Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 98436 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Puteri Risdayani
"Makalah ini membahas tinjauan sosiolinguistik terhadap sebuah iklan yaitu iklan Rosѐe Hoegaarden (bir pink). Bir adalah salah satu minuman yang terkenal di dunia yang disukai dan dikonsumsi oleh banyak orang setiap hari, terlebih di belahan dunia yang memiliki 4 musim. Saat ini terdapat variasi yang baru dari bir, yaitu bir yang berwarna pink. Bir pink adalah salah satu produk yang cukup menarik perhatian masyarakat. Bir ini berbeda dengan bir pada umumnya, karena warnanya merah muda dan terlihat identik dengan perempuan karenanya rasanya lebih manis daripada bir pada umumnya. Pada iklan bir pink juga terlihat perbedaan dengan bir pada umumnya, karena biasanya dalam sebuah iklan bir, laki-laki selalu mendominasi dan menjadi pemeran utama yang disorot. Dalam makalah ini, penulis menganalisis iklan Rosѐe Hoegaarden (bir pink) berdasarkan S-P-E-A-K-I-N-G yang merupakan singkatan dari Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequences, Key, Instrumentalities, Norms, Genres yang dikemukakan oleh Dell Hymes. Dari model tersebut, iklan dapat dipaparkan secara terperinci. Penilitian ini menggunakan metode kepustakaan karena dengan metode tersebut, peneliti dapat menggambarkan dan memaparkan bagaimana iklan tersebut ditinjau dari segi S-P-E-A-K-I-N-G. Data yang dianalisis sebanyak 4 buah iklan bir Hoegaarden dengan berbagai versi. Setelah dianalisis dari keseluruhan aspek yang diteliti, ada beberapa aspek yang paling menonjol yaitu Setting (Latar dan Tempat), Participants (Pelaku), Ends (Tujuan), dan Norms (Norma). Hal tersebut menunjukkan bahwa sebuah iklan dapat diteliti dan dipaparkan berdasarkan S-P-E-A-K-I-N-G.

This article discusses about a sociolinguistic review to an ad for Rosѐe Hoegaarden (the pink beer). Beer is one of the world most famous beverages which is liked and consumed by many people everyday, especially in parts of the world that has four seasons. Currently there are a whole lot of new variations of beer in the market, i.e. the pink beer. The pink beer is one of the products that caught people’s attention. This beer is different with other beers in general because of the unusual pink colour and often associated with women because the taste is sweeter than any other beers in general. In the pink beer commercial we can also see the distinction with the other brands because usually the ads are men orientated and they are the main focus of the ads. In this article, the author analyzed the Rosѐe Hoegaarden ad based upon S-P-E-A-K-I-N-G which is an abbreviation for Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequences, Key, Instrumentalities, Norms, Genres proposed by Dell Hymes. From these models, advertising can be described in details. This research uses literature methods because with this method researchers are able to describe and explain how the ads are reviewed by the S-P-E-A-K-I-N-G terms. Data were analyzed by analyzing 4 Hoegaarden beer commercials with various versions. After all aspects that are being studied are analyzed, there are certain prominents aspects which really stands out that is the Setting and Scene, Participants, Ends and Norms. It shows that an advertisement can be studied and presented based on the S-P-E-A-K-I-N-G model.
"
Depok: [Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia;, ], 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ramanitya Citra Khadifa
"ABSTRAK
Hertog Ijs merupakan produk es krim Belanda yang hanya dipasarkan di Belanda. Banyaknya produk es krim terkenal di Belanda menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan Hertog Ijs untuk menjaga eksistensinya dalam bersaing dengan produk lain. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Hertog Ijs memperkenalkan dan mempertahankan eksistensi produknya melalui iklan televisi yang dikemas secara unik dan berbeda. Dalam beberapa tahun, iklan produk Hertog Ijs menunjukkan suatu latar, tokoh, dan karakter yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ciri-ciri yang khas ditampilkan dalam iklan Hertog Ijs dari tahun 2002 hingga 2007 menggunakan model SPEAKING dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini akan menunjukkan bahwa ciri-ciri khas yang ditunjukkan dalam iklan-iklan Hertog Ijs menjadi salah satu upaya agar penonton dapat mengenali bahwa iklan tersebut adalah iklan dari produk Hertog Ijs.

