Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 22 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Arafah
"ABSTRAK
Terjadinya peningkatan pembelian obat reguler maupun obat ASKES Rp
35.159.000.000,00 atau 39% dari rencana anggaran yang telah ditetapkan pada
awal tahun Rp 27.000.000.000,00 atau 77% serta banyaknya obat yang kosong
dan kadarluarsa menyebabkan tertundanya pelayanan dan kerugian pihak rumah
sakit. Pengendalian persediaan obat ASKES di RSUD PaSar Rebo belum optimal
dan memerlukan pengendalian yang lebih baik lagi agar dapat meningkatkan
pelayanan kepada pelanggan. Tujuan dari Mengetahui informasi tentang
perencanaan dan pengendalian kebutuhan obat yang sesuai dengan tingkat
pemakaian, biaya investasi, dan tingkat ke kritisannya di RSUD Pasar Rebo
Jakarta.
Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
pemakaian obat ASKES bulan Januari-Maret 2009, data jenis obat ASKES, data
harga obat ASKES. Metode yang digunakan adalah metodelogi cross sectional
karena menggunakan data data dalam periode tertentu dengan menggunakan
pendekatan kuantitatif.
Hasil dari penelitian ini didapatkan dari 215 obat ASKES dari tiga
poliklinik dengan menggunakan analisis indeks kritis ABC diperoleh 8 obat
kelompok A, 68 obat kelompok B dan 139 obat kelompok C. Ke – 8 item obat
ASKES yang masuk dalam kelompok A tersebut merupakan 19,25% dari total
pemakaian dan 18,31% dari total investasi. Kelompok A memerlukan prioritas
pengawasan yang ketat dilihat dari nilai pemakaian, nilai investasi dan nilai kritis
menurut Dokter. Jumlah dan waktu pemesanan dapat dilakukan dengan model
EOQ dan ROP.
Saran untuk melakukan perencanaan dan pengendalian obat ASKES
adalah dengan menghitung semua jenis obat ASKES yang ada di RSUD Pasar
Rebo agar di ketahui obat mana saja yang perlu pengawasan yang ketat dan
jumlah pemesanan obat serta waktu dilakukan pemesanan per item obat ASKES.

ABSTRACT
Of a regular increase in the purchase of medicines and drugs ASKES Rp
35,159,000,000.00 or 39% of the budget plan that has been set at the beginning of
Rp 27,000,000,000.00 or 77% and the number of drugs that cause empty and
expired pending loss of service and hospital . Control of drug supply in hospitals
ASKES Pasar Rebo not optimal and it requires a better control again in order to
improve services to customers. Knowing the purpose of information about the
planning and control needs of the drugs according to the level of usage, the cost of
investment, and to a critical level in hospitals Pasar Rebo Jakarta.
The variables used in this research is data ASKES the drug in January-
March 2009, data types Askes drugs, drug price data ASKES. Method used is
metodelogi cross-sectional data because the data in a certain period by using
quantitative approach.
Results from this study obtained from 215 of the three drugs ASKES
policlinic using critical analysis of the index obtained by ABC 8 drug groups A, B
group of 68 drugs and 139 drugs group C. The 8 items ASKES drugs that enter in
the group A is 19.25% of the total and 18.31% of the total investment. Group A
priority need strict supervision of the views of the value, investment value and
critical value according to doctors. The amount and time of booking can be done
with the ROP and EOQ model.
Suggestions for the planning and control of drug ASKES is to calculate all
types of drugs that have ASKES in Pasar Rebo hospitals in order to know which
drugs need strict supervision and the amount of drugs and the time of booking is
done booking per item Askes drugs.
