Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 144858 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siahaan, Dian Rizky Ariprabowo
"@kakhiel adalah akun instagram yang menyajikan kumpulan meme comic yang selalu diperbaharui setiap hari. Meme comic yang muncul memiliki gayanya masing-masing untuk menimbulkan gelak tawa pada pembacanya. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti gaya humor yang lebih spesifik, yaitu humor yang dibangun dengan adanya ambiguitas pada interpretasi oleh ejaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan bentuk ambiguitas yang muncul pada meme comic akun instagram @kakhiel. Teori yang digunakan dalam menganalisis data adalah teori ambiguitas fonetik. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor lain yang muncul dalam membangun humor, yakni berupa budaya yang ada di Belanda, latar dan tokoh yang ada pada meme.

@kakhiel is an Instagram account that shows a collection of meme comics that are updated every day. The meme comic that appears has its own style to make the readers laugh. This study was conducted to examine a more specific style of humor, the humor that is pointed out by the ambiguity of spelling error that appears in the meme. This study aims to examine and explain the form of ambiguity that appears in the comic meme on the instagram account of @kakhiel. The theory used to analyze the data is the theory of phonetic ambiguity and the results of the study will show other factors that arise in constructing humor factor. For example the culture of the Netherland itself, background and the characters in memes."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Siahaan, Dian Rizky Ariprabowo
"@kakhiel adalah akun instagram yang menyajikan kumpulan meme comic yang selalu diperbaharui setiap hari. Meme comic yang muncul memiliki gayanya masing-masing untuk menimbulkan gelak tawa pada pembacanya. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti gaya humor yang lebih spesifik, yaitu humor yang dibangun dengan adanya ambiguitas pada interpretasi oleh ejaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan bentuk ambiguitas yang muncul pada meme comic akun instagram @kakhiel. Teori yang digunakan dalam menganalisis data adalah teori ambiguitas fonetik. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor lain yang muncul dalam membangun humor, yakni berupa budaya yang ada di Belanda, latar dan tokoh yang ada pada meme.

@kakhiel is an Instagram account that shows a collection of meme comics that are updated every day. The meme comic that appears has its own style to make the readers laugh. This study was conducted to examine a more specific style of humor, the humor that is pointed out by the ambiguity of spelling error that appears in the meme. This study aims to examine and explain the form of ambiguity that appears in the comic meme on the instagram account of @kakhiel. The theory used to analyze the data is the theory of phonetic ambiguity and the results of the study will show other factors that arise in constructing humor factor. For example the culture of the Netherland itself, background and the characters in memes"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Hayfa Fawid Putri
"Penggunaan meme oleh pelajar di dunia menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan maraknya media sosial, memunculkan dinamika komunikasi yang unik. Meme yang berupa gambar yang mengandung unsur humor dengan deskripsi singkat yang acap kali menyindir fenomena sosial dan budaya telah menjadi salah satu bentuk komunikasi di kalangan pelajar. Pelajar menggunakan medium ini untuk berkomunikasi dan menyampaikan pesan dengan cara yang unik dan kreatif. Penelitian ini melihat unsur pelanggaran maksim yang terdapat pada kesembilan meme bertema tugas kelompok unggahan @studenten.memes di Instagram. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori tentang pelanggaran maksim untuk menganalisis kesembilan meme secara keseluruhan. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya fungsi pelanggaran maksim flouting, suspending, infringing, violating, dan opting out guna mencapai kejenakaan dari unsur humor yang diciptakan oleh kesembilan meme tersebut. Membuat humor tercipta dengan adanya penekanan makna dengan cara yang kontradiktif, ironis, sinisme, atau denotatif. Pemahaman terhadap pelanggaran maksim menjadi kunci untuk mengartikan humor yang terkandung dalam meme-meme tersebut.

