Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Alino Budi Rahardjo
"PT Newmont Nusa T cnggara merupakan salah satu Perusahaan Tambang Bijih Tembaga di Indonesia yang memproduksi tarnbangnya rata-rata sebesar 130 juta ton lebih setiap lahunnya. Hasil lambang yang berasal dari lokasi peledakan oleh shovel listrik (electric shovel) diambil dan dimuat ke dalam dump truck, yang selanjutnya dibawa ke lokasi pcnghancuran (crushing plany, tempal penimbunan (stockpile), dan limbah buangan (waste dump). Shovel Iistrik dan alat penghancur (crusher) sesuai dengan kapasitas produksinya sanggup melayani rencana produksi tambang sampai dengan th.2010.
Permasalahannya di sini adalah dengan kemajuan penambangan scmakin mcningkat, maka jarak pengangkutan material tambang dari lokasi penambangan (lokasi peledakan) menuju ke tiga lokasi pengiriman material (crusher, stockpile dan wastedump) akan bertambah juga. Dengan bertambahnya jarak pengangkutan tersebut akan bcrakibat untuk masa yang akan datang kebutuhan dumptruck juga akan mcningkat. Oleh sebab itu perlu diketahui mulai kapan dumptruck perlu ditambah.
Untuk memperoleh kebutuhan dumptruck pada masa yang akan datang, diperlukan suatu simulasi dengan ProModel untuk mcngetahui kcbutuhan dari dumptruck tersebut untuk masa yang akan dalang. Pertama kali dilcumpulkan data penunjang untuk keperluan simulasi, sclanjumya disusun model simulasi yang dapat mewakili keadaan peralatan sesungguhnya di lapangan.
Dari proses simulasi temyata diperoleh hasil bahwa untuk lahun 2003 dan 2004 kcbutuhan dumptruck yang ada cukup memadai, tetapi untuk tahun 2005 kebutuhan dumptmck masih kurang dan perlu ditambah sebanyak 7 unit dumptruck.

PT Newmont Nusa Tenggara is one of Copper Mining Companies in Indonesia which has an average of 130 million ton copper orc production per annum. Mine production from blasting location are loaded to dump truck by using electric shovel and then transported to crushing plant, stockpile and to waste dtunp locations. Electric shovel and crushing unit services mine production plan until 2010.
Now, the problem is if the mining activity is entended, so distance of mining ore transportation &om blasting location to crushing plant, stockpile and to wastedump locations will be longer. The addition of distance for mining ore transportaion is of course will increase cycle time and eventually it will also increase the number of' unit dump truck.
For this purpose we have to analyze when and how many dump truck should be increased. By using simulation of ProModel method it can be easily to find out the time and the number of unit dump truck. Simulation process can be done by collecting some field data as a support data to create simulation model representative of field condition.
From simulation process can be summarized that in 2003 and 2004 there will be no more units of dump truck are needed and in the year 2005 7 units of dump truck have to be increased."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T6462
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chodidah Budi Rahardjo
"esis ini membahas kebijakan luar negeri Amerika dibawah kepemimpinan
Presiden Clinton terhadap Indonesia melalui peranannya di IMF tahun 1998-2000, pasca
pemerintahan Soeharto. Mempertimbangkan kepentingan politik luar negeri Amerika di
kawasan Asia Tenggara dan melihat kesempatan bagi Amerika untuk mcmpcroleh akses
dalam mengontrol keputusan-keputusan politik yang penting di kawasan ini tennasuk
Indonesia, maka kedudukan seorang presiden Amerika menjadi penting dan sangat
menentukan di dalarn cara-cara pengambilan keputusan. Walaupun Kebijakan luar negeri
Amerika lebih banyak dijalankan oleh presidennya sendiri, namun ia tidak lepas dari
kontrol Kongres, khususnya dari Senate Foreign Relations. Tanpa dukungan Senat,
seorang presiden Amerika tidak dapat mcnjalankan kebijakan politik luar negerinya
dengan baik
Hans J. Morgethau menyatakan bahwa isi dari kepentingan nasional Amerika
ditentukan olch tradisi-tradisi poiitik dalam konteks kebudayaan secara menyeluruh dimana Amerika rnerumuskan kebijakan Iuar negerinya. Kebijakan bantuan ekonomi
Amerika kepada Indonesia periode l998ยป2000, dibawah pemcrintahan Preeiden Clinton,
dipola untuk melestarikan nilaj-nilai Amerika pimerican values) yaitu memperluas
dernokrasi dan sistem perdagangan bebas serta mcmpertahankan kepentingan keamanan
Amerika di Asia Tcnggara khususnya Indonesia. Dalam melaksanalcan kebijakan Iuar
negeri tersebut, Presiden Clinton cenderung unnrk memanfaatkan institusi moneter
internasional yaitu IMF. Pemanfaatan bantuan Iuar ncgeri melalui IMF selain
memperkuat komitrnen Amerika pada jalur diplomasi idealis yang telah dirintis oleh
Presiden Wilson juga menghindari terjadinya friksi yang rnungkin timbul antara Amerika
Serikat dan Indonesia dalam pembangunan ekonominya. Dalam arti lain, dengan
rncnerapkan muscular multilateralism, Presiden Clinton melandaskan politik Iuar ncgeri
yang menj aga jarak atau equidistant policy.
