Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 206512 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Andreas Willardy
"Pemerintah Indonesia telah mengesahkan pembentukan Ibu Kota Negara Baru (IKNB) dengan nama Nusantara pada tanggal 15 Februari 2022. Perpindahan ibukota ini nantinya berdampak pada perpindahan penduduk yang masif baik ke ibukota baru dan kota-kota penyangganya dalam beberapa tahun kedepan. Perpindahan penduduk mengakibatkan pertambahan penduduk yang berdampak pada peningkatan kebutuhan hidup terutama kebutuhan air. Untuk mempersiapkan hal tersebut, diperlukan perencanaan dan pengembangan air tanah yang matang selama pembangunan ibukota baru berbasis cekungan. Ibukota baru termasuk dalam daerah Cekungan Air Tanah (CAT) Samarinda-Bontang. Sebelum memulai eksplorasi air tanah berbasis cekungan, identifikasi zona potensi air tanah harus dilakukan. Pengidentifikasian ini menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan 7 parameter yaitu litologi, penggunaan dan tutupan lahan (LULC), curah hujan, jenis tanah, densitas drainase, kepadatan kelurusan, kemiringan lereng. Analisis tersebut melalui Multi Criteria Evaluation (MCE), proses perbandingan skala kepentingan antar parameter, pembobotan dan penilaian parameter, analisis rasio konsistensi (CR), analisis weighted sum, dan analisis sensitivitas. Hasil keluaran dari penelitian ini adalah peta zona potensi air tanah yang akan dibandingkan dengan data sumur. Hasil menunjukan zona potensi air tanah tinggi, sedang, dan rendah masing-masing luasnya 85%, 14%, 1% daerah penelitian dengan akurasi data sumur 11 dari 14 sumur atau 78,57%.

The Government of Indonesia officially approved the establishment of the new capital city, Nusantara on February 15, 2022. This relocation is estimated to result in significant population movement to the new capital and its surrounding satellite cities over the coming years. Such demographic migration will lead to increased population density, thereby increasing the demand for basic necessities, specificly water resources. To address this challenge, comprehensive planning and development of groundwater resources are essential during the construction phase of the new capital based on basin. The new capital is located within the Samarinda-Bontang Groundwater Basin. Prior to initiating basin-based groundwater exploration, it is important to identify zones of groundwater potential. This study employs Geographic Information System (GIS) and the Analytic Hierarchy Process (AHP) methodologies, incorporating seven key parameters: lithology, land use and land cover (LULC), rainfall, soil type, drainage density, lineament density, and slope gradient. The analytical framework includes Multi-Criteria Evaluation (MCE), pairwise comparison of parameter importance, parameter weighting and scoring, consistency ratio (CR) analysis, weighted sum analysis, and sensitivity analysis. The primary output of this research is a groundwater potential zoning map, which is validated using well data. The results indicate that high, medium, and low groundwater potential zones account for 85%, 14%, and 1% of the study area, respectively. Validation using well data shows an accuracy of 11 out of 14 wells (78.57%)."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andreas Willardy
"Pemerintah Indonesia telah mengesahkan pembentukan Ibu Kota Negara Baru (IKNB) dengan nama Nusantara pada tanggal 15 Februari 2022. Perpindahan ibukota ini nantinya berdampak pada perpindahan penduduk yang masif baik ke ibukota baru dan kota-kota penyangganya dalam beberapa tahun kedepan. Perpindahan penduduk mengakibatkan pertambahan penduduk yang berdampak pada peningkatan kebutuhan hidup terutama kebutuhan air. Untuk mempersiapkan hal tersebut, diperlukan perencanaan dan pengembangan air tanah yang matang selama pembangunan ibukota baru berbasis cekungan. Ibukota baru termasuk dalam daerah Cekungan Air Tanah (CAT) Samarinda-Bontang. Sebelum memulai eksplorasi air tanah berbasis cekungan, identifikasi zona potensi air tanah harus dilakukan. Pengidentifikasian ini menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan 7 parameter yaitu litologi, penggunaan dan tutupan lahan (LULC), curah hujan, jenis tanah, densitas drainase, kepadatan kelurusan, kemiringan lereng. Analisis tersebut melalui Multi Criteria Evaluation (MCE), proses perbandingan skala kepentingan antar parameter, pembobotan dan penilaian parameter, analisis rasio konsistensi (CR), analisis weighted sum, dan analisis sensitivitas. Hasil keluaran dari penelitian ini adalah peta zona potensi air tanah yang akan dibandingkan dengan data sumur. Hasil menunjukan zona potensi air tanah tinggi, sedang, dan rendah masing-masing luasnya 85%, 14%, 1% daerah penelitian dengan akurasi data sumur 11 dari 14 sumur atau 78,57%.

