Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 110448 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Marta Amnan
"ABSTRAK
Sungai Donan merupakan salah satu sungai di Kawasan Industri Cilacap, Jawa Tengah, yang digunakan untuk tempat pembuangan limbah. Beberapa industri besar yang terdapat di kawasan tersebut adalah kilang minyak Pertamina dengan kapasitas lebih dari 300.000 barel/hari, unit pengantongan pupuk PT Pupuk Sriwijaya, Pabrik Semen Nusantara, bengkel kapal, pabrik minyak kelapa dll.
Beberapa dasawarsa yang lalu Sungai Donan merupakan perairan yang kaya dengan komunitas biotik dan merupakan daerah penangkapan ikan dan udang yang cukup potensial. Seiring dengan perkembangan industri di wilayah tersebut kualitas dan kuantitas produksi perairan di daerah tersebut semakin manurial.
Logam berat banyak terdapat dalam limbah industri seperti industri penyulingan minyak bumi, pertambangan, pupuk, semen, pembakaran batu bara, kosmetika dan obat-obatan.
Merkuri (Hg) dan timah hitam (Pb) merupakan jenis logam berat yang paling berbahaya, karena dalam jumlah yang relatif rendah sekalipun sudah dapat mengganggu kesehatan manusia.
Dalam perairan, logam berat walaupun kadarnya relatif rendah, dapat diabsorbsi dan terakumulasi secara biologi oleh hewan air, dan akan masuk dalam sistem rantai makanan.
Keracunan logam berat yang bersifat kronis pada hewan air, menimbulkan gangguan meliputi : faktor-faktor genetik, pola pemijahan, alih energi, tingkah laku, kemampuan untuk berorientasi, menghindar dari musuh, migasi dan persaingan menurun. Gejala keracunan logam berat pada manusia, baik secara skut maupun kronis dapat mengakibatkan gangguan pada : (I) sistem syaraf. (2) kerusakan sistem pemafasan, fungsi hati, dan ginjal; (3) pendarahan; (4) gangguan pertumbuhan sel yang bersifat karsinogenik maupun teratogenik (5) gangguan terhadap pertumbuhan tulang; (6) gangguan terhadap fungsi mitochondria dan fungsi normal enzimatis; dan (7) kerusakan pada kulit.
Kadar logam berat dalam lingkungan perairan dapat dipantau dengan menganalisis contoh sedimen, air, dan organisme yang hidup di perairan tersebut Analisis terhadap organisme perairan dapat dilakukan karena logam berat dapat terasa mulai di-dalam organisme tersebut. Organisme perairan yang sering digunakan sebagai bioindikator pencemaran diantaranya adalah hewan-hewan moluska bentik, infauna maul= epifauna
Polymesoda sp merupakan salah satu jenis kerang yang banyak terdapat di perairan Sungai Donan, Cilacap. Bagi penduduk di sekitarnya, kerang jenis ini dimanfaatkan sebagai sumber gizi keluarga maupun untuk dipasarkan, karena itu jenis kerang ini mempunyai nilai ekonomi yang cukup penting.
Kerang umumnya hidup dengan cara membenamkan diri di dalam dasar perairan (infauna). Cara hidup kerang yang bersifat menetap merupakan salah satu alasan yang menjadikan sering digunakan sebagai indikator dalam mendeteksi kasus pencemaran logam berat dalam linglamgan perairan.
