Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 142427 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nabila Cyrilla Imani
"Layanan video-on-demand di Indonesia merupakan pendatang baru di industri penyiaran Indonesia. Akan tetapi, situs free-to-access dan situs ilegal penyaji konten masih menjadi pilihan hiburan utama dari target konsumen di Indonesia. Kedatangan Netflix di Indonesia juga diikuti dengan persaingan yang semakin ketat di antara merekmerek layanan video on-demand lain. Maka dari itu, target konsumen tidak hanya perlu mengetahui merek Netflix Indonesia, tetapi juga bagaimana cara menggunakan, mengakses, dan memilih tontonan yang tersedia di Netflix.
Dalam mencapai objektif pemasarannya, Netflix Indonesia menggunakan media sosial sebagai medium utama dari strategi pemasaran digital mereka. Netflix Indonesia menggunakan cara yang unik dalam mengoptimalkan utilitas media sosial yaitu membuat dan membagikan internet meme sebagai konten pemasaran.
Tujuan dari makalah ini adalah untuk melihat bagaimana penggunaan internet meme dalam konten media sosial Netflix Indonesia dapat menumbuhkan interaksi dengan konsumen dan menyebarkan electronic Word-of-Mouth (e-WOM).
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu desk research. Penemuan yang didapatkan adalah penggunaan internet meme dalam konten pemasaran media sosial cukup efektif dalam timbulnya interaksi dan penyebaran e-WOM.

Video-on-demand service is a newcomer of the broadcasting industry in Indonesia. However, free-to-access sites and illegal content provider sites are still the main entertainment choices of Netflixs target consumers in Indonesia. Netflixs arrival in Indonesia was also followed by increasing competition among other on-demand video service brands. Therefore, the target consumers not only need to know the Netflix brand in Indonesia, but also how to use, access, and choose which shows are available on Netflix.
In achieving its marketing objectives, Netflix Indonesia uses social media as the primary medium of their digital marketing strategy. Netflix Indonesia uses a unique way to optimize social media utilities by creating and sharing internet memes as their content marketing.
The purpose of this paper is to see how the use of internet memes in Netflix Indonesias social media content can foster interaction with consumers and disseminate electronic Word-of-Mouth (e-WOM).
This research used a qualitative method with desk research as data collecting. The findings obtained are that the use of internet memes in social media marketing content is quite effective in the emergence of interaction and dissemination of e-WOM.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Nandita Istiqomah
"Popularitas internet di Indonesia semakin meningkat dan terjadi pergeseran konsumsi konten, dari TV konvensional menjadi internet melalui video on demand. Di Indonesia, penyedia layanan video on demand juga semakin banyak. Hampir semua penyedia layanan menggunakan media sosial untuk mempromosikan layanannya, salah satunya adalah Netflix Indonesia. Pemasaran melalui media sosial lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan khalayaknya. Media sosial yang masih aktif dan digunakan oleh Netflix Indonesia hingga saat ini adalah Instagram dan Twitter.
Makalah ini akan menganalisis mengenai strategi pemasaran media sosial yang digunakan berdasarkan fitur-fiturnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengambilan data menggunakan desk research melalui akun media sosial Netflix Indonesia. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan fitur-fitur yang digunakan dalam strategi pemasaran media sosial Netflix Indonesia, yaitu tone positif, selebriti, humor, promosi konten, dan relevansi kultural. Secara umum, strategi yang digunakan adalah dalam bentuk humor dengan memasukkan budaya lokal."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Viranti Mustika Sari
"Seiring dengan pertumbuhan dan evolusi internet, electronic word of mouth telah menjadi fenomena yang penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh electronic word of mouth (eWOM) di social media twitter terhadap minat beli konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden yang pernah terpapar informasi mengenai holycowsteak dan belum pernah bersantap di holycowsteak dengan menggunakan metode non-probability sampling serta teknik snowball. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan multiple regression. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa electronic word of mouth (eWOM) di social media twitter memiliki pengaruh yang kuat terhadap minat beli.

