tersusunnya prototipe Sistim Monitoring Pelayanan Kesehatan Maternal Berbasis Wilayah yang telah diujicoba di laboratorium computer, sebaiknya Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur segera mengimplementasikan dengan jalan melengkapi perangkat lunak pendukung yaitu Arcview.
Daftar Bacaan : 33 (1980 -- 2002)

The monitoring of Maternal Health Services at Kabupaten Cianjur especially at Dinas Kesehatan has not been running as well as expected. Some of the problems are because the data management has not been yet optimalized, underutilization on village midwives, and the use of maternal mortality data for analysis, including the use of regional map for analysis has not been yet developed. According to the Health Profile of Kabupaten Cianjur, the coverage of K 1 for the accessibility on antenatal services is 79.8% but the K4 coverage on pregnant mothers is lower, at 68.6%, while the coverage of delivery attended by health personnel is only 50.3%. Looking at those figures above, there is a need for monitoring on maternal health services at Kabupaten Cianjur, as the target is still beyond the expectation.
The purpose of the development of regional-base monitoring system for Maternal Health Services is to develop an application program that can be use to speed the process on inputting, managing and displaying the data in order to facilitate the decision making process. Another reason is that the program will help to map the data in looking at the input, output and outcome indicators of maternal health services based on the district (kecamatan). Then, the variation between areas can be look at the difference of the color as the result of spatial analysis technique used at the program. Therefore, based on the color of the area, the priority is given to the area that needs to improve its maternal health services. In order to develop the system, the indicators used are: the ratio of midwife staying at the village; the coverage on the utilization of maternal health services - which look at the coverage of the access on antenatal services (K 1), the coverage of pregnant mothers (K4) and the coverage of delivery attended by health personnel; and the indicator of absolute maternal mortality.
The method use for this study is the system approach that be composed of system analysis, system design, and spatial data analysis. The system analysis is started with the determination of problems on the existed information system, the information of the possibility for developing the system, indicators and data needed. The next step is to design the system for gathering, managing, and displaying data, including to design the report on the input and output form, and to design its application program. Then, to carry the spatial data analysis and statistical analysis using chi-square test in order to find out the relationship between the indicator of ratio of midwife staying at the village, priority area need to improve its maternal health services, and the maternal mortality.
The study has accomplishes on arranging a computerized of a prototype of the development of regional-base monitoring system for Maternal Health Services that can produce the information on the report of village midwives, mortality report, monthly program report and its graphs. Based on the mapping result from the application program, it can be seen that Kabupaten Cianjur has a ratio of midwife staying at the village < 1 is 91.7%, the area that has Priority I need to improve its utilization of the maternal health services is found at 45.8%. The result from spatial analysis between indicator of ratio of midwife staying at the village, priority area and the maternal mortality, and continued by bivariat test to see the relationship between those indicators, has found that there is no significant relationship (P>0.05). This might be because the source of the data used is come from routine kabupaten data.
As the prototype of the development of regional-base monitoring system for Maternal Health Services has accomplished and has been tried out at computer lab at the Faculty of Public Health, it is suggested that the Health Authority of Kabupalen Cianjur will implement the system as soon as possible by completed the system with supported software, the Arcview.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2003
T12968
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Djoko Nugroho
"Penelitian ini dilakukan karena masih tingginya angka kematian bayi di Kec.Sliyeg dibandingkan di Kec. Gabus Wetan Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang beberapa karakteristik apakah yang menyebabkan masih tingginya angka kematian bayi di Kec. Sliyeg dibandingkan dengan di Kec. Gabus Wetan Kab. Indramayu Jawa Barat. Penelitian ini dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan kasus adalah ibu yang mengalami kematian bayi pada periode Januari 1989 - Desember 1991, yang tercatat pada survey monitoring kerjasama antara Pusat Kelangsungan Hidup Anak (PUSKA), BKKBN dan DEPKES pada periode waktu yang sama. Data sekunder yang diperoleh dari PUSKA diolah secara statistik dengan teknik analisis distribusi frekuensi, uji kai kuadrat dan logistik regresi. Dari 8 karakteristik yang diteliti yaitu faktor ibu (Umur ibu, paritas ibu dan pendidikan ibu), faktor pelayanan pencegahan perorangan dan karakteristik lingkungan rumah tangga. ternyata pada uji gabung analisis bivariate hampir semuanya karakteristik menunjukan perbedaan bermakna terhadap risiko mengalami peristiwa kematian bayi kecuali pada karakteristik penolong persalinan ibu hamil tidak menunjukan perbedaan yang bermakna.
