Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 65121 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Andre Gunawan
"ABSTRAK
Jurnal ini membahas mengenai karya lagu dari Wieteke van Dort, seorang penyanyi yang terkenal di Belanda. Di Belanda, dia dikenal sebagai penyanyi dengan ciri khas orang Indo. Dia meninggalkan Indonesia akibat adanya Imigrasi besar-besaran warga Belanda yang tinggal di Indonesia. Wieteke van Dort menggunakan ciri khas orang Indo dalam karirnya di Belanda. Masalah dalam jurnal ini adalah karakteristik budaya Indis yang bagaimana yang tercermin dalam lagu-lagu karya Wieteke van Dort. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik budaya Indis dalam lagu-lagu karya Wieteke van Dort. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu-lagu karya Wieteke van Dort mencerminkan kenangan kehidupannya ketika berada di Hindia-Belanda. Kenangan itu seolah mengurung dirinya.

ABSTRACT
This journal discusses the songwriting of Wieteke van Dort, a famous singer in the Netherlands. In the Netherlands, she is known as a singer with the characteristics of the Indo. She left Indonesia due to massive migration of Dutch citizens living in Indonesia to return to the Netherlands. Wieteke van Dort used the characteristics of the Indo people in her career. The problem in this journal is how Indis cultural characteristics are reflected in songs by Wieteke van Dort. This study aims to describe characteristics of Indies culture through Wieteke van Dorts songs. The results showed that the songs by Wieteke van Dort reflect memories of her life when she was in the Dutch East Indies. The memories seemed to lock her up."
2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Zalfa Ramadhanti Mumtazah
"Penelitian ini membahas mengenai gaya bahasa dari lirik empat lagu berbahasa Belanda terpopuler Wieteke van Dort versi Spotify beserta keterkaitannya dengan identitas Indo. Wieteke van Dort adalah artis berdarah Belanda yang lahir dan pernah tinggal di Indonesia (dahulu kala masih Hindia Belanda). Wieteke van Dort adalah penyanyi Belanda yang lahir dan besar di Hindia Belanda. Fokus penelitian ini terletak pada jenis-jenis gaya bahasa dalam lagu-lagu tersebut dan korelasinya dengan identitas Indo sesuai dengan teori identitas Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang analisisnya disesuaikan dengan teori gaya bahasa Braet untuk mengidentifikasi jenis-jenis gaya bahasa dan teori identitas menurut Hall untuk menjelaskan dinamika identitas van Dort. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan jenis gaya bahasa serta keterkaitannya dengan identitas Indo dalam lirik empat lagu-lagu Wieteke van Dort. Hasil dari penelitian ini adalah jenis gaya bahasa yang ada banyak mengandung kesan mengenai kenangan dan keindahan Hindia Belanda dan membandingkannya dengan Belanda. Jenis gaya bahasa pada lagu-lagu tersebut mengungkap identitas Indo dari sudut pandang Wieteke van Dort, terutama bagaimana van Dort merangkul identitasnya sebagai seorang Indo setelah ia pindah ke Belanda.

This paper explains the figure of speech in four most popular songs in Dutch by Wieteke van Dort according to her Spotify page and its correlation with her identity as an Indo. Wieteke van Dort is a Dutch singer born and grew up in Indonesia (it was Dutch Indies back then). The focus of this paper lies on the types of figure of speech in said songs and their correlations with the Indo identity that van Dort holds according to Stuart Hall’s theory of identity. The methodology used in this paper is qualitative-descriptive which analysis is based on Antoine Braet’s figure of speech theory to identify the styles used in the songs and the identity theory from Hall to describe the dynamics of van Dort’s identity of being an Indo. The results of this paper is that the types of figure of speech used in the song lyrics sung by Wieteke van Dort emphasize more in the memories and the beauty of Dutch Indies and compare them to the conditions in the Netherlands. These figures of speech lead to exposing how van Dort embraces her identity as explained by Hall, especially after she moved to the Netherlands."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2021
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Mega Putri Riandi
"Makalah non-seminar ini membahas representasi Indonesia yang terdapat dalam tiga buah lagu karya Wieteke van Dort yaitu Arm Den Haag (1975), Geef Mij Maar Nasi Goreng (1991), dan Terug Naar Soerabaja (1991).  Wieteke van Dort adalah seorang Indo yang lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Indonesia, tepatnya di Surabaya. Penulis ingin melihat bagaimana seorang Indo merepresentasikan Indonesia melalui karyanya.  Ketiga lagu tersebut dianalisis menggunakan teori semiotik Ferdinand de Saussure. Kesimpulan yang ingin dicapai adalah bagaimana lirik dari ketiga lagu tersebut memiliki makna yang merepresentasikan Indonesia.
