Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 167888 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Andri Barliandra
"ABSTRAK
Nilai pelanggan menjadi konsep yang sangat penting dalam penelitian dan
praktek bisnis untuk menarik pelanggan bam dan mempertahan pelanggan yang sudah
ada. Penelitian yang berhubungan dengan nilai pelanggan dan pengukuran terhadap
nilai pelanggan ini masih belum banyak sehingga menjadi suatu tantangan besar untuk
dilakukan.
Pertumbuhan disektor jasa ini sangat pesat seiring dengan pertumbuhan
ekonomi dunia maupun kawasan yang sudah mulai meningkat dengan signijQkan.
Dengan kondisi ini pelanggan mulai mempunyai banyak alteraatif pilihan untuk
melakukan pengiriman dokumen atau barang kiriman mereka keluar negeri dengan
harga yang cukup kompetitif. Oleh karena itu pemsahaan penyedia jasa ini hams lebih
fokus memperhatikan keinginan pelanggan mereka dan meningkatkan kualitas jasa
mereka dengan harga yang tetap kompetitif dari sudut pandang pelanggan.
Penelitian ini menganalisis pengamh kualitas dan harga terhadap nilai
pelanggan pada pemsahaan jasa pengiriman ekspres khususnya FedEx Indonesia.
Jumlah sampel untuk penelitian ini diambil sebanyak 100 orang secara random pada
gerai layanan pelanggan yang terdapat di tiga tempat dengan jumlah pelanggan
terbanyak. Sampel diambil dengan metode non-probability sampling kemudian diolah
dengan teknik analisis faktor (factor analysis), regresi berganda (multiple regresion)
dan GLM univariat (general linear model univariate)
Basil penelitian menunjukkan bahwa nilai pelanggan dipengamhi secara
signifikan oleh kualitas dan harga. Kualitas itu sendiri dijelaskan oleh reliabilitas
layanan pemsahaan, kecepatan layanan, penanganan kiriman, layanan pelanggan dan
kemudahan pengiriman. Interaksi antara kualitas dan harga bemilai negatif tetapi
signifikan mempengamhi nilai pelanggan, berarti khusus untuk layanan FedEx ke
tujuan tertentu produk jasa pengiriman bersifat inelastis
Penelitian ini dapat membantu pemsahaan dan para manajer dalam
memfokuskan layanan kepada pelanggem agar dapat memberikan nilai lebih dari sudut
pandang pelanggan. Disamping itu, penelitian ini juga membuka kesempatan bagi
penelitian-penelitian berikutnya untuk mengembangkan faktor lain seperti proses
pembayaran, pengumsan prosedur measuk barang dan lainnya sehingga lebih baik
dalam mempengamhi nilai pelanggan dan membantu pelanggan memperoleh layanan
yang lebih baik dari pemsahaan."
2005
T15828
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wennie Cyntia
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atribut kualitas audit selama proses Initial Public Offering (IPO) bagi klien audit KAP XYZ. Berbeda dengan audit laporan keuangan umum, audit laporan keuangan untuk proses IPO memiliki fitur yang berbeda yaitu jauh lebih berisiko dan melibatkan berbagai masalah khusus serta berbagai pihak lainnya. Responden penelitian ini adalah auditor independen yang bertugas mengaudit pada saat persiapan IPO di KAP XYZ. KAP XYZ merupakan Kantor Akuntan Publik kecil di Jakarta, yang memiliki pengalaman mengaudit klien IPO sebanyak empat perusahaan. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan wawancara. Analisis dilakukan pada sepuluh (10) atribut yang diturunkan menjadi 24 pernyataan. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa due care, keterlibatan komite audit, dan independensi merupakan tiga atribut terpenting dalam kontribusi bagi kualitas audit selama proses IPO. Untuk meningkatkan kualitas audit dalam proses IPO, KAP XYZ melakukan pembekalan bagi auditor melalui pelatihan, perolehan gelar profesi CPA, perekrutan tenaga ahli dalam industri khusus, dan pengimplementasian aplikasi yang user-friendly.

