Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 17984 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nabilah Budhi Harto
"ABSTRAK
Penelitian ini menguji sifat psikometrik dari New Obsessive Compulsive Scale (NOCS) dan kualitas barangnya. Dalam tutorial, siswa merumuskan item baru berdasarkan karakteristik yang terdiri dari perilaku kompulsif obsesif. Ini dikritik sebagai kelas untuk menghapus atau menulis ulang item yang bermasalah. Data percontohan diperoleh untuk mengevaluasi lebih lanjut kegunaan barang, sebelum menyelesaikan Skala Kompulsif Obsesif Baru. Semua data dikumpulkan dari118 mahasiswa psikologi sarjana di The University of Queensland di mana mereka telah menyelesaikan Skala Kompulsif Obsessif Baru, di antara tindakan-tindakan lain, dalam tutorial PSYC3020 mereka. Hasil mengungkapkan bahwa Skala Kompulsif Obsesif Baru memiliki keandalan yang dapat dipertanggung jawabkan dan konsistensi internal (= 0,82). Selain itu, skor NOCS berkorelasi positif dengan Obesessive Compulsive Inventory - Revisi (OCI-R) (r = .82), Beck Depression Inventory (BDI) (r = .32) dan Skala Kecemasan dan Stres Skala (DASS) (r = .52), dengan demikian mengusulkan bahwa Skala Baru adalah dapat diandalkan dan valid. Rekomendasi dibuat untuk meningkatkan studi di masa depan.

ABSTRACT
The present study examined the psychometric properties of the New Obsessive Compulsive Scale (NOCS) and its item quality. In a tutorial, students formulated new items based on the characteristics comprising obsessive compulsive behaviour. These were critiqued as a class to remove or reword problematic items. Pilot data was obtained to further evaluate the usefulness of items, before finalizing the New Obsessive Compulsive Scale. All data were collected from118 undergraduate psychology students in The University of Queensland in which they have completed the New Obsessive Compulsive Scale, amongst other measures, in their PSYC3020 tutorial. Results revealed that New Obsessive Compulsive Scale has a liable reliability and internal consistency ( = .82). Furthermore, NOCS scores was positively correlated with the Obsessive Compulsive Inventory - Revised (OCI-R) (r = .82), Beck Depression Inventory (BDI) (r = .32) and Depression Anxiety and Stress Scale (DASS) (r = .52), thereby proposing that the New Scale is a tolerably reliable and valid. Recommendations were made in order to improve future studies."
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nabilah Budhi Harto
"ABSTRAK
Penelitian ini menguji sifat psikometrik dari New Obsessive Compulsive Scale (NOCS) dan kualitas barangnya. Dalam tutorial, siswa merumuskan item baru berdasarkan karakteristik yang terdiri dari perilaku kompulsif obsesif. Ini dikritik sebagai kelas untuk menghapus atau menulis ulang item yang bermasalah. Data percontohan diperoleh untuk mengevaluasi lebih lanjut kegunaan barang, sebelum menyelesaikan Skala Kompulsif Obsesif Baru. Semua data dikumpulkan dari118 mahasiswa psikologi sarjana di The University of Queensland di mana mereka telah menyelesaikan Skala Kompulsif Obsessif Baru, di antara tindakan-tindakan lain, dalam tutorial PSYC3020 mereka. Hasil mengungkapkan bahwa Skala Kompulsif Obsesif Baru memiliki keandalan yang dapat dipertanggung jawabkan dan konsistensi internal (= 0,82). Selain itu, skor NOCS berkorelasi positif dengan Obesessive Compulsive Inventory - Revisi (OCI-R) (r = .82), Beck Depression Inventory (BDI) (r = .32) dan Skala Kecemasan dan Stres Skala (DASS) (r = .52), dengan demikian mengusulkan bahwa Skala Baru adalah dapat diandalkan dan valid. Rekomendasi dibuat untuk meningkatkan studi di masa depan.

