Ditemukan 130851 dokumen yang sesuai dengan query
Muhammad Khalid Al Anshori
"Studi ini bertujuan mengevaluasi relevansi dan juga dampak dari program community development educational tourism yang dilaksanakan oleh Yayasan Saung Bambon Lestari. Peneliti ingin melihat keterkaitan antara relevansi program terhadap dampak yang diberikan kepada penerima manfaat dan lingkungan. Program edutourism ini merupakan program yang mengkombinasikan pariwisata dan pendidikan sebagai salah satu perkembangan dari pengelolaan pariwisata yang berlokasi di Kampung Sawah Jakarta Selatan. Literatur studi evaluasi terdahulu perihal program comdev yang serupa lebih banyak berfokus pada proses dan dampak, tetapi belum terlalu memberi perhatian terhadap keterkaitan antara relevansi dan dampak. Untuk itu studi ini akan menggunakan kombinasi metode SWOT untuk menilai kekuatan, kelemahan, dan potensi pada aspek tata Kelola program, dan juga metode Main Analytical Categories (MAC) untuk menilai relevansi, efektivitas, serta dampak program. Evaluasi ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Hasil evaluasi program ini dengan SWOT menemukan bahwa pada faktor internal kekuatan program terdapat pada kepemilikan sertifikasi kepelatihan dan edukasi lingkungan, sementara itu kelemahan utama program ada pada terbatasnya anggota. Kemudian pada faktor eksternal peluang potensial program berada pada kepemilikan jaringan relasi dengan pemda dan komunitas lingkungan serta ancaman utama program adalah kesulitan memprediksi debit air Sungai Ciliwung. Selain itu hasil evaluasi dengan MAC juga menunjukkan bahwa program telah sangat baik dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan penerima manfaat seperti: 1) memberdayakan anak muda sekitar program dalam mengembangkan potensi program, 2) memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat terhadap bantaran sungai yang asri, dan 3) menjadi solusi terhadap permasalahan lingkungan di sekitar program. Sementara itu evaluasi dampak program ini telah cukup baik dalam memberikan manfaat kepada penerima manfaat seperti: 1) program telah mencapai beberapa tujuan sesuai dokumen planning, 2) mampu mengatasi permasalahan titik sampah, banjir, dan tanah longsor di bantaran sungai, 3) namun program belum mampu untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan penerima manfaat melalui pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian berdasarkan hasil riset evaluasi program, perlu adanya peningkatkan dibeberapa faktor internal dan pemanfaatan yang optimal pada potensi program.
This study aims to evaluate the relevance and impact of the educational tourism program implemented by the Saung Bambon Lestari Foundation. The Edutourism Program combines tourism and education, representing a significant development in tourism management in Kampung Sawah, South Jakarta. Previous literature on evaluating similar CSR programs has largely focused on process and impact but has paid little attention to the relationship between relevance and impact. To address this gap, this study uses a combination of the SWOT method to assess strengths, weaknesses, and potential in program governance and the Main Analytical Categories (MAC) to evaluate the program's relevance, effectiveness, and impact. This evaluation employs qualitative methods, including in-depth interviews, observation, and literature review. The results of the SWOT analysis revealed that the program's internal strengths include training certification and environmental education, while its primary weakness is the limited number of members. Externally, the program's opportunities lie in its network of relationships with the local government and environmental communities. However, the main external threat is the unpredictability of the Ciliwung River's water discharge. Additionally, the MAC evaluation shows that the program has effectively met the needs and desires of beneficiaries by: 1) empowering local youth to develop the program's potential, 2) addressing community needs for clean riverbanks, and 3) providing solutions to environmental problems around the program. The impact evaluation indicates that the program has been successful in several areas, including achieving objectives outlined in planning documents and addressing issues such as waste, floods, and landslides on riverbanks. However, the program has not significantly improved the beneficiaries' welfare through community empowerment. Based on these findings, it is necessary to enhance certain internal factors and optimize the program's potential."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Syifa Silvia Anggraeni
"Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perencanaan pajak bagi Yayasan Pendidikan “A”. Analisis menggunakan teori manajemen pajak, yang terdiri dari analisis perencanaan pajak (tax planning), kewajiban pelaksanaan pajak (tax implementation), dan pengendalian pajak (tax control) yang telah dilaksanakan oleh yayasan. Selain itu, tesis ini juga menganalisis masalah dalam implementasi perencanaan pajak yayasan, serta memberikan rekomendasi untuk perencanaan pajak yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan teknik thematic analysis terhadap hasil analisis dokumentasi dan wawancara kepada Yayasan Pendidikan “A”, DJP, dan Konsultan Pajak. Hasil penelitian ini menunjukkan masih kurangnya perencanaan pajak yang dilakukan Yayasan Pendidikan “A”, yang mana hal ini mengakibatkan besarnya beban pajak terutang yayasan. Maka dari itu, diperlukan upaya perencanaan pajak yang baik dengan memanfaatkan fasilitas pajak dan peluang pajak sesuai peraturan perpajakan yang berlaku. Selain itu, diperlukan peningkatan kemampuan sumber daya manusia pada Yayasan Pendidikan “A” khususnya bagian akuntansi dan keuangan dengan pengetahuan dalam bidang perpajakan.
This study evaluates tax planning for the "A" Education Foundation. The analysis uses tax management theory, which consists of tax planning, tax implementation, and tax control which the foundation has implemented. In addition, this thesis also analyzes problems in the implementation of foundation tax planning and provides recommendations for better tax planning. This study uses descriptive qualitative analysis with thematic analysis on the results of documentation analysis and interviews with the "A" Education Foundation, DGT, and Tax Consultants. The results of this study indicate that there is still a lack of tax planning carried out by the "A" Education Foundation, which has resulted in a large tax burden owned by the foundation. Therefore, good tax planning efforts are needed by utilizing tax facilities and tax opportunities in accordance with applicable tax regulations. In addition, it is necessary to increase human resources capacity at the "A" Education Foundation, especially the accounting and finance division with knowledge in the field of taxation."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Nova Sabrina Chadijah
"Studi ini mengevaluasi keberlanjutan program Peace Village oleh Wahid Foundation dalam memberdayakan masyarakat khususnya perempuan pada aspek sosial-ekonomi di Desa Pengasinan. Studi sebelumnya menjelaskan tantangan pada keberlanjutan program pemberdayaan yang dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terutama pada rendahnya partisipasi dan peningkatan kapasitas penerima manfaat. Oleh karenanya, model evaluasi ini mengkombinasikan bentuk alat analisis seperti Main Analytical Categories untuk melihat proses implementasi dan keberhasilan program yang sesuai rencana awal; analisis SWOT untuk melihat tata kelola program dengan memberikan strategi yang lebih baik; serta analisis partisipasi dan capacity building sebagai alat analisis pendukung untuk melihat proses dan dampak yang berimplikasi pada keberlanjutan program itu sendiri. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kekuatan program ada pada sumber daya dan desain program dimana perencanaannya sudah sangat baik dan relevan dengan penerima manfaat. Namun, efektivitas, dampak, keberlanjutan, dan replikabilitas program masih menunjukkan hasil yang belum optimal. Partisipasi yang bersifat eventual dan capacity building yang terbatas menunjukan program belum memenuhi parameter program pemberdayaan yang berkelanjutan. Kurangnya keterlibatan dari Pemerintahan Desa dan ketidaktepatan penerapan program pada konteks sosial masyarakat yang ada juga menjadi hambatan utama pada efektivitas implementasi program. Kegiatan pada program Peace Village masih menekankan output sebagai hasil akhir dari program dibandingkan outcome. Dengan demikian, evaluasi program serupa perlu mengakomodasi dampak yang membahas outcome seperti modal sosial untuk melihat keberlanjutan program pemberdayaan yang ada.