This study analyses attributes of audit quality during Initial Public Offering (IPO) process for KAP XYZ’s audit client. In contrast to general audit, audit for the IPO process have a different feature, which is much riskier and involves various special issues and various other parties. The respondents of this research were independent auditors in charge for audit during the IPO preparation at KAP XYZ. Data collection is carried out through the distribution of a questionnaire and interviews. The analysis was carried out on ten (10) attributes which were reduced to 24 statements. The results of this analysis indicate that due care, audit committee involvement, and independence are the three most important attributes in contributing to audit quality during the IPO process. To improve audit quality in the IPO process, KAP XYZ provides auditors with training, acquiring professional title such as CPA, recruitment of experts in specific industries, and implementation of user-friendly applications"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Achmad Zunaidi
"Pada dasarnya penyusunan anggaran Balitbang Depdiknas adalah mencapai tujuan sebagaimana kerangka rencana srtategis yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi program dalam Iingkup perencanaan, efektifitas pilihan kegiatan dalam mewujudkan visi-misi organisasi, dan menganalisis pelaksanaan anggaran kinerja pada Balitbang Depdiknas pada waktu mulai dilaksanakannya penerapan anggaran berbasis kinerja (tahun anggaran 2005).
Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan pendekatan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, dan teknik analisis data menggunakan metode analisis kuatitatif.
Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur program yang dilaksanakan oleh Balitbang Depdiknas tahun 2005 perlu disesuaikan dengan visi dan misi-nya. Anggaran berbasis kinerja belum dilaksanakan secara efektif. Hal utama yang merupakan penghalang (barrier) adalah perangkat peraturan yang belum mendukung dan perencana di lingkungan Balitbang belum siap menerapkan penganggaran berbasis kinerja."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T16968
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: UI-Press, 1983
P-Pdf
UI - Publikasi  Universitas Indonesia Library
cover
Aldriansyah PR
"Transportasi udara di Indonesia dewasa ini mengalami perkembangan pesat, hal tersebut dapat dilihat dari banyak perusahaan maskapai penerbangan milik nasional baik itu perusahaan swasta juga perusahaan milik pemerintah yang melayani jasa penerbangan domestik maupun luar negeri. Seiring perkembangan industri jasa penerbangan tersebut, maka untuk mendukung kegiatan pemasaran perusahaan perusahaan maskapai salah satunya adalah melalui website resmi perusahaan. Website dapat berperan penting dalam memberikan info jasa layanan penerbangan karena mudah di akses dan dapat di lakukan dimanapun kita berada. Pada penelitian ini penulis akan membahas mengenai kualitas website maskapai milik pemerintah, yaitu Garuda Indonesia.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kualitas website Garuda Indonesia pada kualitas informasi, nilai, dan loyalitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan SEM, Lisrel 8.70 dan terdiri responden 190 orang. Penelitian ini menghasilkan bahwa Loyalty Intentions dipengaruhi oleh Perceived Value dan Information Quality pada kasus website Garuda Indonesia. Pada variable information quality dipengaruhi secara oleh kuat oleh variable Trust, artinya memang perlunya Garuda Indonesia menjaga kepercayaan pelanggannya dalam menggunakan layanan website Garuda Indonesia. Untuk mencapai loyalty intentions, hasil penelitian ini menggambarkan bahwa berperannya Information Quality yang dimiliki website Garuda Indonesia akan mempengaruhi perceived value yang kemudian berujung pada loyalty intentions.

Air Transportation in Indonesia today have evolved considerably, it can be seen from many national companies either owned airline that private companies are also government-owned company serving the aviation services domestically and abroad. As the development of the aviation services industry, to support the company's marketing activities of one airline company is through the official website of the company. Websites can play an important role in providing information for flight services accessible and can be done wherever we are. In this study, the authors will discuss the quality of the government-owned airline websites, namely Garuda Indonesia.