The Government of Indonesia officially approved the establishment of the new capital city, Nusantara on February 15, 2022. This relocation is estimated to result in significant population movement to the new capital and its surrounding satellite cities over the coming years. Such demographic migration will lead to increased population density, thereby increasing the demand for basic necessities, specificly water resources. To address this challenge, comprehensive planning and development of groundwater resources are essential during the construction phase of the new capital based on basin. The new capital is located within the Samarinda-Bontang Groundwater Basin. Prior to initiating basin-based groundwater exploration, it is important to identify zones of groundwater potential. This study employs Geographic Information System (GIS) and the Analytic Hierarchy Process (AHP) methodologies, incorporating seven key parameters: lithology, land use and land cover (LULC), rainfall, soil type, drainage density, lineament density, and slope gradient. The analytical framework includes Multi-Criteria Evaluation (MCE), pairwise comparison of parameter importance, parameter weighting and scoring, consistency ratio (CR) analysis, weighted sum analysis, and sensitivity analysis. The primary output of this research is a groundwater potential zoning map, which is validated using well data. The results indicate that high, medium, and low groundwater potential zones account for 85%, 14%, and 1% of the study area, respectively. Validation using well data shows an accuracy of 11 out of 14 wells (78.57%)."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ridho Mardhatillah
"Kabupaten Sumenep merupakan salah satu wilayah dengan kondisi kekeringan paling parah di Indonesia sejak tahun 2018. Sepanjang musim kemarau tahun 2023, sebanyak 59 dari 332 desa di Kabupaten Sumenep mengalami kekeringan yang disebabkan oleh kemarau panjang disertai dengan fenomena el nino. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zona potensial air tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Sumenep agar dapat dijadikan sebagai sumber acuan bagi instansi terkait dalam meningkatkan manajemen sumber daya air di daerah tersebut. Penelitian ini mengaplikasikan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode analytical hierarchy process (AHP) untuk menentukan pembobotan data geospasial yang mencakup dua belas parameter: litologi, geomorfologi, tutupan lahan, curah hujan, jenis tanah, kerapatan drainase, kerapatan kelurusan, topographic wetness index (TWI), topographic position index (TPI), kemiringan lereng, kelengkungan lereng, kekasaran permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian didominasi oleh zona potensi air tanah sedang dengan persentase sebesar 53,65% dari luas daerah penelitian dengan debit optimum sumur air tanah 6-25 liter/detik, lalu diikuti oleh zona potensi air tanah tinggi sebesar 36,77% dari luas daerah penelitian dengan debit optimum sumur air tanah 25-40 liter/detik, dan zona potensi air tanah rendah sebesar 9,58% dari luas daerah penelitian dengan debit optimum sumur 8 liter/detik.

Sumenep Regency is one of the areas that has experienced the most severe drought conditions in Indonesia since 2018. Throughout the dry season of 2023, 59 out of 332 villages in Sumenep Regency suffered from drought due to an prolonged dry period along with the El Niño phenomenon. This study aims to delineate the potential groundwater zones in Sumenep Groundwater Basin to serve as a reference for related officials in improving water resource management in the region. The study applies Geographic Information System (GIS) techniques combined with Analytical Hierarchy Process (AHP) method to calculate the weight of geospatial data that incorporating twelve parameters: lithology, geomorphology, land use land cover, rainfall, soil type, drainage density, lineament density, topographic wetness index (TWI), topographic position index (TPI), slope, curvature, and surface roughness. The result indicate that the study area is predominantly dominated by moderate groundwater potential zones, accounting for 53,65% of the study area with optimum well discharges of 6-25 litres/second, followed by high groundwater potential zones, encompassing 36,77% of the study area with optimum well discharges of 25-40 litres/second, and low groundwater potential zones, making up 9,58% of the study area with optimum well discharge of 8 litres/second. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simanjuntak, Nozzel Seagal
"Cekungan Air Tanah (CAT) Sumbawa Besar, merupakan cekungan air tanah yang terletak di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Daerah ini termasuk dalam wilayah tanggap darurat bencana kekeringan di Nusa Tenggara Barat, pada musim kemarau tahun 2023, sehingga dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi zona potensi air tanah di wilayah ini. Penelitian ini menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Analytical Hierarchical Process (AHP). Metode SIG digunakan untuk analisis parameter menjadi bentuk peta, sedangkan metode AHP digunakan untuk menentukan tingkat kepentingan parameter serta pembobotannya. Terdapat 12 parameter yang digunakan dalam penelitian, yang dianggap mempengaruhi potensi air tanah. Berdasarkan penggabungan seluruh parameter, dibuatlah peta zona potensi air tanah yang dibagi menjadi 3 kategori, yakni zona potensi air tanah rendah, mencakup sekitar 18% dari area penelitian, zona potensi air tanah sedang, mencakup sekitar 68% dari area penelitian, dan zona potensi air tanah tinggi, mencakup sekitar 14% dari area penelitian. Dari peta zona potensi air tanah, dapat disimpulkan bahwa zona potensi air tanah pada Cekungan Air Tanah Sumbawa Besar didominasi oleh zona potensi air tanah sedang, dengan sebagian kecil area berada pada zona rendah dan zona tinggi.

