Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Zulkifli Djunaedi
"ASBTRAK
Timah hitam merupakan salah satu komponen aki yang diperlukan sebagai bahan dasar pembuatan aki. Aki adalah salah satu komponen penting sebagai tenaga pcmbangkit lislrik untuk kendaraan bermotor. Dengan meningkatnya kebutuhan kendaraan bermotor di Indonesia tentunya juga terjadi peningkatan kebutuhan aki, dimana kebutuhan aki ditentukan juga oleh masa pakai kendaraan sehingga akan terdapat penumpukan aki bekas.
Aki bekas dapat didaur ulang yaitu dengan melebur timah hitam yang terdapat pada plat-platnya menjadi balangan hitam yang dapat digunakan kembali sebagai bahan baku pembuatan aki baru. Telah dibuktikan pada literatur melalui penelitian-penelitian akan bahaya timah hitam terhadap kesehatan manusia. Pada proses peleburan aki bekas timah hitam yang terdapat pada plat positip fan negatip dilebur maka akan dihasilkan debu/fume timah hitam yang sangat berbahaya untuk kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah melampaui nilai ambang batas dan dalam waktu yang lama. Untuk itu penulis ingin melihat beberapa hubungan yang dapat berpengaruh pada pemaparan timah hitam terhadap pekerja peleburan aki bekas.
Penelitian ini dilakukan pada pekerja peleburan aki bekas di jalan Rawa Buaya Jakarta Barat dan di desa Cinangka Kecamatan Ciampea Bogor sebanyak 70 pekerja laki-laki. Sebagai pembanding adalah pekerja tahu tempe di Kecamatan Ciracas Jakarta Timur dalam jumlah yang sama. Pada kedua sampel dilakukan pengambilan darah sebanyak 4 ml., untuk mengetahui kadar timah hitam dalam darah dan kadar Hb serta wawancara dengan menggunakan kuesioner.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pekerja peleburan aki bekas sebanyak 80% dari 70 pekerjanya mempunyai kadar timah hitam dalam darah melampaui nilai ambang batas (25 ug/100 ml. darah). Rata-rata pekerja mempunyai kadar timah hitam dalam darah sebesar 118.14 ug/100 ml. darah. Sedangkan pekerja tahu tempe yang dalam hal ini dijadikan sebagai pembanding (kontrol) 80% dari 70 pekerjanya mempunyai kadar timah hitam dalam darah lebih kecil dari nilai ambang batas. Dari hasil penelitian kemudian dilakukan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan maupun perbedaan antar variabel.
Dapat disimpulkan pada penelitian ini bahwa ada perbedaan kadar timah hitam dalam darah antara pekerja peleburan aki bekas dengan pekerja tahu tempe. Dengan mempunyai masa kerja yang lebih lama dan kebiasaan merokok pada pekerja peleburan aki bekas akan meningkatkan jumlah kadar timah hitam dalam darah, yang mana dapat pula berpengaruh pada kadar Hb dalam darahnya. "
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1990
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Pantja Lihestiningsih
"Jaminan pemeliharaan kesehatan ( JPK ) adalah salah satu program jaminan sosial tenaga kerja yang merupakan program kesejahteraan dan perlindungan bagi tenaga kerja sektor swasta, di mana diharapkan dengan adanya jaminan pemeliharaan kesehatan, tenaga kerja merasa aman dan terlindungi bila mereka maupun keluarganya sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan. Adanya jaminan diharapkan memotivasi pekerja untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi kerugian pengusaha akibat banyaknya waktu yang hilang karena sakit. Adanya jaminan pemeliharaan kesehatan juga telah terbukti menyebabkan pemanfaatan terhadap pelayanan kesehatan yang berlebihan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan demand terhadap pelayanan kesehatan dan masyarakat yang sudah mempunyai jaminan pemeliharaan kesehatan dan PT. Jamsostek. Selain faktor -faktor umum yang mempengaruhi demand terhadap pelayanan kesehatan rawat jalan seperti umur, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, jarak, persepsi sakit dan over insurance juga terdapat faktor -faktor dari luar peserta yang diduga berhubungan seperti adanya informasi tentang prosedur pelayanan, jenis pelayanan dan jam buka pelayanan di PPK I serta informasi tentang hak dan kewajiban sebagai peserta JPK Jamsostek. Penelitian ini dilakukan dengan ranrangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif, sampel penelitian adalah 400 peserta JPK Jamsostek yang bekerja di kawasan industri Jababeka, Kabupaten Bekasi.
