Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 173810 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Cynthia Caroline
"Gejala negatif yang muncul pada klien skizorenia adalah isolasi sosial. Isolasi sosial merupakan kesendirian yang dialami individu dan dipersepsikan oleh orang lain, serta sebagai kondisi negatif atau mengancam. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menganalisis interaksi yang dilakukam melalui aktivitas mewarnai pada klien dengan masalah keperawatan isolasi sosial. Implementasi secara khusus dilakukan selama tiga hari pada 28-30 Juni 2021, kemudian dilanjutkan dengan intervensi kepada keluarga dan klien di bulan berikutnya secara daring. Aktivitas mewarnai dilakukan di ruang makan Dewi Amba RSJ Marzoeki Mahdi Bogor. Klien secara bertahap dimotivasi untuk berinteraksi dengan pasien lain yang juga melakukan aktivitas mewarnai. Penerapan aktivitas mewarnai menunjukkan adanya peningkatan minat klien untuk berinteraksi dengan pasien dan perawat lain di ruangan.

One of the negative symptoms which appear on the client with schizophrenia is social isolation. Social isolation is loneliness experienced by individuals and perceived by others, as well as a negative or threatening condition. The purpose of this paper is to analyze the interactions carried out through coloring activities on client with social isolation nursing diagnosis. The implementation is specifically done out for three days on June, 28-30 2021, then continued with online interventions for families and client the following month. The coloring activity was carried out in the Dewi Amba dining room of the Marzoeki Mahdi Hospital, Bogor. Client is gradually motivated to interact with other patients who are also doing coloring activities. The application of coloring activities shows an increase in the client's interest in interacting with other patients and nurses in the room."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Umi Rachmawati Wasil Sardjan
"Isolasi sosial adalah salah satu diagnosis keperawatan yang ditemukan pada klien skizofrenia. Tujuan karya ilmiah adalah diketahuinya hasil asuhan keperawatan berupa Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS), Social Skill Training (SST) dan Family Psychoeducation (FPE) serta peran kader kesehatan jiwa merawat klien isolasi sosial melalui pendekatan Community as Partner Model. Pemberian Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS), tindakan keperawatan spesialis Social Skill Training (SST) bagi klien, dukungan sosial keluarga melalui Family Psychoeducation (FPE), serta kegiatan kader kesehatan jiwa dengan cara home visite pada 4 klien isolasi sosial dengan skizofrenia. Hasil yang diperoleh menunjukkan penurunan tanda dan gejala disertai peningkatan kemampuan sosialisasi klien. Direkomendasikan penelitian mengenai asuhan keperawatan klien isolasi sosial disertai pemberdayaan kader kesehatan jiwa dengan responden yang lebih banyak.

Social isolation is one of nursing diagnosis that found on the client's nursing schizophrenia. The aims of this paper were known outcomes of nursing care such as Socialization Therapeutic Group Activities (TAKS), Social Skill Training (SST) and Family psychoeducation (FPE) and roles of mental health workers care for social isolation clients by Community as Partner Model approach. Socialization Therapeutic Group Activities (TAKS), Social Skill Training (SST), family social support by the Family psychoeducation (FPE), as well as the activities of mental health workers to visite the 4th of social isolation clients with schizophrenia. The results showed a decrease in signs and symptoms of clients with increased social skills. Was recommend research on nursing care with empowering mental health workers care for social isolation clients with more respondents.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Diah Sukaesti
"Isolasi sosial merupakan kondisi kesendirian yang dialami individu dan dipersepsikan disebabkan oleh orang lain.Ketidakmampuan mengungkapkan perasaan yang dirasakan oleh klien dapat membuat klien marah. Risiko perilaku kekerasan merupakan respon destruktif individu terhadap stressor. Tujuan penulisan karya Ilmiah ini menjelaskan manajemen asuhan keperawatan spesialis jiwa pada klien dengan isolasi sosial dan risiko perilaku kekerasan dengan menggunakan Hubungan Interpersonal Peplau dan Stuart. Intervensi diberikan pada 69 klien dengan isolasi sosial dan risiko perilaku kekerasan.denganmenggunakan terapi Social Skil training, Asertiveness Training, Cognitif Behovior Therapy. Hasil didapatkan penurunan tanda dan gejala secara kognitif afektif, fisiologis, perilaku, sosial dan peningkatan kemampuan klien dan keluarga. Rekomendasi penelitian ini adalah klien dengan isolasi sosial dilakukan terapi Social skill training, klien dengan risiko peilaku kekerasan dberikan terapi spesialis cognitive behavior therapy dan assertiveness training dengan mengguakan pendekatan hubungan Interpersonal Peplau dan Stuart.