Bertitik tolak dan hal tersebut, maka penelitian bertujuan untuk
a. Mengetahui besarnya kandungan logam berat Hg dan Pb dalam tubuh Polymesoda sp yang terdapat di Sungai Donan, Cilacap.
b. Mengetahui hubungan antara kandungan logam berat Hg dan Pb dalam tubuh Polymesoda sp dengan besar kandungan logam berat Hg dan Pb dalam air Sungai Donan, Cilacap.
c. Mengetahui hubungan antara kandungan logam berat Hg dan Pb dalam tubuh Polymesoda sp dengan besar kandungan logarn berat Hg dan Pb dalam sedimen Sungai Donan, Cilacap.
d. Mengetahui hubungan antara panjang tubuh Polymesoda sp dengan kandungan logam berat Hg dan Pb dalam tubuh.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan contoh dilakukan dengan metoda sistematik pada 5 (lima) titik pengamatan yaitu : (i) di belakang Kilarng Minyak Pertamina UP IV Cilacap; (ii) pada pertemuan antara Sungai Wuwu Cilik dengan Sungai Donan; (iii) di belakang PT. Cenjaco Cold Storage; (iv) di belakang bengkel kapal; (v) di sekitar muara Sungai Donan.
Pengambilan contoh dilakukan sebanyak tiga kali dengan selang waktu dua minggu. Parameter utama yang diamati meliputi kandungan logam berat Hg dan Pb dalam air, sedimen dan dalam tubuh Polymesoda sp. Sedangkan parameter lain yang diamati adalah kualitas fisika-kimia perairan yang meliputi suhu, salinitas, pH air, pH sedimen dan kandungan oksigen terlarut.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
a. Terdapat kandungan logam berat Hg dan Pb dalam tubuh Polymesada sp di Sungai Donan, Cilacap.
b. Semakin tinggi kandungan logam berat Hg dan Pb dalam air Sungai Donan semakin tinggi kandungan logam berat Hg dan Pb dalam tubuh Palymesoda sp.
c. Semakin tinggi kandungan logam berat Hg dan Pb dalam sedimen Sungai Donan semakin tinggi pula kandungan logam berat dalam tubuh Polymesoda sp.
d. Terdapat hubungan antara panjang tubuh dengan banyaknya kandungan logam berat Hg dan Pb dalam tubuh Polymesoda sp.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
a. Pengamatan terhadap parameter fisika kimia perairan Sungai Donan menunjukkan bahwa suhu air berkisar antara 21° - 31°C (rata rata 30,3°C); kandungan oksigen terlarut berkisar antara 4,9 - 6,2 ppm (rata-rata 5,58 ppm); pH air berkisar antara 6,25 - 7,62 (rata-rata 6,8); pH sedimen berkisar antara 5,8 - 6,9 (rata-rata 6,5); dan salinitas berkisar antara 15 - 28 per mil (rata-rata 20,2 per mil). Berdasarkan data parameter fisika kimia dapat disimpulkan bahwa perairan Sungai Donan termasuk perairan masih baik.
b. Kandungan logam berat Hg dalam air berkisar antara 0,004 - 0.025 ppm (rata-rata 0,01 ppm). Nilai tersebut sudah berada di atas nilai baku mutu-air golongan C (baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air adalah 0,002 ppm). Kandungan logam berat Hg dalam sedimen berkisar antara 2,276 - 14,446 ppm (rata rata 7,504 ppm). Kandungan Pb dalam air tidak terdeteksi oleh alat AAS. Sedangkan kandungan Pb dalam sedimen berkisar antara 14,914 - 35,446 ppm (rata-rata 21,252 ppm). Bila dibandingkan antara kandungan logam berat Hg dan Pb dalam air dengan Hg dan Pb dalam sedimen menunjukkan bahwa Hg dan Pb dalam sedimen jauh lebih tinggi.
c. Kandungan logam berat Hg dalam tubuh Polymesoda sp berkisar antara 2,258 - 5,770 ppm (rata-rata 4,190 ppm); sedangkan kandungan Pb dalam tubuh Polymesoda sp berkisar antara 3,030 - 9,524 ppm (rata-rata 5,609 ppm). Batas maksimum kandungan logam berat Hg dan Pb dalam makanan hasil laut yang boleh dikonsumsi menurut Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan adalah 0,5 ppm untuk Hg dan 2,0 ppm tmtuk Pb. Dengan demikian jumlah kandungan Hg dan Pb dalam tubuh Polymesoda sp sudah melebihi batas yang diizinkan.
d. Hubungan antara kandungan Hg dan Pb dalam air dengan Hg dan Pb dalam tubuh Polymesoda sp menunjukkan bahwa :
- Semakin tinggi kandungan Hg dalam air semakin tinggi pula kandungan Hg dalam tubuh Polymesoda sp.
