Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 90390 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nisrina Nur Amalina Praharso
"[ABSTRAK
Pada awal 2013, dua klub olahraga utama profesional Cronulla Sharks dari NFL dan AFL Essendon terungkap terlibat dalam penyelidikan ASADA berkaitan dengan dugaan penggunaan obat-obatan terlarang oleh pemain kedua klub tersebut. Hasil penyelidikan menemukan bahwa kedua tim menyewa ilmuwan olahraga yang sama, Stephen Danks, yang kemudian memprakarsai program untuk memasok pemain dengan zat yang dilarang termasuk CJC-1295, GHRP-6, dan AOD-9604. Kedua tim kemudian dihukum atas tindakan mereka dan mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi kedua baik secara material maupun non-material. Studi kasus ini menemukan bahwa kedua klub memiliki mekanisme tata kelola perusahaan yang bermasalah, termasuk adanya pengawasan terbatas terhadap managemen yang menyebabkan kegagalan dalam memenuhi standar etika yang ditetapkan dalam APESBABSTRACT In early 2013, two major professional sports clubs the Cronulla Sharks of NFL and AFL?s Essendon were revealed to be under investigation by ASADA with regards to allegations of illicit drug use. The investigations revealed that both teams had hired the same sports scientist, Stephen Danks, who then initiated the program to supply players with banned substances including CJC-1295, GHRP-6, and AOD-9604. The teams were subsequently penalized for their actions resulting in significant losses for both teams materially and non-materially. This case study found that both clubs were flawed in their corporate governance mechanism with a reoccurring problem of limited management oversight that led to failure in complying with the ethical standards set out in the APESB. ;In early 2013, two major professional sports clubs the Cronulla Sharks of NFL and AFL?s Essendon were revealed to be under investigation by ASADA with regards to allegations of illicit drug use. The investigations revealed that both teams had hired the same sports scientist, Stephen Danks, who then initiated the program to supply players with banned substances including CJC-1295, GHRP-6, and AOD-9604. The teams were subsequently penalized for their actions resulting in significant losses for both teams materially and non-materially. This case study found that both clubs were flawed in their corporate governance mechanism with a reoccurring problem of limited management oversight that led to failure in complying with the ethical standards set out in the APESB. , In early 2013, two major professional sports clubs the Cronulla Sharks of NFL and AFL’s Essendon were revealed to be under investigation by ASADA with regards to allegations of illicit drug use. The investigations revealed that both teams had hired the same sports scientist, Stephen Danks, who then initiated the program to supply players with banned substances including CJC-1295, GHRP-6, and AOD-9604. The teams were subsequently penalized for their actions resulting in significant losses for both teams materially and non-materially. This case study found that both clubs were flawed in their corporate governance mechanism with a reoccurring problem of limited management oversight that led to failure in complying with the ethical standards set out in the APESB. ]"
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Dianita Septiani
"ABSTRAK
Nilai etika di mata publik adalah suatu hal yang bersifat pokok untuk sebuah perusahaan. Perusahaan tersebut akan diharapkan agar rnenjaga nilai etika dalarn bekerja dan kehidupan rutinitas bagi para pekerja agar dapat diterirna rnasyarakat. Thesis ini berpusat pada skandal kasus Cronulla Sharks Rugby Leagues Club dan Essendon Football Club yang terjadi pada tahun 2013. Makalah ini akan rnencakup apa saja yang terjadi saat peristiwa tersebut berlangsung dan bagairnana peristiwa tersebut dapat terjadi.

ABSTRACT
Ethical considerations are a fundamental component of a company. Such company is expected to maintain ethical behavior in their working and personal lives so that it is accepted by the community. This assignment stresses on Cronulla Sharks Rugby Leagues Club Drugs Scandal and Essendon Football Club Drug Scandal, which happened in 2013. It covers on what happened during the scandal, what and how could the scandal happened."
