Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 164369 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Vinna Hermaren
"Media sosial telah meledak sebagai kategori wacana online dimana orang dapat membuat konten, membagi, memberi bookmark dan jaringan pada tingkat yang luar biasa. Meskipun menciptakan peluang besar, media sosial juga memberikan tantangan tersendiri bagi perusahaan. Khususnya berkaitan dengan user generated content. Media sosial, memungkinkan user menciptakan pengaruh positif dan negatif terhadap brand equity. Oleh karena itu banyak researcher menyarankan kepada marketer untuk ikut terlibat di media sosial dengan memanfaatkan firm created content dimana perusahaan dapat membuat dan mengontrol konten dan percakapan di media sosial.
Beberapa penelitian telah dilakukan terkait komunikasi media sosial dan manajemen merek. Namun terdapat kesenjangan literatur tentang isu dan tantangan yang dihadapi dalam menggunakan komunikasi media sosial terhadap ekuitas merek baik di industri maupun jenis media sosial yang digunakan. Selain itu, studi tentang firm created content dan user generated content terhadap brand equity sangat jarang ditemukan di Indonesia sehingga penelitian ini bertujuan untuk menyoroti isu dan tantangan komunikasi media sosial baik itu firm genareted content maupun user generated content dalam meningkatkan brand equity dalam industry kosmetik Indonesia.

Social media has exploded as an online discourse category where people can create content, share, bookmark and network at an incredible rate. Despite creating great opportunities, social media also poses a challenge for the company. Specifically related to user generated content. Social media allows users to create positive and negative influences on brand equity. Therefore, many researchers advise marketers to get involved in social media by utilizing firm created content where companies can create and control content and conversations in social media.
Several studies have been conducted related to social media communication and brand management. However, there is a literature gap on issues and challenges faced in using social media communication to brand equity both in industry and the type of social media used. In addition, the study on firm created content and user generated content on brand equity is very rare in Indonesia so that this study aims to highlight issues and challenges of social media communication, both firm-based and content-generated content in enhancing brand equity in the Indonesian Kosmetik industry.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
T49826
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rio Johan Kusuma
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari aktivitas pemasaran media sosial terhadap consumer based brand equity. Variabel yang termasuk dalam consumer based brand equity dalam penelitian ini adalah brand awareness, brand image, perceived quality, brand attitude, dan brand loyalty. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas pemasaran media sosial hanya berpengaruh kepada salah satu customer based brand equity berupa brand image.

This research examine effect of social media marketing activities through Consumer based brand equity. Variables in Consumer Based Brand Equity are brand awareness, brand image, perceived quality, brand attitude, and brand loyalty. This research is quantitative with descriptive design. The result of this research show the activity of social media marketing activity effect through customer based brand equity only in brand image variable."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
S67676
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kurniadi Prastowo
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan customer-centric yang ada di dalam social media based brand community hubungan pelanggan dengan produk, merek, perusahaan, dan pelanggan lainnya terhadap brand trust, dengan mengukur efek moderasi dari community engagement dan brand community types. Responden penelitian ini sebanyak 220 responden, yang berasal dari dua tipe brand community yaitu customer-initiated brand community dan company-initiated brand community. Secara umum pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling. Hasil yang didapatkan dari analisis penelitian ini adalah dari keempat elemen hubungan customer-centric hubungan pelanggan dengan produk, merek, perusahaan, dan pelanggan lain , hanya hubungan pelanggan-merek yang signifikan berpengaruh terhadap brand trust, sehingga hal tersebut menarik untuk diinvestigasi lebih lanjut. Selain itu, dalam penelitian ini juga didapatkan adanya efek moderasi dari community engagement dan community types dalam hubungan customer-centric terhadap brand trust.