Social isolation is the condition of being alone as experienced by individual and perceived as caused by others. Inability to express client's feeling can stimuli anger. Violent risk behavior is considered as a destructive response of individual towards stressor. The purpose of this scientific paper was to explain the mental health-psychiatric nursing care management to clients with social isolation and violent risk behavior using Peplau's Interpersonal Relationship and Stuart's Adaptation Theory. Nursing intervention was conducted to 69 social isolated and violent risk behaviors clients were social skill training, assertiveness training, and cognitive behavior therapy. The effect of therapies showed the decreased of sign and symptom at all aspects of cognitive, affective, physiological, behavior, social and improvement of client and family ability. It's recommended that social skill training applied to client with social isolation, while cognitive behavior therapy and assertiveness training provided to client with violent risk behavior utilizing Peplau's Interpersonal Relationship and Stuart's Adaptation Theory as an approach."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fajriyati Nur Azizah
"ABSTRAK
Isolasi sosial adalah kondisi kesepian yang dirasakan oleh individu karena tidak mampu membuat kontak dengan orang lain. Isolasi sosial dapat berakibat lanjut pada masalah pemenuhan kebutuhan dasar, sehingga akan muncul halusinasi yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Tujuan penulisan karya ilmiah ini untuk menggambarkan manajemen asuhan keperawatan spesialis jiwa pada klien dengan isolasi sosial dengan pendekatan teori Peplau dan Henderson. Tindakan keperawatan yang diberikan pada 22 klien berupa tindakan keperawatan ners yaituSocial Skills Training dan Cognitive-Behavioral and Social Skills Training. Hasil didapatkan penurunan tanda gejala isolasi sosial yang meliputi aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial serta peningkatan kemampuan klien untuk bersosialisasi. Rekomendasi dari hasil proses asuhan keperawatan ini adalah menggunakan kombinasi tindakan keperawatan ners dan ners spesialis berupa Social Skills Training dan Cognitive-Behavioral and Social Skills Training pada klien dengan isolasi sosial.

ABSTRACT
Social isolation is a condition of loneliness felt by the individual of being unable to make contact with other people. Social isolation can contribute to further problems of meeting one?s basic needs, so it could potentially endangerclientswith hallucinations.The purpose of this scientific paper was to describe the nursing care management of psychiatric nursing specialist towards social isolation?s client using Peplau and Hendersontheory as anApproach. Nursing interventions of Social Skills Training and Cognitive-Behavioral and Social Skills Training were conducted to 22 selected clients. Results:there were reduction in symptoms of social isolation obviously showed on cognitive, affective, physiological, behavioral and social aspects as well as an increase in the client's ability to socialize. Recommendations of this nursing care process was to use a combination of nursing interventions of Social Skills Training and Cognitive-Behavioral and Social Skills Training on clients with social isolation."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Setiawan
"ABSTRAK
Letak geografi dan lingkungan mempengaruhi seseorang. Isolasi sosial merupakan salah satu gejala negatif dari skizofrenia. Asuhan keperawatan yang holistik memperhatikan bio, psiko, sosio dan budaya. Gangguan isolasi sosial jika tidak diintervensi dengan segera akan menyebabkan perubahan sensori persepsi: halusinasi dan risiko tinggi mencederai diri, orang lain bahkan lingkungan. Penulisan karya ilmiah ners ini bertujuan untuk mengetahui intervensi yang dilakukan berfokus pada tindakan generalis pasien isolasi sosial dengan pendekatan budaya Sunda. Metode yang digunakan dengan analisis kasus dalam pemberian asuhan keperawatan terhadap Ny. S (43 tahun) yang dirawat di RS. Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, dengan diagnosis keperawatan utama isolasi sosial. Hasil pemberian tindakan keperawatan dengan pendekatan budaya Sunda selama 7 hari perawatan adalah pasien mengalami peningkatan kemampuan kognitif 33%, afektif 16,6%, dan perilaku klien dalam berinteraksi 33%. Kesimpulan pendekatan budaya dalam memberikan intervensi keperawatan dapat menurunkan tanda dan gejala isolasi sosial dan meningkatkan kemampuan sosialisasi.