This study aims to determine the effect of website quality Garuda Indonesia on information quality, value, and loyalty. This research is descriptive quantitative research using SEM, LISREL 8.70 and consisted of respondents 190 people. This research resulted in the Loyalty Intentions are influenced by Perceived Value and Information Quality in the case of Garuda Indonesia website. On the variable quality information strongly influenced by the variable Trust, meaning it need Garuda Indonesia to maintain trust in the customers use the service Garuda Indonesia website. To achieve loyalty intentions, the results of this study illustrate that Quality Information website owned Garuda Indonesia will affect the perceived value which then leads to loyalty intentions.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S45556
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Firmansyah
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2009
S10441
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ricky Firdaus Eka Putra
"Kepuasan pelanggan saat ini telah menjadi perhatian utama setiap perusahaan. Hal ini terbukti dari banyaknya penelitian yang dilakukan untuk mengetahui sudah sejauh mana pelanggan puas terhadap kinerja perusahaan termasuk PT. Multi Sistim Komunikasi yang bergerak di bidang teknologi informasi.
Penelitian ini mengkombinasikan model Kano dan QFD. Hasil kombinasi ini menghasilkan prioritas atribut-atribut kebutuhan yang perlu dikembangkan karena dapat meningkatkan kepuasan pelanggan secara signifikan dan prioritas respon teknikal atau prioritas tindakan yang harus dilakukan perusahaan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan tersebut.

Customer satisfaction at this time has become the focus of each company. This is evident from the many studies conducted to determine the extent to which customer have been satisfied to the performance of companies, including PT Multi Sistim Komunikasi (MSK) which moves in the field of information technology.
This research combines the Kano Model and QFD. The result from this combination is the priority needs of the attributes that need to be develop because it can increase customer satisfaction significantly and technical response priority or action priority that should be done by company to improve that customer satisfaction.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S52019
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Suryo Prasetyo
"ABSTRAK
Sebelum reformasi di tahun 1998 proses suksesi kepemimpinan nasional di Indonesia tidak pernah melewati proses yang normal yaitu Pemilihan Umum. Presiden Soekamo dan Presiden Soeharto diturunkan di tengah masa pemerintahannya oleh tekanan krisis ekonomi dan gelombang demonstrasi penolakan administrasi mereka. Hak konstitusional warga negara tidak memperoleh tempat semestinya pada masa sebelum tahun 1998.
Setelah reformasi bergulir enam tahun lalu, Indonesia telah mengalami empat kali pergantian administrasi pemerintahan. Dimulai dari BJ. Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati, dan terakhir Susilo Bambang Yudhoyono. Pada era reformasi ini sudah berhasil diselenggarakan dua Pemilu yang relatih jauh lebih bebas daripada pemilu-pemilu sebelumnya.
Banyaknya partai politik peserta pemilu-tahun 1999 terdaftar 48 partai, 2004 terdaftar 24 partai dan kandidat presiden, tiga kandidat di tahun 1999 dan lima kandidat tahun 2004. Merupakan atmosfer yang sangat baik bagi berkembangnya pemasaran politik di tanah air.
Begitu banyak partai politik yang menawarkan produknya pada konsumen, lantas bagaimana konsumen mengolah semua tawaran tersebut dalam benak mereka? Kemampuan otak untuk memproses stimuli yang ditangkap panca indera terbatas, maka konsumen akan memberi perhatian pada stimuli-stimuli tertentu. Konsumen akan mencari atau memproses stimuli yang dianggap relevan dengan proses pemenuhan kebutuhan mereka.
Dalam proses pemenuhan kebutuhan tersebut, stimuli-stimuli yang diproses oleh konsumen berbeda-beda tergantung pada latar belakang, pengalaman dan keyakinan konsumen. Untuk itu pemasar politik perlu mengetahui stimuli-stimuli yang mendapat perhatian oleh kelompok-kelompok konsumen yang ada, guna memenangkan sejumlah suara tertentu.
Bauran pemasaran yang di program oleh pemasar perlu disesuaikan dengan segmen yang hendak dicapai agar stimuli-stimuli yang dikirimkan tepat sasaran dan mendapat perhatian konsumen. Pada pemasaran kandidat presiden stimuli-stimuli tersebut tersimpan dalam atribut-atribut kandidat. Untuk mengetahui atribut-atribut yang menarik perhatian konsumen tersebut maka penelitian ini dilaksanakan.