- Hubungan antara Pb dalam air dengan Pb dalam tubuh Polymesoda sp tidak dapat dikorelasikan.
e. Hubungan antara kandungan Hg dan Pb dalam sedimen dengan Hg dan Pb dalam tubuh Polymesoda sp menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan Hg dan Pb dalam sedimen akan semakin tinggi kandungan Hg dan Pb dalam tubuh Polymesoda sp.
f. Hubungan antara kandungan Hg dan Pb dalam tubuh Polymesoda sp dengan panjang tubuh menunjukkan bahwa semakin panjang tubuh Polymesoda sp akan semakin tinggi kandungan Hg dan Pb yang terakumulasi pada tubuh Polymesoda sp
g. Pencemaran Sungai Donan oleh logam berat Hg dan Pb mempunyai potensi yang cukup besar untuk dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan masyarakat terutama masyarakat nelayan setempat. Untuk mengetahui lebih mendalam tentang dampak pencemaran logam berat Hg dan Pb terhadap kesehatan masyarakat setempat perlu studi lebih mendalam.
Daftar Kepustakaan : 65 (1957 - 1994)

ABSTRACT
Evaluation of Hg and Pb Concentrations in the Polymesoda Sp Shell (A Case Study of the Donan River Ecosystem, Cilacap Industrial Zone)The Donan River is a river as a disposal waste in Cilacap industrial zone, Central Java. Big industries exist in that area are Pertamina refinery (capacity more than 300,000 barrellday), PT Pupuk Sriwijaya Fertilizer package unit, Nusantara Cement Manufacture, ships repair, palm oil processing, and so on. Long time ago, the water of Donan River is rich with biotic community and a potential area for fisheries. Nowadays, the quality and quantity of the water of Donan River is decreasing.
Industrial waste from refinery, mines, fertilizer, cement, coal burning, cosmetics and medicine contain of heavy metals. Mercury (Hg) and lead (Pb) are most dangerous heavy metal, because it small concentration of heavy metal can cause problem of human health.
In the waters, although concentration of heavy metal is small, it can be adsorbed and accumulated by biological process of water organisms and continues to enter the food chain system.
Chronis poisoning of heavy metals on aquatic organism causing problem on genetics, reproductive pattern, energy transfer, behavior, orientation capability, protection from the enemy, migration and decreasing of the competition. The symptoms of the heavy metal poisoning on human being cause problems on : (1) nervous system; (2) respiratory system, liver function, and kidney, (3) blooding; (4) cell growth (carcinogenic, teratogenic); (5) growth of bone; (6) mitochondria function and normal function of enzymatic; and (7) dermal.
Heavy metal concentration in the water can be detected with analysis of sediment, water and aquatic organisms from that area Analysis on aquatic organisms can be conducted because the heavy metals accumulate in the body of aquatic organisms. Aquatic organisms can be used as bioindicator of pollution such as benthic mollusca both infanna or epifauna benthic.
Polymesoda sp is one of the shell that is found in the water of Donan River, Cilacap. People who live surrounding Donan River consume this species as family nutrient resources and earn money from selling it. Therefore the species becomes an important economic natural resources for the people.
Generally, the shell lives and immerse in the bottom of the water (infauna). The permanent life style of the shell is one of the reason that the shell can be used as bioindicator in the water pollution due to heavy metal.
Objectives of the research :
a. To know concentration of the heavy metal Hg and Pb in the body of Polymesoda sp in the Donan River, Cilacap.
b. To know relationship between concentration of Hg and Pb in the body of Polymesoda sp and the concentration of Hg and Pb in the water of Donan River, Cilacap.
c. To know relationship between concentration of Hg and Ph in the body of Polyraesoda sp and the concentration of Hg and Pb in the sediment of Donan River, Cilacap.
d. To know relationship between length of the body of Polymesoda sp and the concentration of Hg and Pb in the body.