ABSTRACT
The present study examined the psychometric properties of the New Obsessive Compulsive Scale (NOCS) and its item quality. In a tutorial, students formulated new items based on the characteristics comprising obsessive compulsive behaviour. These were critiqued as a class to remove or reword problematic items. Pilot data was obtained to further evaluate the usefulness of items, before finalizing the New Obsessive Compulsive Scale. All data were collected from118 undergraduate psychology students in The University of Queensland in which they have completed the New Obsessive Compulsive Scale, amongst other measures, in their PSYC3020 tutorial. Results revealed that New Obsessive Compulsive Scale has a liable reliability and internal consistency (a = .82). Furthermore, NOCS scores was positively correlated with the Obsessive Compulsive Inventory - Revised (OCI-R) (r = .82), Beck Depression Inventory (BDI) (r = .32) and Depression Anxiety and Stress Scale (DASS) (r = .52), thereby proposing that the New Scale is a tolerably reliable and valid. Recommendations were made in order to improve future studies."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Rena Latifa
"Humor sebagai bagian dari kualitas insani memiliki dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental manusia. Banyak temuan penelitian yang membuktikan manfaat humor. Humor dapat mengurangi tingkat kecemasan dan sores individu, meningkatkan kesehatan mental, serta berkaitan erat dengan kreativitas dan kepribadian matang. Perhatian ahli-ahli ilmu sosial, khususnya psikologi, terhadap fenomena humor ternyata juga cukup besar. Terlihat dan adanya berbagai teori dan penelitian tentang humor dalam kaitannya dengan kehidupan manusia. Termasuk penelitian mengenai pengembangan alat ukur rasa humor guna menelusuri tingkat dan jenis rasa humor yang terdapat pada individu.
Salah satu penelitian yang berkaitan dengan alat ukur rasa humor ini adalah penelitian Thorson & Powell (1991) yang mencoba menggabungkan berbagai konsep dan definisi rasa humor dari penelitian terdahulu, sehingga dihasilkan konsep yang multidimensional dalam memaknai rasa humor. Konsep Thorson & Powell ini dituangkan pada sebuah alat ukur rasa humor yang diberi nama Multidimensional Sense of Humor Scale (MSHS). Dalam perjalanannya, alat ukur ini sudah digunakan secara Iuas oleh banyak peneliti di seluruh dunia serta menunjukkan angka reliabilitas dan validitas yang sangat baik.
Penelitian ini ingin mengetahui: (1) Koefisien reliabilitas dan validitas hasil adaptasi item-item Multidimensional Sense of Humor Scale pada kelompok sampel masyarakat umum di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. (2) Gambaran tingkat sense of humor pada kelompok sampel masyarakat umum di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi berdasarkan kategori penormaan yang dibuat.
Sampel diambil dengan cara accidental pada beragarn responden yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi sejumlah 210 orang.
Hasil pengujian reliabilitas didapatkan nilai alpha sebesar 0.8674 (N of cases = 210, N of items = 24). Hasil uji validitas per item didapatkan skor validitas di atas 0.2 pada tiap item. Hanya terdapat 2 item yang memiliki skor < 0.2 yakni item nomor 19 dan 20.
Berkaitan dengan kategori penormaan, terdapat sejumlah 27 orang subyek yang skornya berada antara 28 - 53 dikategorikan pada kelompok yang memiliki tingkat rasa humor yang rendah, 124 responden yang rasa humomya berada pada taraf sedang (rentang skor 54-70), 59 responden dikategorikan memiliki tingkat rasa humor yang tinggi dengan rentang skor antara 71 sampai 96.
Hasil adaptasi alat tes ini tidak berbeda jauh dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti aslinya (Thorson & Powell, 1993). Dan penelitian terhadap 426 orang di Nebrasaka didapatkan penyebaran skor dari nilai 31 hingga 96, sementara pada penelitian ini (N = 210) skornya terdistribusi secara normal dari angka 28 hingga 96. Sementara itu, berkaitan dengan data kontrol, Thorson & Powell juga tidak menemukan perbedaan siginfikan pada tingkat usia dan jenis kelamin (Thorson & Powell, 1993), sama halnya dengan hasil pada penelitian ini. Mengenai 2 item yang memiliki validitas rendah (item nomor 19 dan 20) yakni kemungkinan karena tidak dapat diterjemahkan secara baik dari bahasa aslinya (keterbatasan kosa kata Bahasa Indonesia). Keterbatasan sebuah hasil adaptasi skala memang banyak dipengaruhi oleh terbatasnya jumlah dan jenis kosa kata dari masing-masing negara tempat suatu alat tes diadaptasikan. Hal ini pernah terjadi saat Thorson & Powell (1991) melakukan adaptasi skala Svebak's Sense of Humor Questionnaire. Hasilnya menunjukkan tingkat validitas dan reliabilitas yang sangat rendah (0.512), yang menurut penelitian Thorson & Powell tak lain disebabkan karena alat ukut ini tidak dapat diterjemahkan secara baik dari bahasa aslinya Norwegia (Thorson & Powell, 1991). Salah satu dimensi dari alat ukur ini (uses of humor for coping) terbukti cukup baik untuk mengaitkan humor dengan kemampuan menghadapi situasi sulit dalam hidup dan selanjutnya dapat berperan untuk setting klinis (Thorson & Powell, 1991).