This study evaluates the sustainability of the Peace Village by Wahid Foundation In community development, especially women in the socio-economic aspects of the Pengasinan Village. The previous research explained the challenges to the sustainability of empowerment programs carried out by Non-Governmental Organizations (NGOs), especially the low participation and capacity building of beneficiaries. Therefore, this evaluation model combines the form of analytical tools such as Main Analytical Categories to see the implementation process and the success of the program according to the initial plan; SWOT analysis to see program governance by providing better strategies; as well as participation analysis and capacity building as a supporting analysis tool to see the processes and impacts that have implications for the sustainability of the program itself. The evaluation results show that the program's strength is in the resources and program design where the planning is very good and relevant to the beneficiaries. However, the effectiveness, impact, sustainability, and replicability of the program still show results that are not optimal. Eventual participation and capacity building show that the program has not met the parameters of a sustainable empowerment program. The lack of involvement from the Village Government and the inaccuracy of implementing the program in the existing social context of the community are also significant obstacles to the effectiveness of program implementation. Activities in the Peace Village still emphasize output as the final result of the program rather than the outcome. Thus, evaluation of similar programs needs to accommodate impacts that discuss outcomes such as social capital to see the sustainability of existing empowerment programs."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Vina Alistiana
"Artikel ini membahas evaluasi program Bantuan Operasional Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Gutomo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Evaluasi dilakukan di sekolah tersebut karena masih ditemukan adanya pungutan-pungutan yang diminta oleh pihak sekolah kepada orang tua siswa. Studi sebelumnya yang membahas mengenai evaluasi BOS menggunakan pendekatan kebijakan publik dan pendekatan manajemen keuangan, di mana kedua pendekatan tersebut masuk ke dalam jenis pendekatan evaluasi yang sifatnya top-down. Hasil studi menunjukkan bahwa secara umum implementasi dan pengelolaan dana BOS sudah berjalan dengan baik. Akan tetapi, studi-studi yang menggunakan pendekatan yang sifatnya top-down tersebut hanya melakukan evaluasi di tingkat organisasi saja sehingga penilaian yang diberikan kurang objektif dan kurang transparan. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini evaluasi akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang sifatnya bottom-up, dimana pendekatan tersebut lebih menekankan kepada pemanfaat program sebagai pihak yang memberikan penilaian terhadap program yang sedang dievaluasi. Dengan menggunakan pendekatan tersebut, penulis berargumen bahwa penilaian yang diberikan langsung oleh pemanfaat program dapat memberikan gambaran sesuai dengan fakta yang sebenarnya karena pemanfaat program merupakan pihak yang merasakan langsung bagaimana proses jalannya program dan mereka lebih mengetahui apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Penilaian oleh pemanfaat program dilihat dari tiga variabel yang terdapat dalam konsep evaluasi program, yaitu variabel efektivitas, relevansi, dan dampak. Selanjutnya, variabel tersebut juga digunakan sebagai alat analisis di masing-masing subdimensi yang ada di dalam program BOS, yaitu subdimensi pengembangan kompetensi lulusan, subdimensi pengembangan standar proses, serta subdimensi pengembangan dan implementasi sistem penilaian. Metode yang digunakan dalam evaluasi BOS ini adalah metode kuantitatif, di mana dilakukan survei melalui kuesioner kepada 88 orangtua siswa yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Gutomo. Hasil evaluasi dengan menggunakan pendekatan dari sisi pemanfaat program menunjukkan hasil bahwa pelaksanaan BOS di Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Gutomo tidak efektif, tidak relevan, dan tidak berdampak bagi keluarga pemanfaatnya.