Depok: [Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, ], 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Rizky Ananda Putra
"[ ABSTRAK
Obat – obatan terlarang semakin marak digunakan di dalam bidang olahraga di 4 dekade terakhir ini. Hadiah dalam bentuk uang yang akan diberikan apabila memenangkan suatu pertandingan menyebabkan keinginan yang besar untuk
menggunakan obat – obatan dimana bisa meningkatkat performa atlet. Tetapi,penggunaan obat-obatan ini akan menghasilkan efek yang buruk dimana dapat menodai citra olahraga itu sendiri dan merusak hubungan baik dengan para pemberi sponsor. Dari pembahasan masalah bisa dilihat, Menggunakan doping memungkinkan terjadinya permasalahan etika. Lebih spesifiknya lagi, obat –
obatan ini bisa terkirim ke atlet karena corporate governance yang lemah di dalam entiti. Di lain sisi, tidak adanya perbedaan yang signifikan di laporan keuangan dan prinsip corporate governance antara organisasi olahraga dan perusahaan Australia yang terdaftar.

ABSTRACT
There has been an increasing number of drug use problem in sport over the last
four decades. Financial stakes involved in professional sport create powerful
incentives for the use of performance enhancing substances. However, at the same
time, detection of drug use in sport can undermine the good standing of sport,
bringing it into disrepute, and fracturing the relationship it has with sponsors.
Results indicate that using drug enhancing performance will likely to raise issue in
ethics Furthermore, the drug itself can be administered to players because the
entities have applied weak corporate governance. On the other hand, the
annual/financial report and corporate governance practices are alike between
sporting organisation and listed Australian company., There has been an increasing number of drug use problem in sport over the last
four decades. Financial stakes involved in professional sport create powerful
incentives for the use of performance enhancing substances. However, at the same
time, detection of drug use in sport can undermine the good standing of sport,
bringing it into disrepute, and fracturing the relationship it has with sponsors.
Results indicate that using drug enhancing performance will likely to raise issue in
ethics Furthermore, the drug itself can be administered to players because the
entities have applied weak corporate governance. On the other hand, the
annual/financial report and corporate governance practices are alike between
sporting organisation and listed Australian company.]"
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Mutiara Isma Damayanti
"Penelitian ini memperlihatkan perilaku asimetris biaya pada biaya penjualan, administrasi dan umum PA&U yang terjadi pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2008-2012. Anderson (2003) mengemukakan bahwa perilaku asimetris biaya atau lebih dikenal dengan istilah sticky cost adalah suatu perilaku biaya dalam menanggapi penyesuaian penjualan bersih. Tingkat kenaikan biaya lebih besar ketika terjadi kenaikan penjualan bersih dibandingkan tingkat penurunan biaya yang relatif lebih kecil saat terjadinya penurunan penjualan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku asimetris biaya adalah masalah keagenan. Masalah keagenan yang muncul dapat dikurangi dengan adanya tata kelola perusahaan yang baik. Penelitian ini memperlihatkan masalah keagenan yang muncul tidak dapat dikurangi dengan tata kelola perusahaan dalam pengaruhnya terhadap perilaku asimetris pada biaya PA&U.

This focus of this research is to examine asymetrical cost behavior on selling, general andadministrative cost (SG&A) which is occured in manufacturing companies listed in Jakarta StockExchange period 2008-2012. Anderson (2003) suggest that assymetrical cost behavior, stickycost, is a cost behavior in responding to adjustment net sales. Asymetrical cost behavior occurs when degree of increasing cost is greater as increasing net sales, in contrast with degree of decreasing cost which is less as decreasing sales. One of the factors which influences the asymetrical costbehavior is agency problem. Moreover, the agency problem could be reduced with good corporate governance. This research shows which influens the agency problem cannot reduce by corporate governence in assymetrical cost behaviour in SG&A.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S56715
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cinthya Ratu Sekarwangi
"[ABSTRAK
Laporan ini ini adalah analisa penulis tentang etika tata kelola perusahaan (Corporate
Governace) dalam klub football dan rugby di Australia. Laporan ini membahas kegagalan
dan ketidakmampuan klub untuk menerapkan etika tata kelola perusahaan. Kegagalan
tersebut menimbulkan skandal terhadap klub tersebut dan menarik perhatian media. Laporan
ini mengacu pada kode etik professional akuntansi Australia dan membahas peristiwaperistiwa
yang seharusnya bisa dicegah jika etika tata kelola perusahaan diterapkan. Analisis
penulis pada laporan ini didukung oleh artikel dan jurnal yang dipublikasi ABSTRACT This report is the author?s analysis about corporate governance in the Australian football and
rugby clubs. It discusses errors and inabilities of the clubs to apply the corporate governance.