This non-seminar paper discusses the representation of Indonesia contained in three songs by Wieteke van Dort namely Arm Den Haag (1975), Geef Mij Maar Nasi Goreng (1991), and Terug Naar Soerabaja (1991). Wieteke van Dort is an Indisch who was born and spent her childhood in Indonesia, precisely in Surabaya. The author wants to see how an Indisch represents Indonesia through his work. All three songs were analyzed using the semiotic theory of Ferdinand de Saussure. The conclusion to be reached is how the lyrics of the three songs have a meaning that represents Indonesia."
2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ezra Jan Reynara
"Penelitian ini membahas mengenai representasi Indonesia menurut karya lagu para artis, yaitu Wieteke Van Dort, Anneke Gronloh, dan grup band Rosy & Andres (Rosy Pereira dan Dries Holten) yang merupakan artis keturunan Indo-Belanda dan lahir di era 1930-1945. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan akan menganalisis pemaknaan secara detonasi dan konotasi dari lirik lagu tersebut berdasarkan teori semiotika yang dikemukakan oleh Roland Barthes. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pemaparan tentang Indonesia di mata penyanyi Indo-Belanda yang pernah tinggal di awal kemerdekaan Belanda dan kini menetap di Belanda. Dalam penelitian ini makna yang terdapat pada lagu ketiga artis dianalisis secara komparatif dan asosiatif untuk mendapatkan gambaran tentang Indonesia. Lirik lagu yang dianalisis merupakan lima lagu yang mengandung asosiasi denganIndonesia baik secara indera maupun nilai-nilai emosional. Dapat disimpulkan dari analisa bahwa Indonesia digambarkan positif oleh semua artis dan direpresentasikan dalam lagu mereka lewat kata-kata atau frasa yang berasosiasi dengan kekayaan budaya, keindahan alam, sifat karakter bangsa atau pesona masyarakatnya dan hasil budayanya.

This study discusses the representation of Indonesia according to the songs of the artists, namely Wieteke Van Dort, Anneke Gronloh, and the band Rosy & Andres (Rosy Pereira and Dries Holten) who are artists of Indo-Dutch descent and born in the 1930-1945 era. This study uses a qualitative descriptive analysis method and will analyze the denotation and connotation of the meaning of the song lyrics based on the semiotic theory proposed by Roland Barthes. The purpose of this study is to get an explanation of Indonesia in the eyes of Indo-Dutch singers who lived in the early days of Dutch independence and now live in the Netherlands. In this study, the meanings contained in the songs of the three artists were analyzed comparatively and associatively to get an overview of Indonesia. The song lyrics analyzed are five songs that contain associations with Indonesia, both sensory, and additional values. It can be concluded from the analysis that Indonesia is described positively by all artists and is represented in their songs through words or phrases associated with cultural richness, natural beauty, the character of the nation, or the charm of its people and cultural products."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Radya Ratih Hanum
"Penelitian ini membahas mengenai unsur-unsur Romantisisme dalam lirik lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Jung Seung Hwan. Penyanyi asal Korea Selatan ini dikenal akan lagu-lagunya yang romantis dan emosional. Lagu-lagu Jung Seung Hwan yang dianalisis pada penelitian ini adalah “Wind”, “It's Raining”, dan “The Snowman”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis unsur Romantisisme yang dalam lirik lagu-lagu tersebut. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah studi pustaka dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lagu-lagu ini memiliki unsur-unsur Romantisisme di dalamnya. Unsur-unsur Romantisisme yang terkandung dalam ketiga lagu adalah kembali ke alam, melankoli atau kemurungan, dan kerinduan akan masa lalu. Unsur-unsur Romantisisme ini tergambarkan dari diksi atau pilihan kata yang digunakan pada ketiga lagu tersebut.