Sumbawa Besar groundwater basin is a groundwater basin located in Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara. This area is included in the emergency response area for drought disaster in West Nusa Tenggara, in the dry season of 2023, so this research was conducted to identify the groundwater potential zones in this area. This research uses Geographic Information System (GIS) and Analytical Hierarchical Process (AHP) methods. The GIS method was used to analyze the parameters into a map, while the AHP method was used to determine the level of importance of the parameters and their weight. There are 12 parameters used in this study, which are considered to affect the potential of groundwater. Based on the combination of all parameters, a groundwater potential zone map was created and divided into 3 categories, namely low groundwater potential zone, covering about 18% of the research area, medium groundwater potential zone, covering about 68% of the research area, and high groundwater potential zone, covering about 14% of the research area. From the groundwater potential zone map, it can be concluded that the groundwater potential zone in the Sumbawa Besar Groundwater Basin is dominated by the medium potential zone, with the small part of area in the low and high potential zone. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Johnson, Lynn E.
Boca Raton: CRC Press, Taylor & Francis Group, 2009
628.10287 JOH g
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Arief Rakhman
"Air tanah merupakan salah satu sumber daya alam paling penting yang mendukung kesehatan manusia, perkembangan ekonomi, dan keanekaragaman ekologi. Penggunaan air tanah terus meningkat disebabkan oleh faktor-faktor seperti kemudahan mendapatkannya, kualitas yang baik, dan biaya yang murah. Kebutuhan air tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Bogor cukup besar karena tingginya jumlah penduduk dan industri. Mengingat pentingnya peran air tanah maka pengetahuan tentang keberadaan air tanah sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi spasial tingkat potensi air tanah berdasarkan analisis fisik berupa geologi, geomorfologi, lereng, tutupan lahan, kerapatan aliran, tekstur tanah, dan curah hujan dengan menggunakan teknik Sistem Informasi Geografi, Penginderaan Jauh, dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki pengaruh paling besar adalah penggunaan lahan. CAT Bogor memiliki potensi air tanah yang baik di bagian utara dan kurang baik di bagian selatan.

Groundwater is one of the most important resource that support human health, economy development, and diversity of ecology. Groundwater using increase because of many factors, such as : easy in exploitation, good in quality, and low in cost. Requirement of groundwater in Bogor basin is high because of high population and industry. Considering the importance of groundwater, the knowledge about existence of groundwater is needful. The purpose of this research is acquiring the spatial information about level of groundwater potential based physic analysis those are geology, geomorphology, slope, land use, drainage density, soil texture, and annual rainfall using Geography Information System, Remote Sensing, and Analytic Hierarchy Process (AHP). The result of this research shows that landuse is the most influent parameter. Groundwater potential in the southern of Bogor Basin is enough good and in the northern is not enough good."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
S53342
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nasution, Ade Hijriati
"Air adalah sumber daya alam yang penting dalam mendukung kehidupan semua makhluk hidup. Meningkatnya jumlah penduduk di Kabupaten Majalengka juga berkontribusi terhadap jumlah penduduk pengguna air yang ada. Ekstraksi air tanah dilakukan melalui berlalunya waktu dipertaruhkan. Penting untuk meneliti area resapan air tanah yang diterbitkan untuk memfasilitasi lokasi distribusi udara tanah di beberapa daerah dan faktor yang paling berpengaruh. Oleh karena itu penelitian ini berjudul Mengenai Potensi Area Potensi Airtanah di Indonesia CAT Majalengka perlu dilakukan karena CAT adalah lokasi di mana air hujan turun dan juga dapat digunakan sebagai data untuk memperkirakan cadangan air tanah dari suatu daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah SMCE (Spatial Multi Kriteria Evaluation) dengan menggunakan sistem point bobot pada setiap variabel yang digunakan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah litologi, curah hujan,
kemiringan, ketinggian, penggunaan lahan, tekstur tanah dan kepadatan aliran. Hasil dari penelitian ini adalah potensi daerah resapan air tanah dalam penelitian CAT Majalengka oleh sangat tinggi dan klasifikasi sedang. Potensi klasifikasi sangat tinggi dan sedang kombinasi pada ketinggian 500-1000 mdpl. Faktor yang paling berpengaruh di bidang potensi air tanah adalah penggunaan lahan.