The methodology for this research was survey method The sampling was conducted by systematic sampling on 5 observations point i.e. : (i) behind the refinery of Pertamina ZIP N; (ii) in the fusion of Donan River and Wuwu Cilik River, (iii) behind PT Conjaco Cold Storage; (iv) behind ship repair, and (v) mouth ofDonan River.
The sampling conducted 3 times with interval 2 weeks_ Main parameter that observed were concentration of the heavy metal Hg and Pb in the water, in the sediment and body of Palymesoda sp. Another parameter was quality of the water of Donan River i.e. : temperature, salinity, pH of water, pH of sediment, and dilute oksigen (DO).
The hypothesis to be tested in the research are :
a. Concentration of heavy metal (Hg and Pb) in the body of Polymesoda sp from the Donan River, Cilacap.
b. The higher concentration of heavy metal (Hg and Pb) in the water of Donan River, cause the higher concentration of heavy metal Hg and Pb in the body of Polymesoda.
c. The higher concentration of heavy metal (Hg and Pb) in the sediment, cause the higher concentration of heavy metal Hg and Pb in the body of Polymesoda sp.
d. Relationship between body length and concentration of the heavy metal (Hg and Pb) in the body of Polymesoda sp.
Conclusion of the research
a. Physical and chemical observation to the water of Donan River indicate that the temperature range of the water is 29° - 31°C (mean 30.3°C); the dilute oksigen is 4.9 - 6.2 ppm (mean 5.58 ppm); the pH of water is 6.25 - 7.62 (mean 6.6); the pH of sediment is 5.8 - 6.9 (mean 6.5); and the salinity is 15 - 28 permit (mean 20.2 permil). Based on the physical and chemical data of the waters it is concluded that the water of Donan River is not polluted by organic materials.
b. The range of concentration of the heavy metal Hg in the water is 0.004 - 0.025 ppm (mean 0.01 ppm). The value indicates that the mean concentration of Hg in the water of Donan River is higher than the threshold limit values (TLV) according to Regulation of the Government Republic of Indonesia Number 20 Year 1990 concerning of the Water Pollution Management (TLV for Hg is 0.002 ppm). The range of Hg concentration in the sediment is 2.276 - 14.446 ppm (mean 7.504 ppm). Concentration of Pb in the water can not detect by AAS instrument. The range of Pb concentration in the sediment is 14.914 - 35.446 ppm (mean 21.252 ppm). The comparison between the concentration of heavy metal Hg and Pb in the sediment and the concentration of heavy metal Hg and Pb in the water, indicates that the concentration of Hg and Pb in the sediment in higher than concentration of Hg and Pb in the water.
c. The range of Hg concentration in the body of Polymesoda sp is 2.258 - 9.770 ppm (mean 4.190 ppm) and the range of Pb concentration is 3.030 - 9.524 ppm (mean 5.609 ppm). According to Directorate General of Food and Drug Control, maximum limit concentration of Hg and Pb in the food from the sea product is 0.5 ppm for Hg and 2.0 ppm for Pb. Therefore, the concentration of Hg and Pb in the body of Polymesoda sp are higher than TLV.
d. Relationship between concentration of Hg and Pb in the waters and Hg and Pb in the body of Polymesoda sp indicate that :
- The higher concentration of Hg in the water, the higher concentration of Hg in the body of Polymesoda s-p.