This article focused on the program evaluation of Bantuan Operasional Sekolah (BOS) at Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Gutomo, in the district of Karanganyar, the Regency of Pekalongan. The evaluation are deemed to be vital because that primary school undoubtedly still extort money from the parents of its student. Previous study which also focused on evaluating BOS, only perceive it with top-down perspective which specifically use both public policy approach and financial management approach. That same study that which only perceive it with top-down perspective, overall showed that both the implementation and management of BOS funds are going well. Arguably, I found those study finding are biased (not objective) and lack of transparency since top-down perspective only evaluate the scope of the organization itself. Rather than top-down perspective, the evaluation in this article use bottom-up perspective due to its receiver who became the focal judge regarding BOS program. By using bottom-up perspective, it is argued that the judgment which come from its receiver could depict more factual condition. Unlike focusing on the organization scope of the program, its receiver are the one that surely know what they need from the program; and its receiver obviously directly experience how well the program really helped them. The scoring according to the BOS program receiver are seen through three variable which are available in the concept of program evaluation, namely effectivity, relevancy, and impact. Afterward, the three variable will be used as tool of analysis among each sub-dimension that is available in BOS program, such as (i) subdimension of the graduate competence development, (ii) subdimension of standard process development, and (iii) subdimension of the scoring system development and implementation. To evaluate BOS program, quantitative methodology are used where survey was completely filled by 88 parents of Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Gutomo student’s. Based on evaluation through bottom-up approach shows BOS implementation in Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Gutomo is not effective, irrelevant, and has no effect for the target’s family."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Ali Ridho Al Jufri
"Riset ini bertujuan untuk mengembangkan model replikabilitas berdasarkan evaluasi tata kelola dan dampak sosial dari program CSR pengembangan UMKM berkarakteristik community empowerment. Studi terdahulu menunjukkan permasalahan dalam tata kelola program UMKM disebabkan oleh minimnya asesmen mendalam pada beneficiaries, penggunaan template perusahaan induk, dan kurangnya SDM pelaksana CSR. Hal ini menyebabkan program kurang kontekstual dan berdampak pada beneficiaries. Selain itu, studi terdahulu cenderung hanya mengevaluasi sampai tataran output sehingga capaian dampak program serupa belum dapat dipetakan dengan komprehensif. Penelitian ini mengevaluasi program LPB Cakung milik PT United Tractors menggunakan metode SWOT untuk mengevaluasi tata kelola dari sisi pengelola program serta metode SROI untuk memetakan dan mengukur valuasi moneter dampak program terhadap beneficiaries. Hasil SWOT menunjukkan: kekuatan utama program adalah skema pengembangan UMKM yang terstruktur dan berkelanjutan, potensi utama program berupa daya tarik nama UT dan Astra potensial untuk menggaet stakeholders, sementara kelemahan utama program adalah metode asesmen yang belum mengakomodasi keterlibatan UMKM secara optimal dalam perencanaan program, dan ancaman utama program adalah permasalahan yang dimiliki UMKM binaan bersifat multifaset. Evaluasi SROI menunjukkan nilai dampak yang lebih besar pada pengembangan UMKM bidang manufaktur (Rp6,75:1) dibandingkan dengan bidang kerajinan (Rp1,34:1). Hal ini disebabkan oleh UMKM bidang manufaktur memiliki fundamental bisnis yang sudah settle serta bentuk intervensi program dengan karakteristik CSV yang kuat. Hasil ini menunjukkan bahwa perbedaan karakteristik dan intervensi program dapat menghasilkan dampak sosial yang berbeda. Selain itu, program perlu lebih memprioritaskan capaian dampak pelatihan dan pendampingan demi meningkatkan kemandirian UMKM, terutama yang belum memiliki fundamental bisnis yang kuat. Berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi tersebut, riset ini menawarkan model replikabilitas sebagai panduan program serupa di masa depan. Model replikabilitas ini mencakup tahapan perencanaan hingga monitoring & evaluation yang dibagi menjadi tahap pembangunan fundamental dan pengembangan keberlanjutan program. Model ini dapat diimplementasikan dengan prasyarat berupa adanya dedicated staff, social mapping, strategic planning, dan operational planning.
