Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 28 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Forward, Susan
Jakarta: Bhuana Ilmu Populer, 2007
158.2 FOR et
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Friedman, Myles T.
New York: Praeger, 1991
153 FRI p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Purnamasari
"Pada masa dewas muda, membentuk hubungan interpersonal yang intim dan stabil, yang dikenal dengan hubungan pacaran, merupakan hal yang penting. Havighurst (dalam Turner & Helms, 1995) menyatakan bahwa salah satu tugas perkembangan dewasa muda adalah memilih seorang pasangan hidup. Oleh karena itu, berpacaran pada masa dewasa muda berkaitan dengan pemilihan seorang pasangan hidup (suami atau istri). Karena bertujuan memilih seorang pasangan hidup, hubungan pacaran dewasa muda bersifat lebih serius, eksklusif; intim dan dapat dianggap sebagai tahap pranikah yang merupakan saat yang tepat untuk mempersiapkan pernikahan.
Salah satu gejala yang terdapat dalam hubungan pacaran adalah gejala kontrol terhadap pasangan. Penelitian mengenai gejala kontrol terhadap pasangan dalam hubungan pacaran dewasa muda diharapkan dapat memberi masukan mengenai gejala tersebut dalam perkawinan, karena sebagai tahap pranikah, kondisi yang terjadi dalam hubungan pacaran dewasa muda dapat memberi gambaran mengenai kehidupan pernikahan kelak.
Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran perilaku mengontrol pasangan dalam hubungan pacaran dewasa muda, yang dalam penelitian ini diwakili oleh mahasiswa UI. Dengan demikian, dapat diketahui apakah gejala kontrol terhadap pasangan dalam hubungan pacaran subyek tergolong tingkat tinggi, sedang atau rendah.
Subyek yang digunakan adalah mahasiswa UI dengan didasari beberapa pertimbangan, yaitu kemudahan didapat, subyek mahasiswa umumnya tergolong kelompok dewasa muda dan cukup berpendidikan sehingga diharapkan mampu memahami pernyataan-pernyataan dalam kuesioner. Penelitian ini melibatkan 100 orang subyek dengan jumlah subyek pria dan wanita yang seimbang dan berada dalam rentang usia 18 - 27 tahun. Metode pengambilan subyek adalah metode non-probability sampling dengan teknik insidental.
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tertulis yang memakai skala 4 angka berbentuk summated rating. Uji validitas menggunakan pendekatan construct validity dengan melihat konsistensi internal alat. Reliabilitas alat diuji dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach yang menghasilkan koefisien Alpha sebesar 0,8807.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kontrol terhadap pasangan subyek tergolong tingkat sedang. Artinya, memang terdapat gejala kontrol terhadap pasangan dalam hubungan pacaran subyek, namun tingkatannya berada dalam batas yang normal. Analisis tambahan yang dilakukan menunjukkan bahwa antara subyek pria dengan wanita dan subyek yang menjalin hubungan pacaran pada tahap awal dengan subyek yang menjalin hubungan pacaran pada tahap selanjutnya tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat kontrol terhadap pasangan.
Sebagai sebuah penelitian awal mengenai gejala kontrol terhadap pasangan, penelitian ini masih memiliki beberapa kekurangan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk memperbesar jumlah subyek dan lebih memperdalam pembahasan mengenai gejala kontrol terhadap pasangan dengan mengeksplorasi variabel-variabel sekunder lain yang mungkin berpengaruh pada gejala kontrol terhadap pasangan dalam hubungan pacaran. "
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1999
S2487
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Philadelphia: Psychology Press, 2001
303.3 USE
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Marchantia Andranita
"Siswa underachiever adalah siswa yang prestasi akademiknya berada dibawah potensi kecerdasan yang ia miliki. Siswa underachiever dengan tipe coasting digambarkan sebagai siswa yang tidak termotivasi dan kurang peduli dalam menyelesaikan tugas sekolah serta aktivitas yang dilakukan terkait nilai yang dicapainya. Kurang peduli dan belum memiliki kebiasaan belajar yang baik membuat siswa underachiever dengan tipe ini kurang memiliki regulasi diri terkait belajar. Program intervensi Self Regulation Empowerment Program (SREP) adalah salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan regulasi diri.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas program intervensi (SREP) dalam meningkatkan regulasi diri pada seorang siswa underachiever dengan tipe coasting. Setelah dilakukan analisis perbandingan hasil pre-test dan post-test dengan alat ukur MLSQ, diketahui bahwa program yang diberikan dapat meningkatkan regulasi diri pada siswa underachiever dengan tipe coasting.

Underachievement has explained as the difference between potential and actual output. Meanwhile, coasting underachiever has described as unmotivated, easygoing and doesn’t have concern in completing assignments and also activities in learning. Lack of achievement and study habit makes the underachiever doesn’t have good self regulation in learning. Self Regulation Empowerment Program (SREP) can enhance self regulation skill.
