Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 65198 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Novi Putri Ramdhani
"Instagram menjadi media bagi komikus untuk mengembangkan komik berbasis digital. Salah satu komik yang memanfaatkan Instagram dalam penyajian digital adalah Woiangok. Woiangok (Komik Sinting) adalah komik yang menceritakan kisah komedi Angok dan teman-temannya. Dalam membangun unsur humor, komik ini mengandung implikatur percakapan serta melanggar prinsip kerja sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengungkapkan implikatur percakapan yang terkandung dalam Woiangok. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa dua belas komik digital dari akun Instagram @woiangok tahun 2021 yang mengandung implikatur percakapan. Analisis data dilakukan menggunakan teori fungsi umum tindak tutur Yule (2014), prinsip kerja sama Grice (1975), dan sifat humor Danandjaja (1988). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis implikatur yang berfungsi sebagai penunjang humor dalam Woiangok, yaitu implikatur direktif, ekspresif, representatif, dan komisif. Selain itu, terdapat juga pelanggaran pada maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara sebagai faktor terjadinya implikatur. Dari hasil penelitian ini, kemunculan terbanyak ditemukan pada jenis implikatur direktif kategori penyampaian perintah, implikatur representatif kategori penyampaian fakta, pelanggaran maksim relevansi, dan humor bersifat mempunyai arti ganda.

Instagram has become a platform for comic artists to develop digital-based comics. One of the comics that utilizes Instagram for digital presentation is Woiangok. Woiangok (Komik Sinting) tells the comedic story of Angok and his friends. In constructing elements of humor, this comic involves conversational implicature and violates the principle of cooperation. This study aims to examine and reveal the conversational implicature contained in Woiangok. The method used in this research is qualitative. The data consists of twelve digital comics from the Instagram account @woiangok in 2021 that contain conversational implicature. Data analysis is conducted using Yule’s (2014) theory of the general function of speech acts, Grice’s (1975) cooperative principle, and Danandjaja’s (1988) the nature of humor. The research results show that there are four types of implicature that function to support humor in Woiangok: directive implicature, expressive implicature, representative implicature, and commissive implicature. Additionally, there are violations of the maxims of quantity, quality, relevance, and manner as factors contributing to implicature occurrence. From this study, the most common occurrences are found in the directive implicature category of issuing commands, representative implicature category of presenting facts, violations of the relevance maxim, and humor has a dual meaning."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Zaneta Gilda
"Sollicitatiegesprek atau wawancara kerja dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan terbaik pelamar kerja. Komik strip humor Van 9 tot 5 salah satunya bertemakan wawancara kerja. Terdapat pelamar kerja yang tidak diterima pada suatu posisi atau pewawancara yang langsung menerima pelamar kerja di saat kandidat tidak pantas untuk bekerja di sana. Kejanggalan tersebut menimbulkan humor dan diketahui melalui pelanggaran maksim percakapan. Penelitian ini membahas pelanggaran maksim percakapan dan implikatur percakapan pada komik strip humor Van 9 tot 5. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan keterkaitan pelanggaran maksim percakapan dengan implikatur konversasional agar tercapai efek humor. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah sembilan komik strip Van 9 tot 5 tahun 2022 dengan tema sollicitatiegesprek atau wawancara kerja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 9 pelanggaran maksim kuantitas, 2 pelanggaran maksim kualitas, 5 pelanggaran maksim cara, dan 13 pelanggaran maksim relevansi. Maksim relevansi merupakan pelanggaran maksim yang terbanyak. Selain itu, implikatur konversasional pada 9 komik strip sangat terkait dengan konteks masing-masing komik strip tersebut.