This research aims to develop a replicability model based on the evaluation of governance and social impact of the MSME development CSR Program, embedded with community empowerment intervention method. Prior research has underscored deficiencies in the governance of MSMEs programs stemming from insufficient beneficiary assessments, utilization of corporate parent templates, and insufficiency in human resources. These deficiencies contribute to a lack of contextualization in programs and subsequently reduce their impact on beneficiaries. Furthermore, prior studies typically only assess up to the output level, leaving a comprehensive mapping of the impact results of similar programs still necessary. This research evaluates the LPB Cakung program, owned by United Tractors, utilizing the SWOT method to evaluate governance from the program manager's viewpoint and the SROI method to delineate and measure the monetary valuation of the program's impact on beneficiaries. The SWOT results show that the program’s primary strength lies in its structured and continued MSME development framework, with its principal opportunity lying in the allure of the UT and Astra brands for stakeholder engagement. Conversely, the main weakness encompasses the utilization of assessment methods that inadequately involve MSMEs in program planning, with its predominant threat posed by the multifaceted challenges that hamstrung MSME's capacity to develop. SROI evaluation shows a greater impact value in manufacturing MSME development program (Rp6.75:1) compared to handicrafts (Rp1.34:1), attributed to manufacturing MSMEs having settled business fundamentals and the intervention program having strong CSV characteristics. These results illustrate that different program characteristics and interventions could affect social impact results. Furthermore, it is imperative for programs to prioritize training and mentorship in achieving impacts, particularly for MSMEs lacking robust business fundamentals. Based on these evaluation results and reflections, this research offers a replicability model to serve as a blueprint for similar programs. This model consists of fundamental development and advanced development phases, which encompass planning through monitoring and evaluation stages. Implementing this model requires several prerequisites, namely having dedicated staff, conducting social mapping, creating strategic planning, and operational planning."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Sri Wahyuni
"Perkembangan industri pariwisata sangat ditentukan oleh keberadaan infrastruktur daerah. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dari pembangunan infrastruktur wisata terhadap industri perhotelan dan penginapan dengan mengambil kasus Program Pengembangan Desa Wisata di Indonesia. Dengan menggunakan metode Difference-in-Differences (DID), penelitian ini menganalisa dampak sebelum dan sesudah adanya program pengembangan desa wisata antara 115 desa wisata yang mendapatkan program bantuan dan 266 desa wisata yang tidak mendapatkan program bantuan namun berada dalam satu kecamatan. Data yang digunakan adalah data panel yang bersumber dari data desa wisata Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Data BPS Podes tahun 2011, 2014, 2018, 2019 dan 2020. Studi ini menemukan bahwa desa wisata yang mendapatkan bantuan berpotensi meningkatkan jumlah hotel dan penginapan yang ada di desa sebanyak rata-rata 2 unit lebih banyak dibandingkan dengan desa wisata yang tidak mendapatkan bantuan dengan level signifikansi statistik sebesar 5%. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa desa wisata yang mendapatkan program bantuan dan memiliki daya tarik wisata pegunungan lebih signifikan meningkatkan industri perhotelan dan penginapan jika dibandingkan dengan desa yang memiliki daya tarik wisata pantai.