Water is an important natural resource in supporting the lives of all living things. The increasing population in Majalengka Regency also contributes to the existing population of water users. Groundwater extraction is carried out through the passage of time at stake. It is important to examine the groundwater catchment area to facilitate location of ground air distribution in several regions and the most influential factors. Therefore this study entitled Regarding Potential Areas of Groundwater Potential in Indonesia CAT Majalengka needs to be done because CAT is a location where rainwater falls and can also be used as data to estimate groundwater reserves from an area. Method used in this research is SMCE (Spatial Multi Criteria Evaluation) using a point system the weight of each variable used. The variables used in this study are lithology, rainfall, slope, height, land use, soil texture and flow density. The results of this study are the potential for groundwater catchment areas in the CAT Majalengka study by very high and medium classification. The potential for classification is very high and the combination is at an altitude of 500-1000 masl. The most influential factor in the field of groundwater potential is land use.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Achmad Zulvickar
"Kabupaten Sumbawa Barat menjadi kawasan andalan bagi Provinsi NTB dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan industri yang terus meningkat. Proyeksi kebutuhan air dari sektor industri pada tahun 2037 menyentuh angka 13,56 juta liter per hari. Sesuai regulasi, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi sektor industri harus menggunakan akuifer dengan kedalaman lebih dari 40 meter. Untuk mengidentifikasi lapisan batuan terkait potensi air tanah digunakan metode geolistrik 2D. Lima lintasan geolistrik diukur menggunakan resistivitas meter dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger, jarak elektroda 15 meter dan panjang masing-masing jalur 705 meter. Lapisan akuifer dengan kedalaman lebih dari 40 meter diduga berupa pasir lempungan dan breksi lapuk yang tersaturasi dengan kisaran resistivitas 0-30 Ωm dengan batas nir akuifer berupa breksi segar. Akuifer ditemukan pada semua lintasan dengan lintasan 3 menjadi daerah paling prospektif. Titik rekomendasi pengeboran berada tepat di lintasan 3 bagian Barat Daya.

West Sumbawa Regency is a mainstay area for NTB Province with population growth and industrial growth that continues to increase. The projected water demand from the industrial sector in 2037 will reach 13.56 million liters per day. According to regulations, the fulfillment of clean water needs for the industrial sector must use aquifers with a depth of more than 40 meters. To identify rock layers related to groundwater potential, the 2D geoelectric method is used. Five geoelectric lines were measured using a resistivity meter with a Wenner-Schlumberger configuration, the electrode distance was 15 meters and the length of each line was 705 meters.. The aquifer layer with a depth of more than 40 meters is assumed to be clay sand and weathered breccia which are saturated with a resistivity range of 0-30 m with the non-aquifer boundary in the form of fresh breccia. Aquifers were found in all paths with path 3 being the most prospective area. The drilling recommendation point is right on track 3 of the Southwest section."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hutapea, Destri Yanti
"Pusat Teknologi dan data Penginderaan Jauh (Pustekdata) BRIN memiliki tantangan dalam pemenuhan seluruh kebutuhan Kementerian/Lembaga, TNI, POLRI, dan Pemerintah Daerah dan menuntut jaminan kontinuitas data penginderaan jauh. SPACeMAP merupakan sistem informasi geografis yang dikembangkan Pustekdata untuk menjawab tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pengguna. Dalam praktiknya didapatkan kendala berupa keterlambatan publikasi data, kelengkapan data, dan pengguna aplikasi yang masih sedikit berdasarkan log activity sistem. kendala tersebut jika tidak diantisipasi, akan berakibat terhadap tidak adanya pengguna yang menggunakan SPACeMAP dan sangat berpengaruh bagi keberhasilan sistem informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesuksesan SPACeMAP dan rekomendasi untuk perbaikan kedepannya. Penelitian ini menggunakan model kesuksesan sistem informasi Delone & Mclean dan modifikasi penambahan variabel non teknis. Variabel-variabel yang digunakan antara lain information quality, system quality, service quality, top management support, perceived usefulness, user satisfaction dan net benefit to organization. Hasil dari pengumpulan data yang dilakukan melalui kuesioner online selanjutnya diolah dan dianalisis dengan teknik PLS-SEM menggunakan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 2.9. Hasil analisis menunjukan bahwa dari 11 hipotesis yang diajukan, 8 hipotesis diterima dan 3 hipotesis ditolak. Faktor-faktor yang memengaruhi kesuksesan sistem informasi SPACeMAP adalah information quality, system quality, top management support, perceived usefulness, user satisfaction dan net benefit to organization. Penelitian ini juga menghasilkan rekomendasi bagi organisasi untuk perbaikan kedepannya yang divalidasi oleh top management di Pustekdata.