The failures to apply the corporate governance lead scandal among the two clubs and raise
media attention. This report refers to the Code of Ethics of the Australian Accounting
Profession and analyses what events could have been prevented if the corporate governance
were applied. Published academic journals articles were provided to support the author?s
analysis., This report is the author’s analysis about corporate governance in the Australian football and
rugby clubs. It discusses errors and inabilities of the clubs to apply the corporate governance.
The failures to apply the corporate governance lead scandal among the two clubs and raise
media attention. This report refers to the Code of Ethics of the Australian Accounting
Profession and analyses what events could have been prevented if the corporate governance
were applied. Published academic journals articles were provided to support the author’s
analysis.]"
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Aghnia Zahrah
"[ ABSTRAK
Makalah non skripsi ini membahas tentang kegagalan governance perusahaan dari
mantan perusahaan teknologi informasi terbesar keempat di India, Satyam Computer
Services, yang terlibat dalam skandal fraud akuntansi perusahaan pada tahun 2009.
Laporan ini mengkaji implikasi etis dari fraud akuntansi tersebut, jenis earning
managemen yang dipraktekkan dan peran dari mekanisme governance perusahaan
tertentu yang mungkin telah meringankan kegiatan penipuan (fraud) di Satyam.

ABSTRACT
This paper discusses the corporate governance failures of Indian’s former forthlargest
IT firm, Satyam Computer Services, that was involved in a corporate
accounting fraud scandal in 2009. It examines the ethical implication of the
accounting fraud, the type of earnings management practiced and the role of specific
corporate governance mechanism that may have alleviated the fraudulent activities at
Satyam.;This paper discusses the corporate governance failures of Indian’s former forthlargest
IT firm, Satyam Computer Services, that was involved in a corporate
accounting fraud scandal in 2009. It examines the ethical implication of the
accounting fraud, the type of earnings management practiced and the role of specific
corporate governance mechanism that may have alleviated the fraudulent activities at
Satyam., This paper discusses the corporate governance failures of Indian’s former forthlargest
IT firm, Satyam Computer Services, that was involved in a corporate
accounting fraud scandal in 2009. It examines the ethical implication of the
accounting fraud, the type of earnings management practiced and the role of specific
corporate governance mechanism that may have alleviated the fraudulent activities at
Satyam.]"
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nuzul Qur`aini Mardiya
"Penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang balk (GCG) pada perseroan terbuka merupakan cerminan bahwa perusahaan dikelola oleh Direksi dan Kornisaris dengan menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran. Hubungan yang tercipta antara Direksi dan Komisaris dalam menerapkan prinsip GCG adalah check and balances yang bertujuan untuk kemajuan dan kesehatan Bank Mandiri. Direksi berkewajiban untuk melaksanakan pengurusan perseroan, sedangkan Komisaris bertindak sebagai pengawas dan untuk memastikan pengurusan perseroan dilakukan dengan penuh kepatuhan kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bank Mandiri sebagai suatu perseroan terbuka tunduk pada peraturan perundang-undangan yaitu UUPT, UUPM, dan UU Perbankan. Adapaun latar belakang dibentuknya pedoman pelaksanaan GCG di Bank Mandiri dikarenakan Direksi dan Komisaris Bank Mandiri memiliki kornitmen untuk menegakkan sistem perbankan yang sehat dan kuat di Indonesia. Penerapan GCG di Bank Mandiri juga untuk memenuhi tuntutan