- There is no relationship between concentration of Pb in the water and concentration of Pb in the body of Polymesoda .sp.
e. Relationship between concentration of Hg and Pb in the sediment and concentration of Hg and Pb in the body of Polymesoda sp. indicates that the higher concentration of Hg and Pb in the sediment cause the higher concentration of Hg and Pb in the body of Polyrnesoda sp.
f. Relationship between concentration Hg and Pb in the body of Polymesoda sp. and body length indicates that the longer the body of Polymesoda sp, the higher concentration Hg and Pb accumulated in the body of Polyrnesoda sp.
g. Pollution of heavy metal Hg and Pb in the Donan River as a pottential problem on public health especially on local fisherman. To know about effect of heavy metal pollution to public health is needed other study. In order to Minamata case not occur in the fisherman surrounding Donan River, continue monitoring to the concentration of heavy metal in Donan River is needed. Beside that the control of disposal waste water from the industrial zones have to conducted and followed by law enforcement.
Number of References : 65 (1957 - 1994)"
1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahman Arif
"ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan metode
depurasi guna menurunkan (mereduksi) kandungan logam berat Hg, Pb, Cd,
& Cu pada kerang hijau (Perna viridis) hasil budidaya di perairan Teluk
Jakarta, dari bulan Juli sampai September 2006. Penelitian ini
menggunakan rancangan percobaan acak kelompok dengan 2 kelompok
(lokasi) 4 perlakuan : A0 (kontrol), A1 (pemanasan 70 100
o C), A2 (air
mengalir selama 24 jam) , dan A3 (EDTA, 10 ppm) dan tiga ulangan.
Analisis kandungan logam berat menggunakan metode AAS, data dianalisis
dengan Anova dilanjutkan uji Duncan dan Dunnett. Hasil penelitian
menunjukkan kandungan logam berat terendah pada perlakuan A2 (air
mengalir). Pengaruh lokasi tidak berbeda nyata (P> 0,05) antara Cilincing
dan Kamal Muara. Pengaruh perlakuan depurasi menunjukkan hasil yang
berbeda nyata (P< 0,05) terhadap penurunan kandungan logam berat. Uji
lanjut Dunnet menunjukkan perlakuan A1 dan A2 berbeda nyata (P< 0,05)
dengan kontrol, sedang perlakuan A3 (EDTA) tidak berbeda nyata (P> 0,05)
dengan kontrol. Hasil rerata kandungan logam berat pada kerang hijau
untuk perlakuan A0 (kontrol) Hg = 0.09 ppm, Pb = 5,98 ppm, Cd = 0,48 ppm
dan Cu = 6,55 ppm. Perlakuan A1(pemanasan) Hg = 0,045 ppm, Pb = 4,05
ppm, Cd =0,35 ppm, Cu = 5,35 ppm. Perlakuan A2 (air mengalir) Hg = 0,035
ppm, Pb = 2,98 ppm, Cd = 0,245 ppm, dan Cu = 5,04 ppm, dan perlakuan
A3 (EDTA) Hg = 0,05 ppm, Pb = 5, 31 ppm, Cd = 0,40 ppm, dan Cu = 5,45
ppm. Tingginya kadar logam berat pada kerang hijau khususnya Pb sudah
melebihi ambang batas baku mutu kekerangan dalam Keputusan Meteri
Kelautan dan Perikanan (Kepmen No.KEP.17/MEN/2004), hal ini diduga
karena akumulasi limbah logam berat yang berasal dari berbagai industri dan
limbah domestik yang mengalir ke perairan Teluk Jakarta sehingga kerang
hijau tidak aman untuk dikonsumsi."
2007
T39512
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dharma Fajar Utama
"Penelitian mengenai struktur komunitas dan kandungan logam berat timbal pada Polychaeta di Teluk Jakarta telah dilakukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas dan kandungan logam berat timbal pada Polychaeta pada bulan Februari 2010. Sampel diambil menggunakan Petersen grab bersamaan dengan pengukuran faktor fisika dan kimia lingkungan. Sampel diidentifikasi, serta dihitung indeks keanekaragaman, kemerataan, dominasi dan dianalisis kandungan logam timbalnya menggunakan AAS dan ICP-AES.