Hasil penelitian membuktikan , hanya informasi tentang jenis pelayanan dan informasi tentang hak peserta yang mempunyai hubungan yang bermakna dengan demand peserta JPK Jamsostek terhadap pelayanan rawat jalan di PPK I, sedangkan vanabel yang paling dominan mempengaruhi demand peserta JPK Jamsostek terhadap pelayanan kesehatan di PPK I adalah informasi tentang jenis pelayanan di PPK I. Penelitian ini hendaknya dilanjutkan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan responden selain peserta JPK Jamsostek juga. PPK I nya, sehingga didapatkan gambaran yang utuh mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan demand peserta JPK Jamsostek terhadap pelayanan kesehatan PPK I.

Insurance care of health is one of the social insurance program which is making a prosperity and safety program for employee who work in the some company. With this program, there is expected the worker feel prosperity and safety if they or family need some health services, besides can motivate an employee for developing their skill and productivity, and also the firm can decrease their economic loss because many of them spend their time because they are sick. However, the insurance care of health has proved cause over utilization for health services.
This research is aimed of finding and knowing demand of primary health services from society who has insurance of health for PT. Jamsostek., with a cross sectional study design using the quantitative approach. Sample of the research are 400 participant of JPK Jamsostek who are working at Jababeka Industrial Center, in Kabupaten Bekasi. The general factor that influence to demand primary health care are age, marital status, married status, education, distance , ill perception , and over insurance. But the other factor also influence the demand primary health care if they are participant of JPK Jamsostek such as the information of services procedure, the type of services, the time of opening the service in PPK I and the information of right and obligation as a participant of JPK Jamsostek.
The result show that the information of right and information the type services connecting with demand of participant JPK Jamsostek to primary health care in PPK I. Whereas, the dominant variable influence with demand of participant JPK Jamsostek to primary health care in PPK I is an information about type of services in PPK I. The writer hope this research will be continued with qualitative approach and respondents participant of JPK and also Provider (PPK) who give the services , so we can find out the frame of factor which is connected with demand of JPK Jamsostek participant to primary health services in PPK I."
Depok: Universitas Indonesia, 2001
T3972
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gunawan Wahyu Nugroho
"Kualitas sumber daya manusia kesehatan merupakan komponen strategis dalam menunjang tugas pokok dan fungsi dari organisasi dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di berbagai sektor. Karenanya Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan melaksanakan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan melalui program tugas belajar sumber daya manusia kesehatan di lingkungan Departemen Kesehatan, yang dikoordinir oleh Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan.
Permasalahan yang terjadi dalam melaksanakan program tugas belajar adalah dalam pengelolaanya tidak berbasis pada manajemen informasi system, sehingga dalam melaksanakan pengelolaan dan analisis maupun pelaporan yang dihasilkan kurang efisien dan informasi yang diinginkan oleh para pengambil kebijakan maupun pengguna menjadi kurang maksimal. Dengan adanya permasaiahan ini maka mendorong peneliti untuk melakukan analisis diberbagai detenninan yang terkait dengan komponen masukan, komponen proses maupun komponen hasil dari manajemen tugas belajar sumber daya manusia kesehatan. Untuk itu peneliti melakukan penelitian terhadap manajemen tugas belajar SDM Kesehatan di Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan yang merupakan koordinator terhadap pelaksanaan program tugas belajar di lingkungan Depkes dan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat sebagai salah satu pengelola program tugas belajar SDM Kesehatan di tingkat propinsi.
Penelitian dilakukan dengan meneliti terhadap data primer dan skunder, bik secara kualitatif, telaah dokumen dan observasi serta melakukan wawancara mendalam denganpengelola program tugas belajar di tempat penelitian. Setelah mendapatkan gambaran system informasi tugas belajar SDM Kesehatan, maka peneliti membuat prototype berupa database dalam pengelolaan program tugas belajar SDMKes dengan menggunakan teknologi berbasis website yang hasilnya dapat secara langsung dikirimkan dan dapat dilihat oleh pengguna.
Database tugas belajar SDM Kesehatan yang telah dibuat kemudian dilakukan ujicoba di Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat untuk mendapatkan masukan dalam upaya penyempumaan rancangan system.
