Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 38462 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sugiarti
"Karakteristik biologis bayi prematur dan perpisahan ibu-bayi akibat hospitalisasi akan memunculkan masalah risiko gangguan perlekatan antara ibu dan bayi prematur. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memberikan gambaran penerapan enam langkah proses keperawatan Roy dalam asuhan keperawatan pada bayi prematur dengan masalah risiko gangguan perlekatan. Desain yang digunakan adalah studi kasus. Lima kasus bayi prematur yang menjadi pembahasan dalam artikel ini mengidentifikasi adanya masalah risiko gangguan perlekatan antara ibu dan bayi. Intervensi keperawatan diberikan dengan mengelola stimulus lingkungan melalui serangkaian intervensi keperawatan yang saling memengaruhi antara keempat mode adaptif, salah satunya adalah melalui aplikasi perawatan metode kanguru (PMK) atau skin to skin contact.
Evaluasi hasil berdasarkan pencapaian respon adaptif, menunjukkan sebagian besar tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai atau tercapai sebagian dan menunjukkan perbaikan meskipun dapat dikatakan belum dapat diatasi secara keseluruhan. Model Adaptasi Roy dapat memberikan kerangka kerja dalam melakukan asuhan keperawatan untuk meningkatkan adaptasi bayi prematur dengan masalah risiko gangguan perlekatan di ruang perawatan khusus dan intensif neonatus. Posisi kanguru Suported Diagonal Flexion (SDF) direkomendasikan sebagai alternatif pilihan untuk dapat meningkatkan kualitas interaksi dan perlekatan ibu-bayi prematur.

The biological characteristics of premature infants and the separation of mother-baby due to hospitalization will raise the risk of attachment disorders between the mother and premature babies. The purpose of writing this scientific paper is to provide an overview of the application of Roy's six-step nursing process in nursing care to premature babies with the problem of attachment disorder risk. The design used is a case study. The five cases of preterm infants discussed in this article identified a risk of maternal-infant attachment disorders. Nursing interventions are provided by managing environmental stimuli through a series of nursing interventions that affect each of the four adaptive modes, one of which is through the application of kangaroo mother care (KMC) or skin to skin contact.
Evaluation outcomes based on the attainment of adaptive responses shows that most nursing care goals can be achieved or partially achieved and show improvement even though it can not be said to be overcome as a whole. Roy's Adaptation Model can provide a framework for conducting nursing care to improve the adaptation of premature infants to the problem of attachment disorder risk in special and intensive care rooms of neonates. Kangaroo Suported Diagonal Flexion (SDF) positioning is recommended as an alternative choice to improve the quality of interaction and attachment of premature mothers.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nining Indrawati
"Praktek Spesialis Keperawatan merupakan bagian penting dari pendidikan profesi dalam rangka mengaplikasikan peran perawat spesialis untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Praktek spesialis keperawatan dilakukan dan dikembangkan berdasarkan ilmu dan teknologi. Kompetensi yang harus dicapai selama praktek residensi keperawatan medikal bedah adalah memberikan asuhan keperawatan dengan menggunakan teori model keperawatan, penerapan tindakan keperawatan berbasis bukti ilmiah (evidence based nursing practice) dan melakukan proyek inovasi. Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan, residen melakukan asuhan keperawatan dengan menggunakan pendekatan teori Model Adaptasi Roy pada  30 pasien dengan gangguan sistem respirasi. Target kompetensi dalam hal penerapan tindakan keperawatan berbasis bukti ilmiah adalah penerapan terapi akupresur untuk mengurangi mual muntah pada pasien kanker paru yang menjalani kemoterapi.
Hasil penerapan menunjukkan bahwa akupresur efektif mengurangi mual muntah pada pasien kanker paru yang menjalani kemoterapi. Peran selanjutnya sebagai innovator, proyek inovasi yang dilakukan berupa penggunaan mobile phone application untuk pengkajian dan manajemen keperawatan mandiri pada pasien kanker paru. Hasil penerapan menunjukkan bahwa mobile phone application bermanfaat bagi pasien dalam manajemen gejala secara mandiri.