This study discusses the elements of Romanticism portrayed in Jung Seung Hwan's songs’ lyrics. Jung Seung Hwan is a singer from South Korea who is known for his romantic and emotional songs. Jung Seung Hwan's songs that were analyzed in this study are “Wind”, “It's Raining”, and “The Snowman”. The aim of this study is to analyze the elements of Romanticism portrayed in the lyrics of these songs. The research method employed in this study is literature review with descriptive analysis method. The result indicates that these songs have elements of Romanticism in them. The elements of Romanticism portrayed in these songs are a return to nature, melancholy, and longing for the past. These elements of Romanticism are illustrated by the diction or choice of words used in these three songs."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Puteri Shifa Fadhilah Darmawan
"Zak-Kookboekje voor Kampeerders in Indië (1936) merupakan buku resep berkemah di Hindia Belanda karya Cortiana van Rijn. Buku ini menyajikan berbagai resep menu hidangan Eropa (Belanda) dan Hindia Belanda (Indonesia) yang mendapatkan pengaruh budaya Indonesia berdasarkan bumbu rempah-rempah, metode pengolahan hidangan, dan cara memasak hidangan di Hindia Belanda. Masalah penelitian ini adalah bagaimana budaya Indonesia ditampilkan dalam buku Zak-Kookboekje voor Kampeerders in Indië (1936)? Penelitian ini berfokus pada menu lokal berkemah dan percampuran masakan Indonesia dengan Belanda. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan budaya Indonesia melalui menu lokal pada saat berkemah dalam buku Zak-Kookboekje voor Kampeerders in Indië (1936) karya Cortiana van Rijn. Metode sejarah diterapkan pada penelitian ini dengan menggunakan konsep mimikri dan konsep akulturasi untuk menganalisis budaya Indonesia dalam buku resep ini. Hasil analisis menunjukkan beragam bahan lokal (rempah-rempah) dalam hidangan utama maupun hidangan penutup, teknik memasak, adaptasi bahan dan percampuran hidangan antara masakan Hindia Belanda (Indonesia) dengan Belanda yang menghasilkan menu yang inovatif, menggugah selera atau lezat. Buku resep menu berkemah ini tidak hanya mencerminkan perubahan dalam kebiasaan makan, namun juga merupakan simbol dari integrasi budaya dan keragaman yang menciptakan toleransi kebudayaan Indonesia dengan Belanda. Kata Kunci: Budaya Indonesia, Bahan Lokal, Menu Berkemah, Buku Memasak, Zak-Kookboekje voor Kampeerders in Indië.

Zak-Kookboekje voor Kampeerders in Indië (1936) is a book of recipes for camping in the Dutch East Indies by Cortiana van Rijn. This book presents a variety of European (Dutch) and Dutch East Indies (Indonesian) menu recipes for Indonesian culture using spices, methods of preparing dishes, and how to cook dishes in the Dutch East Indies. The problem of this research is how Indonesian culture is presented in the book Zak-Kookboekje voor Kampeerders in Indië (1936)? This research focuses on local camping menus and a mixture of Indonesian and Dutch cuisine. The purpose of this study is to describe Indonesian culture through local menus when camping in the book Zak-Kookboekje voor Kampeerders in Indië (1936) by Cortiana van Rijn. The historical method by Kuntowijoyo (2013) was applied to this study. In addition, the concept of mimicry and the concept of acculturation are applied to describe Indonesian culture in the camping menu recipe book. After analyzing Indonesian culture in the camping menu recipe book, it was found that there were local ingredients (spices) in main dishes and desserts, cooking techniques, adaption of ingredients and mixing of dishes between Dutch East Indies (Indonesia) and Dutch cuisine which resulted in an innovative, appetizing menu or delicious. This camping menu recipe book not only reflects changes in eating habits, but is also a symbol of the cultural integration and diversity that created tolerance between Indonesian and Dutch cultures."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Salsabila Auralia
"Penelitian ini menganalisis novel Het Huis van de Moskee (2005) karya penulis Iran-Belanda, Kader Abdolah, dengan permasalahan penggambaran budaya patriarki yang terdapat dalam novel, dan bertujuan untuk mendeskripsikan budaya patriarki yang ada dalam novel serta menghubungkannya dengan realitas kehidupan masyarakat Iran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, dengan menggunakan teori patriarki Sylvia Walby dan teori sosiologi sastra Sapardi Djoko Damono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk budaya patriarki dalam novel Het Huis van de Moskee, yaitu eksploitasi seksual perempuan untuk tujuan reproduksi, penindasan melalui pengaturan pakaian perempuan oleh pemerintah, dan dominasi dalam pekerjaan dan posisi sosial perempuan. Temuan ini juga mencerminkan kehidupan masyarakat Iran. Dalam novel Het Huis van de Moskee, meskipun Kader Abdolah lebih berfokus pada kehidupan politik dan sosial di Iran, dia juga menyajikan gambaran perempuan dalam ceritanya dengan mengisahkan berbagai kesulitan yang mereka hadapi.