ABSTRACT
Hertog Ijs is a Dutch ice cream brand that is only marketed in the Netherlands. Currently, the brand is facing a challenge to keep their existence in the market due to fierce competition among the ice cream brands. To encounter the challenge, Hertog Ijs has been maintaining its brand awareness by putting out unique campaigns for their new launches. Over the years, the advertisement have always been consistent with the typical storyline, character, and characteristics. Using the qualitative descriptive method, the study aimed to define the characteristics which the brand had used consistently in the Hertog Ijs TV advertisement from 2002 to 2007 with the SPEAKING model. In accordance with that, the analysis showed that their peculiar style of advertising has created a competitive advantage by gaining more recognition of the audience."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf;
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Anton Hari Wirawan
"[vJurnal ini membahas tentang representasi perempuan dalam iklan bir Wieckse Rosé yang muncul di Belanda pada tahun 2007. Wieckse Rosé adalah minuman bir berwarna merah muda yang memiliki rasa buah yang cocok diminum oleh perempuan, sehingga bir ini masuk dalam kategori bir untuk perempuan atau vrouwenbier. Pada penelitian ini, penulis menganalisis sistem tanda berupa indeks, ikon dan simbol dalam iklan Wieckse Rosé, kemudian mengkaitkannya dengan teori feminisme eksistensialisme Simone de Beauvoir. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dari buku-buku semantik, periklanan, feminisme dan disajikan dalam bentuk analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa, penggunaan indeks, ikon dan simbol dalam iklan Wieckse Rosé bertujuan untuk menuntut kesetaraan dalam beraktivitas di ruang publik dan sebuah koreksi mengenai citra perempuan di media yang tidak relevan dengan kondisi yang sebenarnya.
ABSTRACTThis journal talks about the representation of women in Wieckse Rosé beer commercials that appeared in Netherlands in 2007. Wieckse Rosé is a pink colored beer with fruit flavor that is suitable for women. In Nederland, this kind of beer is specifically for women, or as know as vrouwenbier. In this research, writer analyzed a sign sytem in the form of index, icons and symbols in this commercials and then connect them with the Simone de Beauvoir theory of existentialism feminism. The research in this journal using a literature review of semantics, advertising and feminism books. The results of this research shows that index, icons and symbols in advertising Wieckse Rosé are use to aim demand equality in activities in public spaces and a correction of the image of women in the media are not relevant to the actual conditions., This journal talks about the representation of women in Wieckse Rosé beer commercials that appeared in Netherlands in 2007. Wieckse Rosé is a pink colored beer with fruit flavor that is suitable for women. In Nederland, this kind of beer is specifically for women, or as know as vrouwenbier. In this research, writer analyzed a sign sytem in the form of index, icons and symbols in this commercials and then connect them with the Simone de Beauvoir theory of existentialism feminism. The research in this journal using a literature review of semantics, advertising and feminism books. The results of this research shows that index, icons and symbols in advertising Wieckse Rosé are use to aim demand equality in activities in public spaces and a correction of the image of women in the media are not relevant to the actual conditions.]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Albi Pradhyatama
"Makalah ini membahas mengenai register dokter di video Youtube berjudul Het Spreekuur Sint Andriesziekenhuis Tielt. Register dokter diamati melalui percakapan antara dokter Clara dengan Katty. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penulis menggunakan data berupa video Het Spreekuur Sint Andriesziekenhuis Tielt yang diunduh dari Youtube, kemudian dianalisis dari faktor field, tenor, dan mode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa field yang ditemukan dalam video membahas mengenai penyakit kista yang dialami Katty. Tenornya yaitu dokter Clara dan Katty. Mode yang digunakan di dalam video tersebut adalah ragam bahasa akrab. Ragam bahasa akrab digunakan oleh dokter Clara ketika sedang melakukan interaksi dengan Katty. Cara komunikasi antara 2 peserta tuturan tergantung dengan latar belakang sosial dan pendidikan masing-masing peserta. Apabila seorang dokter dan pasiennya memiliki latar belakang sosial dan pendidikan yang berbeda, sang dokter akan menyesuaikan atau mengubah cara komunikasinya dengan mengurangi penggunaan kosakata medis.