"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Arafah
"ABSTRAK
Obesitas pada anak sekolah merupakan penyakit yang sudah menjadi
masalah kesehatan kesehatan masyarakat. Prevalensi obesitas anak di indonesia
mengalami peningkatan pada tahun 2007 sebsar 9,5% pada laki-laki dan 6,4%
pada perempuan menjadi sebesar 10% pada anak laki-laki dan 7,7% pada anak
perempuan pada tahun 2010 dan menjadi 8,8% padan tahun 2013. Penelitian ini
membahas mengenai kejadian obesitas pada anak di dua sekolah dasar. Tujuan
penelitian ini untuk membandingkan kejadian obesitas anak serta faktor-faktor
yang mempengaruhinya di dua sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan pada bulan
Mei sampai dengan Juni 2014 di SDN Anyelir1 dengan status ekonomi menengah
ke atas dan SDN Depok Jaya 7 dengan subjek penelitiannya adalah anak sekolah
dasar kelas 4 dan 5. Variabel penelitian ini pola makan, kebiasaan makan,
karakteristik anak, karakteristik orangtua, aktivitas fisik anak dan keterpaparan
media. Penelitian ini merupakan penelitian crossectional dengan analisis
perbandingan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok
mengenai lama waktu menonton TV dan bermain games, karakteristik orangtua,
keterpaparan media, asupan energi total, asupan karbohidrat dan asupan lemak.
Perbedaan status sosial ekonomi akan terjadi perbedaan pada lama menonton TV
dan bermain games, asupan zat gizi energi total, karbohidrat dan lemak. Peneliti
menyarankan untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan diatas
kelas 1, membudayakan kembali senam disekolah untuk memberikan waktu lebih
banyak berolahraga, pembinaan kantin sekolah untuk membantu orangtua
mengontrol asupan zat gizi anak.

ABSTRACT
Obesity in school children is a disease that has become a health problem of public
health. The prevalence of child obesity in Indonesia in 2007 increased by 9.5% in
men and 6.4% in women increased in 2010 to 10% in boys and 7.7% in 2013 to
8,8%. This study discusses the incidence of obesity in children at two elementary
schools. The purpose of this study was to compare the incidence of childhood
obesity and the factors that influence it in two elementary schools. This study was
conducted in the SDN Anyelir 1 with middle high socioeconomic status and
Depok Jaya SDN 7 with middle low socioeconomic status. The research subject
are children of primary school grade 4 and 5 with the variables of this study diet,
eating habits, child characteristics, parent characteristics , child physical activity
and media exposure. This design study is a cross sectional with comparison
analysis. There are significant differences between the two groups regarding the
length of time watching TV and playing games, parental characteristics, media
exposure, total energy intake, carbohydrate intake and fat intake. Differences in
socioeconomic status will be a difference in the long watching TV and playing
games, the total energy intake of nutrients, carbohydrates and fats. Researcher
have suggested annually conduct anthropometric survey in school, once a week
school aerobic exercising, and parents involve in school cafeteria to control the
nutrient intake of children."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
T41928
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Imas Noor Arafah
"Industri perhotelan merupakan salah satu aspek yang mempunyai peranan penting perkembangan pariwisata di Indonesia, dimana industri perhotelan tersebut menyediakan jasa akomociasi bagi para wisatawan Jumlah kunjungan wisatawan yang mengalami peningkatan turut berpengaruh pada perkembangan industri perhotelan karena jumlah kunjungan wisatawan akan meningkatkan pula kebutuhan akan jasa akomodasi khususnya hotel sebagai sarana penunjang.
Jakarta sebagai pusat kegiatan bisnis dan salah satu daerah tujuan wisata memiliki potensi yang cukup besar dalam mendatangkan wisatawan, sehingga mendorong minat para investor untuk menanamkan modal di industri perhotelan. Minat investor untuk membangun hotel yang cukup tinggi tersebut akan meningkatkan pasokan kamar hotel, sehingga mengakibatkan peningkatan intensitas persaingan di industri perhotelan. Oleh karena itu setiap hotel harus dapat menyediakan produk yang menarik dan pelayanan yang memuaskan untuk dapat bersaing dengan hotel lain, begitu pula dengan Hotel Kartika Chandra yang merupakan salah satu hotel berbintang di Jakarta.