Untuk penelitian lebih lanjut dapat dicermati pengalihbahasaan secara lebih teliti dan menghindari ambiguitas makna pada tiap-tiap item, gunanya untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas skala. Pada data kontrol, ada baiknya jika pilihan rentang usia dipersempit guna melihat ragam karakteristik usia yang lebih spesifik. Saran praktis: skala ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi rasa humor pada klien dengan gangguan klinis. Rasa humor ada kaitannya dengan kepribadian matang, dan jika diketahui adanya rasa humor pada klien, maka dapat berguna bagi perkembangan kepribadian klien selanjutnya, terutama juga berguna dalam menangani masalah yang sedandihadapinya."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T17814
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Titin Juhartini
"Pada umumnya, sekolah-sekolah swasta melakukan tes masuk atau tes seleksi siswa baru untuk menentukan siswa yang diterima pada tahun ajaran baru. Tes tersebut biasanya menggunakan tes akademik (dalam hal ini tes prestasi belajar) dan psikotes. Namun, apakah butir soal tes akademik yang digunakan sudah cukup representatif untuk menjaring siswa yang sesuai dengan keinginan suatu lembaga pendidikan? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal yang digunakan dalam tes matematika pada soal seleksi penerimaan siswa baru di sebuah SMP swasta di Jakarta Selatan dan hubungannya dengan prestasi belajar matematika pada semester satu di kelas satu SMP. Tujuan utama analisis soal adalah pengujian mute soal yang dapat memberikan informasi tentang karakteristik internal, yaitu balk buruknya suatu soal berdasarkan analisa kuantitaif (Depdikbud,1998:9). Data yang digunakan berupa data sekunder selama empat tahun, yaitu data respon jawaban peserta tahun 2002, 2003, 2004, dan 2005, balk data awal (seluruh peserta yang mengikuti tcs seleksi sebanyak 879 calon siswa ) maupun data respon jawaban dari peserta yang diterima dan data nilai rapor matematika semester satu di kelas satu SMP sebanyak 475 siswa, Soal-soal dianalisis dengan metode Item Response Theory (IRT) menggunakan program QUEST yang dibuat oleh Raymond J Adams dan Siek-Toon Khoo. Model logistik parameter yang digunakan adalah model satu parameter (model Rasch). Untuk melihat hubungan antara basil tes seleksi dengan prestasi belajar matematika digunakan analisis korelasi dan regresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 160 butir soal yang tersebar dalam empat paket soal (tahun 2002, 2003, 2004, dan 2005), hanya satu soal yang menunjukkan tidak fit terhadap tes. Tingkat kesulitan soal yang diolah perpaket berkisar antara -2,9 sampai dengan 4,5, sementara tingkat kesulitan soal yang diolah dengan cara digabung berkisar antara - 3,3 sarnpai dengan 5,8. Tingkat kemampuan peserta tes pada soal yang diolah perpaket berkisar antara -1,5 sampai dengan 4,5, sedangkan pada soal yang diolah secara gabungan berkisar antara -1,7 sampai dengan 4,5. Antara basil tes matematika dengan basil belajar matematika pada semester satu di kelas sate SMP mempunyai korelasi positif dengan koefisien korelasi sebesar 0,620 (2002), 0,675 (2003), 0,723 (2004), 0,669 (2005), dan 0,598 (paket gabungan). Hasil regresi menunjukkan bahwa dari dua prediktor, yaitu hasil tes matematika dan hasil psikotes, hanya hasil tes matematika saja yang memberikan kontribusi signifikan (p < 0,001) terhadap nilai rapor matematika semester satu di kelas satu SMP, kecuali pada tahun 2004 (kedua prediktor memberikan kontribusi yang signifikan)."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T 17811
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ardelia Nabila Anwar
"ABSTRAK