Nursing Specialist Practice is an important part of professional education in order to apply the role of specialist nurses to improve service quality. Nursing specialist practice is carried out and developed based on science and technology. Competency that must be achieved during the residency practice of surgical medical nursing is to provide nursing care using the theory of nursing models, application of scientific evidence-based nursing practice, and do innovation projects. Role as a provider of nursing care, resident carries out nursing care using the Roy Adaptation Model theory approach in 30 patients with respiratory system disorders. The competency target in the application of scientific evidence-based nursing actions is the application of acupressure therapy to reduce nausea and vomiting in lung cancer patients undergoing chemotherapy.
The results of the application showed that acupressure effectively reduced nausea and vomiting on patients with lung cancer undergoing chemotherapy. The next role as an innovator, innovation projects carried out in the form of the use of mobile phone applications for the assessment and management of independent nursing on patients with lung cancer. The results of the application show that mobile phone applications are beneficial for patients in symptom management independently.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Arif Hidayatullah
"Praktek klinik lanjut selama praktek residensi keperawatan pada sistem neurologi dimaksudkan untuk mampu memberikan asuhan keperawatan, menerapkan Evidence Based Nursing (EBN) serta mampu berperan sebagai innovator di ruang perawatan. Peran pemberi asuhan keperawatan dilakukan dengan menggunakan model adaptasi Roy pada pasien dengan status epileptikus dan 30 pasien lainnya dengan berbagai gangguan sistem persarafan. Perilaku maladaptif paling banyak adalah mode adaptasi fisiologi, yaitu ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral. Intervensi keperawatan berupa manajemen edema cerebral ditujukkan untuk meningkatkan adaptasi pasien dalam meningkatkan perfusi jaringan ceredral. Penerapan EBN diagonally aligned sitting training (DAST) pada empat pasien stroke menunjukkan keefektifan DAST dalam meningkatkan keseimbangan duduk pasien fase awal pasca stroke. Program inovasi keperawatan berupa penerapan program pencegahan kejadian jatuh pada pasien neurologi di rawat inap.

Advance clinical practice in neurological system during residency period is proposed to be able to provide nursing care, implement the evidence based nursing (EBN) and be able to act as innovator in the treatment room. The role of nurse care provider was made using Roy’s adaptation model in patients with status epilepticus and 30 other patients with various neural system disorders. The most maladaptive behavior is the physiological adaptation mode is the ineffective cerebral tissue perfusion, The nursing management intervention was cerebral edema management to improve patient adaptation in enchancing cerebral tissue perfusion. Implementation of EBN: diagonally aligned sitting training (DAST) in four patients with stroke can improve the sitting balance of the patients in the early post stroke phase. Implementation of the fall prevention program can be used for prevent the patient’s fall risk. Keywords: neurological disorder, status epilepticus, prevent risk, diagonally aligned sitting training, Roy Adaptation Model."
Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Adam
"Prevalensi pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler semakin meningkat. Perawat diharapkan memiliki kontribusi dalam penanganan pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler dengan menjalankan peran sebagai pemberi asuhan, pendidik, peneliti dan inovator. Praktik residensi spesialis keperawatan medikal bedah yang telah dilaksanakan selama 1 tahun (2 semester) bertujuan untuk melakukan penerapan dan pendalaman pada peran-peran tersebut dengan pendekatan Model Adaptasi Roy (MAR).
Peran sebagai pemberi asuhan diterapkan pada 30 pasien dengan berbagai gangguan kardiovaskuler dan satu pasien kasus kelolaan utama dengan STEMI. Peran sebagai pendidik dijalankan dengan pembimbingan perawat sejawat dan mahasiswa keperawatan.
Peran sebagai peneliti dijalankan dengan menerapkan tindakan keperawatan berbasis pembuktian ilmiah (evidence-based nursing) yaitu tindakan relaxation response untuk menurunkan tingkat stres pada pasien CAD. Peran sebagai inovator dijalankan dengan menerapkan format pemantauan komplikasi dan algoritma pada pasien post percutaneus coronary intervention (PCI).
Hasil analisis praktik menunjukkan bahwa MAR efektif digunakan sebagai pendekatan dalam asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kardiovaskular untuk meningkatkan tingkat adaptasi dan tindakan relaxation response efektif diterapkan untuk menurunkan skor stres dan marker fisiologis stres pada pasien CAD. Selain itu, format pemantauan dan algoritma dapat diterapkan untuk antisipasi dan penanganan komplikasi setelah menjalani PCI.