The use of memems by students worldwide has becme increasingly popular in recent years, especially with the rise of social media, giving rise to unique communication dynamics. Memes in the form of images containing elements of humor with short descriptions that often satirize social and cultural phenomena have become a form of communication among students. Students use this medium to communicate and convey messages in unique and creative ways. This research looks at the elements of maxim violations contained in the nine group assignment-themed memes uploaded by @studenten.memes on Instagram. The method used is a qualitative descriptive method using the theory of maxim violations to analyse the nine memes as a whole. The results of the research were the discovery of the function of violating the maxims of flouting, suspending, infringing, violating, and opting out in order to achieve humor from the elements of humor created by the nine memes. Thus humor is created by emphasizing meaning in a contradictory, ironic, cynical or denotative way. UNderstanding maxim violations is the key to interpreting the humor contained in these memes."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rizky Noviasri
"Meme internet secara vernakular dikenal dalam bentuk gambar lucu disertai tulisan. Salah satunya adalah gambar Soeharto sedang tersenyum dan melambaikan tangan disertai tulisan ?piye kabare? penak jamanku, to?? Prinsip utama meme adalah imitasi. Namun ternyata, imitasi dalam meme visual Soeharto tidak menghasilkan salinan yang sama persis dengan meme asalnya. Perubahan dapat dilihat dari tokoh yang digunakan. Tidak semua meme visual Soeharto menggunakan tokoh Soeharto. Melalui analisis isi terhadap 152 meme, penelitian ini bertujuan menggambarkan model replikasi tokoh dalam meme visual Soeharto. Model replikasi ini dapat dianalogikan dengan model replikasi gen. Meme dan gen tidaklah sama persis karena replikasi gen menghasilkan salinan yang sama persis dengan induknya, sedangkan replikasi meme membuka gerbang variasi bebas. Meme visual Soeharto tetap dikenali tanpa harus menggunakan Soeharto sebagai elemen visualnya. Harus ada elemen lain yang sama dengan meme asalnya. Jika tidak, identitas meme Soeharto akan hilang."
FSRD-ITB, 2016
303 JSIOTEK 15:1 (2016)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Kamilyaa Ariidha
"ABSTRAK
Ambiguitas terjadi ketika suatu kata atau kalimat memiliki makna lebih dari satu makna. Ambiguitas merupakan salah satu aspek yang dimanfaatkan untuk membentuk humor. Penelitian ini mengambil data dari akun kartun humor @uhpardon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana ambiguitas dimanfaatkan dalam humor dan kaitan gambar dalam membentuk humor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Dari data yang dibahas kemudian ditentukan apakah tergolong ke dalam ambiguitas leksikal atau gramatikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kartun @uhpardon memanfaatkan ambiguitas leksikal untuk memunculkan humor. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa gambar berperan penting dalam memunculkan humor pada kartun @uhpardon.

Ambiguity happens when a word or sentence has more than one meaning. Ambiguity is an aspect that is used to form a humor. The data for this study was taken from a humor cartoon account @uhpardon. This study aims to see how ambiguity is used to form a humor and to see the relation between image in forming of humor. The method used in this study is a descriptive method. From the data that had been discussed, is determined whether it is a phonetic, lexical, or grammatical ambiguity. The result shows that most of the uhpardons cartoons use lexical ambiguity to form the humor. This study also shows that image plays important role to form the humor."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Shofin Azimah Qolbi
"Penulisan ini akan membahas mengenai sinisme politik yang terdapat pada meme politik, khususnya pada akun Instagram @politicaljokesid. Akun ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai wadah informasi terkait berita politik terkini, namun juga dijadikan sebagai tempat menyuarakan sinisme politik pada meme yang diunggah sebagai bentuk budaya partisipasi politik digital. Penelitian ini menggunakan paradigm interpretif dengan pendekatan kualitatif. Teori sinisme politik Agger, Goldstein & Pearl digunakan untuk melihat proses sinisme politik tersebut. Data primer berasal dari wawancara dengan pemilik akun. Hasil ditemukan bahwa pada akun Instagram @politicaljokesid menggunakan meme sebagai alat dalam menyampaikan sinisme politik berupa kontra narasi. Sinisme politik yang tedapat pada meme dalam akun ini adalah sinisme politik dengan jenis sinisme politik kritis dan kynicism."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sembiring, Surya Anantatama
"ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji hiperrealitas Modest Fashion yang dilakukan oleh influencer fashion traveler melalui foto perjalanan berwisata yang diunggah di Instagram. Dian pelangi merupakan seorang fesyen desainer dan juga influencer fashion traveler yang memiliki pengaruh di Indonesia. Rekam gambar dari aktivitas berwisata yang dilakukan dengan penggunaan modest fashion di abadikan melalui teknologi kamera yang diunggah di Instagram ini kemudian dijelaskan melalui pemikiran Jean Baudrillard yang dimulai dari masyarakat konsumeris hingga hiperrealitas. Pengumpulan data dilakukan dengan cara crawling data akun media sosial Instagram Dian Pelangi kemudian gambar yang sesuai dengan konsep terkait influencer fashion traveler di analisis menggunakan semiotika sosial guna menampilkan sumber semiotik yang kemudian dielaborasi dengan gagasan yang dimiliki oleh Baudrillard terkait masyarakat konsumeris dan hiperrealitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi hiperrealitas modest fashion yang dilakukan oleh Dian Pelangi melalui unggahan foto perjalanan wisata di Instagram untuk menaikkan nilai yang sebelumnya melekat pada nilai kegunaan Modest Fashion sebagai pakaian sederhana menjadi nilai simbol baru. Dian Pelangi sebagai influencer fashion traveler melakukan aktivitas berwisata guna membedakan dirinya dengan influencer fashion lainya sehingga apa yang tampak dari penggunaan modest fashion Dian Pelangi berbeda dengan influencer modest fashion lainnya. Kemudian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unggahan foto penggunaan modest fashion dalam berwisata di Instagram menampilkan sisi berbeda dalam pembentukan nilai baru dalam penggunaan modest fashion di media sosial Instagram