Berdasarkan literatur sebelumnya, bahwa munculnya perilaku obsesif kompulsif pada mahasiswa meningkat dan skala - skala sebelumnya hanya mengukur pasien yang telah didiagnosis dengan gangguan obsesif kompulsif, studi ini telah mengembangkan skala obsesif kompulsif OCB scale untuk mahasiswa yang secara khusus mengukur gejala obsesif kompulsif berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of mental disorders DSM : 5th edition. Selain itu, tujuan lain dari studi ini untuk menginvestigasi karakteristik psikometrik dari OCB scale. 142 mahasiswa berumur dari 18 sampai 54 tahun berpartisipasi secara sukarela di survey besar. Perhitungan cronbach rsquo;s alpha pada penelitian ini menyatakan bahwa konsistensi internal skala ini sangat baik. Selain itu, analisis item discrimination index menunjukan bahwa kualitas tiap item dari OCB scale ini cukup baik. Tiga skala dipakai untuk menilai validitas OCB scale. Pertama - tama, peserta dengan skor tinggi di OCB scale mendapatkan skor tinggi di Obsessive-Compulsive Invetory-Revised OCI-R , menandakan validitas konvergen yang sangat baik. Kedua, peserta yang dengan skor tinggi di OCB scale mendapatkan skor tinggi di Penn State Worry Questionnaire PSWQ menunjukan validitas divergent skala ini membutuhkan perbaikan. Ketiga, peserta yang mendapatkan skor OCB scale yang tinggi juga mendapatkan skor tinggi di Responsibility Attitude Scale RAS menandakan validitas kriteria yang sangat baik.

ABSTRACT
Based on previous literatures that the occurrence of Obsessive Compulsive Behaviour OCB in college students is increasing and previous scales often only measured patients who have been diagnosed with Obsessive Compulsive Disorder OCD , this study developed Obsessive Compulsive Behaviour OCB scale for college students that specifically measures obsessive compulsive symptoms according to Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders DSM 5th edition. Furthemore, the other objective of this study is to investigate the psychometric properties of OCB scale. 142 college students aged from 18 to 54 years old participated voluntarily in mega survey. Calculation of cronbach rsquo s alpha in this study revealed that internal consistency of this scale was excellent. Furthermore the analysis of item discrimination index showed that the quality of each item for this scale was moderately good. Three scales were used to examine the validity of OCB scale. First of all, participants who scored high in OCB scale obtained high score of Obsessive Compulsive Invetory Revised OCI R indicates excellent convergent validity. Secondly, participants who scored high in OCB scale obtained high score of Penn State Worry Questionnaire PSWQ shows that the divergent validity of this scale needs improvement. Thirdly, participants who had high score of OCB scale also scored high in Responsibility Attitude Scale RAS indicates excellent criterion validity."
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2017
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Sherine Kamila Hassan
"ABSTRAK
Penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan skala baru dalam mengukur grit dengan mengacu pada skala grit yang dikembangkan oleh Angela Lee Duckworth dan rekan-rekan nya 2007 . Pada tepatnya, penelitian ini akan menjawab apakah skala grit yang baru dapat memperoleh hasil yang sama dengan skala grit s-grit yang dikembangkan oleh Duckworth 2007 dan menghasilkan nilai validitas dan reliabilitas yang sesuai. Untuk menguji validitas skala tersebut, tiga hipotesis empiris digunakan untuk menganalisis korelasi antara hasil yang diperoleh skala baru dan s-grit dengan menguji internal consistency dan item discrimination index, yang hasilnya juga digunakan untuk menguji validitas skala baru. Hasil yang ditemukan dari analisis validitas dan reliabilitas konsisten dengan tiga hipotesis empiris adalah korelasi positif antara skor dari skala baru dan s-grit, korelasi positif antara skor conscientiousness dari skala baru dan s-grit, dan korelasi positif antara skor work-ethics profile dari skala baru dan s-grit. Ini menunjukkan bahwa skala grit yang baru memiliki validitas yang cukup tinggi karena kesesuaiannya dengan validitas skala s-grit. Namun, berdasarkan hasil penelitian ini, penelitian kedepannya dapat meningkatkan nilai item discrimination index untuk meningkatkan validitas dan keumuman skala grit baru.