Sollicitatiegesprek or job interview is implemented with the aim of knowing the best competencies of job applicants. One of the Van 9 tot 5 humor strip comics has a job interview theme. In the comic strip, there are job applicants who are not accepted or interviewers who immediately accept job applicants when the candidate is not fit to work there. Unusual elements in conversation creates humor and is known through the flouting of conversational maxims.This study discusses the flouting of conversational maxim and implied meanings in the Van 9 tot 5 comic strips. This study aims to elucidate the connection between flouting of conversational maxims and its conversational implicatures to achieve a humorous effect. The data used are 9 Van 9 tot 5 comic strips in 2022 that have themed job interviews. The methodology of this study is a qualitative descriptive method. This study’s results indicate that there are 9 flouting maxims of quantity, 2 flouting maxims of quality, 5 flouting maxims of manners, and 13 flouting maxims of relevance. The most flouting maxims are found in the maxim of relevance. Furthermore, the conversational implicature is closely related to each context of the 9 comic strips."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sihombing, Hasianna Omega Tessalonika
"Sebagai bahasa yang bergantung pada penggunaan konteks, bahasa Jepang memiliki banyak tuturan dengan informasi yang disampaikan secara implisit. Informasi tersebut dapat berupa presuposisi dan implikatur percakapan. Penelitian ini membahas mengenai persamaan dan perbedaan presuposisi dan implikatur percakapan yang terkandung dalam satu tuturan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan presuposisi dengan implikatur percakapan dalam tuturan bahasa Jepang. Penelitian dilakukan mengacu pada teori prinsip kerja sama oleh Herbert Paul Grice dan teori presuposisi oleh George Yule dan Robert Stalnaker. Data penelitian diambil dari serial drama Keibuho Daimajin yang dikumpulkan dengan metode simak catat. Penyajian data dilakukan dengan menuliskan aksara Jepang, romaji, glossing, dan terjemahan bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan 28 data dengan implikatur, 14 data dengan presuposisi, dan enam data dengan presuposisi dan implikatur percakapan dalam satu tuturan. Presuposisi dan implikatur percakapan sama-sama tidak diutarakan secara eksplisit, tetapi terdapat perbedaan antara keduanya. Implikatur percakapan adalah maksud sebenarnya penutur, tetapi presuposisi adalah informasi tambahan yang diselipkan dalam tuturan secara implisit.

Japanese has many utterances with implicitly conveyed information as a language that depends on context. Such information can be in the form of presuppositions and conversational implicatures. This study discusses the similarities and differences between presuppositions and conversational implicatures in an utterance. This study aims to explain the relations between presupposition and conversational implicature in Japanese utterances. The research referred to the theory of cooperation principle by Herbert Paul Grice and the theory of presupposition by George Yule and Robert Stalnaker. The research data were taken from the drama series Keibuho Daimajin and collected by observation and note. Data was presented by writing Japanese characters, romaji, glossing, and translating into Indonesian. The results showed 28 data with implicature, 14 with presupposition, and six with presupposition and conversational implicature in the same utterance. Presupposition and conversational implicature are not explicitly stated, but there are differences between the two. Conversational implicature is the speaker's intention, but presupposition is additional information tucked into the utterance implicitly."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Parasti Fatima Azahra
"Dalam serial drama Berlin, berlin, saya meneliti jenis-jenis implikatur percakapan dan perwujudan ragam bahasa pria dan ragam bahasa wanita berdasarkan 4 episode. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan apa saja jenis implikatur percakapan dalam serial drama Berlin, berlin dan juga untuk mendeskripsikan ragam bahasa yang ada pada hubungan antar tokoh pria dan wanita dalam serial drama Berlin,berlin. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah metode kualitatif. Hal ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis implikatur percakapan dalam serial drama Berlin, berlin berdasarkan teori dari Grice dan juga teori ragam bahasa pria dan wanita menurut Opperman & Weber dan Robin Lakoff. Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa terdapat jenis implikatur non-konvensional berdasarkan masing-masing episode dan wujud ragam bahasa pria berdasarkan tokoh pria yang terdapat dalam masing-masing episode yaitu tegas, jelas, mengandung nasehat dan mengandung pola intonasi pertanyaan. Berbeda dengan tokoh wanita, ragam bahasa yang digunakan lebih ekspresif, penuh semangat dan menggunakan ragam bahasa tersirat. Dengan demikian, perbedaan ragam bahasa antara wanita dan pria terjadi dalam kehidupan sehari-hari karena terdapat banyak faktor seperti perbedaan jenis kelamin, sikap, kehidupan sosial dan juga dapat dipengaruhi oleh maksud pembicara.
Berlin,berlin drama series, I researched the types of implicature and a variety languages between male and female based on 4 episodes. The purpose of this study is to describe what Berlin, berlin drama series and also to describe a variety male and female languages that existed in the relationship between men and women in Berlin, berlin drama series. This study used a qualitative method. It aims to determine the types of conversational implicature and variety languages between male and female based on the theory of Grice and the theory of languages according to Opperman & Weber and Robin Lakoff. As a result, this study found that there is a non-conventional type of Implicature based on each episode and the appearance of the variety male language is firmly, clearly and contain the intonation patterns of questions. On the other hand, the variety of female languages used more expressive, zestful, and implied. In general the differences of language between male and female occur because of many factors such as gender, attitudes, social life and also the meaning of speaker."
2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Raina Surtiani
"ABSTRAK
Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis unsur pragmatik, yaitu implikatur percakapan dan pelanggaran maksim yang terdapat pada web drama Gogh rsquo;s Starry Night. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik kajian pustaka. Manusia sebagai makhluk sosial berinteraksi menggunakan bahasa yang merupakan sarana efektif untuk berkomunikasi satu sama lain. Dalam praktiknya, penutur bahasa banyak menggunakan implikatur dan pelanggaran maksim untuk mencapai tujuan tertentu dan menyampaikan maksud tertentu secara tidak langsung. Karakter-karakter pada drama Gogh rsquo;s Starry Night banyak menggunakan implikatur percakapan dan melakukan pelanggaran maksim demi mencapai tujuan yang diinginkan. Pelanggaran maksim yang dilakukan oleh tokoh-tokoh pada drama ini berupa flouting a maxim dan violating a maxim, serta pelanggaran pada maksim relevansi, maksim pelaksanaan, dan maksim kuantitas, dilakukan untuk mengecoh dan menyenangkan mitra tutur, serta untuk menyampaikan maksud yang ingin disampaikan tanpa perlu mengatakannya secara langsung.