Permasalahan yang dihadapi oleh Hotel Kartika Chandra adalah dengan meningkatnya persaingan akibat peningkatan jurnlah hotel yang beroperasi di Jakarta, mengakibatkan hotel-hotel yang ada menggunakan berbagai macam cara untuk menarik tarnu agar datang dan menginap di hotel mereka. Oleh karena itu Hotel Kartika Chandra harus membuat strategi pemasaran yang efektif untuk dapat sukses menghadapi persaingan di industri perhotelan tersebut.
Tujuan dari penelitian Karya Akhir ini adalah melakukan analisis terhadap strategi pemasaran yang telah dilakukan oleh Hotel Kartika Chandra dan selanjutnya dari hasil analisis diajukan strategi pemasaran alternatif bagi Hotel Kartika Chandra.
Berdasarkan peluang dan ancaman yang ada serta kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Hotel Kartika Charidra maka dibuat strategi alternatif dalam bentuk matriks SWOT yang selanjutnya disesuaikan dengan faktor kunci keberhasilan yang harus ada di industri perhotelan untuk dapat merumuskan strategi pemasaran yang efektif bagi Hotel Kartika Chandra. Faktor kunci keberhasilan yang dirniliki oleh Hotel Kartika Chandra adalah lokasi yang strategis, fasilitas yang lengkap, sumber daya manusia dan pelayanan yang baik.
Strategi pemasaran yang telah díterapkan oleh Hotel Kartika Chandra secara umum sudah cukup baik, tetapi terdapat beberapa hal yang masih perlu diperbaiki dalam strategi pemasarannya. Untuk mengatasi persaingan yang ketat di industri perhotelan, sebaiknya Hotel Kartila Chandra melakukan hal-hal sebagai berikut yaitu melakukan inovasi dengan menawarkan produk-produk baru yang berbeda dari pesaing misalnya dengan membuat paket wisata yang dikaitkan dengan alam atau paket untuk mengunjungi tempat-tempat Yang menarik di Jakarta dengan Hotel Kartika Chandra sebagai tempat menginap, tetap mempertahankan strategi harga yang digunakan, melakukan intelijen pasar terhadap langkah-langkah yang dilakukan pesaing serta menìngkatkan kerjasama dengan biro perialanan dan perusahaan penerbangan, meningkatkan promosi khususnya untuk pasar dalam negeri, meningkatkan program pendidikan dan pelatihan, memperluas jaringan reservasi baik untuk pasar dalam maupun luar negeri, serta meningkatkan pelayanan terhadap konsumen."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Imas Noor Arafah
"ABSTRAK
Pada penelitian mi digunakan limbah cair tahu
sebagal substrat fermentasi nata, dengan penambahan 10,0%,
12,5%, 15,0%, atau 17,5% sukrosa dan 0,1%, 0,3%, atau 0,5%
amonium sulfat [(NH4 ) 2SO4 ]. Fermentasi nata dilakukan
dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinwn (Brown)
Bergey dkk.
Tujuan penelitian mi adalah untuk mengetahui ada
tidaknya pengaruh penainbahan beberapa konsentrasi sukrosa
dan (NH4 ) 2 SO4 serta interaksi antara kedua faktor tersebut
terhadap ketebalan rata-rata nata, dan rnenentukan
konsentrasi sukrosa dan (NH 4 ) 2SO4 yang memberikan hasil
ketebalan rata-rata nata paling baik.
Ketebalan rata-rata nata yang tertinggi (0,601 cm)
diperoleh dari penambahan 12,5% sukrosa dan 0,1% (NH4)2SO4.
Ketebalan rata-rata nata yang terendah (0,157 cm) diperoleh
dari penambahan 17,5% sukrosa dan 0,5% (NH4)2SO4.