pilar ke-4 API yakni membentuk perbankan domestik yang kuat, dikelola dengan baik dan memiliki keahlian yang memadai. Penerapan GCG panting karena pengelolaan perusahaan yang baik dapat menarik minat dan kepercayaan investor, meningkatkan kinerja bank, euisiensi dan pelayanan kepada stakeholders, dan melindungi Bank Mandiri dari intervensi politik dan tuntutan hukum. Dalam menerapkan GCG di Bank Mandiri terdapat beberapa kendala yang dihadapi yakni baik dari faktor eksternal berupa pengumuman basil audit BPK yang mengindikasikan perbuatan kolusi dan korupsi Direksi Bank Mandiri dan ketidakharmonisan peraturan perundang-undangan mengenai kerugian dalam pengelolaan kekayaan BUMN yang berbadan hukum perseroan yang identik dengan kerugian keuangan negara. Sedangkan kendala yang berasal dari faktor internal perseroan yakni fraud dan kurang berperannya fungsi Kornite Audit untuk membantu Komisaris dalam melaksanakan pengawasan terkait informasi keuangan dan efektivitas pemeriksaan oleh auditor eksternal dan internal. Untuk menghadapi kendala dalam penerapan GCG tersebut, pihak manajemen menempuh solusi-solusi sebagai berikut : Panama, memperbaiki image perusahaan, meningkatkan penerapan GCG dan memperkuat kapabilitas. Kedua, meningkatkan profesionalisme sumber Jaya manusia melalui sistem pengendalian internal berbasis risiko untuk mengawasi terjad i nya fraud dan memberdayakan fungsi Komite Audit."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T16599
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sarah Dewi Vania
"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh mekanisme tata kelola perusahaan terhadap biaya ekuitas pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2009 - 2011. Unsur tata kelola perusahaan yang digunakan adalah kepemilikan terkonsentrasi, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, komisaris independen dan kualitas audit (ukuran KAP). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa, kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional ditemukan berpengaruh negatif terhadap biaya ekuitas. Kualitas tata kelola perusahaan yang diukur dengan kepemilikan terkonsentrasi, komisaris independen dan kualitas audit tidak berpengaruh terhadap biaya ekuitas.

The purpose of this study is to examine the impact of corporate governance mechanisms on cost of equity of listed non- financial firms at Indonesia Stock Exchange for period 2009 -2011. Element of corporate governance used are concentration ownership, managerial ownership, institusional ownership, board of commissioners and audit quality (audit firm size). The results show that corporate governance as measured by managerial ownership and institusional ownership tend to have negative and significant impact on cost of equity, concentration ownership do not have significant impact on cost of equity. Moreover, board of commissioners and audit quality do not have significant impact on cost of equity.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S54399
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizki Ichwanur
"Laporan magang ini bertujuan untuk mengevaluasi prosedur penilaian tata kelola perusahaan PT ADC oleh KAP SSS. KAP SSS menggunakan standar yang terdapat di dalam Surat Keputusan Sekretaris Kementerian BUMN Nomor SK-16/S.MBU/2012 untuk melakukan penilaian. PT ADC merupakan sebuah perusahaan BUMN. Hasil dari laporan magang ini adalah bahwa prosedur penilaian tata kelola perusahaan yang dilakukan KAP SSS pada PT ADC sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Laporan magang ini juga bertujuan untuk melakukan refleksi diri. Hasil dari refleksi diri adalah dengan mengikuti program magang di KAP SSS meningkatkan kemampuan teknis maupun non teknis seperti pengetahuan mengenai tata kelola perusahaan dan kemampuan
berkomunikasi dengan rekan kerja.