ABSTRACT
The aim of this study is to develop a new grit scale with reference to the established grit scale by Duckworth and colleagues 2007 . Specifically, the purpose of this study is to discover whether the redeveloped grit scale will yield the same outcome as the previous grit scale while maintaining validity and reliability. To establish the validity of the new grit scale, three empirical hypotheses are generated to examine the relationship between the scores on the new scale and scores on other measures, as well as identifying the sample characteristics of grit. Additionally, reliability analyses such as Internal Consistency and Item Discrimination Index were also conducted to strengthen the new scale rsquo;s validity. The new grit scale was high in internal consistency and most items had reasonable item discrimination indices. Results showed that that all hypotheses were supported such that a positive correlation was found between the scores of the new grit scale and short grit scale, scores of the new grit scale positively correlate to scores on conscientiousness and scores of the new grit scale positively correlate to scores on work ethics profile. This indicated that the new measurement scale has decent validity. However, further research should focus on improving item discrimination index to strengthen validity of the new grit scale and increase generalizability. "
2018
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
"Keterbatasan pada alat ukur impulsivitas yang telah ada menyebabkan adanya kebutuhan untuk suatu alat ukur impulsivitas yang lebih memadai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu skala impulsivitas baru dengan cara mengevaluasi dan menguji skala baru tersebut. Skala baru terdiri dari 12 butir pernyataan dengan 7 skala pilihan jawaban untuk masing-masing butir. 217 mahasiswa sebagai partisipan diminta untuk mengisi kuesioner menggunakan skala impulsivitas baru. Barrat impulsive scale-11 (BIS-11) dan International Personality Item Pool (IPIP) Extraversion juga digunakan untuk menguji validitas skala baru tersebut. Dari uji reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha, ditemukan bahwa skala baru memiliki reliabilitas yang tergolong baik. Indeks diskriminasi butir untuk skala baru juga ditemukan baik. Selain itu, konvergen validitas ditemukan yang disimpulkan berdasarkan korelasi positif yang signifikan antara skala baru dan BIS-11, juga IPIP extraversion dan skala baru. Mann-Whitney U tes menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang siknifikan antara laki-laki dan perempuan dalam tingkat impulsivitas. Dengan demikian disimpulkan bahwa alat ukur ini valid dan reliable untuk mengukur impulsivitas.

Limitations on existing impulsivity measures lead to the need for a more adequate impulsivity measure. Thus, this study aims to develop a new impulsivity scale by evaluating and validating the new scale. The new scale consists of 12 items with 7 scale option for each item. 217 students as participants were asked to fill out questionnaire of new impulsivity scale. Barrat impulsive scale (BIS-11) and International Personality Item Pool (IPIP) extraversion were used to validate this new scale. From reliability test by using Cronbach Alpha, it was found that new scale has reliability that consider as good. Index discrimination item for new scale was found good. Besides, convergent validity was established that concluded based on significant positive correlation between new scale and BIS-11, also between IPIP extraversion and new scale. Mann-Whitney U test showed there was a significant difference between male and female on level of impulsivity. Thus, it is concluded that this new measures is a valid and reliable to measure impulsivity. Limitations on existing impulsivity measures lead to the need for a more adequate impulsivity measure. Thus, this study aims to develop a new impulsivity scale by evaluating and validating the new scale. The new scale consists of 12 items with 7 scale option for each item. 217 students as participants were asked to fill out questionnaire of new impulsivity scale. Barrat impulsive scale (BIS-11) and International Personality Item Pool (IPIP) extraversion were used to validate this new scale. From reliability test by using Cronbach Alpha, it was found that new scale has reliability that consider as good. Index discrimination item for new scale was found good. Besides, convergent validity was established that concluded based on significant positive correlation between new scale and BIS-11, also between IPIP extraversion and new scale. Mann-Whitney U test showed there was a significant difference between male and female on level of impulsivity. Thus, it is concluded that this new measures is a valid and reliable to measure impulsivity. "