Uji statistik pada a = 0,01 menunjukkan ada pengaruh
penambahan sukrosa dan (NH4 ) 2SO4 , serta interaksi antara
sukrosa dan (NH4 ) 2SO4 terhadap ketebalan rata-rata nata.
Interaksi penainbahan sukrosa dan (NH4 ) 2 SO4 terlihat pada
penambahan 15,0% atau 17,5% sukrosa. Pada penambahan
sukrosa 15,0% atau 17,5% menunjukkan bahwa semakin tinggi
konsentrasi (NH4 ) 2SO4 yang dltambahkan, semakin rendah
ketebalan rata-rata nata yang dihasilkan
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, 1995
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Intan Arafah
"ABSTRAK
Ketoprofen merupakan obat yang termasuk ke dalam Biopharmaceutical
Classification System kelas dua dengan kelarutan yang rendah dan permeabilitas
yang tinggi, sehingga disolusi menjadi lambat yang akan mempengaruhi absorpsi
obat. Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan laju disolusi ketoprofen dengan
formulasi tablet melalui pembentukan dispersi padat menggunakan polivinil pirolidon
(PVP) dan Polietilenglikol (PEG).
Dispersi padat dibuat dengan perbandingan 1:1. Peningkatan laju disolusi pada
masing-masing hasil dispersi padat ketoprofen- PVP 1:1 sebesar 1,287 kali,
ketoprofen-PEG 1:1 sebesar 1,089 kali dari ketoprofen standar. Formulasi tablet
dengan dispersi padat dapat meningkatkan laju disolusi sebesar 1,478 kali pada
ketoprofen-PVP dan 1,551 kali pada ketoprofen-PEG.

ABSTRACT
Ketoprofen is a drug classified into Biopharmaceutical Classification System class
two with low solubility and high permeability. For such reason dissolution become
lower which affected drugs absorbtion. This research aims to increase dissolution rate
of ketoprofen through solid dispertion using polivinil pirolidon (PVP) and
Polietilenglikol (PEG), formulation solid dispertion applied tablet production
subsequently.
Solid dispertion was made with (1:1) comparison. Dissolution rate enchanchment
each solid dispertion ketoprofen-PVP result (1:1) increase 1,287 times, and
ketoprofen-PEG result (1:1) increase 1,089 times from standart ketoprofen. Tablet
formulation with solid dispertion can increase dissolution rate 1,487 times in
ketoprofen-PVP and 1,551 times in ketoprofen-PEG."
2016
S65105
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Tunjung Arafah
"ABSTRAK
Rendahnya tingkat kepatuhan Wajib Pajak di Indonesia yang tercermin dalam tax ratio Indonesiayang relatif rendah dibandingkan dengan negara asia tenggara. Hal tersebut menjadikan Reinventing policy sebagai salah satu alternatif yang dikeluarkan pada pertengahan tahun 2015. Reinventing policy ditujukan untuk meningkatkan penerimaan, mendorong kepatuhan Wajib Pajak serta memperkuat basis data di Direktorat Jenderal Pajak DJP . Kebijakan ini memberi keringanan Wajib Pajak dengan mengurangi atau menghapus sanksi administrasi pajak melalui surat permohonan yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91/PMK.03/2015. Skripsi ini merupakan studi kasus implementasi kebijakan reinventing policy di KPP PMA Lima dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan reinventing policy dikatakan tidak berhasil dalam meningkatkan penerimaan dan kepatuhan Wajib Pajak. Upaya yang telah dilakukan KPP PMA Lima dalam pelaksanaan kebijakan ini diantaranya melakukan sosialisasi, himbauan dan melakukan lembur di akhir batas pelaksanaan kebijakan.