The prevalence of patients with cardiovascular disorders are increasing. Nurses are expected to contribute on managament of patients with cardiovascular disorders by running their roles as a care giver, educator, researcher and innovator. Residency clinical practice of medical-surgical nursing specialists had been carried out for 1 year (2 semesters) and aimed to implement and explore these roles with Roy?s Adaptation Model (RAM) approach
The role as a care giver was applied to 30 patients with various cardiovascular disorders and a patient with STEMI as the primary case. The role as an educator was performed by educating patients, nurses and nursing students.
The role as a researcher was carried out by applying the evidence-based nursing, relaxation response intervention to reduce stress levels in patients with CAD. The role as an innovator was executed by applying the complications monitoring format and algorithms for patients with post percutaneous coronary intervention (PCI).
The analysis showed that the MAR can be apllied effectively in nursing care for patients with cardiovascular disorders to improve adaptation level and the relaxation response intervention can be applied effectively to reduce stress scores and physiological markers of stress in patients with CAD. In addition, the post PCI monitoring format and algorithm can be applied effectively to anticipate and manage the complications after PCI.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Satrio Kusumo Lelono
"Salah satu terapi mengatasi Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Harga Diri Rendah pada Skizofrenia adalah dengan melakukan terapi CBT dan REBT. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas CBT dan REBT terhadap klien Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Harga Diri Rendah di RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian quasi experimental pre-post test with control group. Sampel berjumlah 60 orang yang meliputi 30 orang kelompok intervensi dan 30 orang kelompok kontrol.
Hasil penelitian menunjukkan penurunan tanda gejala klien Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Harga Diri Rendah lebih tinggi pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p value<0.05). Terapi CBT dan REBT efektif menurunkan Perilaku Kekerasan sebesar 61 %, Halusinasi 52,1% dan Harga Diri Rendah 66,2%. Peningkatan kemampuan kognitif, afektif dan perilaku pada kelompok intervensi sebesar 74,53%. Terapi CBT dan REBT direkomendasikan diterapkan sebagai terapi keperawatan lanjutan dalam merawat klien Skizofrenia dengan Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Harga Diri Rendah.

One of behavior therapy to overcome violence, hallucinations and Low Self- Esteem in Schizophrenia is to do a CBT and REBT. This study aims to examine the effectiveness of CBT and REBT Violence against the client behavior, hallucinations and Low Self-Esteem in RS Dr. H. Mahdi Marzoeki Bogor. Quasiexperimental research design pre-post test with control group. Samples numbered 60 people including 30 people the intervention group and 30 control group.
The results showed conduct client signs symptoms of decreased violence, hallucinations and Low Self-Esteem is higher in the intervention group compared to the control group (p value <0.05). CBT and REBT therapy effectively lowered by 61% Violent behavior, hallucinations 52.1% and 66.2% of Low Self-Esteem. Increased cognitive skills, affective and behavior in the intervention group at 74.53%. CBT and REBT therapy is recommended as a therapy applied in the advanced nursing care for schizophrenia clients with violent behavior, hallucinations and Low Self-Esteem.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2011
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Roy, Callista
New Jersey: Pearson, 2009
610.73 ROY r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Roy, Sister Callista
Connecticut: Appleton & Lange, 1999
610.73 ROY r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Juwi Athia Rahmini
"Spesialis keperawatan medikal bedah(KMB)khususnya neurologi membentuk nersspesialis neurosains yang berperan dalam praktik residensi selama 2 semester di RSUP dr. Cipto Mangunkusumo dan RSP Otak Nasional untuk memberikan asuhan keperawatan lanjutan, melakukan Evidence Based Nursing dan penerapan inovasi. Asuhan keperawatan yang dilakukan pada satu kasus utama ensefalitis autoimundan 30 pasien resume dengan gangguan neurologis menggunakan pendekatan Model adaptasi Sister Callista Roy. Ensefalitis autoimun merupakan salah satu kasus emergensi neurologi yang memerlukan penata laksanaan cepat dan tepat agar gejala sisa yang ditimbulkan menjadi adaptif. Diagnosa keperawatan pada kasus resume yang terbanyak adalah ketidak efektifan perfusi jaringan serebral. Selanjutnya Evidence Based Nursing dilakukan dengan menerapkan sleep hygiene yang menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur yang signifikan pada 5 pasien stroke dengan insomnia(p value 0,00). Kompetensi ners spesialis yang harus dicapai secara berkelompok adalah penerapan inovasi berupa tata laksana perawatan stroke terkini dengan Constraint Induced Movement Therapy (CIAT), Tongue stretching exercises(TSE), Constraint Induced Movement Therapy (CIMT),sit to stand training(STS),mirror therapy(MT)dan sleep hygiene(SH) sebagai aktivitas intervensi terbaru dengan masalah gangguan bicara dan bahasa, kesulitan menelan, gangguan mobilisasi,dan gangguan tidur yang diaplikasikan dapat membantu untuk mencegah terjadinya komplikasi dan membantu proses penyembuhan.