Remote Sensing Technology and Data Center BRIN has challenges in meeting all the needs of Ministries/Agencies, TNI, POLRI, and Local Governments and demands assurance of continuity of remote sensing data. SPACeMAP is a geographic information system developed by Pustekdata to answer the challenges of meeting user needs. In practice, there are obstacles in the form of delays in data publication, completeness of data, and few application users based on system activity logs. If these obstacles are not anticipated, it will result in the users does not use the SPACeMAP and will greatly affect the success of the information system. This study aims to determine the factors that influence the success of SPACeMAP and recommendations for future improvements. This study uses the Delone & Mclean information system success model and modification of the addition of non-technical variables. The variables include information quality, system quality, service quality, top management support, perceived usefulness, user satisfaction and net benefits to organization. The results of data collection conducted through online questionnaires were then processed and analyzed using the PLS-SEM technique using the SmartPLS software version 2.9. The results of the analysis show that of the 11 hypotheses proposed, 8 hypotheses are accepted and 3 hypotheses are rejected. The factors that influence the success of the SPACeMAP information system are information quality, system quality, top management support, perceived usefulness, user satisfaction and net benefits to the organization. This research also produces recommendations for organizations for future improvements which are validated by top management at Pustekdata."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Kamila Indah Lestari
"Dengan berkembangnya kegiatan di Provinsi Banten, bertambah pula kebutuhan air bersih setiap harinya mulai dari kegiatan domestik hingga perkantoran, dan bidang lainnya. Skripsi ini betujuan untuk mengetahui karakteristik dan pola aliran Cekungan Air Tanah (CAT) Serang-Tangerang sebagai salah satu sumber air utama bagi masyarakat Provinsi Banten dengan menggunakan kadar isotop dan hidrogeokimia air tanah untuk memetakan persebaran fasies air tanah dan pola aliran air tanah dengan menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW) dengan bantuan software ArcGis. Dari hasil penelitian, didapat bahwa fasies dominan pada CAT Serang-Tangerang adalah Na-HCO3, diikuti dengan Ca-HCO3, Na-Cl, Ca-Cl, Na-SO4, Ca-SO4, Mg-HCO3, Na-HCO3­­-Cl, Mg-HCO3­­-Cl, Na-Cl-HCO3, dan HCO3­­-Cl. Berdasarkan Muka Air Tanah Absolut (MATa) serta kadar isotop stabil berupa δ18O dan δD, pola aliran air tanah mulai dari daerah imbuhan di bagian barat daya dari CAT, menuju ke arah utara, timur laut, dan timur, dengan air tanah yang dikelompokkan ke dalam tiga kelompok utama berdasarkan rasio isotopnya menggunakan metode pengelompokan Equal Interval, yaitu menjadi kelompok air tanah dengan rasio isotop tinggi, kelompok air tanah dengan rasio isotop sedang, dan kelompok air tanah dengan rasio isotop rendah. 

With the growth of activity in Banten Province, so does increase the need of daily clean water, from domestic activities to office activities, and many other economic sections. This thesis is made to understand the characteristics and groundwater flow of Serang-Tangerang Groundwater Basin as one of the main water sources for the citizens of Banten Province with the use of stable isotope ratios and groundwater hydrogeochemistry to map the groundwater facies distribution using Inverse Distance Weighting (IDW) method with the help of ArcGis software. The result of this study shows that the dominant facies for Serang-Tangerang Groundwater Basin is Na-HCO3, followed by Ca-HCO3, Na-Cl, Ca-Cl, Na-SO4, Ca-SO4, Mg-HCO3, Na-HCO3­­-Cl, Mg-HCO3­­-Cl, Na-Cl-HCO3, and HCO3­­-Cl. According to the Absolute Groundwater Level (AGL) and stable isotope ratios of δ18O and δD, groundwater flow starts from the recharge zone one the southwest area of the groundwater basin to the north, northeast, and east, and the groundwater is grouped into three different categories based on their isotopic ratios using Equal Interval classification method, which is classified into groundwater with high isotopic ratios, medium isotopic ratios, and low isotopic ratios."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>