This study analyzes the novel Het Huis van de Moskee (2005) by Iranian-Dutch writer, Kader Abdolah, with the problem of depicting patriarchal culture contained in the novel, and aims to describe the patriarchal culture in the novel and relate it to the reality of Iranian people's lives. This study uses a qualitative approach and descriptive method, using the patriarchal theory of Sylvia Walby and the theory of sociology of literature by Sapardi Djoko Damono. The results of the study show that there are several forms of patriarchal culture in the novel Het Huis van de Moskee, namely sexual exploitation of women for reproductive purposes, oppression through regulation of women's clothing by the government, and dominance in work and social position of women. These findings also reflect the life of the Iranian people. In the novel Het Huis van de Moskee, although Kader Abdolah focuses more on political and social life in Iran, she also presents a picture of the women in the story by telling about the various difficulties they face."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Joesana Tjahjani
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Fernanda Rizkianita
"Beberapa tahun belakangan ini, grup penyanyi asal Korea yang dikenal dengan BTS atau Bangtan Sonyeondan menjadi sebuah fenomena internasional. Pengaruh mereka sebagai idola generasi ketiga telah menembus pasar global. Album mereka yang berjudul Love Yourself terkenal dengan pesan mengenai “mencintai diri sendiri” dan album ini juga membantu mereka menjadi terkenal secara global. Tiga lagu dari album ini, “I’m Fine”, “Idol”, dan “Mic Drop” terpilih berdasarkan tingkat popularitasnya dan penampilannya di panggung internasional. Pada penelitian sosiolinguistik ini, metode yang digunakan adalah metode campuran, kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan dasar teori Poplack mengenai jenis alih-kode. Total alih-kode dari ketiga lagu adalah 90 alih-kode dengan 19 tag switches, 51 inter-sentential switches, dan 20 intra-sentential switches. Pendekatan kualitatif berfokus pada deskripsi, analisis dan interpretasi atas alasan dibalik alih-kode yang terjadi, baik dalam bahasa Inggris standar atau bahasa Inggris Afrika-Amerika (AAE). Maka dari itu, analisis diskursif digunakan sebagai dasar atas tiga fokus dalam pendekatan kualitatif. Selain itu, menurut teori Widawski mengenai bentuk AAE, bentuk penggabungan, abreviasi, konversi, penggabungan, peminjaman, dan pembuatan bentuk ditemukan dalam tiga lagu tersebut dengan total 47 ungkapan AAE. Teori tata bahasa dari J.L Dillard digunakan untuk membantu analisis penelitian ini. Alih-kode dalam AAE kemudian akan dianalisis menggunakan teori fungsi AAE dari Widawski. Dalam tiga lagu tersebut ditemukan fungsi sosial, psikologi, retorik, dan budaya.Teori fungsi digunakan untuk membantu menginterpretasikan motivasi dibalik ungakapan AAE yang digunakan. Dari 17 ungkapan AAE, motivasi yang paling sering digunakan adalah retorik dan psikologi. Ungkapan AAE berperan sebagai sebuah bahasa untuk menunjukan kekuatan mereka. Dalam lagu-lagu tersebut, ungkapan AAE berperan sebagai cara berekspresi untuk mencintai diri sendiri, perlawanan atas kebencian terhadap mereka, dan stereotip menjadi idola. Namun, penelitian lebih lanjut diharapkan untuk dilaksanakan dengan data yang lebih banyak dan cakupan analisis yang lebih besar.