ABSTRACT
This journal focuses on analyzing the pragmatic elements, which are the conversational implicature and violation of maxims, from dialogues used in Gogh rsquo s Starry Night. This journal uses qualitative method with the technique of literature review. As social beings, humans are interacting with language, which is an effective way to communicate with one another. In real life, speakers use a lot of implications and maxim violations to achieve certain goals or to deliver their intentions indirectly. Characters in Gogh rsquo s Starry Night use a lot of conversational implicatures and violating maxims to attain those goals. Maxim violations which are used by the characters on this drama such as flouting a maxim, violating a maxim, and the violation of maxim of relevance, maxim of manner, and maxim of quantity, are used to deceive and satisfy the hearer, or to tell the truth without saying it directly."
2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Erha Aprili Ramadhoni
"Skripsi ini membahas percakapan antara guru dan siswa kelas V Sekolah Master yang terjadi ketika kegiatan belajar-mengajar sedang berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi untuk mendapatkan rekaman percakapan antara guru dan siswa. Percakapan tersebut diteliti dalam kajian pragmatik dengan menggunakan teori prinsip kerja sama, implikatur percakapan, dan kesantunan. Prinsip kerja sama sering dipatuhi dan dilanggar oleh guru dan siswa dalam percakapan. Pelanggaran dari prinsip kerja sama tersebut mengandung implikatur percakapan. Sementara itu, guru dan siswa juga bertutur santun dalam berbicara.

This thesis discusses the conversation between teachers and students fifth grade at School of Master when the teaching and learning activities occurs. The research uses qualitative method with the observation technique to get conversation between teacher and students record. The conversation researched in pragmatics studies using cooperative principle, conversational implicature, and politeness theory. Cooperative principle usually obeyed and violated by teacher and students in conversation. The violation from cooperative principle contains the conversational implicature. While, teacher and students also polite in speaking."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S46327
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Puwakanti Wastu
"Perkembangan teknologi memberikan andil terhadap pembentukan ragam bahasa. Salah satu bentuk ragam bahasa adalah slang. Slang merupakan kosakata tidak resmi yang tidak ada di dalam kamus. Meskipun bersifat tidak resmi, slang tetap banyak digunakan oleh beberapa kalangan untuk kepentingan yang berbeda-beda. Penelitian ini membahas tentang bentuk slang dalam webtoon Chamgyoyuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk slang yang terdapat dalam webtoon Chamgyoyuk. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif. Kajian dari penelitian ini adalah bentuk slang yang ada di dalam 45 episode webtoon Chamgyoyuk. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan 27 slang dengan kategori: (1) Pembentukan kata majemuk sebanyak 5 kata, (2) derivasi sebanyak 6 kata, (3) leksikalisasi sebanyak 1 kata, (4) penyingkatan sebanyak 11 kata, (5) proses gabungan sebanyak 1 kata, dan (6) proses lainnya sebanyak 3 kata
Technological developments contribute to the formation of various languages. One form of language variety is slang. Slang is an informal vocabulary that is not in the dictionary. Although informal, slang is still widely used by several groups for different purposes. This study discusses the form of slang in the webtoon Chamgyoyuk. This study aimed to analyze the forms of slang in the Chamgyoyuk webtoon. The research method used is a descriptive-analytical method with a qualitative approach. This research study is the form of slang in the 45 episodes of the webtoon Chamgyoyuk. The results of this study were found 27 slang with categories: (1) Formation of compound words of 5 words, (2) derivation of 6 words, (3) lexicalization of 1 word, (4) abbreviation of 11 words, (5) combined process of 1 word, and (6) other processes of 3 words."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nina Syufrida
"Skripsi ini berisi pengkajian terhadap salah satu komik Indonesia yang berjudul Si Juki Komik Strip. Sebagai wacana hiburan sekaligus wahana kritik sosial, komik akan dikaji dari segi pragmatik, khususnya implikatur percakapan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implikatur percakapan yang terkandung dalam unsur verbal pada komik. Selain itu, akan dijelaskan pula bentuk dan jenis pelanggaran-pelanggaran prinsip kerja sama yang terjadi dalam unsur-unsur verbal komik sebagai penanda adanya implikatur percakapan. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pelanggaran terhadap keempat maksim prinsip kerja sama dalam unsur verbal pada komik tersebut, dengan kecenderungan terjadi pada maksim relevansi dan maksim cara. Selain itu, ditemukan tiga kategori implikatur yang terkandung dalam unsur verbal pada komik, yaitu kategori direktif, ekspresif, dan representatif. Dari ketiga kategori tersebut, terlihat kecenderungan penggunaan implikatur kategori ekspresif yang terkandung dalam unsur verbal pada komik tersebut.
This thesis discusses one of Indonesian comics called Si Juki Komik Strip. As a discourse and medium of social criticism, the comic is discussed from a point of view of pragmatics, particularly on conversational implicature. This research aims at explaining its conversational implicatures consisting of verbal elements. The types of the violation of the cooperative principle shows conversational implicature, which is also explained in this study. This study used qualitative method. The result shows that there are violations of the four maxims of the cooperative principles?mostly of the maxim of relation and manner. Furthermore, three categories of implicatures were found in the verbal elements in the comic: directive, expressive, and representative. Of the three categories, the expressive implicature is the most frequently found in the verbal elements of the comic."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2015
S61259
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abigail Jeovannie
"Fungsi bahasa berkaitan dengan pesan dan makna kalimat yang dimaksud oleh partisipan. Makna tuturan juga diperoleh dengan mengidentifikasi implikatur nonkonvensional dengan menganalisis pelanggaran teori prinsip kerja sama Grice. Adapun pelanggaran ini dapat membedakan fungsi bahasa tertentu dari makna literal sebelumnya. Oleh karena itu, dalam penelitian kualitatif deskriptif ini akan dianalisis jenis fungsi bahasa dalam wawancara pada film dokumenter “Onze Jongens op Java” (2019). Setiap kalimat dari perspektif veteran Belanda memiliki pesan dan fungsinya masing-masing. Penelitian ini juga menemukan bahwa implikatur berperan besar dalam mengidentifikasi fungsi bahasa. Fungsi referensial, yaitu fungsi untuk mendeskripsikan dan memberi informasi, mendominasi keseluruhan analisis. Fungsi referensial dan pengakuan veteran diperoleh dengan memahami implikatur nonkonvensional terlebih dahulu.