This article discusses the registers of physician at Youtube‟s Het Spreekuur Sint Andriesziekenhuis Tielt. The register of physicians can be identified by analyzing the conversations between doctor Clara and Katty. This study uses a qualitative descriptive method. The data, taken from the Youtube, namely Het Spreekuur Sint Andriesziekenhuis Tielt is then being analyzed by using the theory of field, tenor, and mode. The field of the video is the cysts disease, suffered by Katty. Doctor Clara and Katty play a role in the tenor. The intimate language is used the whole time by doctor Clara while interacting with Katty. The mode of speech being used between two participants, depend on the social and educational background of each participant. If doctors and patients have a different social- and educational background, the doctor have to adjust or change the way of communication by using less medical vocabulary.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Astrid Rahmania
"Albert Heijn merupakan salah satu supermarket yang terkenal di Belanda. Sebagai supermarket yang terkenal, Albert Heijn membuat beberapa iklan yang berupa video untuk menarik perhatian masyarakat untuk mempromosikan produk mereka. Pada tahun 2013, Albert Heijn meluncurkan 33 iklan yang berupa video. Dari 33 iklan, terdapat lima iklan yang mempromosikan produk makanan. Pada jurnal ini akan dibahas mengenai model SPEAKING pada iklan video yang mempromosikan produk makanan yang diunggah pada tahun 2013 oleh Albert Heijn. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelima iklan Albert Heijn ini terdapat beberapa aspek yang sama, misalnya pada seting dan peserta tuturan. Iklan-iklan yang diproduksi oleh Albert Heijn adalah contoh iklan yang memiliki seluruh aspek SPEAKING sehingga struktur, maksud dan tujuan iklan menjadi jelas. Selain itu, karakter iklan-iklan yang dihadirkannya adalah jenaka dan kreatif sehingga tidak membosankan.

Albert Heijn is one of the famous supermarket in The Netherlands. As a famous supermarket, Albert Heijn made many tv advertisements, attracting people’s attention on their products. In 2013 Albert Heijn made 33 advertisements, 5 of them promoting it's food products. This paper tends to give decription of the five advertisements using the SPEAKING model. The method used in this paper is qualitative method. The result of this research shows that all the five Albert Heijn’s advertisements consist of all the aspects of SPEAKING model, for example the settings and the participants. The Albert Heijn’s advertisements are examples of advertisements which are composed of the SPEAKING aspects, making the structure, intents and purposes of the advertisements obvious and clear. Besides that, the advertisements are made funny and creative so that the viewers are far from being bored.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Amiria Adi Paramita
"[ABSTRAK
KLM merupakan maskapai milik Belanda yang telah beroperasi sejak tahun 1919. KLM dinobatkan sebagai maskapai tertua di dunia. Dalam meningkatkan pelayanannya, KLM mengeluarkan 35 video iklan dengan tema #happytohelp. Dengan menggunakan metode kualitatif, pada jurnal ini akan dibahas mengenai SPEAKING, ragam bahasa formal, dan fungsi alih kode tiga iklan berbahasa Belanda dengan tema #happytohelp. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa iklan KLM dengan tema #happytohelp memiliki ciri yang
sama dalam tiap komponen SPEAKING, ragam bahasa yang digunakan adalah ragam bahasa usaha dan santai, dan alih kode dalam tulisan ini memiliki fungsi ekspresif dan metalinguistis

ABSTRACT
KLM is a Dutch airline company, operating since 1919. KLM has been named as the oldest airline in the world. In improving it?s services, KLM made 35 advertisements with the #happytohelp topic. Using the qualitative method, this paper tends to give description of three KLM advertisements based on the SPEAKING, formality level of the language variation and code switching theory. The conclusion of this paper is that the three KLM advertisements with #happytohelp topic have the same features and characteristics of the components in SPEAKING. The usage of the formal and informal language variation are both found in the three KLM advertisements. Furthermore the functions of the usage of the code switching are of expressive and metalinguistic function., KLM is a Dutch airline company, operating since 1919. KLM has been named as the oldest airline in the world. In improving it’s services, KLM made 35 advertisements with the #happytohelp topic. Using the qualitative method, this paper tends to give description of three KLM advertisements based on the SPEAKING, formality level of the language variation and code switching theory. The conclusion of this paper is that the three KLM advertisements with #happytohelp topic have the same features and characteristics of the components in SPEAKING. The usage of the formal and informal language variation are both found in the three KLM advertisements. Furthermore the functions of the usage of the code switching are of expressive and metalinguistic function.]"