ABSTRACT
This study aims to understand the influence of customer centric relationships in the social media based brand community customer relationships with product, brand, companiy, and other customers on brand trust, by measuring the moderating effects of community engagement and brand community types. The respondents are 220 respondents, coming from two types of brand community customer initiated brand community and company initiated brand community. In general, the measurement is done by using Structural Equation Modeling method. The results obtained from the analysis of this study are from the four elements of customer centric relationships customer relationships with products, brands, companies, and other customers , only customer brand relationships that signifcantly affect brand trust, so it is interesting to investigate further. In addition, this research also found moderation effect of community engagement and community types in customer centric relation to brand trust."
Fakultas Eknonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
T49652
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dewa Ayu Kalyana Putri
"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari iklan tradisional dan komunikasi di media sosial (firm created & user generated content) terhadap consumer based brand equity; functional brand image, hedonic brand image, dan brand awareness. Penelitian ini juga menguji pengaruh dari functional brand image, hedonic brand image dan brand awareness terhadap purchase intention melalui brand attitude.
Objek dari penelitian ini adalah tiga top brand di industri kosmetik FMCG di Indonesia yaitu Maybelline, Revlon, dan Wardah. 204 sampel di ambil untuk penelitian ini, sampel penelitian adalah wanita dengan usia diatas 18 tahun keatas, pernah melihat merek kosmetik di media sosial dan media tradisional, dan pernah membeli produk kosmetik dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa firm created social media communication berpengaruh secara signifikan terhadap brand awareness, functional brand image dan hedonic brand image, sementara itu user generated social media communication hanya berpengaruh secara signifikan terhadap functional brand image dan hedonic brand image. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa media traditional tidak berpengaruh terhadap consumer based brand equity. Data dari penelitian ini di analisa mengunakan Structural Equation Modelling dengan menggunakan program Lisrel.

The purpose of this study is to examine the impacts of traditional advertising and social media communication (firm created & user generated content) on consumer based brand equity; functional brand image, hedonic brand image and brand awareness. Moreover, this study also examines the effect of functional brand image, hedonic brand image, brand awareness to purchase intention mediated by brand attitude.
The research object are the top three players in FMCG cosmetics industry in Indonesia which are Maybelline, Revlon, or Wardah. 204 samples are taken for this research, the sample are women aged 18 years old and above that have seen the brand on social media and traditional media and have purchased cosmetics product within one-year period.
The finding from this research shows that firm created social media has significant influence brand awareness, functional brand image, and hedonic brand image, while user generated social media communication only significantly influence functional brand image and hedonic brand image. Furthermore, it is also found that traditional advertising does not have significant influence on consumer based brand equity. This research is used Structural Equation Modelling (SEM) operated by Lisrel program.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S65103
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sihite, Janfry
"Pertukaran dalam pemasaran politik terdiri dari pertukaran di pasar pemilihan dan pertukaran di pasar pemerintah. Penelitian dalam pemasaran politik umumnya fokus pada pertukaran di pasar pemilihan, penelitian ini mengintegrasikan pertukaran di pasar pemilihan dan pertukaran di pasar pemerintah yang dikenal dengan kampanye permanen. Pertukaran di pasar pemilihan dimulai ketika partai politik menyampaikan janji kepada pemilih, oleh karena itu janji partai politik merupakan variabel independen dalam model penelitian.
Selain itu, model penelitian mengusulkan bahwa realisasi janji partai politik akan memengaruhi reputasi merek baik partai politik, memengaruhi kampanye permanen partai politik, dan memengaruhi kepercayaan keputusan pemilih dan akhirnya memengaruhi intensi untuk mendukung partai politik.
Terdapat total 9 hipotesis dalam penelitian ini. Model penelitian terdiri dari 5 variabel dan total 44 indikator, indikator janji merek partai politik dikembangkan dari analisis faktor tweet twitter partai politik Indonesia. Data diperoleh dari kampanye pemilu 2014 dan dianalisa menggunakan perangkat lunak Provalis QDA Miner.
Setelah kuesioner dibangun, kuesioner dikirim kepada sampel mahasiswa di 3 Universitas di Jakarta, total 150 siswa berpartisipasi dan menyelesaikan kuesioner. Selanjutnya dilakukan analisis dengan 10.000 bootstrap sampel, selanjutnya hasilnya menunjukkan ada 8 hipotesis yang diterima dan 1 hipotesis ditolak.
Temuan menunjukkan bahwa variabel kampanye permanen sebagai proses realisasi janji partai politik selama masa setelah pemilu signifikan untuk memengaruhi intensi untuk mendukung partai politik. Disisi lain reputasi merek tidak signifikan memengaruhi keyakinan keputusan untuk mendukung partai politik.