Following the growth and evolution of the Internet, electronic word of mouth have become an important phenomenon. The objective of this research is to analyze how the effect of electronic word of mouth (eWOM) in social media twitter toward purchase intention. This research applied quantitative approach. The sample of this research is 100 respondent exposed about holycowsteak restaurant via social media twitter and have not eat at holycowsteak, collected using non-probability sampling and snowball technique. This research used questionnaire as research instrument and analyzed with multiple regression. The result of this research indicate that electronic word of mouth (eWOM) in social media twitter have a strong effect toward purchase intention."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Shahnaz Aulia
"Media sosial telah dianggap sebagai alat pemasaran yang kuat karena memungkinkan komunikasi multi-arah antara merek dan konsumennya. Terkait meningkatnya minat konsumsi film di Indonesia, media sosial juga memungkinkan tersebarnya electronic word of mouth yang telah terbukti mampu mempengaruhi proses keputusan pembelian produk pengalaman termasuk di dalamnya film. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan social media marketing dan electronic word of mouth digunakan untuk meningkatkan brand loyalty oleh Cinema 21.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam memperkuat faktor anteseden brand loyalty yakni self-congruence, norma sosial, kualitas informasi, dan interaktivitas, Cinema 21 terutama berfokus pada peningkatan interaksi dengan memicu konsumen untuk berbagi pendapat atau ulasan mereka dan secara aktif memberikan respon pada platform yang dimiliki.

Social media has been considered a powerful marketing tool because it allows multidirectional communication between brands and consumers. In relation with the growing interest of film consumption in Indonesia, social media also allows the spread of electronic word of mouth that has been proven to be able to influence the decision making process of experiential products such as films. This paper aims to find out how social media marketing and electronic word of mouth is utilized by Cinema 21 to increase their brand loyalty.
The result of the analysis shows that in strengthening the anteceding factors of brand loyalty namely self-congruence, social norms, information quality, and interactivity, Cinema 21 focuses on increasing interaction by triggering consumers to share their opinions or reviews and actively respond to them through their owned social media platforms.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ayu Rizky Utami
"Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah terdapat pengaruh dari e-WOM dalam media sosial Path™ terhadap intensi membeli pada konsumen restoran “baru”. Penelitian ini didasari oleh fenomena maraknya penggunaan internet untuk mencari informasi mengenai restoran “baru”. Informasi yang didapatkan dari orang lain mengenai sebuah restoran melalui internet disebut sebagai electronic word-of-mouth. Hennig-Thurau dkk (2004) mendefinisikan e-WOM sebagai pernyataan positif atau negatif yang dibuat oleh konsumen yang potensial, aktual, dan terdahulu mengenai produk atau perusahaan via internet. Penelitan ini merupakan field experiment yang dilakukan kepada 64 partisipan yang tergolong sebagai konsumen emerging well-off-youth; 30 partisipan pada kelompok kontrol; 34 partisipan pada kelompok eksperimental.
Manipulasi berupa e-WOM mengenai restoran diberikan selama lima hari melalui media sosial Path™. Setelah itu, intensi membeli partisipan diukur melalui alat ukur Intensi Membeli (Ko, 2012). Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh e-WOM dalam media sosial Path™ terhadap intensi membeli pada konsumen restoran “baru” (F = 7.182; p < 0.01). Dengan demikian, pemilik bisnis restoran “baru” dapat menggunakan e-WOM untuk melakukan promosi dan juga konsumen restoran dapat menjadikan e-WOM sebagai sarana untuk mencari informasi mengenai restoran “baru”.