Surgical medical nursing specialists (KMB) especially neurology,form neuroscience specialists who play a role in the practice of KMB residency for 2 semesters at RSUP dr. Cipto Mangunkusumo and RSP National Brain to provide advanced nursing care, conduct Evidence Based Nursing and apply innovation. Nursing processwas performed in one major case of autoimmune encephalitis and 30 patients resumed with neurological disorders using the Sister Callista Roy model adaptation approach. Autoimmune encephalitis is one of the cases of neurological emergencies that requires prompt and precise management, than complication becomes adaptive. The nursing diagnosis in most resume cases is the ineffectiveness of cerebral tissue perfusion. Furthermore Evidence Based Nursing was carried out by applying sleep hygiene which showed a significant improvement in sleep quality in 5 stroke patients with insomnia (p value 0.00). Special nurses competencies that must be achieved in groups are the application of innovations in the form of the latest stroke care management with Constraint Induced Movement Therapy (CIAT), Tongue stretching exercises (TSE), Constraint Induced Movement Therapy (CIMT), sit to stand training (STS), mirrors therapy (MT)and sleep hygiene(SH) as the newest intervention activities with speech and language problems, difficultyswallowing, impaired mobilization, and insomniacan help to prevent complications and help the healing process."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Sulistiowati
"Prakktik residensi merupakan bagiam dari pendidikan profesi yang bertujuan untuk memebentuk perawat spesialis. Beberapa kompensasi yang harus dicapai dalam praktik residensi keperawatan medikal ebdah adalah manajemen kasus   menggunakan teori model keperawatan, penerapan model keperawatan berbasis bukti, dan proyek inovasi. Model adaptasi Roy digunakan dalam asuhan keperawatan dengan pasien dengan gangguan system pernapasan. Pendekatan model adaptasi Roy bertujuan untuk mempertahankan integritas adaptasi manusia. Model adaptasi Roy berperan dalam membantu mengembangkan mekanisme koping yang adaptif terhadap stimulusdari lingkungan. Pada target kompetensi penerapan asuhan berbasis bukti dengan penerapan Aroma Hand Massage untuk mengurangi nyeri, tingkat kecemasan dan depresi pada pasien dengan kanker paru terminal.
Hasil penerapan menunjukkan bahwa terapi aroma hand massage menurunkan skor nyeri dan depresi pada pasien dengan kanker paru terminal. Proyek inovasi adalah penerapan mobile phone application untuk pengkajian dan manajemen keperawatan mandiri pada pasien dengan kanker paru. Hasil penerapan aplikasi tersebut  menunjukkan bahwa kemanfaatan, mudah dalam penggunaan dan kepuasan responden dalam mengaplikasikannya.

The residency practice is a part of professional education to build specialist nurses. Some of the competencies must be achieved in residency practice of medical surgical are case management using nursing model theory, the application of  evidence-based nursing practice, and innovation projects. Roys adaptation mode is used in nursing care in patients with impaired respiratory function. Roys adaptation model aimed to develop adaptive coping mechanism from environment stimuli.
The implementation of evidence based nursing used Aroma Hand Massage was effective and useful significantly to reduce score pain and depression on patient with terminal lung cancer. Innovation project was the use of mobile phone application for assessment and management nursing intervention  on patient with lung cancer it was  useful, easy and fun to be applied.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Amri Husna
"Pendekatan model adaptasi Roy menggunakan penanganan stimulus terhadap perubahan perilaku fisik, konsep diri, fungsi peran dan interdependensi membantu pasien berperilaku adaptif terhadap perubahan status kesehatan yang terjadi. Respon fisiologis yang khas dikaji pada pasien kelolaan yaitu berfokus pada fungsi respirasi. Pasien mengalami gangguan respirasi yang disebabkan oleh adanya infeksi kronik pada paru oleh Mycobacterium tuberculosis. Selain itu, pasien juga memiliki penyakit penyerta yaitu Diabetes Melitus tipe 2, dan komplikasi berupa piopneumotoraks. Berdasarkan hasil pengkajian menggunakan pendekatan model adaptasi Roy, didapatkan tiga masalah keperawatan diantaranya gangguan pertukaran gas, resiko ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, dan resiko ketidakstabilan kadar glukosa darah. Selama 12 hari perawatan, pasien mengalami perkembangan perilaku inefektif menuju perilaku adaptif dari hari ke hari. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model adaptasi Roy efektif diterapkan pada pasien dengan tuberkulosis karena dapat mengkaji pasien secara komprehensif hingga evaluasi perilaku adaptif dan inefektif selama perawatan di rumah sakit.

Roy's adaptation model approach uses stimulus handling to changes in physical behavior, self-concept, role function and interdependence to help patients behave adaptively to changes in health status. The typical physiological response was examined in managed patients, focusing on the function of respiration. Patients experienced respiratory problems caused by chronic infection of the lungs by Mycobacterium tuberculosis. In addition, patients also had comorbidities of type 2 diabetes mellitus, and the complications was pyopneumothorax. Based on the results of the study using Roy's adaptation model approach, there were four nursing problems including gas exchange disorder, risk of fluid and electrolyte imbalance, and risk of instability in blood glucose levels. During the 12 days of nursing care, patients showed improvement from ineffective behavior towards adaptive behavior day by day. It can be concluded that Roy's adaptation model is effectively applied to patients with tuberculosis because it can comprehensively assess patients and can evaluate adaptive and ineffective behavior during hospital care."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>