Polychaeta yang ditemukan sebanyak 29 genus, 16 diantaranya merupakan Polychaeta subkelas Errantia dan 13 diantaranya merupakan Polychaeta subkelas Sedentaria. Keanekaragaman Polychaeta di lokasi pengambilan sampel termasuk kategori rendah hingga sedang. Kandungan rata-rata logam timbal pada Polychaeta di muara tempat pengambilan berkisar antara 0,058 ppm hingga 29,8995 ppm dan masih tergolong dalam kisaran yang cukup rendah, kecuali pada genus tertentu menunjukkan kandungan logam timbal yang berbeda signifikan."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
S31646
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elis Rora
"ABSTRAK
Kitosan selama ini dikenal sebagai biopolimer yang diperoleh dari kulit
udang dan merupakan bahan yang digunakan untuk membentuk khelat
dengan logam berat. Pada penelitian ini digunakan karboksimetil kitosan
yang merupakan turunan kitosan yang larut dalam air. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui konsentrasi karboksimetil kitosan efektif dan lama waktu
perendaman yang dapat menurunkan kandungan logam berat Hg, Pb dan Cd
pada daging kerang hijau (Perna viridis Linn.).
Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah kerang hijau (Perna
viridis Linn.). Pada penelitian ini dilakukan perendaman kerang hijau dengan
memvariasikan konsentrasi larutan karboksimetil kitosan yang berbeda,
yaitu : 0%, 0,5%, 1% dan 1,5% dengan lama perendaman 1 jam, 2 jam dan 3
jam. Pengamatan dilakukan meliputi kandungan awal Hg, Pb dan Cd pada
kerang hijau dan tingkat penurunan kandungan Hg, Pb dan Cd setelah
perlakuan.
Analisis AAS menunjukkan bahwa kandungan awal Hg, Pb dan Cd
pada kerang hijau masih di bawah batas maksimal yang diperbolehkan oleh
WHO dan Ditjen POM yaitu sebesar 500 ppb untuk logam Hg, 1000 ppb
untuk logam Cd dan 2000 ppb untuk logam Pb. Hasil penelitian menunjukkan
perlakuan yang paling efektif untuk penurunan logam berat Hg adalah
perendaman dengan larutan karboksimetil kitosan 1,5% selama 1 jam yang
dapat menurunkan kadar logam berat Hg sebesar 76,07%. Perlakukan yang paling efektif untuk penurunan logam berat Pb adalah perendaman dengan
larutan karboksimetil kitosan 1 % selama 2 jam yang dapat menurunkan
logam berat Pb sebesar 82,29% dan perlakuan yang paling efektif untuk
penurunan logam berat Pb setelah di spiked adalah perendaman dengan
larutan karboksimetil kitosan 1,5% selama 3 jam yang dapat menurunkan
logam berat Pb sebesar 90,67%. Sedangkan perlakuan yang paling efektif
untuk penurunan logam berat Cd adalah perendaman dengan larutan
karboksimetil kitosan 0,5% selama 1 jam yang dapat menurunkan logam
berat Cd sebesar 88,45%."
