Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 195416 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nadya Juni Utami
"Arsip memiliki peran penting dalam mendukung operasional dan pengambilan keputusan dalam organisasi, terutama di instansi pemerintah. Pengelolaan arsip aktif yang tertib sangat diperlukan agar dokumen dapat diakses dengan mudah dan aman. Direktorat Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian menghadapi tantangan dalam proses peminjaman arsip aktif yang belum tertata secara optimal, mengakibatkan keterlambatan pencarian dokumen dan meningkatnya risiko kehilangan arsip. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas ketertiban dalam proses peminjaman arsip aktif di Direktorat Industri Kimia Hulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi ketertiban dalam peminjaman arsip meliputi penerapan digitalisasi arsip, kualitas arsip, sarana dan prasarana, SDM, dan keberadaan kebijakan atau SOP yang jelas, serta ketersediaan anggaran yang mampu menunjang kegiatan kearsipan. Rekomendasi yang diberikan dalam penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip aktif di lingkungan Direktorat Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian.

Records play a crucial role in supporting operations and decision-making within organizations, particularly in government institutions. The orderly management of active records is essential to ensure documents are easily and securely accessible. The Directorate of Upstream Chemical Industry at the Ministry of Industry faces challenges in the lending process of active records, which is not yet optimally structured, leading to delays in document retrieval and increased risk of record loss. This study aims to analyze the factors that influence the quality of orderliness in the active record lending process at the Directorate of Upstream Chemical Industry. A qualitative research method was employed, using data collection techniques such as interviews, observations, and document studies. The findings indicate that the key factors affecting the orderliness of the lending process include the implementation of record digitization, record quality, facilities and infrastructure, human resources, the existence of clear policies or SOPs, and the availability of a supporting budget. The recommendations provided in this study are expected to enhance the effectiveness of active record management within the Directorate of Upstream Chemical Industry at the Ministry of Industry."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rio Arya Saputra
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberkasan arsip aktif di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok dengan membandingkan penggunaan dua metode, yaitu aplikasi Teman Kerja Depok, Srikandi dan Microsoft Excel. Proses pemberkasan arsip aktif merupakan bagian penting dalam pengelolaan arsip untuk memudahkan pencarian dan pemeliharaan arsip yang berkaitan dengan aktivitas pencipta arsip. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan kedua sistem dalam mengelola arsip aktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Teman Kerja Depok, Srikandi lebih efisien dalam mengelola arsip karena menyediakan sistem yang lebih terstruktur dan berbasis data, meskipun masih terdapat beberapa kendala teknis dalam implementasinya. Di sisi lain, penggunaan Microsoft Excel lebih fleksibel, namun memiliki keterbatasan dalam hal pengelolaan arsip dalam jumlah besar dan pencarian data yang lebih rumit. Salah satu kendala utama yang ditemukan dalam proses pemberkasan adalah penggunaan sistem klasifikasi arsip tidak sesuai fungsi unit kerja dan perlu diperbaharui karena menghambat efektivitas dalam pengelompokkan dan pencarian arsip. Hasil penelitian ini menyarankan perlunya pembaruan sistem klasifikasi arsip agar proses pemberkasan dapat berjalan lebih efisien dan optimal.

This research aims to analyze the effectiveness of filing active archives at the Depok City Archives and Library Service by comparing the use of two methods, namely the Depok Work Friends application, Srikandi and Microsoft Excel. The active archive filing process is an important part of archive management to facilitate the search and maintenance of documents related to government activities. This research uses a descriptive method with a qualitative approach to identify the strengths and weaknesses of the two systems in managing active records.
The research results show that the Depok Work Friends application, Srikandi is more efficient in managing archives because it provides a more structured and data-based system, although there are still several technical obstacles in its implementation. On the other hand, using Microsoft Excel is more flexible, but has limitations in terms of managing large amounts of archives and searching for more complicated data. One of the main obstacles found in the filing process is the use of archive classification codes that are no longer updated, which hampers effectiveness in searching and grouping archives. This research suggests the need to update the archive classification system so that the filing process can run more efficiently and optimally.
"
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Smith, Read-Judith
Australia: South-Western, 2002
651.53 REA r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Krevolin, Nathan
Englewood Cliffs: Prentice-Hall, 1986.
651.5 KRE r
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Virra Azzahra Rachman
"Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian E – Filing System sebagai repositori arsip di PT Kinarya Selaras Solusi berdasarkan basic components Electronic Record Management Systems (ERMS) menurut Adam (2008). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EFS sebagai ERMS telah memenuhi 9 dari 13 komponen dasar menurut Adam (2008). Berdasarkan hasil analisis, maka disusun beberapa rekomendasi pengembangan antara lain pengembangan dashboard, kendali mutu terhadap arsip hasil alih media, mengelola akun karyawan non aktif, pendekatan penamaan file berbasis object identification number, implementasi kebijakan ISAD (G), integrasi elemen metadata, serta implementasi ISO 15489.