Penelitian ini menggunakan analisis data sekunder dan data primer. Analisis data sekunder dilakukan untuk mengetahui tingkat antusiasme pemilih dalam memberikart hak suara mereka, kepercayaan mereka pada penyelenggaraan pemilu. Data primer dikumpulkan dengan metode riset eksploratori Focus Group Discussion, tujuannya untuk:
1. Mengetahui atribut apa yang melekat pada diri kandidat yang dianggap penting bagi kelompok remaja.
2. Apakah media yang digunakan untuk mencapai pemilih pemula remaja?
3. Apakah yang menjadi faktor pertimbangan pemilih pemula remaja saat mengevaluasi altematif produk yang tersedia?
Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut-atribut yang menjadi perhatian dan pertimbangan konsumen pemilih pemula remaja adalah terfokus pada sosok personal kandidat dan individu-individu pendukungnya. Dan sosok yang dibutuhkan oleh konsumen
kelompok pemilih pemula remaja adalah sebagai berikut:
a. Moralitas seorang kandidat, dalam arti tidak terkait isu-isu berkaitan dengan korupsi, kolusi, nepotisme serta HAM dengan penekanan pada kejujuran.
b. Latar belakang agama dan keimanan yang dilegitimasi oleh ulama.
c. Integritas dan karisma seorang kandidat, faktor-faktor yang menjadi pertimbangan adalah kemampuan mempengaruhi khalayak dan bisa menjadi teladan.
d. Intelektualitas dan wawasan yang luas, dengan faktor yang menjadi pertimbangan adalah latar belakang pendidikan kandidat minimal lulusan strata 1 dari perguruan tinggi yang dapat diidentifikasi dan kemampuan mengetahui isu-isu ekonomi dan hukum.
e. Kandidat presiden adalah seorang pria beragama Islam dan berasal dari suku Jawa, dengan kata lain harus berasal dari suku dan agama mayoritas.
f. Memiliki empati dan simpati pada masyarakat banyak dengan faktor yang menjadi pertimbangan adalah sensivitas pada isu-isu kontemporer yang berkembang di masyarakat.
g. Prioritas program berantas KKN dan perbaikan ekonomi, isu HAM, otonomi daerah dan lainnya (diluar pemberantasan KKN dan ekonomi) tidak dipertimbangkan.
h. Kandidat presiden dan wakil presiden harus membawa suasana pembaharuan, baik individu baru maupun budaya kerja yang baru.
Kesimpulannya bauran pemasaran politik yang digunakan saat pemilu menekankan
penciptaan citra tokoh seperti diatas pada saat memasarkan kandidat presiden ke pemilih
pemula remaja, tampaknya dapat memenangkan hati mereka.
"
2005
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
S9647
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Deddi Nordiawan
"Informasi tentang laba dalam sebuah laporan keuangan dianggap oleh banyak pihak sebagai informasi yang penting. Demikian pentingnya peranan laba dalam kehidupan bisnis membuat munculnya kebutuhan atas informasi tambahan yang dapat menjelaskan apakah laba perusahaan bersangkutan memiliki kualitas yang baik atau tidak. Laba yang berkualitas akan benar - benar mencem1inkan kondisi perusahaan yang menghasilkan laba tersebut. Laba yang berkualitas juga akan memberikan kepastian dan menghasilkan keputusan yang benar bagi pihak- pihak yang berkepentingan (stakeholders).
Ada banyak ukuran dan cara untuk menentukan apakah sebuah laba berkualitas atau tidak. Misalnya Bernstein dan John Wild (2001) yang menyatakan bahwa kualitas laba ditentukan oleh tiga faktor, yaitu prinsip - prinsip akuntansi yang dianut, cara perusahaan bersangkutan menerapkan prisnsip - prinsip akuntansi tersebut, dan situasi / kondisi bisnis tempat perusahaan beroperasi. Secara lebih rinci Hawkins (1998) menyatakan bahwa faktorfaktor penentu kualitas laba adalah arus kas, kondisi perekonomian, volatilitas, keberadaan one-time-event, status keuangan, kebijakan pajak, kebijakan akuntansi perusahaan, kualitas aset - aset produktif, dan tujuan dari pengguna laporan tersebut.