2007
S30674
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nildza Kheirizzad
"Logam berat seperti kadmium (Cd), merkuri (Hg), timbal (Pb), dan kromium (Cr) bersifat toksik dan tidak dapat terurai secara hayati. Kemampuan ginjal untuk menyerap dan menumpuk logam divalen membuatnya menjadi organ target utama toksisitas logam berat. Sungai Citarum adalah salah satu tempat pembuangan limbah pabrik tekstil yang mengandung logam berat tersebut, padahal Sungai Citarum masih dimanfaatkan oleh warga sekitar dalam kegiatan sehari-hari. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui kadar logam berat (Cd, Hg, Cr, dan Pb) dalam tubuh masyarakat usia produktif (15-64 tahun) yang tinggal di sekitar DAS Citarum dan hubungannya dengan kejadian gangguan fungsi ginjal.  Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan analisis hipotesis menggunakan SPSS for Mac 20.0 dan uji statistik perbedaan dua proporsi (uji mutlak Fisher). Dari tiap 166 sampel, 14 sampel (8.4%) terdeteksi kadmium, 2 sampel (1.2%) terdeteksi kromium, 14 sampel (8.4%) terdeteksi timbal, dan 4 sampel (2.4%) terdeteksi merkuri. 24.3% sampel (n = 25) responden Kelurahan Andir dan 14.3% (n = 9) responden Gajahmekar terdeteksi kadar logam berat (Cd/Cr/Pb/Hg). Untuk sebaran fungsi ginjal, dari 166 responden, 160 memiliki fungsi ginjal yang normal (97.6%). Hanya 2.4% responden (4 orang) yang berada pada kategori probable/gagal ginjal. Gangguan fungsi ginjal (probable/gagal ginjal) terjadi pada responden yang terdeteksi Pb (7.1%) serta pada responden yang tidak terdeteksi Hg, Cd, dan Cr (2.5%, 2.6% dan 2.4%). Secara statistik, hubungan antara kadar kadmium, kromium, timbal, dan merkuri dalam tubuh dengan fungsi ginjal tidak bermakna (p = 1.000). Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan desain penelitian yang berbeda untuk melihat hubungan kausalitas. Pengambilan data primer untuk penelitian lanjutan juga dapat dipertimbangkan. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan untuk menggunakan parameter lain untuk uji fungsi ginjal, agar penurunan fungsi ginjal tahap awal dapat diamati.

Heavy metals such as cadmium (Cd), mercury (Hg), lead (Pb), and chromium (Cr) are toxic and not biodegradable. The ability of the kidneys to absorb and accumulate divalent metals makes them a prime target organ for heavy metal toxicity. Citarum River is one of the disposal sites for textile factory waste which contains heavy metals, meanwhile, Citarum River is still used by local residents in their daily activities. This study focuses on determining the levels of heavy metals (Cd, Hg, Cr, and Pb) of productive age (15-64 years) who live around the Citarum watershed and their relationship with the incidence of impaired kidney function. This study used a cross-sectional design with analysis using SPSS for Mac 20.0 and a statistical test of the difference between two proportions (Fisher's exact test). Of each 166 samples, 14 samples (8.4%) were detected with cadmium, 2 samples (1.2%) were detected with chromium, 14 samples (8.4%) were detected with lead, and 4 samples (2.4%) were detected with mercury. 24.3% of the sample (n = 25) of respondents from Andir and 14.3% (n = 9) of Gajahmekar were detected with heavy metal levels (Cd/Cr/Pb/Hg). For the distribution of kidney function, out of 166 respondents, 160 had normal kidney function (97.6%). Only 2.4% of respondents (4 people) were in the probable/kidney failure category. Impaired kidney function (probable/kidney failure) occurred in respondents who were detected with Pb (7.1%) and in respondents who were not detected with Hg, Cd, and Cr (2.5%, 2.6% and 2.4% consecutively). Statistically, the relationship between levels of cadmium, chromium, lead, and mercury in the body and kidney function was not significant (p = 1,000). Further research can be carried out with different research designs to see the causality relationship. Primary data collection for further research can also be considered. In addition, future studies may consider using other parameters for renal function test, so that early kidney function decline can be observed."
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia , 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Teddy Septiansa
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
S31603
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ferrita Melissa
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2009
S31579
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Moch. Indro Buwono
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
T39446
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tarigan, Z.
"Pengamatan kandungan logam berat Pb, Cd, Cu, Zn dan Ni di perairan muara Sungai Membramo Papua telah dilakukan pada bulan Agustus 2003. Hasilnya menunjukkan kandungan Pb, Cd, Cu, Zn, dan Ni masih sesuai dengan Nilai Ambang Batas yang ditetapkan oleh Kementerian KLH 1988 untuk kepentingan perikanan. Secara keseluruhan dalam air laut kadar Zn lebih tinggi dibandingkan dengan logam yang lain, sedangkan dalam sedimen kadar Ni lebih tinggi. Data ini menunjukkan bahwa pada saat pengamatan perairan muara Sungai Membramo lebih banyak menerima masukan limbah yang mengandung Zn dan Ni.