In every conversation, each participant uses language function which related to the sentence’s intention, message, and implication. The meaning of a speech is obtained by identifying the conversational implicature of a sentence by analyzing the violations of Grice’s principle of cooperation theory. Thus, this descriptive qualitative research has analyzed kinds of language’s functions in an interview session on a documentary film called “Onze Jongens op Java” (2019). Each sentence from the Dutch’s veterans perspectives have their own messages and functions. This research has also found out that conversational implications take a huge part on identifying the functions of language. The referential function, which is the function to describe and to give information, dominates the entire analysis. The referential function and the veteran’s confessions are obtained by comprehending the nonconventional implicature first."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Khairiah Zati Ismah
"Penelitian ini membahas tentang pengambangan maksim yang terdapat pada tuturan tokoh dalam komik daring yang berjudul Terlalu Tampan (美男家族). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti: (1) jenis-jenis pengambangan maksim yang terdapat pada tuturan tokoh dalam episode 20-40; (2) tujuan tokoh dalam mengambangkan tuturannya. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif. Data dianalisis dengan menggunakan Teori Pengambangan Maksim Grice (1975). Dari hasil analisis, ditemukan semua jenis pengambangan maksim pada sumber data. Ditemukan bahwa frekuensi kemunculan jenis pengambangan maksim kuantitas sebanyak 41.18%, pengambangan maksim kualitas sebanyak 29.41%, pengambangan maksim relasi sebanyak 23.53%, dan pengambangan maksim cara sebanyak 5.88%. Penulis juga menemukan bahwa tuturan yang mengandung pengambangan maksim tidak menghambat suatu percakapan.

This research is discussing about flouting maxim on the utterance of characters in web comic Terlalu Tampan (美男家族). The research investigates: (1) types of flouting maxim uttered by the comic characters from episode 20-40; (2) purposes of comic characters in flouting their utterances. This research employs qualitative methodology, and Gricean Theory of Flouting Maxim (1975) is the basis of data analysis process. From the analysis, it was founded that the maxim of quantity amounts to 41.18% of the entire analysed utterances, while the maxim of quality is 29.41%, the maxim of relation is 23.53%, and the maxim of manner is 5.88%. It was also known that utterances that employs any form of flouting maxim does not impede the process of conversation."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>