ABSTRACT
The low level of tax compliance in Indonesia which is reflected in Indonesia 39 s tax ratio is relatively low compared with countries of Southeast Asia. It made Reinventing policy as an alternative released by government in mid 2015. Reinventing policy aimed at increasingtax revenue, tax compliance and also strenghten database at Directorate General of Taxation DJP . This policy gives relief taxpayer by reducing or removing the administrative sanction of taxes through petition regulated in Finance Minister Regulation No. 91 PMK.03 2015. This thesis is a case study implementation of reinventing policy in KPP PMA Lima using qualitative research methods. The results of this study indicate that implementation of reinventing policy has failed in increasing tax revenues and tax compliance. In optimizing this policy, the tax office undertakes socialization activities, provide appeal to taxpayer and do overtime at the end of utilization limit of reinventing policy."
2017
S65910
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fajar Yuda Arafah
"Modal pada koperasi digolongkan menjadi dua jenis, yakni modal sendiri dan modal pinjaman. Selain itu, untuk memperkuat struktur modal, koperasi dapat pula melakukan pemupukan modal melalui penyertaan modal. Modal penyertaan dapat diberikan oleh siapa saja, dari dalam maupun luar negeri, baik pemerintah, anggota koperasi, masyarakat, badan usaha berbadan hukum dan badan usaha tidak berbadan hukum, serta badan-badan hukum lainnya, melalui perjanjian penyertaan modal antara koperasi dengan pemodal. Atas modal yang disertakannya pada koperasi tersebut, Pemodal tentunya perlu diberikan perlindungan hukum, terutama apabila koperasi kelak mengalami kerugian yang dapat merugikan pemodal. Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada mengalami kerugian yang mengakibatkan Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada wanprestasi terhadap pemodal. Untuk memperoleh kesimpulan atas perlindungan hukum yang diberikan Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada, dilakukan penelitian dengan bentuk yuridis normatif dengan tipologi penelitian deskriptif. Pada akhirnya, tidak ada perlindungan hukum yang diberikan Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada karena hal tersebut tidak diatur dalam perjanjian penyertaan modal. Selain itu, peraturan perundang- undangan tentang penyertaan modal pada koperasi juga tidak mengatur adanya perlindungan hukum. Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada selanjutnya menyelesaikan kewajibannya melalui perjanjian perdamaian antara pemodal dan Koperasi Cipaganti Karya Persada yang termuat dalam putusan homologasi antara Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada dengan pemodal yang mewajibkan Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada untuk memenuhi kewajibannya terhadap pemodal.

Cooperative Capital is classified by two types, i.e. equity capital and debt capital. To maintain a solid structure of capital, Cooperative might have an equity participation. Equity participation may be given by anyone from national or international parties, whether government, members of cooperatives, community, legal entity and unincorporated business entities, and other legal entities, through a cooperative equity participation agreement between cooperative and investor. Therefore, investors would need to be given protection by the law, especially when the cooperative suffered an economic loss that could harm the investors. This condition happened to Cipaganti Karya Guna Persada Cooperative. To obtain the conclusion on legal protection which might be given by Cipaganti Karya Guna Persada Cooperatives, normative juridical approach with a descriptive typology research is used. In the end, there is no legal protection for investor provided by Cipaganti Karya Guna Persada Cooperative. Moreover, there is also no legal protection for investor provided by any regulation especially about equity participation in cooperative. Cipaganti Karya Guna Persada Cooperative only settle its obligations to investors after a peace agreement between the investors and Cipaganti Karya Guna Persada Cooperative, which requires Cipaganti Guna Karya Persada Cooperative to settle its obligations to investors.
"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2017
S66073
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adhy Riadhy Arafah
"The potency and unique characteristics of GSO for placing communication satellites located only above equatorial states makes the GSO as part of natural resources. The equatorial states realized that the use of GSO has many advantages and has implications to their national interest. However, basic principle in space law, Outer Space Treaty 1967 (Art.II), states that equatorial states forbidden to claim ownership of any part of outer space, particularly claim in sovereignty. The principle ?first come first served? in placing of satellite on GSO, practically only gives the advantage to developed countries which have high satellite technology. Hence, the level of technology of a state plays important role in developing of space law internationally. The equatorial states which are mostly developing states (low and middle level in technology in outer space activities) claimed their right to use natural resources for their national interest based on equatorial position
principle."