Meskipun muncul banyak pandangan tentang cara pengukuran kualitas sebuah laba, hampir semuanya mengatakan bahwa laba yang berkualitas adalah laba yang mempunyai persistensi dari tahun ke tahun. Dengan menggunakan persistensi sebagai pengukur kualitas laba, Sloan (1996) dan Sloan et. al. (2001) menguji kualitas laba di Amerika dengan menggunakan model sebagai berikut :
Dengan persamaan tersebut, jika koefisien akrual dan arus kas mempunyai nilai yang signifikan berarti ada hubungan antara laba di tahun tertentu dengan komponen laba di tahun sebelumnya. Jika terdapat hubungan seperti itu maka dikatakan laba yang bersangkutan berkualitas karena dianggap mempunyai persistensi.
Dengan menggunakan model yang sama, penelitian dalam karya akhir ini menguji kualitas laba perusahaan - perusahaan di Indonesia. Sampel terdiri atas 109 perusahaan dari berbagai sektor industri (kecuali sektor perbankan dan keuangan) yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan telah memberikan laporan keuangannya sejak 31 Desember 1999 sampai dengan 31 Desember 2001. Kemudian, dibuat persamaan regresi dengan laba sebagai variabel dependen dan akrual serta arus kas sebagai variabel independen.
Hasil pengujian menunjukkan, pada tahun 2001, laba dipengaruhi secara signifikan baik oleh arus kas maupun akrual tahun 2000, sehingga dapat dikatakan laba tahun 2001 mempunyai kualitas yang baik. Terlebih ditunjukkan dengan adanya fakta bahwa arus kas menj adi variabel yang lebih berpengaruh dibandingkan akrual, semakin menegaskan bahwa laba tahun 2001 ini mempunyai kualitas yang baik.
Laba tahun 2000 tidak lebih berkualitas dibandingkan lab a tahun 2001, karena variabel akrual yang tidak signifikan. Meskipun demikian laba tahun 2000 masih tetap dikatakan berkualitas karena bagaimanapun juga tetap ada faktor yang berpengaruh yang menunjukkan hubungan antara laba tahun 2000 dengan komponen laba tahun 1999. Dengan munculnya arus kas sebagai satu - satunya faktor yang signifikan, dapat dikatakan bahwa yang berpengaruh hanyalah komponen arus kas. Dengan kondisi seperti itu, kita tetap dapat menyimpulkan bahwa laba ini berkualitas karena justru dengan hanya arus kas yang berpengaruh laba ini lebih memiliki persistensi dan kepastian.
Secara keseluruhan, laba periode tahun 1999 - 2000 juga menunjukkan kualitas yang baik. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya hubungan yang signifikan antara variabel laba dengan variabel independen akrual dan arus kas. Seperti lab a di tahun 2001, hasil pengujian secara keseluruhan menunjukkan adanya pengaruh arus kas yang lebih besar yang memberikan tingkat keyakinan yang lebih besar bagi kita akan kualitas laba di periode itu. Adanya kualitas yang baik pada laba yang dilaporkan dalam periode 1999 - 2001 ini kemungkinan besar ditunjang oleh kualitas laba tahun 2001 yang sudah baik.
Dari analisa yang telah dilakukan baik secara tahunan maupun secara keseluruhan, kita melihat adanya perkembangan kualitas laba yang semakin membaik dari tahun 1999 sampai tahun 2000. Perkembangan perekonomian di dunia tampaknya menjadi faktor ekstemal yang kuat yang mendorong kualitas laba pemsahaan - pemsahaan di Indonesia menjadi lebih baik. Terbongkamya banyak manipulasi akuntansi di banyak perusahaan besar di dunia mendorong para akuntan untuk lebih berhati- hati dan disiplin dalam menjalankan profesinya."
2002
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>