ABSTRACT
The location of geography and environment affects a person. Social isolation is one of the negative symptoms of schizophrenia. Holistic nursing care concerns about bio, psycho, socio and culture. Disorders of social isolation if it is not intervened immediately will cause the change of sensory in perception: hallucinations and high risk of injuring oneself, others and even the environment. The writing of this scientific paper aims to find out which intervention was carried out focusing on the generalist therapy of patients with social isolation with a Sundanese cultural approach. The method which is used with case analysis in the provision of nursing care to Mrs. S (43 years) who was admitted to the hospital. Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor is the main nursing diagnosis of social isolation. The results of giving nursing actions with a Sundanese culture approach for 7 days of care are, patients have improved 33% in cognitive abilities, 16.6% affective, and 33% interacting client behavior. The conclusion of this paper is the cultural approach in providing nursing interventions can reduce the signs and symptoms of social isolation and improve socialization skills.
"
2019
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sriyk H
"Isolasi sosial merupakan gejala negatif skizofrenia yang ditandai dengan defisiensi berpikir, persepsi, afek tidak wajar atau tumpul dan perilaku sosial baik penurunan atau ketidakmampuan berkomunikasi serta mengalami kesukaran dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Social skills training terhadap perubahan tanda gejala dan kemampuan sosialisasi pada pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan isolasi sosial. Desain penelitian quasi experimental pre-post test with control group. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Kriteria sampel adalah pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan isolasi sosial, laki-laki dan perempuan, dapat membaca dan menulis, dirawat di ruang rawat inap stabilisasi psikiatri RSJ Dr H Marzoeki Mahdi Bogor berjumlah 98 responden yang terdiri dari kelompok intervensi 49 responden dan kelompok kontrol 49 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data yaitu univariat dan bivariat dengan uji parametrik. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden terbanyak laki-laki, usia dewasa muda, SLTP, tidak bekerja, belum menikah, lama rawat 4 tahun, terapi psikofarmaka atipikal. Ada perubahan tanda gejala dan kemampuan sosialisasi sebelum dan sesudah diberikan tindakan keperawatan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p value < 0,05). Ada perbedaan tanda gejala dan kemampuan sosialisasi setelah mendapat tindakan keperawatan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p value < 0,05). Tidak ada hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, lama sakit dan terapi psikofarmaka dengan tanda gejala dan kemampuan sosialisasi (p value > 0,05), namun ada hubungan jenis kelamin dengan tanda gejala isolasi sosial (p value < 0,05) tetapi tidak ada hubungan dengan kemampuan sosialisasi (p value > 0,05) Tindakan keperawatan generalis dan social skills training direkomendasikan sebagai upaya penurunan tanda gejala dan kemampuan sosialisasi pada pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan isolasi sosial.