2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Gultom, Theresia Margareth
"[ABSTRAK
Berita ditujukan untuk semua kalangan. Oleh karena itu, berita bersifat universal. Meskipun bersifat universal,
para remaja yang berusia sekitar 9 sampai dengan 12 tahun pada umumnya kurang tertarik untuk menonton berita
di televisi. Hal itu disebabkan oleh segi pemakaian bahasa yang terkadang sulit dipahami dan cara penyampaian
yang terlalu cepat dari pembawa berita. Dengan adanya acara berita yang ditujukan khusus untuk para remaja
menjadikan para remaja lebih mudah untuk memahami berita yang disampaikan dan tertarik untuk menonton
berita. Salah satu acara berita khusus untuk para remaja yang berusia sekitar 9 sampai dengan 12 tahun adalah
Jeugdjournaal di Belanda. Dalam Jeugdjournaal terdapat beberapa faktor yang membuat para remaja tertarik
untuk menonton berita. Salah satu faktornya adalah pemakaian bahasa dari pembawa berita. Laras bahasa
pembawa berita Jeugdjournaal akan dianalisis dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori
dasar laras bahasa yang dilihat dari konteks situasi (topik wacana, modus wacana, hubungan peran dalam wacana).
Hasil analisis ini menunjukkan bahwa pemakaian bahasa dari pembawa berita berperan dalam meningkatkan minat
para remaja untuk menonton berita.ABSTRACT News is for everyone. Therefore, news is universal. Although news is universal, teenagers around 9 to 12 years
old are generally less interested in watching news on television. That is because the terms of the language used are
sometimes difficult to be understood and the methods of delivery from the news anchor are too fast. With the news
programs that are intended exclusively to the teenagers, it makes the teenagers more easy to understand the news
delivered and interested to watch the news. One special news programs for teenagers around 9 to 12 years old is
Jeugdjournaal in the Netherlands. In Jeugdjournaal there are several factors that makes teenagers interested to
watch the news. One of them is the use of language from the news anchor. The register of Jeugdjournaal news
anchor will be analyzed in a descriptive qualitative research by the use of the basic theories of the register that is
seen from the context of the situation (field of discourse, mode of discourse, tenor of discourse). The results of this
analysis show that the language use from the news anchor have roles in increasing the interest of teenagers to
watch the news., News is for everyone. Therefore, news is universal. Although news is universal, teenagers around 9 to 12 years
old are generally less interested in watching news on television. That is because the terms of the language used are
sometimes difficult to be understood and the methods of delivery from the news anchor are too fast. With the news
programs that are intended exclusively to the teenagers, it makes the teenagers more easy to understand the news
delivered and interested to watch the news. One special news programs for teenagers around 9 to 12 years old is
Jeugdjournaal in the Netherlands. In Jeugdjournaal there are several factors that makes teenagers interested to
watch the news. One of them is the use of language from the news anchor. The register of Jeugdjournaal news
anchor will be analyzed in a descriptive qualitative research by the use of the basic theories of the register that is
seen from the context of the situation (field of discourse, mode of discourse, tenor of discourse). The results of this
analysis show that the language use from the news anchor have roles in increasing the interest of teenagers to
watch the news.]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nirmawati Yusuf
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi POJK No.51/2017
/POJK.03/2017 yang mewajibkan pelaporan keberlanjutan untuk diungkapkan oleh
lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik terutama bank komersial di
Indonesia terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Cakupan studi ini adalah praktik pelaporan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB), kebijakan alokasi kredit dan investasi berkelanjutan yang disusun oleh bank komersial serta motifdan perilaku bank terhadap penerapan keuangan berkelanjutan dalam sudut pandang teori new institutional. Analisis konten, tematik, dan konstan komparatif digunakan untuk mengolah data sekunder berupa Laporan Keberlanjutan yang kemudian dikodekan menggunakan program NVIVO 12 Plus. Studi ini membandingkan topik dan tema yang diusung masing-masing bank berdasarkan kategori (BUKU) antara tahun 2017 dan 2019.