Over the past few years, a Korean boy-group known as BTS or Bangtan Sonyeondan has become an international phenomenon. Their influence as the third-generation Idol has penetrated the global market. Their album, Love Yourself, is known worldwide for its message of self-love that later helps them to be known globally. Three songs in this album, "I'm Fine", "Idol", and "Mic Drop", are chosen for their popularity and performance in International stages. For this sociolinguistic research, the method is a mixed-method between quantitative and qualitative. The quantitative approach focuses on the 90 switches in the songs based on Poplack's theory of code-switching with 19 tag switches, 51 inter-sentential switches, and 20 intra-sentential switches. The qualitative approach focuses on describing, analyzing, and interpreting the possible reasons behind the switches that occur in both standard-English and African American English (AAE). Hence, discourse analysis is used as the base of the three intended focuses on the qualitative approach. Moreover, according to Widawski's forms of AAE, 47 expressions in AAE are found in these songs with combining, shortening, conversion, blending, borrowing, and creating forms. J.L. Dillard's grammar of AAE is also used to help analyze this research. These AAE switches than analyzed with Widawski's theory of function of AAE, which provides social, psychological, rhetorical, and cultural functions to help interpret the motivation behind the chosen AAE expressions. Out of 17 types of AAE switch, the most frequent motivations are rhetorical and psychological functions. AAE expressions act as a language of power since, throughout the songs, the expressions act as reassurance, mostly about self-love, and resistance toward hates and stereotype of being idols. However, further research is expected to be conducted with more extensive data and scope of analysis."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Andhieni Sekar Arum
"Lirik yang tersusun dalam sebuah lagu memiliki makna tersendiri yang merupakan pesan atau ekspresi hati penulisnya. Salah satunya adalah Maan de Steenwinkel pada albumnya yang bertajuk Onverstaanbaar yang rilis pada tahun 2020. Penelitian ini membahas bagaimana deiksis digunakan dalam lagu-lagu Maan de Steenwinkel dalam album Onverstaanbaar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan jenis deiksis beserta referen yang terdapat di dalamnya dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan merupakan enam lagu dari Maan de Steenwinkel dalam album Onverstaanbaar yang bertema cinta. Temuan dari penelitian ini adalah dominasi kemunculan deiksis persona dan waktu dalam setiap lagu. Dalam setiap lagu, terdapat deiksis persona pertama, yaitu Ik dan Me dengan referen penyanyi itu sendiri, serta kedua, yaitu Je atau Jij dengan referen pasangan penyanyi. Hal ini karena keenam lagu tersebut mengungkapkan perasaan Ik kepada pasangannya dalam bentuk interaksi. Sementara itu, kemunculan hij pada lagu 7 Maanden menggambarkan Ik yang bercerita kepada pendengar lagunya, mengenai seseorang, yaitu pasangannya. Deiksis tempat ditemukan dalam empat lagu dan cukup menggambarkan lokasi saat ujaran terjadi. Kemunculan deiksis sosial berupa kata sapaan joh dan baby diarahkan kepada pasangan duet Ik. Deiksis tekstual dat die, dan daarvoor merujuk pada keadaan atau situasi sebagai referennya, juga ditemukan dalam tiga lagu.

The lyrics that are composed in a song have their own meaning which is the message or expression of the author's heart. One of them is Maan de Steenwinkel on her album entitled Onverstaanbaar which was released in 2020. This study discusses how deixis is used in Maan de Steenwinkel's songs on the album Onverstaanbaar. The purpose of this study is to describe the types of deixis and their references using a qualitative descriptive method. The data used are six songs from Maan de Steenwinkel in the album Onverstaanbaar with the theme of love. The findings of this study are the dominance of the appearance of person and time deixis in each song. In each song, there is a first persona deixis, namely Ik and Me with references to the singer herself, and the second, namely Je or Jij with references to the singer's partner. This is because the six songs express Ik's feelings for her partner in the form of interaction. Meanwhile, the appearance of hij in the song 7 Maandendepicts Ik telling the listeners of her song about someone, namely his partner. Deixis of place is found in four songs and adequately describes the location when the utterance occurs. The emergence of social deixis in the form of greeting words oh and baby is directed to Ik’s duet partner. The textual deixis dat, die, and daarvoor refer to circumstances or situations as the reference, also found in three songs."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>