This study aim is to test the effectiveness of SREP to enhance self regulation of coasting underachiever. MSLQ is measure changes of behavior before and after intervention. It is shows SREP effective in enhancing self regulation of coasting underachiever.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2013
T35766
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bandura, Albert, 1925-
New York : W.H. Freeman , 1997
155.2 BAN s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Lasswell, Harold D.
New York: The Viking Press, [date of publication not identified]
155.232 LAS p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Latar belakang penelitian ini adlah terdapat perilaku tidak jujur yaitu mencontek yang terjadi di Fakultas Psikologi Universitas X. Data menunjukkan mahasiswa tahun angkatan 2009 merupakan mahasiswa dengan persentase terbesar menyontek dibandingkan dengan angkatan lain. Berdasarkan wawancara dan observasi banyak mahasiswa yang tidak yakin akan kemampuannya dan menganggap dirinya tidak akan mendapat nilai bagus tanpa menyontek meskipun sudah belajar sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan perilaku mencontek mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas X angakatan 2009. Populasi penelitian mahasiswa psikologi angkatan 2009 berjumlah 173 orang dengan sampel 44 orang. Pengukuran yang digunakan adalah self efficacy dari Bandura dan alat ukur perilaku mencontek disusun berdasarkan teori Cizek. Analisis pengujian dilakukan dengan rank Spearman dan menunjukkan korelasi negatif yang signifikan sebasar -0,78. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self efficacy mahasiswa maka semakin rendah perilaku menconteknya."
MIMBAR 28:1 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Nurlaila Fiam Putri
"ABSTRAK
Sebagian besar orang tua sampai saat ini masih beranggapan bahwa kontrol yang tinggi berupa hukuman fisik serta berbagai macam perintah merupakan hal yang wajar diberikan dalam mendidik anak. Padahal beberapa penelitian sebelumnya menemukan pengaruh yang negatif dari praktek kontrol yang demikian terhadap perkembangan fungsi kognitif anak, salah satunya fungsi executive function (EF). Akan tetapi masih sedikit riset yang membahas lebih lanjut dinamika antar kedua variabel ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kontribusi ujaran verbal yang dilakukan Ibu ketika mengontrol tingkah laku anak (management language) dalam memprediksi EF anak usia 48-72 bulan. Sebanyak 90 anak dan para Ibu diikutsertakan dalam aktivitas permainan yang direkam dengan durasi 10 menit untuk menentukan tipe management language (direction maupun suggestion) yang Ibu ucapkan selama bermain. EF anak diukur menggunakan serangkaian tes peforma yang terdiri dari Matahari/Rumput, Backwards Word Test, dan Dimensional Change Card Sorting. Hasilnya management language, khususnya management direction berkontribusi secara signifikan negatif terhadap perkembangan EF anak bahkan ketika pengaruh usia dan SSE telah dikontrol. Riset ini berimplikasi pada pengetahuan terkait cara Ibu mengontrol tingkah laku anak menggunakan komunikasi verbal yang dapat mengoptimalkan perkembangan EF anak usia prasekolah.

ABSTRACT
Until recently, it is known that majority of parents consider a high control such as corporal punishment as well as a variety of commands are common practice in nurturing children. On the other hand, some studies have found a negative impact on the practice of such controls to the development of children's cognitive functions, including executive function (EF). Nevertheless, the number of study covering this issue is still limited. This study aimed to examine the contribution of verbal utterances used by mother when controlling the child's behavior, known as management language, in predicting EF on children age 48-72 months. A number of 90 children and the mothers participate in the game activity video-taped with a duration of 10 minutes to determine the type of mother’s utterance of language management (direction or suggestion) during activity. Child’s EF performance was measured using a series of tests consisting of Matahari/Rumput, Backwards Word Test, and Dimensional Change Card Sorting. The result showed that management language, especially management direction, had a significant negative contribution to the development of child’s EF, even when the effects of age and SSE are controlled. This research has implications on the way mother control child's behavior using verbal utterances that can optimize the development of EF preschoolers."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2016
S63580
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reich, John W.
"The concept of locus of control is one of the most influential concepts in all of psychological science and practice. Initially proposed by Julian Rotter in 1966, the year 2016 marks the 50th anniversary of his remarkable publication, Generalized Expectancies for Internal versus External Control of Reinforcement. As Perceived Control attests, Rotters concept continues to thrive, which bodes well for continuing its influence for another 50 years or more. Perceived Control commemorates this half-century anniversary by presenting contributions from leading figures, some of whom were there at the beginning, giving readers a valuable historical record that lets us see the key ingredients in Rotters initial contribution. Additional authors present contemporary cutting-edge summaries of the current state of our knowledge while giving us a roadmap for future developments."
Oxford: Oxford University Press, 2016
e20470474
eBooks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>