Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tjetje Djumhana
"ABSTRAK
Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2012 tentang pedoman pemanfaatan media sosial Instansi Pemerintah, salah satu tugas humas pemerintah adalah menyebarluaskan infromasi kepada publik, menampung dan mengolah aspirasi masyarakat melalui media, baik media tradisional, media konvensional, ataupun media baru. Komunikasi dengan menggunakan media baru dapat menjangkau langsung dan cepat kepada masyarakat. Salah satu media baru berbasis internet yang booming beberapa tahun belakangan ini adalah media sosial. beberapa permasalahan yag dihadapi oleh Pranata Humas pemerintah adalah pemilihan media sosial, meraih follower (pengikut) sebanyak-banyaknya, serta mengelola media sosial yang telah dibuat tersebut. Diperlukan upaya-upaya kreatif fan persuasif untuk melaksanakan misi tersebut. Tulisan ini berisi pengalaman peulis dalam usaha meningkatkan jumlah follower bagia media sosial yang ada dipuslitbang Teknolologi Mineral dan Batubara (tekMIRA), yaitu melalui kegiatan kunjungan yang dilakukan oleh sekolah atau universitas. Usaha ini ternyata mampu tidak hanya menambah jumlah follower media sosial namun juga mampu menambah hits counter jurnal yang ada di tekMIRA."
Jakarta : BPSDMP Kominfo , 2018
384 KOMAS 14:1 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ellena Vianne
"Latar Belakang: Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia pada tahun 2018, permasalahan kesehatan gigi dan mulut menunjukkan angka yang cukup tinggi dengan prevalensi karies gigi dan penyakit periodontal sebesar 88.8% dan 74,1%. Sayangnya, tidak semua individu dapat sepenuhnya menggunakan indera penglihatan mereka akibat keterbatasan fisik, dan tidak dapat sepenuhnya menjaga kesehatan diri. Tunanetra otomatis tergolong sebagai kelompok masyarakat berisiko tinggi karies gigi. Salah satu rencana strategis untuk menurunkan prevalensi serta beban penyakit karies gigi dan periodontitis adalah dengan melakukan upaya promosi kesehatan gigi dan mulut melalui peningkatan pengetahuan, sikap, praktik, serta persepsi diri kesehatan gigi dan mulut sejak umur dini. Program kesehatan gigi dan mulut harus dilakukan sedini mungkin dengan mengupayakan tingkat kemandirian seoptimal mungkin sesuai potensi yang dimiliki oleh disabilitas tunanetra. Berdasarkan tipologi pembelajaran Visual, Audio, and Kinesthetic (VAK), masyarakat tunanetra akan memiliki paling banyak kemampuan belajar melalui media non-visual, yaitu audio atau kinestetik, atau keduanya. Dengan tujuan dan prinsip di atas, perangkat SEMATA (Sarana Edukasi Mulut Media Audio Taktil) dikembangkan. SEMATA menyatukan model edukasi gigi dan mulut dengan sistem taktil meraba kondisi gigi, dengan penggunaan braille untuk bantuan fungsionalitas, serta komputer yang memungkinkan pengajaran interaktif berbasis audio dari memory chip. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas perangkat SEMATA (Sarana Edukasi Mulut Media Audio Taktil) dalam meningkatkan pengetahuan dan persepsi diri anak tunanetra usia sekolah (6-18 tahun) di SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta sebelum dan sesudah penggunaan SEMATA. Metode penelitian: Perangkat SEMATA dan kuesioner evaluasi dikembangkan dan dievaluasi melalui pilot study. Penelitian dimulai dengan fase 1 untuk observasi kondisi klinis (DMFT & OHI-S) & oral health behaviour (WHO oral health questionnaire for children). Fase 2 dilakukan pre-test, intervensi dengan perangkat SEMATA, dan post-test untuk mengevaluasi pengetahuan dan persepsi murid terhadap kesehatan gigi dan mulut sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan SEMATA. Hasil: Dari segi sosiodemografi, mayoritas peserta penelitian adalah remaja (86,0%), dengan komposisi jenis kelamin hampir seimbang. Sebagian besar murid mengalami kehilangan penglihatan total (69,8%). Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan prevalensi karies yang tinggi (81,4%), dengan nilai median DMFT sebesar 2,00. Indeks kebersihan mulut (OHI-S) juga menunjukkan tingkat kebersihan yang lebih rendah dibandingkan anak dengan visi normal, dengan nilai median 1,33. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara kondisi kesehatan gigi dengan faktor sosiodemografi, namun ditemukan perbedaan signifikan dalam nilai OHI-S berdasarkan tingkat pendidikan ibu dan dalam nilai DMFT berdasarkan kepuasan terhadap tampilan gigi. Intervensi SEMATA terbukti meningkatkan pengetahuan dan persepsi tunanetra terhadap kesehatan gigi dan mulut, dengan peningkatan signifikan dalam skor post-test dibandingkan pre-test. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman terhadap aspek-aspek tertentu seperti frekuensi berkumur, fungsi fluorida, dan identifikasi berbagai kondisi gigi. Kesimpulan: Metode edukasi berbasis media audio taktil yang digunakan dalam SEMATA efektif dalam membantu murid tunanetra memahami kesehatan gigi mereka melalui pengingkatan pengetahuan dan persepsi diri mereka terhadap kesehatan gigi dan mulut.