This study aims to identify the suitability of the E-Filing System as a records repository at PT Kinarya Selaras Solusi based on the basic components of Electronic Records Management Systems (ERMS) as defined by Adam (2008). The research employs a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and document analysis. The findings indicate that the E-Filing System, as an ERMS, complies with 9 out of the 13 basic components outlined by Adam (2008). Based on the analysis results, several development recommendations are proposed, including the enhancement of the system dashboard, quality control of digitized records, management of inactive employee accounts, adoption of an object identification number-based file naming approach, implementation of ISAD(G) principles, integration of metadata elements, and the adoption of ISO 15489 standards."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Johnson, Mina Marie, 1920-
Cincinnati : South-Western Pub., 1982
651.53 JOH r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Johnson, Mina Marie, 1920-
Cincinnati : South-Western Pub., 1982
651.53 JOH r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Latifanisa Nurul Ramadhani
"Penelitian ini membahas implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pemindahan arsip inaktif sebagai salah satu cara optimalisasi pengelolaan arsip pada Direktorat Industri Kimia Hulu, Kementerian Perindustrian. Meskipun arsip inaktif memiliki frekuensi penggunaan yang telah menurun, arsip-arsip tersebut tetap memiliki nilai guna administratif, hukum, dan historis sehingga pengelolaan perlu dilakukan pengelolaan yang baik guna mencegah terjadinya arsip yang menumpuk dan kesulitan dalam proses temu kembali dimasa mendatang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah ditetapkan SOP pemindahan arsip inaktif, implementasinya belum optimal karena kendala keterbatasan SDM, keterbatasan waktu, dan belum dilakukan evaluasi SOP secara berkala. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dalam pelaksanaan SOP pemindahan arsip inaktif guna memastikan efektivitas dan efisiensi pengelolaan arsip, serta terciptanya tata kelola kearsipan yang baik sesuai regulasi yang berlaku.

This study discusses the implementation of Standard Operating Procedures (SOP) for the transfer of inactive records as a way to optimize records management at the Directorate of Upstream Chemical Industry, Ministry of Industry. Although inactive records have a decreased frequency of use, they still have administrative, legal, and historical use values so that good management needs to be done to prevent records from piling up and difficulties in the retrieval process in the future. This research uses a qualitative method with a descriptive approach, and data collection techniques through observation and interviews. The results showed that although the SOP for inactive records transfer had been established, its implementation was not optimal due to limited human resources, limited time, and no regular evaluation of the SOP. Therefore, improvements need to be made in the implementation of the SOP for moving inactive records to ensure the effectiveness and efficiency of records management, as well as the creation of good archival governance in accordance with applicable regulations."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurlaila
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang pengajuan yang dilakukan oleh PAU Bidang II. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan filing di PAU Bidang II. Ada enam kriteria yang mendasari pengarsipan arsip, yaitu sistem pengarsipan, daftar inventaris, penyediaan informasi odner/folder/file, dan jumlah serta kapasitas sarana penyimpanan arsip. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Untuk mendapatkan data dalam penelitian, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan pengarsipan arsip di PAU Bidang II yang dilakukan berdasarkan Pola Klasifikasi Arsip Universitas Indonesia belum terlaksana secara merata. Dalam pembuatan daftar pencarian arsip masih terdapat unit yang belum memiliki lokasi penyimpanan arsip pada daftar pencarian arsip. Selain itu, tidak semua unit memberikan informasi lengkap pada label fasilitas penyimpanan. Namun sarana dan prasarana pengarsipan arsip di PAU bidang II sudah memadai. Dalam pencarian arsip unit kerja ini dapat berjalan dengan baik.
ABSTRACT
This study discusses the submission made by PAU Field II. The purpose of this study is to describe the implementation of filing in PAU Field II. There are six criteria that underlie archive archiving, namely the filing system, inventory list, provision of odner/folder/file information, and the number and capacity of archive storage facilities. This research uses a qualitative approach with a case study method. To obtain data in the study, researchers used several data collection techniques through interviews, observations, and document studies. The results of this study indicate that the overall archiving of archives in PAU Sector II which is carried out based on the Archives Classification Pattern at the University of Indonesia has not been carried out evenly. In making the archive search list there are still units that do not have an archive storage location on the archive search list. In addition, not all units provide complete information on the storage facility label. However, archive archiving facilities and infrastructure in PAU field II are adequate. In searching the archives this work unit can run well."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Febridani Subiyantoro
"Latar Belakang. Penetapan Rumah Sakit vertikal sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan dengan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, dan dipertegas dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Lembaga negara dengan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum harus memiliki tata kelola pemerintahan yang baik. salah satu wujud tata kelola pemerintahan yang baik adalah akuntabilitas yang dapat dinilai dari keberadaan arsip sebagai bukti otentik terselenggaranya tata kelola. Pengelolaan arsip di Rumah Sakit Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan diatur dengan Pedoman Tata Kearsipan Dinamis yang ditetapkan sebagai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 684/MENKES/PER/VIII/2006. Rumah Sakit Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan melaksanakan Pedoman Tata Kearsipan Dinamis di bawah pembinaan Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ketatausahaan dan gaji yang dilakukan Sub Bagian Tata Usaha. Pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan upaya supervisi yang diberikan sesuai fungsi manajemen Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Hingga saat penelitian dilakukan, kegiatan supervisi yang sudah dilakukan tidak dapat diukur pelaksanaannya karena tidak memiliki panduan tertulis baik yang berisi daftar pekerjaan yang harus dilakukan ataupun panduan teknis tahapan supervisi yang harus dilakukan oleh pelaksana supervisi.
Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang dirancang dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam. Untuk melengkapi informasi yang diperoleh melalui wawancara dan memperkuat hasil observasi pada subjek penelitian dilakukan pengambilan gambar. Wawancara dilakukan kepada informan yang memegang kewenangan supervisi dan informan-informan dari pihak Rumah Sakit Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan yang menjadi tujuan kegiatan supervisi. Peneliti melakukan evaluasi terhadap proses kegiatan supervisi yang dilakukan Sub Bagian Tata Usaha dan Gaji Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan sehingga diketahui faktor-faktor perilaku yang mencerminkan kinerja pelaksana supervisi.
Hasil. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan, diketahui bahwa kegiatan supervisi yang dilakukan belum sesuai dengan tahapan supervisi dalam Siklus Deming yang terdiri dari Plan-Do-Check-Action. Akibatnya, kinerja pelaksana supervisi tidak dapat diukur dan hasil kegiatan supervisi tidak dapat menjadi rekomendasi untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan pembuatan kebijakan selanjutnya. Pedoman Tata Kearsipan Dinamis yang ada juga belum dilengkapi dengan panduan praktis yang berisi daftar pekerjaan yang harus dilakukan dalam pelaksanaan Tata Kearsipan Dinamis. Sebagai upaya evaluasi pelaksanaan kegiatan supervisi, peneliti membuat rancangan panduan daftar pekerjaan yang dibuat berdasarkan Pedoman Tata Kearsipan Dinamis Kementerian Kesehatan dan rancangan panduan pekerjaan pada tahapan supervisi sesuai Siklus Deming. Peneliti juga menterjemahkan daftar tersebut dalam bentuk formulir supervisi yang diisi secara online.