The exchange in the political marketing consist of the exchange in the electoral market and the exchange in the government market. The research in political marketing generally focus on the electoral market, therefore this research integrate the exchange in the electoral market and the exchange in the government market which are the permanent campaign.
The exchange in the electoral market begin when the political party promise delivered to the target voter, therefore the political party promise is the independent variable within the research model. Furthermore, the model propose that the political party promise realization will influence a good political party brand reputation, influence the political party permanent campaign, and influence the decision confidence of the voter and finally influence the intention to support the political party.
There are total 9 hypotheses in this research. The research model consist of 5 variables and there are total 44 indicators, the brand promise variable indicator developed from an exploratory factor analysis on Indonesian political party twitter. The tweet extracted from the 2014 election campaign and further analyzed using the Provalis QDA Miner software.
The questionnaire delivered to students in 3 university in Jakarta, the total 150 students participated and finished the questionnaire. Furthermore the partial least square analysis with 10.000 bootstrap sample conducted and the results show there are 8 hypothesis accepted and 1 hypotheses rejected.
The findings show that the permanent campaign variable as the process of promise realization during the term after the election is significant to influence the intention to support the political party. The brand reputation is not significant to influence the decision confidence of the political party.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
D2374
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Dzaky Akbar Aryoputra
"Sosial media saat ini telah menjadi bagian yang melekat pada kehidupan masyarakat luas baik di Indonesia maupun dunia dengan 61,8% dari total populasi di Indonesia adalah pengguna sosial media. Sosial media merupakan suatu alat yang dapat dimanfaatkan oleh brand untuk melibatkan diri dan mempengaruhi konsumen maupun calon konsumen nya. Dikarenakan sosial media memberikan kesempatan bagi brand untuk dapat berpartisipasi dan berinteraksi dengan konsumen dan calon konsumen nya sekaligus meningkatkan rasa keakraban dan membangun hubungan dengan konsumen dan calon konsumen. Salah satu aplikasi sosial media yang dapat digunakan oleh brand untuk berinteraksi dan terlibat dengan konsumen nya adalah Instagram. Fitur-fitur yang ada pada Instagram yang berfokus kepada konten-konten visual dapat membantu brand terlibat dengan konsumen nya. Khususnya brand pada industri fashion, dimana brand pada industri ini sangat bergantung kepada aspek visual. Salah satu brand fashion khusus Indonesia dengan pengikut dan jumlah interaksi terbanyak di Instagram adalah @UniqloIndonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi involvement on brand’s social media instagram, seperti brand familiarity dan information quality. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui efek dari involvement on brand’s social media instagram kepada attitudes towards brand’s social media instagram dan future purchase intention. Desain penelitian ini adalah konklusif deskriptif dengan tipe cross sectional. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan menganalisis 184 responden yang mengikuti akun instagram @UniqloIndonesia, berusia 18-34 tahun, dan berdomisili di Indonesia. Data pada penelitian ini diolah menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Hasil pada penelitian menunjukkan information quality berpengaruh terhadap involvement on brand’s social media instagram. Involvement on brand’s social media instagram berpengaruh kepada atitudes towards brand’s social media instagram. Attitudes towards brand’s social media instagram berpengaruh secara langsung kepada future purchase intention dan memediasi hubungan antara involvement on brand’s social media instagram dengan future purchase intention.