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2015
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Anizabella Putri Lesmana
"[ABSTRAK
Kajian berikut bertujuan untuk mengembangkan skala pengukur baru atas perilaku Obsessive-Compulsive
Behavior (OCB); dan juga turut menyadur tiga skala validasi dari Obsessive-Compulsive Inventory Revised
(OCI-R), Depression Anxiety Stresst Scale (DASS) dan International Personality Item Pool Neuroticism. Seratus
Sembilan puluh empat mahasiswa University of Queensland telah berpartisipasi untuk mengisi kuesioner online,
dan hasil pengisian kuesioner online tersebut menunjukkan hubungan positif antara OCB dengan seluruh skala
validasi?dengan demikian mensahkan landasan kajian ini dengan memberikan validitas pembangunan yang
baik. Lebih dari itu, hasil pengisian kuisioner online juga memberikan konsistensi internal serta Indeks Pembeda
item yang tinggi. Skala pengukur perilaku Obsessive-Compulsive Behavior (OCB) yang baru ini dapat
diterapkan dalam kajian-kajian di masa yang akan datang, terutama dalam menilai sample mahasiswa ABSTRACT The study aims to develop a new measurement scale of Obsessive-Compulsive Behavior. This study also adapts
three validating scales of Obsessive-Compulsive Inventory Revised (OCI-R), Depression Anxiety Stress Scale
(DASS) and International Personality Item Pool Neuroticism. One hundred and ninety four of the University of
Queensland students were recruited to complete an online questionnaire. The result shown a positive correlation
between OCB and all validating scales which approves the premises of the study, namely the study provides a
good construct validity. Even more, the result provides a high internal consistency and Item Discriminant
Indices. This new measurement of OCB is applicable in the future, especially in assessing college students
sample.;The study aims to develop a new measurement scale of Obsessive-Compulsive Behavior. This study also adapts
three validating scales of Obsessive-Compulsive Inventory Revised (OCI-R), Depression Anxiety Stress Scale
(DASS) and International Personality Item Pool Neuroticism. One hundred and ninety four of the University of
Queensland students were recruited to complete an online questionnaire. The result shown a positive correlation
between OCB and all validating scales which approves the premises of the study, namely the study provides a
good construct validity. Even more, the result provides a high internal consistency and Item Discriminant
Indices. This new measurement of OCB is applicable in the future, especially in assessing college students
sample.;The study aims to develop a new measurement scale of Obsessive-Compulsive Behavior. This study also adapts
three validating scales of Obsessive-Compulsive Inventory Revised (OCI-R), Depression Anxiety Stress Scale
(DASS) and International Personality Item Pool Neuroticism. One hundred and ninety four of the University of
Queensland students were recruited to complete an online questionnaire. The result shown a positive correlation
between OCB and all validating scales which approves the premises of the study, namely the study provides a
good construct validity. Even more, the result provides a high internal consistency and Item Discriminant
Indices. This new measurement of OCB is applicable in the future, especially in assessing college students
sample., The study aims to develop a new measurement scale of Obsessive-Compulsive Behavior. This study also adapts
three validating scales of Obsessive-Compulsive Inventory Revised (OCI-R), Depression Anxiety Stress Scale
(DASS) and International Personality Item Pool Neuroticism. One hundred and ninety four of the University of
Queensland students were recruited to complete an online questionnaire. The result shown a positive correlation
between OCB and all validating scales which approves the premises of the study, namely the study provides a
good construct validity. Even more, the result provides a high internal consistency and Item Discriminant
Indices. This new measurement of OCB is applicable in the future, especially in assessing college students
sample.]"
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Edwards, Allen L.
