Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 188092 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sausan Fajar Alamislami
"Penelitian ini berfokus pada pengalaman ibu rumah tangga Muslim dalam kelompok liqo sebagai jaringan dukungan sosial alternatif berbasis agama, dengan menyoroti bentuk dukungan yang hadir dan dialami, serta melihat dinamika pembentukan dan pemeliharaan modal sosial yang menjembatani dukungan melalui praktik spiritual, kepercayaan, kedekatan emosional, dan rutinitas kelompok. Ibu rumah tangga Muslim menjalani peran ganda yang kompleks sebagai istri, ibu, dan Muslimah, yang tidak hanya menuntut secara fisik tetapi juga emosional. Ketika beban peran ini melebihi kapasitas sumber daya yang dimiliki, risiko stres meningkat dan dapat mengganggu ibu menjalankan perannya. Dengan begitu, kehadiran jaringan dukungan menjadi penting. Salah satu bentuknya adalah kelompok liqo, jaringan dukungan alternatif berbasis agama. Namun, keputusan ibu memilih liqo sebagai jaringan dukungan, meskipun tersedia jaringan lain yang lebih mudah diakses, perlu dikaji lebih dalam. Saya mengkaji hal ini melalui kelompok liqo ibu rumah tangga Muslim yang berbasis di Depok, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan etnografi melalui teknik observasi partisipan dan wawancara mendalam pada murabbi dan tiga anggota kelompok liqo Kamis-Pagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan anggota untuk menjadikan liqo sebagai jaringan dukungan sosial didasari atas kebutuhan akan komunitas yang intim, bernilai, dan stabil, serta sebagai ruang untuk menguatkan identitas, berbagi, dan tumbuh bersama dalam bingkai agama dan nilai yang diyakini bersama.

This study focuses on the experiences of Muslim housewives in the liqo group as an alternative religious-based social support network, by highlighting the forms of support that are present and experienced, and looking at the dynamics of the formation and maintenance of social capital that bridge support through spiritual practices, beliefs, emotional closeness, and group routines. Muslim housewives live a complex dual role as wives, mothers, and Muslim women, which are not only physically but also emotionally demanding. When the burden of this role exceeds the capacity of the resources she has, the risk of stress increases and can interfere with the mother in carrying out her role. That way, the presence of a support network is important. One form is the liqo group, a religious-based alternative support network. However, the mother's decision to choose liqo as a support network, even though there are other networks that are more accessible, needs to be studied more deeply. I studied this through a group of Muslim housewives based in Depok, West Java. This research was conducted with an ethnographic approach through participant observation techniques and in-depth interviews with murabbi and three members of the Kamis-Pagi liqo group. The results of the study show that members' decision to make liqo a social support network is based on the need for an intimate, valuable, and stable community, as well as a space to strengthen identity, share, and grow together within the framework of shared religion and values."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bintan Humeira
"Konstruksi perempuan sebagai otoritas keagamaan melibatkan dialektika momen internalisasi-eksternalisasi-obyektivasi secara simultan dalam sejarah kehidupannya. Proses ini melibatkan ruang kehidupan perempuan sebagai konteks sosial yang penting, salah satunya adalah ruang online (daring) di media sosial. Dialektika tiga momen konstruksi perempuan muslim kemudian menghasilkan realitas subyektif dan obyektif perempuan muslim dan kemudian mempengaruhi pembentukan perempuan sebagai otoritas keagamaan baru. Riset ini menggunakan Teori Konstruksi Sosial atas Realitas dan The Mediated Construction of Reality untuk memahami proses dialektika dalam proses konstruksi tersebut. Untuk itu penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode studi kasus kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi realitas di ruang online (daring) tidak mungkin dipisahkan dari konstruksi awal di ruang offline (luring). Ruang luring yg sejatinya membentuk individu sebelum ruang daring dimasukinya. Dan ketika konstruksi realitas di ruang daring terjadi, maka proses internalisasi-objektivasi-eksternalisasi itu selalu berkelindan dengan hasil konstruksi di ruang luring. Proses konstruksi perempuan secara dominan dipengaruhi oleh suami sebagai significant others, namun ketika perempuan melibatkan diri di media sosial proses konstruksi secara dominan ditentukan oleh follower sebagai pelaku konstruksi. Riset ini juga menunjukkan bahwa praktik keagamaan yang dilakukan perempuan di media sosial justru mendesiminasi pandangan agama konservatif tentang perempuan, alih-alih memunculkan pandangan alternatif. Selain itu, riset ini juga menunjukkan proses konstruksi perempuan sebagai otoritas keagamaan di media sosial dibangun melalui afeksi dan sense of attachment berbasis kesamaan gender.