Social isolation is a negative symptom of schizophrenia which is characterized by deficiencies in thinking, perception, unnatural or blunted affect and decreased social behavior or communication as well as experiencing difficulty in carrying out daily activities. The aim of the research was to determine the effect of social skills training on changes in signs and socialization abilities in schizophrenia patients with social isolation treatment problems. Pre-post test quasi-experimental research design with a control group. Sampling was taken using a purposive sampling technique. The sample criteria were schizophrenic patients with social isolation treatment problems, male and female, able to read and write, treated in the psychiatric stabilization inpatient ward of RSJ Dr H Marzoeki Mahdi Bogor totaling 98 respondents consisting of the intervention group 49 respondents and the control group 49 respondents. Data collection uses questionnaires and observations. Data analysis is univariate and bivariate with parametric tests. The research results showed that the characteristics of the respondents were mostly male, young adults, junior high school, not working, not married, length of stay 4 years, atypical psychopharmaceutical therapy. There were changes in signs and symptoms and socialization abilities before and after being given a dangerous action in the intervention group and control group (p value < 0.05). There were differences in signs of symptoms and socialization abilities after receiving cessation measures in the intervention group and the control group (p value < 0.05). There is no relationship between age, education, employment, marital status, length of illness and psychopharmaceutical therapy with signs of symptoms and socialization abilities (p value > 0.05), but there is a relationship between gender and signs of symptoms of social isolation (p value < 0.05 ) but there is no relationship with socialization abilities (p value > 0.05). Generalist killing measures and social skills training are recommended as efforts to reduce signs of symptoms and socialization abilities in schizophrenia patients with social isolation protection problems."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zakiyah
"Isolasi Sosial merupakan salah satu gejala negatif skizofrenia. Isolasi sosial adalah kondisimenyendiri yang dialami seseorang dan perasaan segan terhadap orang lain sebagai sesuatuyang negatif atau keadaan yang mengancam. Masalah sosial seringkali merupakan sumberutama keprihatinan keluarga dan penyedia layanan kesehatan, karena efeknya lebih menonjodaripada gejala kognitif dan persepsi.
Tujuan penulisan karya ilmiah ini untukmenggambarkan penerapan terapi generalis, terapi aktivitas kelompok sosialisasi, dan social skill training pada pasien isolasi sosial dengan pendekatan teori hubungan interpersonal Hildegard E. Peplau. Terapi diberikan dan dinalisa pada 35 pasien di ruang Bratasena.
Hasilpenerapan terapi generalis, terapi aktivitas kelompok dan social skill training dapatmenurunkan gejala isolasi sosial dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi pada pasien.Berdasarkan hasil diatas perlu direkomendasikan integrasi tindakan keperawatan generalisindividu dan kelompok serta terapi spesialis social skill training pada pasien isolasi sosial.

Social isolation is one of negative symptoms of schizophrenia. Social isolation as a solitaryexperience of a person and shyness toward others as something negative or threateningcircumstances. Social problems are often a major source of concern families and health careproviders, because the effect is more pronounced than cognitive symptoms and perception.
The purpose of this final scientific paper was to describe the implementation of generaltherapy, socialization activity group therapy and social skill training toward social isolationclients using interpersonal relationship theory Hildegard E. Peplau rsquo s were conducted to 35selected clients at Bratasena rsquo s ward.
Results there were reductions in symptoms of socialisolation and increase in the client 39 s ability to socialize. Based on the result above, integratedtherapies as general therapy, socialization activity group therapy and social skill training onclients with social isolation is recommended.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Marliani Veronica
"Kodokushi atau mati dalam kesendirian telah menjadi masalah sosial bagi Jepang selama beberapa dekade terakhir dengan lansia pria diketahui menyumbang jumlah kasus kodokushi terbanyak. Kasus-kasus dari fenomena kodokushi terus bertambah tiap tahun, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti peningkatan populasi lansia, banyaknya lansia yang tinggal sendirian dalam tanshin-setai, isolasi sosial dan faktor-faktor lainnya. Penelitian ini menganalisis kodokushi pada pria lanjut usia di Jepang dengan isolasi sosial sebagai faktor utama penyebabnya. Data-data statistik dan metode penelitian studi kasus digunakan untuk menunjukkan bagaimana proses isolasi sosial yang dialami lansia pria pada akhirnya menyebabkan kodokushi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa bentuk isolasi sosial seperti perceraian, kemiskinan, penyakit fisik atau mental, kepribadian yang pendiam, dan kurangnya kemauan untuk terlibat dalam hubungan sosial menyebabkan terjadinya kodokushi pada lansia pria. Lebih jauh, dalam upaya membantu masyarakat yang terisolasi sosial dan meminimalkan risiko terjadinya kodokushi, pemerintah Jepang menjalankan beberapa program seperti membuat kartu registrasi keselamatan dan membuat kafe untuk lansia yang disebut iki-iki saron.