Hasil analisis hubungan antara beberapa karakteristik dengan kematian bayi, dengan teknik multivariate logistik regresi didapatkan bahwa tempat persalinan dan pemberian imunisasi bayi dengan kematian bayi bermakna. Hasil analisis tersebut membuktikan bahwa faktor pelayanan kesehatan dan pencegahan perorangan sangat penting untuk diperhatikan dalam hubungannya dengan masih tingginya angka kematian bayi di Kec. Sliyeg dibandingkan dengan di Kec. Gabus Wetan. Untuk itu perlu dipikirkan bagaimana penanganan masalah pelayanan kesehatan dan pencegahan perorangan di Kec. Sliyeg dan di Kec. Gabus Wetan. Beberapa saran yang dapat kami ajukan adalah yang pertama kali dalam jangka pendek; untuk meningkatkan intensitas program imunisasi bayi dalam pemberantasan penyakit-penyakit 6 besar pada bayi. Kedua adalah jangka panjang; memberikan suatu materi gerakan untuk penyuluhan ibu-ibu di dua kecamatan dengan disesuaikan pendidikan ibu di lokasi mengenai arti pentingnya kesehatan dan pemberian imunisasi bayi."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1993
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Novemi
"Angka kematian ibu (AKD di Indonesia masih relatif tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN yaitu sebesar 3901100000 kelahiran hidup (SDKL,1994). Hasil Assesment Safe Matherhood di Indonesia menyebutkan bahwa yang mempengamhi AKI antara lain kualitas pelayanan antenatal masih rendah. Upaya untuk menurunkan AKI sampai ke tingkat paling rendah telah dilakukan dengan penempatan bidan di desa, tujuannya lebih menel-cankan pada pelayanan kesehatan dasar dan meningkatkan cakupan program kesehatan ibu dan anak, antara lain pelayanan antenatal yang indikator pemantauannya adalah K1 dan K4. Cakupan pelayauan antenatal di Provinsi Daerah Istimewa Aceh telah mulai meningkat, narnun bila dilihat pada Daerah Tingkat II Kabupaten Aceh Barat, merupakan urutan keclua terendah dari 11 Kabupaten yang ada, yaitu K1 77.04% dan K4 66.68 % bila dibandingkan dengan target Nasional K1 90 % dan K4 85%. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti tertarik untuk memperoleh informasi tentang gambaran pencapaian cakupan K4 oleh bidan di desa yang dilihat dari faktor internal dan faktor ekstemal bidan di desa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional, pengumpulan data dilakukan di Kabupaten Aceh Barat dengan jumlah sampel 123 responden dari 26 Puskesmas, yang dilaksanalcan mulai tanggal 5 - 28 Februari 2001 dengan cara Systimatic Random Sampling.
Untuk mengetahui distribusi frekwensi dilakukan analisis_univariat, proporsi pencapaian cakupan K4 yang baik 17.9 % dan perkiraan di popdlasi dengan CI 95% adalah antara 11.9 sampai 23.9. Untuk mengetahui hubungan antara variabel dilakukan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan P = 0.05. Hasil menunjukkan ada hubungan bem1ak:na antara lain sikap, pelatihan, sarana dengan penoapaian cakupan K4 dengan masing-masing nilai P = 0033, P = 0.01, P = 0.O13. Kemudian dilal-cukan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik, yang masuk dalam model lcandidat yang nilai P = < 0.25 yaitu pengetahuan, sikap, pelatihan, sarana, prasarana, tempat tugas, dau dukungan masyaralcat. Hasil akhir uji Regresi Logistik didapat 3 variabel yang masuk dalam model yaitu sikap pelatihan, sarana, kemudian dilakukan uji intraksi dan akhimya ketiga variabel ini tidak masuk dalam model (P>0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan perkiraan kemungldnan pencapaian cakupan K4 oleh bidan di desa berkisar antara 50 % sampai 99 %.