The construction of women as religious authorities involves a dialectic of simultaneous internalization-externalization-objectification moments of their lives. This process involves women's living spaces as important social contexts, one of which is the online space. The dialectic of the three moments of construction produces the subjective and objective reality of muslim women and then influences the formation of women as new religious authorities. This research uses Berger and Luckmann's Theory of Social Construction of Reality and The Mediated Construction of Reality to understand the dialectical process in the construction process. For this reason, this study uses a constructivist paradigm with qualitative case study methods. The results show that the construction of reality in the online space cannot be separated from the initial construction in the offline space. Offline spaces that actually form individuals before they enter online spaces. As the construction of reality in the online space occurs, the internalization-objectivation-externalization process is always intertwined with the construction results in the offline. In addition, this research shows husband as significant others, dominantly influencing the construction process. However, when women are actively involved in social media, the construction process is dominantly influenced by followers as construction actors. This research also shows that religious practices carried out by women on social media actually disseminate conservative religious views about women, instead of giving rise to alternative views. In addition, this research also shows that the construction process of women as religious authorities in social media is built through affection and a sense of attachment based on gender equality.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mega Chairani
"Skripsi ini membahas tentang kiprah muslimah keturunan Asia dalam kehidupan sosial-politik mereka di Amerika Serikat pada era 1990-an. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif dengan gaya bahasa deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kaum muslimah yang selama ini tampak termarginalisasi di mata berbagai kalangan terutama warga masyarakat Amerika Serikat sendiri, ternyata dalam kehidupannya mereka memiliki kiprah yang luar biasa serta sangat patut untuk dicontoh oleh semua perempuan. Mereka terlahir dan tumbuh dalam budaya yang sarat akan tantangan sehingga membentuk karakter mereka yang tampak kuat, independen dan egaliter.

Abstract
This thesis discusses about the role of muslim women of Asian descent in their social and political life in USA in the era 1990s. This research is qualitative with descriptive linguistic style. According to the research, it is concluded that muslim women who seem marginalized to various groups especially American people, actually have amazing role in their life and they are also eligible to be example for all women. They were born and grew up in such challenging culture that they seem so strong, independent and egaliterian in their character."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S12443
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Shafa Adenstia Rabbani
"Skripsi ini bertujuan untuk memahami taktik-taktik yang digunakan oleh muslimah berniqab atau bercadar dalam merespons crowding di ruang publik kota untuk mencapai kenyamanan subjektif. Ruang publik, dalam konteks ini, tidak hanya berfungsi sebagai wadah aktivitas keseharian, tetapi juga menjadi arena negosiasi. Muslimah berniqab Salafi dipilih sebagai subjek kajian karena komitmennya terhadap prinsip syariah yang ketat dalam menjaga interaksi sosial. Melalui observasi dan wawancara atas gestur, pola pergerakan, dan pemilihan rute, ditemukan bahwa muslimah berniqab mengembangkan berbagai taktik adaptif dalam merespon crowding yang disesuaikan dengan konteks aktivitas (dinamis maupun statis) dan kondisi spasial yang dihadapi. Taktik-taktik tersebut ditujukan untuk mencapai kenyamanan subjektif melalui pengaturan interaksi sosial dengan strategi spasial. Dengan demikian, penelusuran ini menunjukkan keterkaitan antara identitas dan perilaku, serta bagaimana keduanya dinegosiasikan secara spasial dalam konteks menghadapi crowding di ruang publik kota.