The objective of this study was to determine the effect of e-WOM on Path™ social media towards “new” restaurant consumer’s purchase intention. This study is based on the phenomena of the use of internet to seek information about a “new” restaurant. The information from the other people about restaurant which obtained through the internet was called electronic word-of-mouth (e-WOM). Hennig-Thurau et al (2004) defines e-WOM as “any positive or negative statement made by potential, actual, or former customers about a product or company, which is made available to a multitude of people and institutions via the Internet”. This study was a field experiment and conducted to 64 participants which all of them were classified as into well-off-youth consumers; 30
participants was in control group; 34 participants was in experimental group.
Manipulation in this study was e-WOM about a “new” restaurant that given for five days straight on Path™. Afterward, purchase intention was measured by purchase intention scale (Ko, 2012). The result of this study shows that there was an effect of e-WOM on Path™ social media towards “new” restaurant consumer’s purchase intention (F = 7.182; p < 0.01). Thus, “new” restaurant owners could use e-WOM for promoting their restaurant and also consumers could use e-WOM as a tool for searching informations about a “new” restaurant.;"
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2015
S60324
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fatimah Jasmine
"Baru-baru ini, penelitian tentang Word of Mouth Elektronik (Sarana promosi dari mulut ke mulut melalui media elektronik) dan niat beli konsumen semakin menarik perhatian. Namun, perbandingan lintas negara antara dua negara dengan latar belakang budaya yang berbeda belum diteliti, khususnya dalam industri pariwisata. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan literatur di bidang ini dan memberikan wawasan lebih bagi para manajer dan direktur bisnis di bidang pariwisata dengan menguji dampak kepercayaan Word of mouth elektronik pada niat beli konsumen dari dua pandangan budaya yang sangat berbeda. Penelitian kuantitatif dilakukan terhadap 119 responden dari dua negara yaitu warga negara Belanda dan warga negara Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan konsumen terhadap Word of mouth elektronik berpengaruh besar dan positif terhadap niat beli konsumen. Semakin tinggi kepercayaan konsumen terhadap Word of mouth elektronik semakin tinggi niat mereka untuk membeli produk tersebut. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa budaya sebagai variabel moderasi tidak mempengaruhi hubungan tersebut. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara responden dari Indonesia yang memiliki latar belakang budaya kolektivisme dan Belanda yang memiliki latar belakang budaya individualisme.
Recently, research on electronic word of mouth and purchase intention has been growing in attention. However, a cross country comparison between two different cultural backgrounds have not yet been investigated, especially in the travel industry. Thus, this study aims to fill in the gap of the literature and provide valuable insights for managers and directors of travel-related business by examining the impact of trust in electronic word of mouth on purchase intention on two very different cultural view. A quantitative research were conducted on 119 respondents, both Dutch and Indonesians. The results showed that level of trust in electronic word of mouth has a big and positive influence on consumer`s purchase intention. The higher the consumers trust the eWOM, the higher their intention to purchase the product. Moreover, the results also showed that culture as a moderating variable did not affect this relationship. There are no significant difference between Indonesian respondents which have a collectivism background of culture and Dutch which have an individualism culture background."
2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Rani Sutari
"Skripsi ini membahas tentang situs jejaring sosial twitter yang mempunyai efek viral pada pemasaran dewasa ini, atau biasa juga disebut eWom (electronic word of mouth) Skripsi ini diadopsi dari penelitian sebelumnya oleh peneliti asal Malaysia di tahun 2010. Penelitian bersifat kuantitatif ini memiliki variabelvariabel yang mendukung kecepatan penyebaran pesan pemasaran atau rapid diffusion to audience reach, yaitu: playfulness, critical mass, community driven, peer pressure, perceived ease of use, dan perceived usefulness. Hasilnya adalah semua variabel terbukti mendukung kecepatan penyebaran pesan kecuali community driven. Untuk penelitian selanjutnya lebih baik spesifik kepada satu kasus pemasaran yang menggunakan twitter sebagai alat pemasarannya agar lebif focus pada variabel yang ada dan bisa mendapat hasil yang lebih spesifik juga.