Background. Determination of government hospitals as the Ministry of Health Technical Unit Hospitals with public service board financial management system stated in Law No. 1 Year 2004 on State Treasury, Government Regulation No. 23 Year 2005 on the financial management system of public service board. It is also affirmed in Law No. 44 Year 2009 on Hospital. As the Ministry of Health Technical Unit Hospitals with public service board financial management system, government hospitals must meet the public service board requirement of good governance by institution?s accountability. Accountability can be assessed by way of hospitals archives as authentic evidence of implementation of governance. Archives management in government hospitals implemented based on Minister of Health Regulation No. 684/MENKES / PER/VIII/2006 for Guidelines to Dynamic Filing System. Implementation of Guidelines to Dynamic Filing System in Ministry of Health Technical Unit Hospitals supervised by Head of Sub Division Of Administration and Payroll under the Secretariat Directorat General of Health Care Efforts. Supervision in government hopitals are done through Monitoring and Evaluation Program as the managerial functions of Directorat General of Health Care Efforts. However, the list of work to be done in the implementation of Dynamic Filing System in Ministry of Health Technical Unit Hospitals and technical manual steps for supervisor?s performance in doing supervision could not be measured and mostly done uncompleted because there are no written guidelines.
Method. This research is a descriptive analytic study designed with qualitative approach. Primary data obtained through interviews. In order to help visualize the information from primary data and observations, researcher also took pictures. Interviews were conducted to the informant who holds the authority of doing supervision and informants from Ministry of Health Technical Unit Hospitals that were involved in the supervision activities. Researcher conducted an evaluation of the supervision activitiy performed by Sub Division of Administration and Payroll in Directorate General of Health Efforts to study how behavioral factors reflects supervisor?s performance in doing steps of supervision.
Results. Based on interviews and observations, gathered information shows that the supervision activities are done uncompletely by not doing the ?Check? as the stages of supervision in the Deming Cycle (Plan-Do-Check-Action) shows. As a result, the supervisor?s performance in doing problem solving can not be measured and the results of the supervision activities can not be used as a recommendation for consideration of future policy-making. The Guideline to Dynamic Filing System does not have a practical guide that contains a list of work to be done in the implementation of Dynamic Filing Procedures. As an effort to evaluate the supervision activities, researchers developing guidelines of job listings based on Ministry of Health?s Guideline to Dynamic Filing System. Archives Ministry of Health and the draft guide work on Deming Cycle stages appropriate supervision. Researchers also translate the list in the web-based supervision form that could be filled online."
Depok: Universitas Indonesia, 2013
T38418
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>