Social media has now become an inherent part of the lives of the wider community both in Indonesia and the world with 61.8% of the total population in Indonesia being social media users. Social media is a tool that brands can use to engage and influence consumers and potential customers. This is because social media provides an opportunity for brands to be able to participate and interact with consumers and potential customers while increasing a sense of familiarity and building relationships with consumers and potential customers. One of the social media applications that brands can use to interact and engage with their consumers is Instagram. Instagram's features that focus on visual content can help brands engage with their consumers. Especially brands in the fashion industry, where brands in this industry are very dependent on the visual aspect. One of Indonesia's special fashion brands with the most followers and interactions on Instagram is @UniqloIndonesia. This study was conducted to determine the factors that can affect the involvement on a brand's social media Instagram, such as brand familiarity and information quality. This study also aims to determine the effect of involvement on brand's social media Instagram on attitudes towards brand's social media Instagram and future purchase intentions. The design of this research is descriptive conclusive with cross sectional type. The method used is purposive sampling by analyzing 184 respondents who follow the @UniqloIndonesia Instagram account, aged 18-34 years, and domiciled in Indonesia. The data in this study were processed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results of the study show that information quality has an effect on involvement on the brand's social media Instagram. Involvement on brand's social media instagram affects attitudes towards brand's social media instagram. Attitudes towards Instagram's social media brand have a direct effect on future purchase intentions and mediate the relationship between Instagram's involvement on brand's social media and future purchase intentions."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Khairunnisa Eka Putri
"Saat ini, internet, media sosial, aplikasi seluler, dan teknologi komunikasi digital lainnya telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi miliaran orang di dunia. Dengan melihat jumlah pengguna potensial media sosial yang cukup besar dengan mereka meluangkan beberapa jam sehari untuk mengakses media sosial di berbagai platform, tidak heran para pemasar menggunakan media sosial sebagai salah satu saluran pemasaran. Salah satu yang menggunakan Social Media Marketing Activities (SMMA) adalah Netflix Indonesia. Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh SMMA terhadap Attitudes Toward The Brand dan Brand Experience. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi pengaruh Attitudes Toward The Brand dan Brand Experience terhadap Repurchase Intention hingga efek moderasi Customer Engagement terhadap Brand Experience dan Repurchase Intention. Penelitian ini dilakukan pada 224 responden dilakukan dengan kuesioner daring dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Model (SEM) untuk melihat hubungan antar variabel, dan moderasi dengan menggunakan aplikasi IBM AMOS 26.

The internet, social media, mobile applications, and other digital communication technologies are now part of billions of people's daily lives all over the world. Given the large number of potential social media users with whom they spend several hours a day accessing social media on various platforms, it's no wonder marketers use social media as a marketing channel. Netflix Indonesia is one of the companies that uses Social Media Marketing Activities (SMMA). This study identifies the influence of SMMA on Attitudes Toward The Brand and Brand Experience. In addition, this study also identifies the influence of Attitudes Toward The Brand and Brand Experience on Repurchase Intention to the moderating effect of Customer Engagement on Brand Experience and Repurchase Intention. This study was conducted on 224 respondents conducted with an online questionnaire and analyzed using the Structural Equation Model (SEM) method to see the relationship between variables, and moderation using the IBM AMOS 26 application."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Clarissa Setyadi
"Media sosial telah menjadi salah satu sarana bagi brand dan pemasar untuk berkomunikasi dengan konsumennya. Media sosial menyediakan cara baru bagi brand untuk berinteraksi dan menjalin hubungan yang erat dengan konsumen melalui penerapan strategi pemasaran media sosial. Salah satu hal utama yang dapat dicapai oleh pemasar dalam penggunaan strategi pemasaran media sosial adalah keterlibatan konsumen yang dapat diterjemahkan ke dalam pembelian produk, penciptaan word-of-mouth, pemberian rekomendasi dan penciptaan hubungan yang erat antara konsumen dengan brand.
Tulisan ini ditujukan untuk menganalisis strategi pemasaran media sosial Instagram sebagai salah satu media sosial yang paling banyak digunakan oleh brand yang dilakukan oleh brand sepatu Ittaherl. Hasil analisis memperlihatkan adanya sebelas strategi pemasaran media sosial yang dilakukan Ittaherl yang menciptakan enam manifestasi keterlibatan konsumen.