Memperhatikan hasil penelitian yang diperoleh, penulis menyarankan agar dapat membuat reuoana perbaikan dan peningkatan cakupan K4 melalui upaya- upaya khusus terhadap bidan di desa.

The Martenal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is relatively still high compare to other ASEAN countries that is 3901100000 life births (SDKI, 1994). The result of Assesment Safe Motherhood in Indonesia mentioned thad one factor which affects MMR is the poor quality of antenatal care. Efforts to decrease MMR up to the lowest level have been done such as by providing the midwives in the villages. The aim was emphasized on the basic health care and increasing the coverage of mothers and children health program such as antenatal care with K1 and K4 as the controlling indicator. Antenatal care coverage in D.I Aceh Province has been increased recently, but if we see from the case in Aceh Barat District which is the second lowest from 11 Districts that are K1 77.04 % and_K4 % 66.68 % from the national target of 90 % and K4 85 %. Due to the fact in the field the researcher is interested in gaining information about the description of K4 coverage by the midwifes in the villages from the internal and external factors point of view. This research is a descriptive research with Cross Sectional approach. Data survey was done in Aceh Barat District to 123 sample from 26 Public Health Centre. This was done from 5 up to 28 February 2001 by Systimatic Random Sampling Method.
Univariat analysis was done in order to End out the frequency distribution with coverage of the best K4 17.9 %, in population estimated for a 95 % confined interval is between 11.9 % up to 23.9 %. Bivariat analysis figure out the relationship among the variables by the Chi Square test with P = 0.05. The outcome shows a significant relationship between attitude, training and fasility in one side and the achievement of K4 coverage in the other side with each of their P = 0.033, P = 0.013 and P = 0.0l3. After those multivariat analysis and logistic regression were done with the result that knowledge, attitude, training, facility, infrastructure, workplace, and public support have P < 0.25, so they can be considered as candidate model. Final result of logistic regression test indicates that 3 variables (attitude, training and facility) considered as model, alter that interaction test shows that cannot be considered as model (P > 0.05). Result of the research indicates that Estimated Probabilities coverage of K4 by the midwife village about 50 % up to 99 %.
Based on this result, researcher suggests that institution in charge of this matter in Aceh Barat District shall make planning to increase the coverage of K4 through the breakthrough and special effort for the midwife village.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2001
T4936
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Moh. Yani
"Informasi saat dan paska persalinan serta upaya-upaya pencegahannya sering dilakukan namun angka kematian bayi masih tinggi. Kematian tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor pengetahuan, sikap dan prilaku dari ibu hamil. Permasalahan pada penelitian ini apakah yang mempengaruhi sikap ibu hamil dalam memperoleh pertolongan persalinan sehingga diharapkan ibu dan bayi dalam keadaan sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor apa yang mempengaruhi sikap ibu hamil dalam memperoleh pertolongan persalinan. Hasil penelitian menggunakan desain eksploratif dengan uji statistik tendensi sentral : mean, standar deviasi dan varian disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan 56,7 %, pengalaman 63,3 %, perasaan 50 %, status ekonomi 10 %, akses pelayanan kesehatan 20 %, dukungan keluarga 13,3 % dan sosial budaya 13, %."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5179
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Batubara, Salamah Thomasita
"ABSTRAK
Perempuan merupakan faktor utama penerus kelangsungan kehidupan suatu masyarakat. Kepercayaan, adat istiadat, kebiasaan dan aturan aturan yang berlaku tidak terlepas dari kehidupan perempuan yang menjalankan fungsinya dalam keluarga dan masyarakat. . Kesehatan di masa kehamilan dan kelahiran tidak terlepas dari berbagai aspek sosial dan kebudayaan. Persepsi tentang kesehatan dimasa ini penting karena bayak yang beranggapan bahwa kehamilan merupakan kondisi yang sehat dan tidak perlu dikhawatirkan. Karena itu dalm kondisi kesehatan seperti itu sering kurang mendapat perhatian.