This thesis aims to understand the tactics employed by Niqabi women in responding to crowding in urban public spaces to achieve subjective comfort. Public space, in this context, is not merely a site for daily activities but also serves as an arena for negotiation. Salafi niqabi women were chosen as the subject of study due to their devotion to strict sharia principles in managing social interactions. Through observation and interviews focusing on gestures, movement patterns, and route selection, the study finds that niqabi women develop various adaptive tactics in response to crowding, tailored to both the type of activity (dynamic or static) and the spatial conditions encountered. These tactics aim to achieve a sense of subjective comfort by regulating social interations through spatial strategies. Thus, this study highlights the relationship between identity and behavior, and how both are spatially negotiated in the context of encountering crowding in urban public spaces.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Anis Qasim Jafar
Bandung: Zaman Wacana Mulia, 1998
297.63 MUH p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Nurjannah Ismail
Yogyakarta: Lembaga Kajian Islam dan Studi (LKiS), 2003
297.63 NUR p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1986
305.459 WAN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Saras Krisvianti
"Penelitian ini mengenai kehidupan sosial (social world) dalam tiga kelompok Facebook yang anggotanya merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tiga kelompok Facebook ini adalah: Anti Pelakor Indonesia, Group Pembasmi Pelakor, dan Grup Pembenci Pelakor. Walaupun nama kelompok Facebook ini menggunakan istilah pelakor, namun nama kelompok tersebut tidak menggambarkan fenomena pelakor. Penelitian ini lebih berfokus pada bagaimana perempuan anggota kelompok Facebook yang pernah atau sedang mengalami kekerasan dari pasangannya, berinteraksi dalam kelompok dan bagaimana komunitas virtual mampu memberikan dukungan sosial bagi moderator dan anggotanya yang merupakan korban KDRT.
Menggunakan pendekatan kualitatif yang berdasarkan paradigm konstruktivis dan metode netnografi, penelitian ini memunculkan beberapa temuan. Pertama kelompok di Facebook bisa menjadi "ruang" atau "space" bagi korban KDRT sebagai tempat untuk mencari pertolongan melalui postingan, dan mendapatkan strategi untuk memutus KDRT dari komentar yang diberikan anggota lainnya. Temuan kedua yaitu korban KDRT fisik akan lebih banyak mendapatkan dukungan informasi berupa nasehat, pengajaran, dan berbagi pengalaman yang dapat dijadikan strategi untuk memutus kekerasan. Korban KDRT psikologi akan lebih banyak mendapatkan dukungan informasi berupa cara berproses hukum, dukungan emosional dan dukungan nyata (tangible). Korban KDRT penelantaran rumah tangga akan mendapatkan dukungan emosional yang mengajak korban untuk move on. Sedangkan korban kekerasan seksual cenderung mendapatkan dukungan informasi berupa nasehat dan dukungan emosional. Namun besar kecilnya dukungan sosial yang diberikan kelompok bergantung pada motivasi dan kemampuan komunikasi diri (mass-self-communication) korban KDRT untuk mempengaruhi anggota lainnya agar membantu korban.

This research is about social world inside three Facebook groups with members of victims from domestic violence. Those three Facebook groups are: Anti-Usurper Indonesia, Usurper Exterminator's Group and Usurper Haters' Group. Even though the name of this Facebook group uses the term "Anti-Usurper", however its name not describes the phenomenon of "Anti-Usurper". This research focuses more on how women, the members of Facebook Group whether they experienced violence in the past or present from their spouse, make interaction in the group and how virtual community able to give social support for its moderators and members which most them are victims from domestic violence.