Kodokushi or solitary death has become a social problem in Japan over the past few decades with elderly men contributing the highest number of kodokushi cases. Cases of kodokushi continue to increase every year, due to several factors such as an increase in the elderly population, the number of elderly living alone in tanshin-setai, social isolation and other factors. This study analyzes kodokushi in elderly men in Japan with social isolation as the main cause. Statistical data and case study research methods are used to show how the process of social isolation experienced by elderly men ultimately causes kodokushi. The results showed some forms of social isolation such as divorce, poverty, physical or mental illness, quiet personality, and lack of willingness to engage in social relationships caused kodokushi in elderly men. Furthermore, as measures to help people who are socially isolated and to prevent a further increase of kodokushi, the Japanese government runs several programs such as making safety registration cards and creating a cafe for the elderly called iki-iki saron."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Edwin Nanda Muhammad
"Isolasi sosial merupakan fenomena yang berkaitan erat dengan ruang. Hal ini dipicu oleh persepsi ruang dimana seseorang memisahkan diri dari situasi sosial dalam upayanya untuk mencari rassa nyaman. Orientasi kedalam yang manusia punya sebagai semacam insting turut mempengaruhi pengalaman ruang seseorang. Inipun secara langsung mengubah preferensi terhadap ruang itu sendiri. Karenanya, cara kita menguasai, bergerak melalui dan mengitari suatu ruang, telah dipengaruhi oleh keberadaan fenomena ini secara signifikan.
Ruang publik yang memiliki sifat terbuka menjadi konteks dalam observasi fenomena ruang ini. Hal ini karena disanalah tempat bercampurnya banyak kepentingan ruang dari semua anggota publik itu sendiri, Karenanya, orientasi keddalam dari banyak penghuni ruang publik ini membentuk semacam pola pergerakan ruang yang didasari dari fenomena ini.

Social Isolation is a phenomenon that is driven by a way of perceiving space in which one excludes his/her social surrounding for the pursuit of more comfort toward the self. The orientation that we have toward the self has long been acknowledged to be an instinct. It affects the way we experience space hence our preference toward it. In this sense, our way of perceiving, occupying and moving through and around space is significantly influenced by the presence of this social phenomenon.
Public space which has the characteristic of being open becomes the context of the phenomenon as it is where a blending of multiple selfish interests occurs. Therefore, the inward orientation of all the users of public space generates a certain spatial pattern of movement which obeys this phenomenon.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S47726
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pardede, Jek Amidos
"Isolasi sosial sebagai suatu pengalaman menyendiri dari seseorang dan perasaan segan terhadap orang lain sebagai sesuatu yang negatif atau keadaan yang mengancam. Isolasi sosial merupakan gejala negatif dari skizofrenia yang dihubungkan dengan menarik diri dari lingkungan. Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan memberikan gambaran manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa pada klien isolasi sosial menggunakan pendekatan model dan konsep teori Hildegrad Peplau dan Virginia Henderson di Ruang Arimbi Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Social Skill Training (SST) dan Cognitive Behavior Social Skill Training (CBSST) diberikan kepada 32 klien. Hasil yang ditemukan SST dan CBSST efektif dalam menurunkan gejala isolasi sosial yang ditunjukkan melalui respon kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial. SST dan CBSST direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan pada klien isolasi sosial.

Social isolation as a solitary experience of a person and shyness toward others as somethingnegative or threatening circumstances The process of social isolation can be extracted fromthe occurrence of psychiatric disorders especially schizophrenia are associated withwithdrawing from the environment This study aims to describe the case managementspecialist in mental nursing to the patients with social isolation using model and theoryconcepts Hildegard Pepalu and Virginia Henderson approach at Arimbi room Dr H Marzoeki Mahdi Hospital in Bogor Social Skill Training SST and Cognitive BehaviorSocial Skill Training CBSST provided to 32 clients The results of SST and CBSST werefound effective in reducing symtoms of social isolation is demonstreted through the responseof cognitive affective physiological behavioral and social SST and CBSST isrecommended as therapy of nursing specialists at the client 39 s social isolation."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>