Policy of equidistance ini rncnirnbulkan Iiiksi dengan lembaga legislatif dan
pendapat umurn. Baik legislatif maupun pendapat umurn melihat diplomasi muscular
mulrilateralism ter-sebut justnr lebih memberatkan dan membebani ralcyat Indonesia dari
pada membantunya. Lebih dari itu adalah bahwa muscular multilateralism akan
meminimalkan peran negara Amerika Serikat sebagai aktor utama yang bermain di
Indonesia. Dengan dernikian prestige dan pengaruh Amerika tidak menonjol. Akibatnya
Amerika bukan lagi berperan sebagai super power yang harus memimpin kerja sama
regional di Asia Tcnggara.
Penerapan policy ini tentu banyak menguntungkan bagi Amerika Scrikat baik
secara economic cost maupun political cost. Olclr karcna itulah Pemerintah Presidcn
Clinton secara sungguh-sungguh mempcrjuangkan agar Kongres memahami, mendukung, dan akhimya menyetujui terlaksananya policy tersebut. Clinton
berkeyakinan bahwa policy yang dilerapkan akan banyak membenloan keuntungan bagi
kepcntingan Amerika. Bisa dikatakan bahwa dcngan meminjam tangan IMF, Amerika
hanya mengeluarkan ?sedikit pengorbanan dan memperoleh keuntungan yang sebesar-
besamya."
Penulisan tesis ini menggunakan metoda dcslcliptif-kualitatif dengan
memanfaatkan sumber-sumbcr tcrtulis (data sekunder), baik yang diporoleh dari berbagai
macam literatur yang relevan dan memanfaatkan hasil-hasil dari suatu penelitian yang
dituangkan dalam jumal-jumal ilmiah atau sumber-sumber lainnya.
Bahwa pelaksanaan demokrasi di Indonesia secara sungguh-sungguh dan
menyelumh adalah merupakan kepentingan Amerika sebagai manifestasi dari ?doctrine
of enlargement " nya. Terumjudnya demolcrasi di Indonesia akan berperan sebagai
frontier politik Amerika sehingga peran ?super power? Amerika seperti pada masa
Perang Dingin tidak diperlukan Iagi. Disamping itu, terwujudnya demokrasi akan
memperlcuat ekonomi negeri ini yang berorientasi pada pasar (market-oriented
economics). Kondisi tersebut memungkinkan tezjaganya kepentingan ekonomi Amerika
yang selanjutnya mampu mcnghasilkan usaha-usaha yang bisa mcndukung pada
kemitraan yang global."
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2001
T6120
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Rahardjo
"Bandara Soekarno-Hatta (BSH) sejak berdirinya telah manual berbagai permasalahan menyangkut relasi sosial dengan masyarakat setempat Potensi permasalahan yang timbul tidak hanya akibat dampak lingkungan hidup berupa kebisingan namun juga permasalahan yang lebih kompleks menyangkut ekspektasi komunitas setempat yang pada dasarnya merupakan kelompok masyarakat miskin untuk dapat menikamati hasil secara ekonomi atas kehadiran industri bandara di lingkungan mereka Berbagai permasalahan sosial tidak hanya memberikan kesan tidak tertib, namun juga tidak menguntungkan dari aspek security dan safety bags (BSH) sebagai bandara international yang membutuhkan standar aturan yang ketat Berbagai permasalahan sosial yang muncul diantaranya adalah munculnya profesi sektor informal di lingkungan BSH seperti tukang ojek, tukang parkir liar hingga gangguan-gangguan di sekitar pinggir bandara yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Penegakan aturan atas gangguan-gangguan ini sulit ditegakkan karena selama ini justru berdampak pada kerugian yang dialami BSH, seperti lumpuhnya BSH akibat unjuk rasa yang mereka lakukan.