This internship report`s purpose is to evaluate the PT ADC`s corporate governance assessment procedure by KAP SSS. PT ADC is one of the SOEs. KAP SSS uses the standards contained in the Decree of the Secretary of the Ministry of SOE Number SK-16 / S.MBU / 2012 to do the assessment. The result of this internship report is that the corporate governance assessment procedures that performed by KAP SSS at PT ADC are in accordance with the applicable standards. This internship report also aims to do selfreflection. The result of self-reflection is that taking part in an internship program at KAP SSS improve technical and non-technical abilities such as knowledge of corporate governance and the ability to communicate with colleagues."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Jeffry Kencana Halim
"Ketidakpastian makro ekonomi sehubungan dengan terjadinya volatilitas nilai tukar mata uang asing, harga dan permintaan akibat pandemi COVID-19, serta terjadinya perubahan iklim. PT XYZ dinilai memiliki budaya yang tidak kondusif tercermin oleh tidak tepat waktu dalam menyelesaikan penutupan pembukuan dan menyampaikan laporan keuangan. Kondisi ini diperburuk karena PT XYZ mengalami nilai hutang lebih tinggi dari nilai asset yang di miliki (PT XYZ, 2022). Hal ini mengakibatkan nilai modal perusahaan menjadi negatif atau sering disebut dengan istilah “Capital Deficiency”. Diperlukan langkah strategis untuk dapat keluar dari masalah-masalah yang dialami PT XYZ, salah satu strategi perusahaan adalah melakukan transformasi budaya & tata kelola. Penelitian ini bertujuan menganalisa bagaimana transformasi budaya organisasi & tata kelola mendukung kelangsungan hidup usaha (going concern) yang lebih bersifat jangka eknik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian triangulasi melalui kuisioner dan wawancara dengan eknik analisis konten, tematik, dan konstan komparatif. Survei dilakukan terhadap karyawan PT XYZ sedangkan wawancara dilakukan dengan Kepala Bagian Perusahaan dari beberapa fungsi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai “AKHLAK” & ketiga pilar komitmen organisasi mendorong terciptanya budaya yang kondusif. Keterikatan emosional (rasa memiliki terhadap organsiasi) dan kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi meningkatkan kinerja karyawan, produktifitas, efisiensi, & kinerja keuangan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian (Rashid et al., 2003) yang mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara budaya perusahaan, komitmen organisasi, dan kinerja keuangan. Kedua, terdapat peran budaya yang kondusif dan tata kelola perusahaan yang membaik, dalam memastikan kelangsungan hidup usaha PT XYZ. Tata kelola perusahaan menjadi faktor yang mencerminkan atribut kontrol, pengawasan, dan dukungan terhadap rencana serta tindakan manajemen yang dimaksudkan untuk mengatasi kesulitan keuangan hasil ini sejalan dengan penelitian (Zureigat et al., 2014; Parker et al., 2005). Good corporate governance berimplikasi pada kinerja perusahaan namun dibutuhkan adanya budaya organisasi yang kondusif, hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Manik, 2014). 

Macroeconomic uncertainty related to volatility in foreign currency exchange rates, prices, and demand due to the COVID-19 pandemic, and climate change. PT XYZ is considered to have a culture that is not conducive to the wrong time in completing book closings and submitting financial reports. This condition is exacerbated because PT XYZ experiences a debt value that is higher than the value of its assets (PT XYZ, 2022). This causes the value of capital to be negative or often referred to as Capital Deficiency. Strategic steps are needed to get out of the problems experienced by PT XYZ, one of the company’s strategies is to carry out a cultural transformation & corporate governance. This study aims to analyze how the transformation of organizational culture & corporate governance supports the company's going concern which is more long-term in nature. This research was conducted using the triangulation research method through questionnaires and interviews with content, thematic, and constant comparative analysis techniques. The survey was conducted with employees of PT XYZ while interviews were conducted with the Heads of Company Sections from several functions. The results of this study indicate that “AKHLAK” values & third pillar of organizational commitment encourage the creation of a conducive culture. Emotional attachment (sense of belonging to the organization) and belief in organizational values improves employee performance, productivity, efficiency, & financial performance. The results of this study are by research (Rashid et al., 2003 who said that there is a positive relationship between corporate culture, organizational commitment, and financial performance). Second, there is the role of a conducive culture and improved corporate governance, in ensure the PT XYZ's going concern supported by organizational commitment. Corporate governance is a factor that reflects the attribute control, supervision, and support for management plans and actions intended to overcome financial difficulties this result is in line with the study conducted by (Zureigat et al., 2014 and Parker et al., 2005). Good corporate governance has implications for company performance but a conducive organizational culture is needed, which is in line with research conducted by (Manik, 2014)."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>