Tulisan ini menyajikan bagaimana aspek non medis yakni aspek sosial budaya dapat mempengaruhi terjadinya perdarahan pada perempuan Baduy dimasa kehamilan dan kelahiran yang selanjutnya dapat meningkatkan angka Kematian Ibu (AKI) Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan disain RAP (Rapid Assessment Procedures). Sampel penelitian diperoleh dengan cara Purposive random sampling. Informan terbagi atas perempuan, usia produktif, (15-35 tahun), menikah, punya anak dan atau tidak punya anak, suami, bidan senior, bidan Junior, kader kesehatan, ketua adat dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Focus Group Discussion , in-depth interview dan observasi partisipasi. Penellitian dilakukan pada awal bulan April sampai dengan bulan Juni 2012. Lokasi penelitian adalah Kampung Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain faktor medis, faktor non medis juga mempengaruhi kesehatan ibu dimasa kehamilan dan kelahiran. Faktor geografis dan faktor budaya merupakan faktor yang perlu diwaspadai sebagai salah satu faktor yang memicu terjadinya perdarahan. Faktor budaya tersebut antara lain adalah kuatnya kepercayaan akan pantangan dan anjuran, kepercayaan terhadap kekuatan magis dan spiritual, berlakunya hukum dan aturan adat yang sulit berubah, persepsi masyarakat tentang sehat dan sakit, bahwa hamil dan melahirkan adalah peristiwa biasa dan dapat dialami oleh semua perempuan, karena itu itu ada hal yang istimewa. Sakit dan meninggal adalah ?sudah dari sananya? merupakan takdir yang tidak bisa dihindarkan. ada juga faktor orang orang yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan, seperti suami, ibu, paraji, tokoh adat dan kepala suku yang mempunyai otoritas begitu kuat dalam pengambilan keputusan , dan aspek sosial ekonomi. Peluang para pihak dapat terbuka lebar untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemahaman kebudayaan, memformulasikan cara dan program yang tepat guna, dan memberdayakan potensi dan kearifan yang ada pada masyarakat setempat.

ABSTRACT
Women are the main factor for the everlasting humanity in a society. Beliefs, custom, rules, norms and attitudes are bonded the women in their life as as a member of family and society. Health during pregnancy and delivery are related to the social and cultural aspects. Women;s perception of health and illness during those times are extremely important because some women thought that the moment of pregnancy and delivery are a common situation wich is nothing to be worriedl, thus make that moment missing the attention of the personal references.
br>
This article explained how the non medical factor such as the social and cultural aspects influenced the maternal morbility caused by pregnancy bleeding during the pregnancy and delivery moment. This study used the Rapid Assessment Procedure (RAP) designed of the Qualitative method. Samples of the study are women, marriage with or without child/childres, ages 15 to 35 years old, husbands, Midwifes, the chief of Public Health Care Centre, Traditional Birth Attendances, and traditional head of society. The study was held on beginning of April to June 2012, at the Baduy?s tribes, Kanekest village, Leuwidamar District of Banten Province.
The study has shown us that beside the medical determinants , the non medical determinants such as geografi, cultural, are also influenced the maternal morbility of the pregnancy and delivery women caused pregnancy bleeding. Those social and cultural aspects are such as customs, peoples?s belief in taboo as awhole good practices and poor practices, belief in religious, magic and the supernatural, rules, norm, attitudes, perceptions of health and illness. Those perceptions drived the women of Baduy think that pregnancies and deliveries are a common situation that was given, which is nothing special on it. This situation brings them minus of attentions from the peoples around. The situations as told above gives opportunities to the government or a provider concerned to increase the health conditions of the Baduy?s women with a designed model of the right and proper kinds of education for the peple whose can not receive a formal educations. Programmes which is designed to increase their thought and potential local indigineous to achief the health performances.
"
2012
T31741
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yulianti
"ABSTRAK
Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pelayanan rumah sakit. Sedangkan pelayanan Unit Rawat Jalan merupakan pelayanan terdepan dan menampilkan citra rumah sakit, dimana kunjungannya dapat mempengaruhi pemakaian pelayanan rawat inap dan pelayanan penunjang. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang analisis kepuasan pasien di Unit Rawat Jalan RSBY menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap 110 sampel. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa 23 sampel (20,9%) menyatakan puas dan 87 sampel (79,1%) menyatakan tidak puas terhadap seluruh proses pelayanan di Unit Rawat Jalan RSBY.