Di tengah kondisi demikian pengelola BSH justru telah mencanangkan pengembangan BSH menjadi Airport City. Sesuai konsep ini maka BSH akan dikembangkan mirip sebuah kota dengan dilengkapi berbagai fasilitas area komersial terpadu seperti trade center, tempat konferensi, super market, pusat hibumn dan sebagainya. Pengembangan ini akan dilakukan sebagai antisipasi persaingan bisnis bandara yang semakin ketat dengan mengembangkan BSH tidak hanya sekedar airport tetapi juga menjadi sebuah pusat bisnis yang berkelas. Merujuk pada kondisi relasi sosial dengan masyarakat sekitar yang terjadi saat ini, maka pengembangan BSH tersebut tentu akan memberikan dampak sosial yang lebih luas dan kompleks lerhadap masyarakat sekitar, mengingat dengan kondisi seperti saat ini pun permasalahan sosial yang dihadapi tidak dapat dikatakan ringan.
Oleh karena itu penelitian ini ingin mengetahui tentang bagaimanakah pelaksanaan tanggung jawab sosial eksternal yang dilakukan pengelola BSH terulama menyangkut
prinsip-prinsip kebijakan yang mendasarinya untuk mewuudkan kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar. Selama ini PT (Persero) Angkasa Pura II selaku pengelola BSH f dengan falsafah perusahaannya PEDULI, telah melakukan berbagai program untuk mewuudkan kepeduliannya kepada masyarakat sekitar. Penelitian secara khusus juga ingin melihat praktek-praktek community development (CD) yang dilakukan manajemen BSH sebagai bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial. Hal ini dikarenakan program CD merupakan salah satu pendekatan yang tepat dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan manakala relasi antara korporasi sebagai pendatang dan masyarakat local mengandung kesenjangan secara sosial ekonomi. Sementara itu pelaksanaan tanggung jawab sosial eksternal perusahaan apabila dapat dilakukan dengan tepat, akan memberikan dampak yang positif terhadap kelanggengan (sustainability) penyelenggaraan bisnis itu sendiri.
Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik wawancara mendalam kepada berbagai informan baik dari kalangan pengelola BSH maupun masyarakat sekitar BSIL Kegiatan observasi dan pengumpulan data sekunder yang relevan juga dilakukan untuk mendukung kegiatan analisa. Beberapa teori tentang Corporate Social Reponsibility (CSR) dan indikator-indikator evaluasi pelaksanaan CSR yang biasa digunakan di dunia internasional dicoba diterapkan pada penelitian ini, walaupun ternyata ditemukan ada yang kurang relevan. Konsep dan teori CD yang umum digunakan juga diterapkan sebagai alat bantu analisa dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepedulian yang dilakukan manajemen BSH dalam pelaksaraan tanggung jawab sosial eksternal mereka, ternyata belum mampu memenuhi harapan etik (baca :kebutuhan sesungguhnya) masyarakat sekitar. Sebab pokok yang mendasarinya adalah tidak ada kebijakan operasional yang memadai yang dapat dijadikan pedornan dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial. Hal menyebabkan tidak adanya perencanaan yang baik, tidak ada keterpaduan antar berbagai program, struktur organisasi yang kurang mendukung serta SDM yang tidak memadai. Begitu pula program CD yang ada ternyata beiwn dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip pendekatan CD, selain itu belum ada alternative bidang kegiatan CD yang mampu menyentuh permasalahan nyata yang dialami masyarakat seperti pengembangan ekonomi masyarakat miskin.
Sejalan dengan rencana pengembangan kawasan BSH ke depan, manajemen BSH perlu melakukan pembenahan terus menerus menyangkut pelaksanaan tanggung jawab sosial. Adanya suatu eetak biru yang memuat prioritas tujuan serta aturan yang memadukan kerja lembaga dan unit di lingkungan BSH yang menjalankan program sosial merupakan suatu kebutuhan. Pembenahan kebijakan juga perlu ditunjang dengan kebijakan organisasi yang mendukung yaitu adanya unit kerja khusus yang catnip Randal untuk secara khusus menangani hubungan dengan masyarakat serta mengkoordinasi penaanganan masalah sosial termasuk kordinasi pengaturan program-program sosial agar mampu bersinergi. Selanjutnya dukungan somber daya manusia dan pendanaan yang memadai jelas sangat mempengaruhi keberhasilan upaya pembenahan yang dilakukan. Pembenahan secara konsisten perlu terus dilakukan agar potret kepedulian sosial mereka tidak hanya lebih berwarna namun juga benar-benar mampu memberikan manfaat nyata.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T21878
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Rahardjo
Yogyakarta: Andi, 2001
657.48 Rah a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Budi Rahardjo
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1984
S17143
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Saleh Budi Rahardjo
"ABSTRAK
Wireless Office merupakan integrasi antara jaringan GSM dengan jaringan PBX.