Heavy Metals Content Pb, Cd, Cu, Zn And Ni In Sea Water And Sediment In Membramo Estuary And Its Relationship With Fishery Cultivation. Obervation on heavy metals Pb, Cd, Cu, Zn and Ni content in Jakarta Bay were carried out in August 2003. The results showed that the Pb, Cd, Cu, Zn, and Ni content still in line with threshold value stated by for fisheries. By the all, in sea water Zn content is higher compared to the others, while in sediment Ni is higher. This data showed the result show that on waters of Membramo River Zn and Ni waste than others elements."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 2003
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Lidya Fernanda
"Pencemaran perairan oleh logam berat didaerah peternakan kerang sangat membahayakan bagi Perna viridis yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh karena itu untuk melihat tingkat pencemaran, dilakukan penelitian kadar logam pada Perna viridis, air dan sedimen. Untuk melihat kontribusi sedimen dalam mencemari perairan maka dilakukan ekstraksi sedimen dengan fraksi pada pH 3, pH 5 dan pH 7 sebagai simulasi proses pelepasan logam dari sedimen ke perairan karena pengaruhan pH. Kadar logam pada Perna viridis, air dan sedimen dianalisis dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kandungan logam Pb pada Perna viridis besar berkisar antara 0,6868 mg/kg hingga 5,7090 mg/kg. Kandungan logam Ni pada Perna viridis berkisar antara 0,4161 mg/kg hingga 3,8218 mg/kg. Kandungan logam Cr pada Perna viridis berkisar antara 0,2245 mg/kg hingga 3,4446 mg/kg. Kandungan logam Cd pada Perna viridis berkisar antara 0,2019 mg/kg hingga1,3468 mg/kg. Kandungan logam Pb, Ni, Cr dan Cd pada air yaitu 0,1561 mg/L; 0,0255 mg/L; 0,0222 mg/L dan 0,0113 mg/L. Kandungan logam berat Pb, Ni, Cr dan Cd pada sedimen yaitu sebesar 41,2522 mg/kg; mg/kg; 36,5143 mg/kg; 17,2292 mg/kg dan 10,8192 mg/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam-logam Pb, Ni, Cr dan Cd yang terdapat pada sedimen dapat terlepas dengan ekstraksi, hal ini menandakan bahwa sedimen berkontribusi terhadap akumulasi logam pada kerang dan air.

Heavy metal pollution of waters by shellfish farming area is very dangerous for Perna viridis that consumed by many people. Therefore to see the level of pollution, conducted research on the metal content of Perna viridis, water and sediment. To see the contribution of sediment in the polluted waters of the sediment extraction fraction at pH 3, pH 5 and pH 7 as a simulation of the process of metal release from sediment into the water because of the influence of pH. Metal content in the Perna viridis, water and sediments were analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Based on the results of the study, obtained the metal content of Pb in Perna viridis between 0.6868 mg / kg to 5.7090 mg / kg. Perna viridis Ni metal content in the range between 0.4161 mg / kg to 3.8218 mg / kg. Cr metal content in the Perna viridis ranged from 0.2245 mg / kg to 3.4446 mg / kg. Cd metal content in the Perna viridis ranged from 0.2019 mg/kg to 1, 3468mg/kg. Metal content of Pb, Ni, Cr and Cd in water is 0.1561 mg / L; 0.0255 mg / L; 0.0222 mg / L and 0.0113 mg / L. The content of heavy metals Pb, Ni, Cr and Cd in the sediment that is equal to 41.2522 mg / kg; mg / kg; 36.5143 mg / kg; 17,2292 mg/kg and 10.8192 mg / kg. The results showed that the metals Pb, Ni, Cr and Cd are found in sediments can be separated by extraction, it indicates that the sediments contribute to the accumulation of metals in shellfish and water."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S42684
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>