New York: Appleton Century Crofts, 1957
151.25 EDW t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tutuarima, Mayang Marion
"[ABSTRAK
Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi reliabilitas dan validitas sebuah alat ukur baru untuk mengukur
Obsessive Compulsive Behaviour (OCB). Alat ukur yang terdiri dari 12 item disusun dan disebarkan kepada
mahasiswa PSYC3020, yang berusia 18-47 tahun di Universitas Queensland, Australia. Studi ini berhasil
menemukan bahwa alat ukur baru ini memiliki reliabilitas yang tinggi. Terdapat tiga hipotesis yang diajukan
didalam studi ini untuk mengevaluasi validitas alat ukur baru ini. Hal lain juga ditemukan bahwa OCB
mempunyai korelasi dengan neuroticism (r = .14, p < .05). Selain itu perbedaan rata-rata skor OCB antara
perempuan dan laki-laki juga dapat ditemukan, dimana perempuan memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan
dengan laki-laki, walaupun perbedaan tersebut tidak signifikan (t(189) = 3.50, p = .001). Hubungan antara OCB
dan Desirability of Control juga dievalusi di dalam studi ini. Berdasarkan hasil yang diperoleh tidak ditemukan
adanya korelasi antara dua variabel tersebut (r = .07, p = .33). Dari berbagai tes yang dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa alat ukur baru ini memiliki reliabilitas yang tinggi dengan validitas yang rendah. Perbaikan
dalam beberapa bagian studi perlu dilakukan guna mengembangkan alat ukur baru ini. Namun, alat ukur baru ini
bermanfaat untuk menangani pasien tahap remaja akhir penderita Obsessive Compulsive disorder yang tidak
mendapat intervensiABSTRACT This study aimed to evaluate the reliability and the validity of the new Obsessive-Compulsive Behaviour (OCB)
measurements. Twelve items were designed and distributed to post adolesence PSYC3020 students, ranging fro
18 to 47 years, in Univeristy of Queensland. This study has brought us to the conclusion that the new scale has a
high reliability. Three hypotheses were proposed to evaluate the validity of this new scale. This study also
revealed that OCB is correlated with Neuroticism (r = .14, p < .05). Mean differences was found between male
and female participants (t(189) = 3.50, p = .001), even though it was not statistically significant, female was
found to have a higher score than males in OCB. Another correlation was tested between OCB and Desirability
of Control, however the study indicated that there is no correlation between OCB and Desirability of Control (r
= .07, p = .33). Overall result revealed that this new measure is high in reliability but low in validity. The
result also indicated that further improvements need to be done. However, this measurement contributes
positively to neglected OCD patients who are in the post adolesence stage;This study aimed to evaluate the reliability and the validity of the new Obsessive-Compulsive Behaviour (OCB)
measurements. Twelve items were designed and distributed to post adolesence PSYC3020 students, ranging fro
18 to 47 years, in Univeristy of Queensland. This study has brought us to the conclusion that the new scale has a
high reliability. Three hypotheses were proposed to evaluate the validity of this new scale. This study also
revealed that OCB is correlated with Neuroticism (r = .14, p < .05). Mean differences was found between male
and female participants (t(189) = 3.50, p = .001), even though it was not statistically significant, female was
found to have a higher score than males in OCB. Another correlation was tested between OCB and Desirability
of Control, however the study indicated that there is no correlation between OCB and Desirability of Control (r
= .07, p = .33). Overall result revealed that this new measure is high in reliability but low in validity. The
result also indicated that further improvements need to be done. However, this measurement contributes
positively to neglected OCD patients who are in the post adolesence stage, This study aimed to evaluate the reliability and the validity of the new Obsessive-Compulsive Behaviour (OCB)
measurements. Twelve items were designed and distributed to post adolesence PSYC3020 students, ranging fro
18 to 47 years, in Univeristy of Queensland. This study has brought us to the conclusion that the new scale has a
high reliability. Three hypotheses were proposed to evaluate the validity of this new scale. This study also
revealed that OCB is correlated with Neuroticism (r = .14, p < .05). Mean differences was found between male
and female participants (t(189) = 3.50, p = .001), even though it was not statistically significant, female was
found to have a higher score than males in OCB. Another correlation was tested between OCB and Desirability
of Control, however the study indicated that there is no correlation between OCB and Desirability of Control (r
= .07, p = .33). Overall result revealed that this new measure is high in reliability but low in validity. The
result also indicated that further improvements need to be done. However, this measurement contributes
positively to neglected OCD patients who are in the post adolesence stage]"
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>