Social media has been one important platform for brand and marketer to communicate with their consumer. Social media provides new way for brand to interact and have a firm relation with consumer through the application of social media marketing strategy. One of main thing to be achieved by marketer in applying social media marketing strategy is consumer engagement that can be translated to product purchase, word-of-mouth creation, recommendation giving and firm relation between consumer and brand.
This writing is intended to analyze social media marketing strategy in Instagram as one of most used social media by brand which is done by Ittaherl. The results show Ittaherl has done eleven strategies of social media marketing that creates six manifestations of consumer engagement.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2018
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Hebert Kostan
"ABSTRAK
Industri e-commerce adalah industri yang paling bergantung pada pemasaran media sosial .Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menjadi acuan bagi perusahaan-perusahaan e-commerce dalam membuat strategi pemasaran di media sosial dengan menganalisa faktor-faktor apa saja yang berpengaruh pada peningkatan brand post popularity share, like, reactions dan komentar dan bagaimana pengaruhnya. Faktor-faktor yang akan dianalisa diadopsi dari beberapa studi sebelumnya yaitu tingkat vividness, tingkat interactivity, durasi di posisi teratas, dan panjang pesan. Data yang akan di observasi adalah 136.009 status dari 75 brand e-commerce yang memiliki akun di Facebook dan kemudian akan dianalisa menggunakan analisa regresi poisson.

ABSTRACT
E commerce industry is the industry most dependent on social media marketing. The aim of this study is to be a guide for brands to help them create a solid social media marketing strategy by analyzing factors influencing brand post popularity shares, likes, reactions, and comments and how these factors influence. The factors that will be analyzed are adopted from previous studies and they are levels of vividness, levels of interactivity, duration on top and message length. The data that will be used to be analyzed consists of 136.009 statuses from 75 e commerce brands that has a brand page on Facebook. Then, the data will be tested via poisson regression analysis."
2017
T49925
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Qatrunnada Nadhifah
"ABSTRAK
Pada tahun 2016, Loreal Paris di United Kingdom membuat sebuah kampanye yakni YoursTruly yang berangkat dari isu sosial terkait keberagaman dan mengekspresikan diri sendiri, dengan melibatkan 23 social media influencers. Kampanye memiliki tujuan komunikasi yakni melakukan total brand reappraisal untuk meningkatkan hubungan emosional dengan khalayak atau konsumen sebagai bentuk pengembangan brand image. Kampanye berfokus pada penggunaan social media marketing, yang mana peran aplikasi media sosial dan influencers menjadi kunci utama. Namun perlu diketahui lebih lanjut terkait strategi komunikasi, pengaplikasian strategi tersebut dalam mengembangkan brand image, serta mengembangkan metriks brand image dengan social media marketing. Terdapat penggunaan teknik baru strategi komunikasi social media marketing yang digunakan yaitu social influence marketing, yang strategi turunannya dianalisis dalam makalah ini. Dalam pengaplikasiannya strategi social media marketing dibantu oleh social media marketing tools. Strategi Social Marketing juga dianalisis dengan elemen repositioning dan faktor pendukung terbentuknya brand image untuk mengetahui secara detil peran dalam mengembangkan dua metriks brand image yang ingin dicapai kampanye. Keberhasilan social media marketing dalam mengembangkan brand image pada kampanye dilihat dari keberhasilan peningkatan angka metriks 42% dan terjadinya perubahan positif pada industri kecantikan.

ABSTRACT
Loreal Paris is a beauty corporation that has made several campaign based on beauty issues. In 2016, Loreal Paris United Kingdom had made a public relations campaign called Yours Truly in order to introduce the new 23 True Match foundation shades that speak for diversity and self-love, with 23 social media influencers as the representation of each shade. The campaigns communication objective is having a total brand reappraisal to drive emotional connection, specifically shifting or developing brand image metrics. The campaign focuses on using social media marketing, with social media and social media influencers as the main keys. This paper will analyze the strategies using social influence marketing as the new social media marketing technique and the applications of the social media tools within strategies. The social media marketing strategies will be analyzed by the repositioning elements and brand image developing factors regarding its role for developing brand image metrics. This campaign was a total success, managed to get 42% increase on brand image metrics and gave a positive changes in beauty industries. "
2018
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>