The development of the tourism industry is mainly determined by the existence of regional infrastructure. This study aims to evaluate the effect of tourist infrastructure development on the accommodation industry by taking the case of the Tourism Village Development Program in Indonesia. Using the Difference-in-Differences (DID) method, this study analyzed the impact before and after the Tourism Village Development Program implementation between 115 tourism villages that received assistance programs and 266 that did not receive the assistance but were in one sub-district. The panel data used in this study are combined from tourism village data from the Ministry of Village, Development of Disadvantaged Regions and Transmigration and National Village Potential Data (PODES) in 2011, 2014, 2018, 2019 and 2020. This study found that tourist villages that get assistance potentially increase the number of hotels and inns in the village by an average of two more units compared to tourist villages that do not get assistance with a statistical significance level of 5%. In addition, this study also found that tourist villages that get assistance programs and have mountain tourism attractions more significantly increase the accommodation industry compared to those with beach tourism attractions"
Jakarta : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Michael Douglas
"Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak program pendidikan anak berbasis komunitas di SOS Children’s Village Jakarta dan melihat kaitannya dengan efektivitas tata kelola. Studi terdahulu cenderung fokus mengulas proses pelaksanaan program dan keberhasilan di tingkat output pada bentuk pendidikan formal. Oleh karena itu, penelitian ini fokus mengkaji tata kelola program dan kaitannya dengan dampak program. Kontribusi kebaruan studi ini adalah dengan mengevaluasi dampak program pada mandiriwan yang telah berada di fase pasca program. Evaluasi ini menggunakan metode Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) untuk melihat kinerja tata kelola program, serta metode Social Return On Investment (SROI) untuk mengidentifikasi valuasi moneter dari berbagai dampak yang didapatkan oleh penerima manfaat program. Hasil SWOT menunjukkan kekuatan utama program adalah tingginya kualitas pendidikan anak dengan sistem yang sudah teruji, sementara kelemahan utama program adalah menurunnya jumlah pendanaan dari sponsor. Hasil evaluasi SROI menunjukan bahwa sistem pendidikan yang bagus ini menghasilkan dampak optimal berupa peningkatan kemampuan bagi penerima manfaat dengan nilai SROI sebesar Rp 2,1 : 1. Dampak program ini sebenarnya cukup besar, tetapi angka SROI relatif kecil karena 1) dampak yang dapat dihitung hanya dampak tangible (material) sementara hasil pendidikan lebih banyak berbentuk intangible impact; 2) sulit mengukur dampak-dampak yang sangat variatif bentuk dan nilainya pada stakeholder yang segmentasinya bervariasi. Secara khusus evaluasi ini menggarisbawahi bahwa outcome program yang besar pada mandiriwan dalam kemandirian hidup pasca program dan ini semua terjadi karena efektivitas tata kelola program.
This research aims to evaluate the impact of community-based children's education programs at SOS Children's Village Jakarta and see its relationship to the effectiveness of governance. Previous studies tend to focus on reviewing the program implementation process and success at the output level in formal education. Therefore, this research focuses on examining program governance and its relationship to program impact. The novel contribution of this study is to evaluate the impact of the program on independent adults who are in the post-program phase. This evaluation uses the Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) method to see the performance of program governance, as well as the Social Return On Investment (SROI) method to identify the monetary valuation of the various impacts obtained by program beneficiaries. The SWOT results show that the main strength of the program is the high quality of children's education with a system that has been tested, while the main weakness of the program is the decrease in the amount of funding from sponsors. The results of the SROI evaluation show that this good education system produces an optimal impact in the form of increasing the abilities of the beneficiaries with an SROI value of IDR 2.10 : 1. The impact of this program is actually quite large, but the SROI figure is relatively small because 1) the impact that can be calculated is only tangible (material) impact while educational outcomes are mostly in the form of intangible impact; 2) it is difficult to measure impacts that vary greatly in form and value on stakeholders whose segmentation varies. In particular, this evaluation highlights that the program's results are great for people living independently after the program and this all happens because of the effectiveness of program governance."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Gabriel Aditya Bisma