Hasil serta kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa database tugas belajar SDM Kesehatan merupakan suatu solusi dalam mempermudah manajemen tugas belajar SDM Kesehatan baik ditingkat Pusat maupun Propinsi. Namun upaya unto mendukung terhadap pengembangan database tugas belajar SDM Kesehatan ini adalah perlu didukung SDM Kesehatan yang memiliki kemampuan teknis baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya, dimana pada dasarnya memang kurang memadai. Disamping itu perlu didukung oleh sarana dan prasarana penunjang juga pelatihanpelatihan yang dapat menunjang manajemen tugas belajar SDM Kesehatan.
Saran peneliti dalam pengembangan database ini adalah perlunya komitmen nasional dalam menggunakan database tugas belajar SDM Kesehatan sebagai penunjang system informasi tugas belajar SDM Kesehatan di lingkungan Depkes, selain itu perlu dilakukan pelatihan secara nasional dalam memanfaatkan teknologi computer berbasis Website, agar kapasistas pengelola program tugas belajar SDM kes menjadi standar secara nasional dan mutu serta kualitas manajemen tugas belajar SDM Kesehatan menjadi maksimal.

Health human resources (HHR) quality is a strategic component in supporting the main job and function of an organization, in order to increase health services quality in all sector. Therefore, Board for Development and Empowerment of Health Human Resources try to increase the quality of HHR through a fellowship program in ministry of health this program is under coordination of Center for Health Human Resources Planning and Management (CHHRPM).
Problems that occur in implementation of this program are that the management is not base on information system. This problems cause an in-efficiency in management, analysis and reporting as well. The information which needed by the policy maker and the users is in-adequate.
Base on the background above, an analysis in several determinant forms the in put, process and output component form the management of HHR fellowship program was conducted. The focus research was conducted in CHHRPM as the coordinator of the program and is West Java Provincial Health Office as on the fellowship program management in provincial level.
Primair and secunder data were collected, several documents were observed and in-depth interviews to the manager program were conducted. After the researcher got a clear description of the HHR fellowship information system, a prototype of database in HHR fellowship management was made using a website base technology. Users can directly access this database.
A try out of this database was conducted in West Java Provincial Health office to get some input in order to complete the system.
Conclusion:
The HHR fellowship database is a solution to makes the HHR fellowship management easier in central and provincial level. Although if needs HHR who has a good technical competencies to support the development of this database. Beside that, some supporting equipment and facilities as well as training are also needed.
Recommendation:
Need a national commitment in the utilization of this HHR fellowship database as a supporting information system of HHR fellowship program in ministry of health. Some national training in the benefit of website technology base is also needed to increase the capacity of HHR fellowship program manager so that they have a national quality standard in managing this program."
Depok: Universitas Indonesia, 2007
T19309
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Isabella
"ABSTRAK
Gaya hidup menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan seseorang. Pengetahuan mengenai gaya hidup yang baik, didukung dengan sikap yang sesuai memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap seseorang menjadi lebih baik, dalam hal ini pegawai administrasi UI, mengenai gaya hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian intervensi berupa penyuluhan. Instrumen yang digunakan untuk melihat perubahan pengetahuan dan sikap adalah kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah penyuluhan. Ada 3 uji yang digunakan untuk analisis data, yaitu uji T berpasangan dan uji Wilcoxon untuk melihat ada tidaknya perbedaan bermakna antara nilai pengetahuan dan sikap sebelum sesudah penyuluhan, serta uji Fisher untuk melihat ada tidaknya hubungan antara perubahan pengetahuan dan sikap dengan karakteristik responden. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon untuk pengetahuan dan T berpasangan untuk sikap menunjukkan perbedaan yang bermakna antara nilai pengetahuan dan sikap sebelum sesudah penyuluhan p0,05 , sementara perubahan sikap hanya memiliki hubungan yang signifikan dengan usia dan jenis kelamin p.

ABSTRACT
Lifestyle is one of the factors which affect people s health. Knowledge about good lifestyle, supported by appropriate attitudes, holds an important key to better life quality. This research aims to enhance the knowledge and attitude of the administration staff of University of Indonesia towards lifestyle. To fulfill this experiment s objective, the writer used intervention method in form of mass counseling. Questionnaire was given before and after education as an instrument to measure changes in knowledge and attitude. There are 3 tests that were used to analyze the data. First, paired T test and Wilcoxon test were performed to see whether there is a change in knowledge and attitude before and after counseling. Afterwards, Fisher test was done to see the relationship between knowledge attitude changes and respondents socio demographical factors. Resulting statistics showed significant relationship between knowledge attitude before education and knowledge attitude after education p0.05 . Meanwhile, attitude changes has significant relationship with gender and age p."