ABSTRACT
This study examines the Modest Fashion hyperreality carried out by influencer fashion travelers through photos of travel trips uploaded on Instagram. Dian Pelangi is a fashion designer and influencer of fashion traveler who has influence in Indonesia. Image recordings of travel activities carried out with the use of modest fashion are captured through camera technology uploaded on Instagram and then explained through Jean Baudrillard`s thoughts, starting from consumerist society to hyperreality. Data collection was done by crawling data from Dian Pelangi`s Instagram social media account and then drawing in accordance with the concepts related to influencer fashion traveler in an analysis using social semiotics to display semiotic sources which were then elaborated on Baudrillard`s ideas related to consumerism and hyperreality. The results showed that there was a modest hyperreality of fashion carried out by Dian Pelangi through uploading travel photos on Instagram to increase the value previously attached to the value of the usefulness of Modest Fashion as simple clothing into a new symbol value. Dian Pelangi is a fashion traveler influencer to do activities to distinguish herself from other fashion influencers so that what appears from the use of Dian Pelangi`s fashion modest is different from other fashion modest influencers. Then, the results of this study indicate that uploading photos of the modest use of fashion in traveling on Instagram show a different side in forming new values ​​in the use of modest fashion on Instagram social media.
"
2019
T53068
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadya Nariswari Nayadheyu
"ABSTRAK

Tesis ini membahas objektifikasi dan normalisasi tubuh perempuan yang terjadi pada media sosial, khususnya akun Instagram @dramaojol.id. Akun ini tidak hanya dimanfaatkan untuk pembagian informasi terkait dengan transportasi online, namun juga sebagai tempat hiburan dimana tubuh perempuan seringkali diobjektifikasi. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif. Teori objektifikasi Fredickson & Roberts dan teori kekuasaan Foucault digunakan untuk melihat objektifikasi dan normalisasi tersebut. Data dianalisis melalui semiotika sosial Theo van Leeuwen melalui 3 tahap, yakni metafungsi representasi, interaksi, dan komposisi. Hasil yang ditemukan adalah pada metafungsi representasi, perempuan selalu ditempatkan sebagai tujuan (goal), metafungsi interaksi menunjukkan bahwa perempuan ditampilkan kepada khalayak sebagai penawaran (offer), dan metafungsi komposisi perempuan selalu ditempatkan ditengah sebagai fokus utama. Objektifikasi yang sering ditemukan pada akun ini adalah fungibility, penyamaan tubuh dengan obyek lain. Normalisasi dilakukan melalui wacana humor dengan karakteristik oposisi seksual dan non-seksual serta penggunaan teks maskulin melalui naming and androcentrism, double entendres, dan euphemism and taboo.