"Riset evaluasi ini bertujuan menemukan model evaluasi yang dapat mengukur keberhasilan dari program CSR bidang lingkungan berkarakteristik CSV (Creating Shared Value). Studi terdahulu menunjukkan bahwa evaluasi dampak program lingkungan banyak berfokus pada environmental policies, environmental spending, dan environmental performance. Sementara untuk program CSR bidang lingkungan dengan karakter CSV seperti pada kasus ini masih relatif minim dibahas karena model evaluasi CSV yang belum memiliki model memadai, dan minimnya program CSV di bidang lingkungan. Riset evaluasi ini juga bertujuan untuk mengukur keberhasilan program Konservasi Air dan Tanah dari sisi penerima manfaat dengan menggunakan metode CIPP (Context, Input, Process, dan Product) dan pembuktian dampak yang dilakukan secara partisipatif menggunakan SROI (Social Return on Investment). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program sudah cukup berhasil dan mengarah ke capaian yang sangat baik berdasarkan matriks parameter analisis dan indikator analisis relevansi, efektivitas, dan hasilnya. Namun, masih perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas dan hasil yang maksimal. Sementara program Konservasi Air dan Tanah berhasil menciptakan dampak berupa peningkatan kemampuan dan keberlanjutan melalui pengukuran rasio nilai dampak SROI sebesar Rp 21.05 : 1. Angka SROI yang besar ini terjadi karena komoditas yang dipilih bernilai tinggi, capacity building terjadi karena keterlibatan aktif beneficiaries, dan dampak yang diterima secara merata oleh seluruh beneficiaries. Program memberikan timbal balik positif sebagai investasi dampak akibat bentuk program yang berupaya untuk menciptakan nilai melalui pemilihan tanaman konservasi yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi komunitas lokal penerima manfaat. Secara keseluruhan, menunjukkan bahwa keberhasilan program berkarakteristik CSV lebih dominan dipengaruhi oleh karakteristik penerima manfaat dengan partisipasi, kesadaran, dan inisiatif secara kolektif yang tinggi untuk menciptakan perubahan positif. Institusionalisasi program pada kelembagaan masyarakat menjadi faktor kunci dampak dan potensi keberlanjutan program bagi beneficiaries, yang sejalan dengan keberlanjutan sumber daya air bagi bisnis Danone Aqua Klaten.
This evaluation research aims to find an evaluation model that can measure the success of CSR programs in the environmental field with CSV (Creating Shared Value) characteristics. Previous studies have shown that the impact evaluation of environmental programs focuses a lot on environmental policies, environmental spending, and environmental performance. Meanwhile, CSR programs in the environmental field with CSV characters like in this case are still relatively minimally discussed because the CSV evaluation model does not yet have an adequate model, and the lack of CSV programs in the environmental sector. This evaluation research also aims to measure the success of the Water and Soil Conservation program from the beneficiary side using the CIPP (Context, Input, Process, and Product) method and proof of impact which is carried out in a participatory manner using SROI (Social Return on Investment). The results of the evaluation show that the program has been quite successful and has led to very good results based on the analysis parameter matrix and analysis indicators of relevance, effectiveness and results. However, improvements still need to be made to increase effectiveness and maximum results. Meanwhile the Water and Soil Conservation program succeeded in creating an impact in the form of capacity building and sustainability through measuring the ratio of the value of the SROI impact of IDR 21.05: 1. This large SROI number occurs because the selected commodities are of high value, capacity building occurs due to the active involvement of beneficiaries, and the impact received equally by all beneficiaries. The program provides positive feedback as an impact investment due to the form of the program which seeks to create value through the selection of conservation plants that can provide additional income for the beneficiary local communities. Overall, it shows that the success of programs with CSV characteristics is more dominantly influenced by the characteristics of beneficiaries with high collective participation, awareness and initiative to create positive change. Program institutionalization in community institutions is a key factor in the impact and potential for program sustainability for beneficiaries, which is in line with the sustainability of water resources for the Danone Aqua Klaten business."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Alexander Ryusandi Pratama
"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia mengembangkan Program Adiwiyata untuk mendorong Perubahan dan Dampak Sosial yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, program Adiwiyata masih terkendala dengan perbedaan pandangan terkait definisi masalah. Perbedaan pandangan ini membuat tiap sekolah memiliki implementasi yang berbeda-beda dan dapat membuat program kurang berjalan efektif dalam mencapai tujuannya. Studi evaluasi ini bertujuan untuk mencari tahu keberhasilan program Adiwiyata dalam membuat transformasi sosial khususnya dalam lingkungan sekolah. Evaluasi ini akan menggunakan Main Analytical Categories, terutama relevansi dalam membuat kerangka model evaluasi untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang perencanaan dan pelaksanaan program apakah sudah berjalan sesuai dengan tujuannya sebagai kerangka kerja yang akan dilakukan dan diterapkan dalam metode Soft Systems Methodology. Evaluasi ini dilakukan di SDN Sukasari 6, Babakan, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten menggunakan wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi.