Using qualitative approach based on constructive paradigm and netnography method, this research exposes several findings. First, a group in Facebook can become a "space" for victims of domestic violence as a place to ask for help through postings and find strategy to break down the chain of domestic violence from comments given by other members. Second, victims of domestic violence who suffered from physical torture will be given more support of information in the forms of advice, teaching, and sharing experience which can be utilized as strategy to cut the cycles of violence. Third, victims of domestic violence who suffered from psychological torture will be given more support of information in the forms of ways to press charges, emotional support and tangible support. Fourth, victims of domestic violence who suffered from household abandoned will be given emotional support that asking victims to move on. Fifth, victims from sexual harassment tend to receive support in the forms of advice and emotional support. However, big or small of social support given by the group is depend on motivation and mass self communication skills from the victims of domestic violence to influence other members in helping the victims.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
T55401
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Liza Nur Amalia
"Setiap dai dituntut memiliki kesabaran dalam berdakwah. Kesabaran dalam berdakwah butuh adanya religiusitas yang tinggi dan dukungan sosial untuk menjalankan peran penting sebagai dai dalam berdakwah. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh religiusitas dan dukungan sosial terhadap kesabaran dai dalam berdakwah serta mengetahui kontribusi dari kedua variabel terhadap kesabaran. Penelitian ini melibatkan 53 partisipan yang merupakan dai muda berusia 22-45 tahun. Desain penelitian kuantitatif dengan teknik analisa data uji regresi. Instrumen penelitian meliputi alat ukur kompetensi kesabaran, alat ukur The Muslim Religiosity Personality Inventory (MRPI) dan alat ukur The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Partisipan sebagai responden penelitian adalah para dai yang berasal dari mahasiswa aktif dan alumni Pendidikan Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif yang signifikan antara religiusitas dengan kesabaran dai dalam berdakwah. Sementara itu, tidak ada korelasi yang signifikan antara dukungan sosial dengan kesabaran dai dalam berdakwah. Akan tetapi religiusitas dan dukungan sosial secara bersama-sama keduanya mempengaruhi kesabaran dai dalam berdakwah.

Every dai is required to have patience in preaching. Patience in preaching requires good religiosity and social support to great an important role as dai in preaching. This study aims to investigate the effect of religiosity and social support on patience in preaching and to know the contribution of the two variables to patience. The study involved 53 participants who were young dai aged 22-45 years. Research design, quantitative with regression test data analysis techniques. Research instruments include measuring the competency of patience, measuring instruments The Muslim Religiosity Personality Inventory (MRPI) and measuring instruments The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Participants as research respondents were dais who came from active students and alumni Kader Education of the Indonesian Ulama Province of DKI Jakarta. This study found that there is a significant negative correlation between religiosity and patience in preaching. Meanwhile, there is no significant correlation between social support and patience in preaching. But religiosity and social support together both affect patience in preaching. "
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2019
T54090
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tisa Febrini
"Sejak memasuki abad 20, dunia keija sudah tidak lagi hanya menjadi milik laki-laki. Jumlah wanita dewasa yang memiliki pekeijaan di luar rumah yang diupah semakin lama semakin meningkat, baik bagi mereka yang telah berkeluarga dan memiliki anak, maupun yang tidak. Saat ini wanita memiliki karir dianggap sebagai hal yang lumrah, namun peran mereka sebagai istri, ibu, dan pengurus rumah tangga tetap tidak dapat diabaikan. Bagi perempuan dewasa, pilihan untuk berkarir atau tidak bukanlah pilihan yang mudah. Masing-masing membawa konsekuansi yang besar terhadap kehidupan mereka selanjutnya. Pilihan apapun yang akhirnya diambil, didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan matang yang diperoleh melalui proses pembelajaran tentang bagaimana sebaiknya seorang perempuan dewasa menjalankan hidupnya. Hal ini diperoleh melalui proses sosialisasi tentang peran gender, terutama sosialisasi oleh keluarga sebagai pihak yang pertama kali menanamkan nilai dan norma pada individu. Status perkawinan turut memegang peranan yang penting bagi seorang wanita dalam menentukan apakah ia akan berkarir atau tidak. Penelitian yang dilakukan secara kualitatif mencoba menggambarkan proses dan isi sosialisasi keluarga tentang peran gender dan bagaimana pengaruhnya terhadap pilihan dalam hal kari r. Wanita yang disosialisasikan nilai peran gender non-tradisional, dimana orangtua tidak membedakan perlakuan pada anak laki-laki dan perempuan, cenderung lebih memandang penting karir dan dibandingkan dengan wanita yang disosialisasikan nilai peran gender tradisional. Terdapat beberapa faktor dalam sosialisasi keluarga tentang peran gender yang berpengaruh terhadap keputusan yang diambil. Salah satunya adalah keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan pekerjaan rumah tangga, sebagai gambaran sikap peran gender yang non-tradisional. Selain itu, status pekerjaan ibu, keberhasilan ibu dalam menjalankan peran sebagai ibu dan pekerja, juga turut berpengaruh terhadap pilihan anak perempuan dalam hal karir."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
S10587
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>