ABSTRACT

The focus of this study is objectification and normalization of woman's body that happen in social media, particularly @dramaojol.id's Instagram account. This account is not only used as a place to share information regarding to online transportation, but also as a place for recreation where women's body is often objectified. This research is a qualitative research using critical paradigm. Fredickson & Roberts' objectification theory and Foucault's power theory is used to explain the process of objectification and normalization. The data is analysed by using Theo van Leeuwen's social semiotics through 3 steps of analysis, namely metafunction of representation, interaction and composition. The findings are, at the level of representation woman is always placed as a goal. At the level of interaction, woman is presented as an offer to the followers and at composition woman's body is always placed as a focus to be objectified. It is also found that objectification that often happen in @dramaojol.id Instagram account is fungibility, treating the person as interchangeable with objects. Furthermore, normalization is done through humor with characteristics of sexual and non-sexual opposition whereas masculinity is portrayed by naming and androcentrism, double entendres and euphemism and taboo.

"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2018
T51831
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadia Farah Lutfiputri
"Pada saat ini, di media sosial Instagram terdapat sejumlah akun yang secara aktif mengunggah meme tentang budaya kerja di startup Indonesia, yang salah satunya adalah @ecommurz. Bermula dari akun meme, Ecommurz telah menjelma menjadi sebuah komunitas virtual di mana para pekerja startup saling berjejaring, berinteraksi, dan membantu sama lain. Dengan mengacu pada konsep connective action oleh Bennett & Segerberg (2012), penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana sebuah aksi kolektif di antara para pekerja startup dapat terbentuk melalui media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dilakukan dengan metode etnografi virtual, dan didukung oleh observasi mendalam, analisis retorika visual untuk mengungkap makna di balik meme yang diunggah dan analisis tekstual terhadap kolom komentar pada unggahan tersebut. Penelitian ini mengungkap bahwa melalui meme-meme yang bernuansa humor, satir, dan bergaya bahasa kasual, Ecommurz telah mendemokratisasi pembicaraan mengenai isu dan permasalahan yang dihadapi banyak pekerja di lingkungan startup. Hasilnya adalah terciptanya ikatan kolektif di antara para pekerja startup yang merasa relevan dengan meme yang diunggah dan memiliki kesamaan tujuan. Connective action yang terbentuk bermula dari aksi personal sekelompok orang, dan sepenuhnya terjadi secara organik melalui media sosial, Meskipun Ecommurz berperan besar sebagai yang memotori gerakan, tapi perkembangan pesat dan influence (pengaruh) kuat yang mereka miliki tidak akan tercipta tanpa adanya solidaritas dan partisipasi aktif di antara para pengikutnya. Hingga pada akhirnya, dampak dari gerakan yang mereka lakukan dapat turut menghasilkan perubahan atau mempengaruhi apa yang terjadi di kehidupan nyata (offline).