The Ministry of Environment and Forestry (KLHK) and the Ministry of Education, Culture, Research and Technology (Kemendikbud Ristek) of the Republic of Indonesia developed the Adiwiyata Program to encourage Societal Change and Impact for sustainable development. In its implementation, the Adiwiyata program is still constrained by different views on the definition of the problem. This difference in views makes each school have different implementations and could make the program less effective in achieving its goal. This evaluation aims to find out the success of the Adiwiyata program in making a social impact, especially in the school environment. This evaluation will use the Main Analytical Categories, especially impact in making the evaluation model framework to get a comprehensive picture of the planning and implementation of the program. This evaluation also evaluates whether the Adiwiyata program has been running according to its objectives as a framework to be carried out and applied using Soft Systems Methodology. This evaluation was conducted in SDN Sukasari 6 Babakan, Subdistrict Tangerang, Tangerang City, Banten using in-depth interviews, document analysis, and observation."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Baiq Tiara Putri Melenia
"Evaluasi ini bertujuan untuk melihat proses pengelolaan program desa wisata oleh BP Dewi Tetebatu. Tujuan lainnya yaitu untuk mengetahui keberhasilan desa wisata berdasarkan aspek partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini karena keterlibatan masyarakat dalam proses pengembangannya penting untuk memicu desa wisata yang partisipatif. Studi sebelumnya terkait evaluasi desa wisata fokus pada hasilnya saja, sehingga penting untuk mengevaluasi proses pengelolaan programnya. Maka, evaluasi ini akan berfokus pada evaluasi proses pengelolaan desa wisata oleh BP Dewi. Studi ini menggunakan metode means-ends structures untuk mengetahui kesesuaian program dengan tujuan awalnya. Metode ini tepat digunakan karena mampu membantu peneliti melihat proses input hingga impact suatu program. Hasil evaluasi berdasarkan metode ini menunjukkan bahwa proses pengelolaan desa wisata oleh BP Dewi di Tetebatu sudah berjalan baik. Melalui program SMI dan BAS, BP Dewi berhasil membuat masyarakat mampu mengelola dan mempromosikan destinasi wisatanya. Terkait tata kelola, masyarakat sudah mampu memberikan hospitality sesuai standar kepada pengunjung. Kemudian, pelaku wisata sudah mampu mempromosikan usahanya secara mandiri maupun kolaborasi dengan agen perjalanan wisata. Hasil ini tercapai karena partisipasi aktif masyarakat dalam setiap proses pengelolaan desa wisata.
This evaluation aims to see the process of managing the tourism village program by BP Dewi Tetebatu. Another goal is to determine the success of the tourism village based on aspects of community participation and empowerment. This is because community involvement in the development process is important to trigger a participatory tourism village. Previous studies related to the evaluation of tourism villages focus on the results only, so it is important to evaluate the program management process. Thus, this evaluation will focus on evaluating the process of tourism village management by BP Dewi. This study uses the means-ends structures method to determine the suitability of the program with its initial objectives. This method is appropriate to use because it is able to help researchers see the input process to the impact of a program. The results of the evaluation based on this method show that the process of tourism village management by BP Dewi in Tetebatu has been running well. Through the SMI and BAS programs, BP Dewi succeeded in making the community able to manage and promote their tourist destinations. Regarding governance, the community has been able to provide hospitality according to standards to visitors. Then, tourism actors have been able to promote their businesses independently and collaborate with travel agents. These results were achieved due to the active participation of the community in every process of managing the tourism village."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library