2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nabila Aurellia Dewanto
"Penelitian ini mengkaji mengenai kebijakan hak cuti haid sebagai upaya perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja perempuan di Perusahaan X, yaitu sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan investasi. Fokus utama dari penelitian ini merupakan hak cuti haid yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 81 Ayat 1 dan bagaimana kebijakan cuti haid diterapkan dalam perusahaan yang didominasi oleh pekerja laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi Perusahaan X dalam mendukung kesejahteraan pekerja perempuan serta mendeskripsikan kebijakan hak cuti haid yang akan diterapkan Perusahaan X dalam mendukung pemenuhan hak kesejahteraan pekerja perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif dan menggunakan in-depth interview sebagai teknik pengumpulan data. Wawancara dilakukan dengan 5 informan yang bekerja di Perusahaan X (Head of HC, Industrial Relation, Accountant, Officer Production & Cost Control, dan Employee Relations) pada bulan Mei 2025. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kebijakan cuti haid masih dalam tahap pengesahan dan belum ditetapkan secara formal di Perusahaan X, sehingga penerapannya masih dilakukan secara informal oleh sebagian pekerja perempuan. Selain itu, diketahui bahwa masih terdapat kekhawatiran yang dirasakan oleh pekerja perempuan akan stereotip profesionalitas perempuan yang lemah di lingkungan kerja yang maskulin. Kebijakan hak cuti haid menjadi sebuah regulasi yang penting untuk diterapkan sebagai bentuk perlindungan terhadap hak reproduksi pekerja perempuan sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif dan adil gender. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang pentingnya kebijakan cuti haid dalam konteks kesetaraan gender di dunia kerja serta memberikan rekomendasi bagaimana kebijakan cuti haid dapat dibuat regulasi secara formal dan diimplementasikan.

This research examines the menstrual leave policies as a company effort to improve the welfare of female workers at Company X, a company engaged in the construction and investment sectors. The primary focus of this study is on menstrual leave rights as outlined in Article 81, Paragraph 1 of the Indonesian Labor Law No. 13 of 2003, and how this policy is applied within a male-dominated company. This study aims to describe the condition of Company X in supporting the well-being of female workers, as well as to describe the menstrual leave policy that will be implemented by Company X to support the fulfillment of female workers’ welfare rights. The research uses a qualitative descriptive approach with in-depth interviews as the data collection technique. Interviews were conducted in May 2025 with five informants working at Company X (Head of HC, Industrial Relations, Accountant, Officer of Production & Cost Control, and Employee Relations). The findings reveal that the menstrual leave policy is still in the process of formal approval and has not yet been officially established at Company X, leading to its informal application by some female workers. Additionally, it is noted that female workers still experience concerns about the stereotype of female professionalism being perceived as weak in male-dominated work environment. The menstrual leave policy is an important regulation to be implemented as a form of protection for female worker’s reproductive rights, supporting the creation of a more inclusive and gender-fair work environment. Therefore, this research contributes to the understanding of the importance of menstrual leave policies in the context of gender equality in the workplace and provides recommendation on how menstrual leave policy can be formally regulated and implemented."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raddin Fathinnisa
"Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan adanya satu atau lebih abnormalitas lipid tubuh. Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan tinggi lemak, kurang asupan serat, kurang aktivitas fisik, merokok, kurangnya pengetahuan gizi yang sering dijumpai pada karyawan perkantoran di perkotaan menjadi faktor risiko terjadinya ketidakseimbangan kadar lipid tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan lemak dan faktor lainnya dengan kejadian dislipidemia pada 85 karyawan Perusahaan X yang berlokasi di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan pada bulan April 2025. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional dengan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, serta data sekunder dari hasil pemeriksaan medical check up. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 52 responden (61,2%) yang mengalami dislipidemia serta terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak (p=0,008), asupan energi (p=0,009), dan status gizi (p=0,010) dengan kejadian dislipidemia. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan serat, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, pengetahuan gizi, dan jenis kelamin.