Currently, there are a number of Instagram accounts that are actively uploading memes concerning work culture at Indonesian startups, one of which is @ecommurz. Ecommurz began as a meme account and has evolved into a virtual community where startup workers network, connect, and help one another. This study tries to examine how connective action among startup employees can be formed through social media by referring to Bennett and Segerberg's (2012) concept of connective action. This is a qualitative research project using the virtual ethnography method, with in-depth observations, visual rhetorical analysis to uncover the meaning behind the uploaded memes, and textual analysis of the comments column. This study reveals that Ecommurz has democratized conversations regarding the concerns and problems experienced by many employees in the startup environment by using memes that are humorous, satirical, and casual in tone. As a result, a collective tie is formed among startup company employees who relate to the published memes and share similar objectives. The establishment of a connective action begins with the personal action of a group of people and occurs fully organically through social media. Even if Ecommurz is the movement's driving force, their rapid growth and great influence cannot be achieved without solidarity and active engagement among their followers. In the end, the impact of their movements can produce changes or influence what happens in real life (offline)."
Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Majid Ariyoga
"Penelitian ini membahas humor dalam meme internet @9gag di Instagram sebagai kritik terhadap guru dan murid dan menggunakan pendekatan Kajian Wacana Multimodal dan Pragmatik. Dalam sudut pandang wacana multimodal, meme internet yang terdiri atas moda verbal dan moda visual berperan penting dalam merepresentasikan makna baik secara mandiri maupun terintegrasi. Dalam sudut pandang pragmatik, ujaran dan gambar dalam meme internet tidak hanya berupaya menghibur pembaca melalui pesan humor, tetapi juga berupaya menyampaikan pesan kritik terhadap suatu peristiwa di dunia. Meme internet yang digunakan sebagai data penelitian ini diperoleh dari akun @9gag di Instagram. Ruang lingkup penelitian ini meliputi meme internet berbahasa Inggris yang berkaitan dengan interaksi sosial antara guru dan murid dalam kegiatan belajar di sekolah. Adapun kata kunci yang menjadi dasar pemilihan meme internet ini sebagai data penelitian adalah adanya kata teacher di  dalam caption. Meme internet ini mengandung ide-ide tertentu guna membangun makna ideasional dan memuat kritikan terhadap guru dan murid di balik humor multimodal. Guna mengungkap makna ideasional dan pesan kritik tersebut, ada tiga submasalah dalam penelitian ini: 1) bagaimana interaksi guru dan murid direpresentasikan oleh moda verbal dan visual dalam meme internet @9gag di Instagram?; 2) bagaimana moda verbal dan visual dalam meme internet @9gag saling berinteraksi guna mengungkap topik peristiwa?; dan 3) bagaimana humor dalam meme internet @9gag relevan digunakan sebagai bentuk kritik terhadap guru dan murid? Penelitian ini menggunakan lima teori guna menjawab pertanyan-pertanyaan tersebut, yaitu 1) konteks wacana (Cutting, 2008) untuk memperoleh pengetahuan baik di dalam dan di luar wacana; 2) sistem transitivitas (Halliday & Matthiessen, 2014) untuk menganalisis moda verbal; 3) komponen representasi (Kress & Van Leeuwen, 2006) untuk menganalisis moda visual; 4) hubungan logis intersemiotik (Liu & OHalloran, 2009) untuk menganalisis hubungan logis antara moda verbal dan visual; dan 5) relevansi (Sperber & Wilson, 1995) untuk menganalisis relevansi bahwa humor dalam meme internet ini relevan digunakan sebagai kritik terhadap guru dan murid. Hasil penelitian ini mengungkap proses-proses verbal dan visual yang merepresentasikan interaksi guru dan murid, hubungan logis antara caption dan gambar, topik-topik peristiwa, dan permasalahan yang muncul pada murid dan guru sebagai pesan kritik di balik humor. 

This study discussed humor in @9gags internet meme on Instagram as criticism to teachers and students and applied multimodal discourse and pragmatic approach. In the viewpoint of multimodal discourse, internet memes consisting of verbal modes and visual modes play an important role in representing meaning both independently and integrated. In pragmatic perspective, the utterances and images in internet memes are not only used to entertain the reader through humorous messages, but also used to convey critical message of any event in the world. The internet memes used as data in this research were obtained from the @9gag account on Instagram. The scope of this research includes English-language Internet memes related to social interactions between teachers and students in teaching and learning activities in schools. The keyword of choosing these internet memes as research data are the word teacher in the caption. The internet meme contained certain ideas to build ideational meaning and criticism to teachers and students behind multimodal humor. To reveal the ideational meaning and critical message, there are three subproblems in this study: 1) how are teacher and student interactions represented by verbal and visual modes in the @9gags internet memes  on Instagram ; 2) how do the verbal and visual modes in the @9gags internet memes interact to reveal the topic of the event?; and 3) how is the humor in @9gags internet memes relevant to be used as a form of criticism to teachers and students? This study applied five theories to answer these subproblems, namely 1) the context of discourse (Cutting, 2008) to obtain knowledge both inside and outside the discourse; 2) transitivity system (Halliday & Matthiessen, 2014) to analyze verbal modes; 3) representation component (Kress & Van Leeuwen, 2006) to analyze visual modes; 4) intersemiotic logical relations (Liu & OHalloran, 2009) to analyze the logical relations between verbal and visual modes; and 5) relevance (Sperber & Wilson, 1995) to analyze the relevance that humor in these internet memes is relevant to be used as criticism to teachers and students. The results of this study revealed verbal and visual processes that represented interaction between teacher and student, the logical relations between caption and image, the topics of events, and problems that arised in students and teachers as a message of criticism behind humor."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
T51770
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>