ABSTRACT
Patient satisfaction is one of many indicators of hospital success key service measurement. Meanwhile outpatient unit service act out as the front liner in conveying the hospital image, whereas every visitation will effect the number of inpatient unit stay and support service utilization. This research analyzed patient satisfaction level in outpatient unit at RSBY using cross sectional quantitative method from110 samples. Research found that out of the total sample, 23 samples (20,9%) are satisfied while 87 other (79,1%) are not satisfied with the whole service thet outpatient unit in RSBY offer.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2013
T40855
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Novianti Banunu
"Ketidakcukupan asupan gizi di Nusa Tenggara Timur tidak saja dialami oleh penduduk usia muda tetapi juga penduduk usia produktif. Penelitian ini menganalisis apakah rendahnya asupan gizi tersebut dipengaruhi oleh pendidikan ibu, ketersedian fasilitas kesehatan dan penyuluhan gizi. Estimasi menggunakan data Susenas dan metode variabel instrumen. Studi ini menunjukkan bahwa pendidikan ibu, fasilitas kesehatan dan penyuluhan gizi secara positif mempengaruhi kuantitas asupan gizi. Kontribusi pendidikan lebih berpengaruh bagi asupan gizi rumah tangga tanpa fasilitas kesehatan di tingkat desa. Keberadaan fasilitas kesehatan dan penyuluhan juga berkontribusi positif dalam meningkatkan peluang asupan gizi yang layak.

East Nusa Tenggara experiences a low nutrient intake across age groups. This study examines the impact of maternal education, health facilities and services on household nutrient intake measured by quantity and quality intakes. Using instrumental variable method on 2011 Susenas household data, this study finds that maternal education, health facilities and services have a positive impact on household nutrient intake quantitatively. Maternal education brings more impacts contribution to the nutrition of households without health facilities at the village level. In addition, more health facilities and services lead to higher probability of having nutrient intake higher than its requirement."
Depok: Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eva Novarina
"Kementerian kesehatan meluncurkan program Jampersal sejak tahun 2011 sebagai upaya mempercepat pencapaian MDGs terutama tujuan kelima yaitu meningkatkan kesehatan ibu, dengan salah satu indikator keberhasilannya adalah proporsi kelahiran yang ditangani oleh tenaga kesehatan berkompeten. Pada tahun 2012, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Nanggeleng sebagai salah satu puskesmas di Kota Sukabumi baru mencapai 70,7% dari target 86%. Dengan demikian implementasi program Jampersal belum optimal di wilayah kerja puskesmas Nanggeleng. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif analitik dengan pendekatan sistem, informasi diperoleh dari wawancara mendalam dan telaah dokumen yang berkaitan dengan implementasi program Jampersal, untuk validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan adanya kendala yang ditemui antara lain pada input; sebagian kelompok sasaran lebih memilih ke dukun bayi untuk menolong persalinannya. Pada proses; pemasaran Jampersal belum efektif, perencanaan kegiatan belum mendukung keberhasilan program Jampersal, kemitraan bidan dan dukun bayi belum berjalan baik, sehingga kinerja program Jampersal belum tercapai. Hasil penelitian ini menyarankan agar bidan terus melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada kelompok sasaran, disiminasi informasi menggunakan berbagai media informasi, perencanaan berdasarkan prioritas masalah serta meningkatkan kemitraan bidan dan paraji dengan prinsip kesetaraan, keterbukaan dan saling menguntungkan.

The Ministry of Health launched Jampersal program in 2011 as an effort to accelerate the achievement of the MDGs, especially the fifth goal, which is improving maternal health, with one success indicator is the proportion of births attended by skilled health personnel. Delivery by skilled health personel at Puskesmas Nanggeleng Sukabumi in 2012 is not optimal, that reached 70,7 % only, as compered to the target of 86%. This research uses qualitative approach with system framework. The information obtained through in-depth interviews and review of documents related to Jampersal program implementation. Triangulation of sources and methodes is used for validity.