Introduction: Based on the 2018 Indonesian Basic Health Research results, dental and oral health issues remain significantly high, with a prevalence of dental caries and periodontal disease at 88.8% and 74.1%, respectively. Unfortunately, not all individuals can fully utilize their sense of sight due to physical limitations, making it difficult for them to maintain proper self-care. Blind individuals are automatically categorized as a high-risk group for dental caries. One strategic plan to reduce the prevalence and burden of dental caries and periodontitis is through oral health promotion efforts, focusing on improving knowledge, attitudes, practices, and self-perception of oral health from an early age. Oral health programs should be implemented as early as possible, striving for an optimal level of independence based on the potential possessed by individuals with visual impairments. According to the Visual, Auditory, and Kinesthetic (VAK) learning typology, blind individuals primarily learn through non-visual media, such as audio, kinesthetic methods, or a combination of both. Based on these goals and principles, the SEMATA device (Audio Tactile Medium for Oral Health Education) was developed. SEMATA integrates oral health education with a tactile system that allows users to feel dental conditions, incorporating Braille for functional assistance and a computer-based interactive audio teaching system supported by a memory chip. Objectives: To evaluate the effectiveness SEMATA in improving the knowledge and self-perception of school-age blind children (6–18 years old) at SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta before and after using SEMATA. Methods: The SEMATA device and evaluation questionnaire were developed and assessed through a pilot study. The study began with Phase 1, which involved observing clinical conditions (DMFT & OHI-S) and oral health behavior using the WHO Oral Health Questionnaire for Children. In Phase 2, a pre-test was conducted, followed by an intervention using the SEMATA device, and a post-test to evaluate the students' knowledge and perception of oral health before and after the learning session with SEMATA. Result: In terms of sociodemographics, the majority of study participants were adolescents (86.0%), with an almost equal gender distribution. Most students had total vision loss (69.8%). Clinical examination results indicated a high prevalence of dental caries (81.4%), with a median DMFT score of 2.00. The oral hygiene index (OHI-S) also showed lower oral cleanliness levels compared to children with normal vision, with a median score of 1.33. No significant relationship was found between dental health conditions and sociodemographic factors. However, a significant difference was observed in OHI-S scores based on maternal education levels and in DMFT scores based on satisfaction with dental appearance. The SEMATA intervention was proven to enhance blind students' knowledge and perception of oral health, showing a significant increase in post-test scores compared to pre-test scores. Additionally, there was an improvement in understanding specific aspects such as mouth rinsing frequency, fluoride function, and the identification of various dental conditions. Conclusion: The audio-tactile-based educational method used in SEMATA is effective in helping blind students understand their oral health by improving their knowledge and self-perception of dental and oral health."
Depok: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Burlington : Ashgate, 2003
027.7 CEN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Erikson, Rolf
"Designing a school library media center may be a once-in-a-lifetime opportunity, so take advantage! In this hands-on guidebook, school library construction and media specialists Rolf Erikson and Carolyn Markuson share their experiences of working on more than 100 media center building projects around the country, using conceptual plans from actual school libraries."
Chicago: [American Library association;, ], 2007
e20435753
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Nopi Nur Khasanah
"Kemampuan ibu mengenal isyarat bayi sangat bervariasi dan penting bagi perkembangan bayi prematur. Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh pemberian edukasi melalui buku saku pada kelompok kontrol, di sisi lain video berdurasi 10,51 menit dan 'kartu isyarat' sebagai latihan identifikasi isyarat bayi prematur diberikan pada kelompok intervensi. Rancangan menggunakan eksperimen acak terkontrol dengan teknik pretest posttest equivalent group melibatkan 30 ibu dan bayi prematur. Instrumen untuk menilai interaksi ibu-bayi yang digunakan adalah Modified Observation of Communication Interaction. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian edukasi terhadap skor interaksi ibu-bayi yang meningkat bermakna pada kelompok intervensi (p=0,005) dan kelompok kontrol (p=0,011), serta terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok (p=0,015). Peningkatan pemahaman ibu tentang identifikasi isyarat bayi prematur sebaiknya menggunakan video dan latihan.

Mother's ability to recognize cues were varies greatly and it is important for infants development. This study was to examine the impact of education method using booklet on controled group, on the other hand 10,51 minutes video and 'cues card' to recognize directly are given on intervention group. This study used a randomized controled trial with pretest posttest equivalent group design. Thirty mothers and premature infants were selected. A Modified Observation of Communication Interaction used to observe mother-infant interaction. The result shown a significant effect of education on mother-infant interaction's score that increase significantly in the intervension group (p=0,005) and controled group (p=0,011), there were different mean between two group (p=0,015). To improve understanding's mother of premature infants cue should use video and training.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2015
T44412
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Colorado: Libraries Unlimited, 2000
027.809 3 NEB g
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Bender, David R.
Hamden: Library Professional Publications, 1980
374 BEN l
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Hughes-Hassell, Sandra
"It's no longer about just about having the "best" collection. As education shifts to a learner-centered environment, collection development must address the dynamic interplay between all stakeholders in the wider school community. Based on the latest educational theory and research, Hughes-Hassell and Mancall recommend a plan to operate school media centers in the midst of radical flux, while meeting students' information needs in a holistic context."
Chicago: [American Library association, American Library association], 2005
e20436047
eBooks  Universitas Indonesia Library