Sistem ini memungkinkan jaringan PBX suatu perusahaan menjadi jaringan wireless dengan tetap memakai ekstension PBX maupun nomor Mobile Station GSM sebagai nomor panggilnya. Seluruh infomiasi voice maupun data ditumpangkan pada sebuah jaringan LP, yang juga terintegrasi dengan jaringan LAN/W AN perusahaan, Bagi perusahaan dengan area yang sangat luas, seperti pada perusahaan pertambangan atau pengeboran minyak, sistem ini al-can membuat pemakaian handset GSM para karyawan lebih efekrtifi Mobile Station akan berfimgsi sebagai telepon kantor yang rnelalui jaringan PBX ketil-ra memasuki linglcungan perusahaan, dan al-can kembali ke jaringan provider PLMN masing-masing karyawan ketika lceluar dari linglcungan perusahaan.
Dalam skripsi ini, dibuat suatu perencanaan penerapan dari sistem Wireless Office pada perusahaan Pertamina Daerah Operasi Hulu Cepu_ Alasan dipilihnya lokasi ini adalah karena DOH Cepu merupakan daerah pengeboran yang sangat luas dengan area yang terpisah-pisah_ Para karyawannya juga banyak yang sering melakukan tugas ke tempat-tempat pengeboran dan harus tetap dapat berkomunilcasi dengan kantor pusat Cepu_ Untuk im dibuat rencana penerapan yang terdiri dari integrasi jaringan, penentuan peralatan, perhitungan dan penempatan BTS, perhitungan kapasitas transmisi, serta perancangan simulasi sistem database pada gateway.

"
2001
S39741
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Rahardjo
"Setelah krisis melanda Indonesia membuat sektor industri perdagangan dan retail mencoba bangkit dari keterpurukan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan sektor perdagangan dan ritel untuk merestrukturisasi hutang dan mejaga rasio kelancaran (liquidity). Sektor perdagangan dan ritel hams menjaga agar harga ke tingkat konsumen tetap rendah. Untuk melakukan hal ini diperlukan strategi yang tepat terutarna dalam menjaga arus barang dan pendapatan tetap stabil.
Penelitian ini mencoba melihat bagaimana pengaruh variabel resiko saham terhadap rasio keuangan meliputi Current Ratio (CR), Total Debt to Equity Ratio(fDE), Inventory Turn Over Ratio (ITO), Return on Equity (ROE) dan Earning per Share (EPS) yang diambil dari masing-masing laporan keuangan perusahaan selama tahun 2000 sampai 2004. Penelitian ini juga membagi perusahaan sektor perdagangan dan ritel dalam 2 kategori perusahaan berdasarkan total asset perusahaan.
Analisis dilakukan dengan menggunakan regresi tunggal antara pengembalian individual saham dengan pengembalian pasar untuk mendapatkan BETA. Kemudian BETA tersebut diregresi berganda dengan rasio keuangan yang didapat dari laporan keuangan. Alat bantu yang digunakan yaitu Microsof Excel 2003, E-Views 4.1 dan SPSS 12 untuk menghitung rasio keuangan, meregresikan hasil hitungan dan melakukan uji statistik dari hasil regresi.
Teknik pengambilan sampel dengan mendata perusahaan sektor perdagangan dan ritel selama 5 tahun (2000-2004) dengan minimun data saham diperdagangkan selama 3 tahun di BEJ yaitu: AIMS, AKRA, EMPT, GEMA, HEXA, INTA, INTD, KONI, LTLS, MDRN, META, SDPC, TGKA, TIRA, TMPI, TURI, UNTR, WAPO, WICO, ALFA, HERO, MPPA, MTSM, RALS, RIMO, SONA, TKGA.
Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa variabel rasio keuangan mempunyai pengaruh yang beragam terhadap resik.o saham. Sekaligus apabila perusahaan apabila dibagi menjadi 2 kategori yaitu perusahan besar dan kecil mengakibatkan basil pengaruh variabel menjadi makin beragam dibandingkan dengan pengaruh variabel tanpa pembagian kategori peusahaan. Dan basil signifikansipun menjadi beragam."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2005
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library