The results showed the existence of obstacles encountered, among others. In the input; most preferre target group for the traditional birth attendants labor. In the process; Jampersal has not yet been implemented effectively, planing process has not supported the success of implementation, midwives and traditional birth attendants partnerships has not been well implemented, so that integrated Jampersal program performance has not been achieved. Thus the research suggest that midwives continue to prude Communication, information and education to target groups, disseminat of information using a variety of media conduct, planning based on priority issues and improve partnerships between midwives and traditional birth attendants with the principle of equality, openness and mutual benefit.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
T36783
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Heriyanti Widyaningsih
"Setiap ibu hamil berisiko mengalami masalah psikososial. Masalah tersebut dapat bersumber pada aspek keluarga, riwayat mengalami kekerasan dan dari kondisi ibu sendiri pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor- faktor yang mempengaruhi masalah psikososial pada ibu hamil dengan melibatkan sampel 194 ibu hamil. Analisis menggunakan chi- square dan regresi logistik ganda. Karakteristik responden adalah usia, sosial ekonomi, paritas, pendidikan, kehamilan saat ini, status pernikahan. Variabel yang mempunyai hubungan signifikan dengan masalah psikososial aspek keluarga dan maternal adalah pendidikan. Paritas adalah variabel yang mempunyai hubungan signifikan dengan aspek keluarga (p: 0,000, α: 0,05) dan kekerasan (p: 0,022, α: 0,05). Paritas merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan masalah psikososial aspek maternal (OR: 1,728) dan keluarga (OR: 1,697). Variabel pendidikan merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan masalah psikososial aspek kekerasan (OR: 0,657). Perawat seharusnya melakukan pengkajian psikososial terhadap ibu hamil secara komprehensif.

Every maternal is risk of developing psychosocial problems. The problems can be sourced from family aspect, history of violence and his own condition. The purpose of the study is to identified factors that influence psychological problems in maternal and using 194 mothers pregnancy. Chi-Square and Multiple Logistic Regression will be used to analysis in this study. The characteristic of respondents such as age, social-economic, parity, education, current pregnancy and marital status will be used to select respondents. A variable that has significance correlation with family aspect and maternal of psychosocial problem was level of education. Parity (p: 0,000, α:0,05). Parity is a variable that has significance correlation with family aspect (p: 0,000, α: 0,05) and violence (p: 0,022, α: 0,05). Parity is dominant factors that influence psychological problems of maternal aspect (OR: 1,728) and family (OR: 1,697). Whereas, a variable that has significance correlation with violence aspect of psychological problem was level of education (OR: 0,657). A nurse should be performing psychosocial assessments to maternal by a comprehensive. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
T34851
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rita Dewi Sunarno
"Tingginya AKI dan AKB di Indonesia disebabkan komplikasi persalinan yang tinggi. Hal ini disebabkan ibu tidak siap fisik dan psikologis menghadapi persalinan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor - faktor yang mempengaruhi motivasi ibu hamil untuk melakukan senam hamil. Desain penelitian case control study bersifat retrospektif melibatkan 206 responden ibu hamil. Analisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik ganda.
Hasil penelitian terdapat hubungan signifikan antara penghasilan, pekerjaan, keyakinan dan budaya, status kesehatan, dukungan sosial, dan informasi kesehatan terhadap motivasi ibu hamil untuk melakukan senam hamil (p value < 0,05). Faktor yang berhubungan signifikan terhadap motivasi ibu hamil untuk tidak melakukan senam hamil adalah keyakinan dan budaya, status kesehatan, dan dukungan sosial (p value < 0,05).
Faktor dominan terhadap motivasi ibu melakukan senam hamil adalah keyakinan dan budaya, sedangkan pada kelompok yang tidak melakukan senam hamil adalah dukungan sosial. Perawat maternitas diharapkan memberikan dukungan sosial kepada ibu hamil untuk meningkatkan motivasi melakukan senam hamil.

High maternal and infant mortality rate in Indonesia is caused by the high number of labor complications. It is because mothers are not physically and psychologically ready to face labor. This study aimed to identify factors influencing pregnant women's motivation to perform pregnancy exercises. The study design was a retrospective case control study involving 206 pregnant women as the respondents. Data were analyzed using Chi-square test and binary logistic regression.
The result showed a significant correlation between income, occupation, belief and culture, health status, social support, and health information and the pregnant women's motivation to perform pregnancy exercises (p value < 0,05). While factors correlated significantly to the pregnant women's motivation not to perform pregnancy exercises were belief and culture, health status, and social support (p value < 0,05).
The dominant factor to motivate mothers to accomplish pregnancy exercises were belief and culture, while in the group of mothers who did not perform pregnancy exercises was social support. Maternity nurses are expected to provide social supports to pregnant women to improve their motivation to accomplish pregnancy exercises.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
T35891
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>