Faculty of Law University of Indonesia, 2012
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Kintamani Arafah
"ABSTRAK
Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol. Keterkendalian asma merupakan manifestasi asma yang dapat diobservasi. Keterkendalian asma dipengaruhi oleh kepercayaan mengenai apa yang memengaruhi kondisi kesehatan seseorang, atau disebut dengan health locus of control. Health locus of control terdiri dari tiga dimensi, yaitu internal, powerful others, dan chance. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji mengenai pengaruh internal dan powerful others health locus of control terhadap keterkendalian asma. Sebanyak 272 penderita asma berusia 17 ndash; 50 tahun menyelesaikan alat ukur Asthma Control Test Nathan et al., 2004 dan Multidimensional Health Locus of Control Wallston, Stein, Smith, 1994 . Teknik analisis regresi logistik biner dilakukan untuk melihat pengaruh internal dan powerful others health locus of control terhadap keterkendalian asma. Hasilnya menunjukkan bahwa internal health locus of control tidak dapat memprediksi keterkendalian asma X2 1 = 0,29, p > 0,05 . Sementara itu powerful others health locus of control terbukti dapat memprediksi keterkendalian asma X2 1 = 5,68, p < 0,05 . Berdasakan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa powerful others health locus of control yang semakin tinggi akan menurunkan keterkendalian asma.

ABSTRACT
Asthma is a chronic respiratory disease that cannot be cured, but can be controlled. Asthma control is the extent to which the manifestations of asthma can be observed in the patient. Asthma control is influenced by the health beliefs of what controls someone rsquo s health condition, called health locus of control. Health locus of control consists of three dimensions internal, powerful others, and chance. The aim of this study is to examine the effect of internal and powerful others health locus of control on asthma control. Two hundred seventy two asthmatic patients aged 17 ndash 50 completed Asthma Control Test Nathan et al., 2004 and Multidimensional Health Locus of Control Wallston, Stein, Smith, 1994 instruments. Binary logistic regression was used as data analysis technique. This study found that internal health locus of control cannot predict asthma control X2 1 0,29, p 0,05 . On the other hand, powerful others health locus of control is founded to be a predictor of asthma control X2 1 5,68, p 0,05 . Thus, the results of this study can be concluded that the higher the powerful others health locus of control will lower asthma control on asthmatic patients. "
2017
S67365
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Intan Arafah
"ABSTRAK
Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat apoteker melakukan praktik kefarmasian. Pelaksanaan Praktik Kerja Profesi Apoteker di Apotek Hidup Barubertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek serta mendapatkan gambaran secara nyata terhadap tugas dan tanggung jawab yang dilakukan oleh Apoteker di apotek. Melalui Praktik Kerja Profesi ini, mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang telah dipelajari dengan melakukan kegiatan pelayanan kefarmasian seperti penyiapan obat, peracikan, pemberian informasi obat, dan konseling. Selain itu melalui tugas khusus, mahasiswa dapat memahami lebih dalam mengenai pengkajian resep.

ABSTRACT
A pharmacy is a pharmaceutical service facility where pharmacists perform pharmaceutical practices. Implementation of the Pharmacist Profession Practices at the Pharmacy of Life Bar is aimed at gaining knowledge and understanding of pharmacy service standards in pharmacies as well as getting a real picture of the duties and responsibilities undertaken by Pharmacists in pharmacies. Through this Professional Practice, students can apply the knowledge they have learned by doing pharmaceutical service activities such as drug preparation, compounding, giving drug information, and counseling. In addition through a special task, students can understand more deeply about prescription assessment."
2017
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>