Dyslipidemia is a lipid metabolism disorder characterized by one or more abnormalities in body lipids. Unhealthy lifestyles such as high-fat diets, low fiber intake, lack of physical activity, smoking, and lack of nutritional knowledge, which are often found among office workers in urban areas, become risk factors for the occurrence of lipid imbalance in the body. This study aims to determine the relationship between fat intake and other factors with the incidence of dyslipidemia among 85 employees of Company X located in Rasuna Said, Kuningan, South Jakarta in April 2025. This study was conducted with a cross-sectional design using primary data collected through interviews and questionnaires, as well as secondary data from medical check-up results. The research results show that there are 52 respondents (61.2%) who experience dyslipidemia, and there is a significant relationship between fat intake (p=0.008), energy intake (p=0.009), and nutritional status (p=0.010) with the occurrence of dyslipidemia. Meanwhile, there is no significant relationship between fiber intake, physical activity, smoking habits, nutritional knowledge, and gender."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Viafebyana Mariatur Rahma
"Jam kerja yang panjang dapat memberikan dampak pada produktivitas, kelelahan fisik, dan kesehatan mental yang berdampak pada kualitas hidup para pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jam kerja panjang terhadap kualitas hidup pekerja Perusahaan XYZ. Desain penelitian kuantitatif cross-sectional pada 161 pekerja yang diambil secara acak sesuai kriteria inklusi dan menggunakan instrumen pemeriksaan Euro-Quality of Life 5 Dimension 5 Level (EQ-5D-5L). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara jam kerja panjang dengan penambahan 14 jam (OR=8.9) dan 18 jam (OR=8.5) terhadap kualitas hidup pekerja. Jam kerja panjang dapat meningkatkan risiko penurunan kualitas hidup pekerja.

Long working hours can impact productivity, physical fatigue, and mental health, which in turn affects the quality of life of the workers. This study aims to determine the relationship between long working hours and the quality of life of employees at XYZ Company. The cross-sectional quantitative research design involved 161 workers who were randomly selected according to inclusion criteria and used the Euro-Quality of Life 5 Dimension 5 Level (EQ-5D-5L) examination instrument. The research results indicate that there is an impact of long working hours with an increase of 14 hours (OR=8.9) and 18 hours (OR=8.5) on the quality of life of workers. Long working hours can increase the risk of a decline in workers' quality of life."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dhea Syalsabilla Maharani
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pengaruh core stability exercise terhadap penurunan nilai oswestry disability index (ODI) pada pekerja kantoran dengan non specific low back pain. Gangguan ini disebabkan oleh durasi duduk yang lama dan postur duduk yang salah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desai pre-ekperimental. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 16 orang pekerja kantoran yang mengalami keluhan non specific low back pain. Intervensi dilakukan selama 12 sesi dengan frekuensi tiga kali seminggu. Menggunakan parameter ODI yang dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai ODI menurun dari 27,25% sebelum intervensi menjadi 11% setelah dilakukan intervensi, dengan nilai p<0,001, menunjukkan perbedaan signifikan. Penurunan ini menunjukkan peningkatan kemampuan fungsional dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini memberikan bukti bahwa core stability exercise efektif dalam mengurangi nyeri dan disabilitas, serta meningkatkan kualitas hidup pekerja kantoran yang mengalami masalah low back pain. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk intervensi fisioterapi dalam manajemen non specific low back pain di lingkungan kerja, serta meningkatkan kesadaran trentang pentingnya kenyamanan dan aktivitas fisik dalam mengurangi risiko low back pain.

This study aims to analyze the effect of core stability exercise on reducing the oswestry disability index (ODI) value in office workers with non-specific low back pain. This disorder is caused by long sitting duration and incorrect sitting posture. The method used is quantitative with pre-experimental design. The sample in this study were 16 office workers who experienced non-specific low back pain complaints. The intervention was carried out for 12 sessions with a frequency of three times a week. Using ODI parameters carried out before and after the intervention. The results showed that the average ODI value decreased from 27.25% before the intervention to 11% after the intervention, with a p value <0.001, indicating a significant difference. This decrease indicates an increase in functional ability in daily activities. This study provides evidence that core stability exercise is effective in reducing pain and disability, as well as improving the quality of life of office workers who experience low back pain problems. These results are expected to be a reference for physiotherapy interventions in the management of non-specific low back pain in the work environment, as well as increasing awareness of the importance of comfort and physical activity in reducing the risk of low back pain."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reese, Charles D.
Boca Raton: CRC Press, Taylor & Francis Group, 2009
R 658.382 REE (1)
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Reese, Charles D.
Boca Raton: CRC Press, 2009
R 658.382 REE h
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>