This research is pointing out to the main factors of why twitter facilitates viral marketing or what's usually also known as electronic word of mouth marketing. It aims to the main reason of a modern day marketing that uses social networking websites to market their products and services. This research is adopted from a 2010 research done by Malaysian scholars. It's a quantitative research with some certain variables that induced viral marketing or rapid diffusion to audience reach, such as: playfulness, critical mass, community driven, peer pressure, perceived ease of use, and perceived usefulness. All the independent variables are proved to be the factor of rapid diffusion to audience reach, except for community driven. For the next research it's best to focus to one specific case where the marketer use only twitter for their marketing tool as it will be more representing what's the most significant of all variables and will have more specific result."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rica Sharma
"Tesis ini membahas hubungan electronic word-of-mouth di social media dan brand image terhadap keputusan pembelian, studi dalam memilih preschool Highscope. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksplanatori, responden adalah orang tua yang diwakili oleh ibu dari murid yang terdaftar di preschool Highscope, berjumlah 97 orang. Metode analisa data dilakukan dengan analisa statistik deskriptif dan analisa jalur untuk membuktikan hipotesis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa electronic word-of-mouth (e-WOM) di social media dan brand image memiliki pengaruh signifikan baik secara terpisah maupun secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian.

This thesis discusses about the relationship electronic word-of-mouth in social media and brand image on purchase decisions, in choosing a preschool Highscope study. This research is a quantitative study with explanatory design; respondents are parents who are represented by the mother of a student enrolled in preschool Highscope, totaling 97 people. Data analysis method are descriptive statistical analysis and path analysis to prove this research hypothesis. The results showed that the electronic word-of-mouth (e-WOM) in social media and brand image has a significant effect, either separately or jointly to the purchasing decision."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
T41659
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ardiansyah
"Tesis ini ingin menguji pengaruh bauran pemasaran yang dilakukan oleh media performance portal social media terhadap sebuah attitude program social marketing, serta hubungannya dengan source credibility portal tersebut. Program sosial yang dijadikan objek penelitian adalah program Generasi Berencana. Penelitian menggunakan metode Structural Equations Modelling (SEM).
Berdasarkan data dari 150 responden maka dapat diketahui bahwa dalam program social marketing, kredibilitas sumber, engagement, dan word of mouth berpengaruh positif terhadap pembentukan prilaku, namun tidak untuk awareness sebuah program. Kemudian didapatkan temuan bahwa sikap berpengaruh terhadap niat perilaku, namun norma subjektif tidak berpengaruh secara positif dalam pembentukan niat perilaku.

The thesis is to examine the influence of marketing mix by media performance social media portals attitude towards a social marketing program, and its relationship with the source credibility portal. Social programs that made the object of research are the generation of program planning. The Research is using Structural Equations Modeling (SEM).
Based on data from 150 respondents it can be seen that in social marketing programs, source credibility, engagement, word of mouth and positive influence on the formation of behavior, but not for an awareness program. Then research obtained findings that attitudes influence behavioral intention, but not subjective norms positively influence the formation of behavioral intentions."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T34767
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Qashash Lasasi Afimanya
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah aktivitas social media
marketing berpengaruh terhadap loyalty intentions melalui driver customer equity,
yaitu value equity; brand equity; dan relationship equity; dalam konteks
perbankan yaitu PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Sampel pada
penelitian ini adalah nasabah BNI yang berpengalaman mengunakan social media
BNI dan yang menggunakan Internet Banking BNI sejumlah 215 responden.
Structural Equation Modelling (SEM) dengan software LISREL 8.51 digunakan
untuk mengolah data. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas social media
marketing memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap value equity, brand
equity, relationship equity, dan loyalty intentions. Value equity dan brand equity
juga memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap loyalty intentions,
sedangkan relationship equity tidak tidak terbukti memiliki pengaruh yang positif
yang signifikan terhadap loyalty intentions.

ABSTRACT
The objective of this research is to study whether social media marketing
activities have significant effects on loyalty intentions through customer equity
drivers, such as value equity; brand equity; and relationship equity; in the context
of banking, which is PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. The respondents
for this research are customers of BNI who have experienced using social media
of BNI and BNI Internet Banking BNI in the number of 215 respondents. The
data was processed through Structural Equation Modeling (SEM) using LISREL
8.51. The results show that social media marketing activities have a significant
positive effect on value equity, brand equity, relationship equity, dan loyalty
intentions. Value equity and brand equity also have a significant positive effect on
loyalty intentions, while relationship equity is not proven having a significant
positive effect on loyalty intentions."
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T34778
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>