Praktik pelaporan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan telah dilaksanakan oleh bank BUKU 2, 3 dan 4 dengan temuan yang berbeda terutama pada BUKU 2 yang belum
melaporkan ke regulator kecuali pada Bank Artha Graha dan Muamalat. Perilaku
kebijakan penerapan keuangan berkelanjutan terutama dalam alokasi kredit dan investasi mengarahkan bank komersial untuk melakukan tindakan decoupling di awal penerapan Peraturan ini dan menjadi homogen karena adanya mekanisme meniru kebijakan yang telah dijalankan oleh bank pendahulu. Penggunaan teori new intitutional, menunjukkan adanya dominasi material carriers akibat standar operasional yang berlaku di internal bank komersial. Penerapan Peraturan OJK No.51/POJK.03/2017 mengarahkan bank komersial di Indonesia cenderung melakukan tindakan decoupling. Meskipun sebagian besar bank komersial telah mematuhi POJK No.51/2017/POJK.03/2017 penerapan keuangan berkelanjutan masih terbatas dan hanya berfokus pada faktor keuangan, hal ini menunjukkan material carriers dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 masih mendominasi. Meskipun demikian, kemungkinan munculnya dominasi logics lain berupa sustainability logics jika fase penerapan yang ditetapkan bank komersial berjalan sesuai dengan rencana RAKB yang disusun.

This study aims to analyze the implementation of OJK Regulation No.51/POJK.03/2017,
which requires sustainability reporting to be disclosed by financial services institutions,
issuers, and public companies, primarily commercial banks in Indonesia, towards
achieving sustainable development goals. This study's scope is the practice of reporting
on the Sustainable Finance Action Plan (RAKB), policies on credit allocation and
sustainable investment formulated by commercial banks, and banks' motivation and
behavior towards implementing sustainable finance from the point of view of new
institutional theory. The research methods used Content, thematic, and constant
comparative analyses to process secondary data, i.e., the banks' sustainability report, then
coded and compared using NVIVO 12 Plus. This study compared topics and themes
resulting from each Sustainability Reports of the banks on each category (BUKU)
between 2017 and 2019. The Sustainable Financial Action Plan's reporting practice has
been implemented by BUKU 2, 3, and 4 with different findings, especially in BUKU 2,
which has not been reported to the regulator except at Artha Graha and Muamalat bank’s.
A sustainable finance implementation behavior, especially in the allocation of credit and
investment, directs commercial banks to perform decoupling actions at the beginning of
this Regulation and become homogeneous duet o the mechanism of imitating the policies
that have been implemented by the predecessor banks. The use of new institutional theory
indicates the dominance of material carriers in commercial banks' operational standards.
The implementation of OJK Regulation No.51/POJK.03/2017 directs commercial banks
in Indonesia to conduct decoupling practices. Although most commercial banks have
complied with OJK Regulation No. 51/POJK.03/2017, the implementation of sustainable
finance is still limited and only focuses on financial factors. The dominance of material
logic shows from 2017 to 2019. However, the possibility of the emergence of other logics'
dominance is still possible, i.e., sustainability logic if commercial banks' implementation
phase runs following the Sustainable Finance Action plan drawn up.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elvina Tria Nilamsari
"[ABSTRAK
Makalah ini membahas analisis tujuh iklan produk bir yang diterbitkan di media cetak Jerman ditinjau dari bidang semantis. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui makna denotatif, konotatif, dan asosiatif dari setiap unsur verbal yang muncul dan mengetahui citra yang dibangun terhadap produk tersebut. Metode yang akan digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik studi kepustakaan. Hasil dari análisis ini menunjukan bahwa sebagian besar iklan bir menggunakan kata-kata yang membangun citra positif yang berasosiasi dengan relaksasi (Warsteiner, Franzikaner, Flensburger Pilsener, dan Heineken), kesehatan dan kesegaran (Bitburger dan Paulaner), dan tradisi (Krombacher)ABSTRACT This paper discusses the semantic meanings of advertisement language of 7 selected German beer products. The purposes of this research are to know the denotative meaning, conotative meaning, and asosiative meaning from every verbal language in the printed advertisements and to know which image that want to be built for the product or brand. This research method is qualitative research and library research. The result of this research shows that the most ads use selective words that build positive image, which give the consumers association about relaxation (Warsteiner, Franzikaner, Flensburger Pilsener, and Heineken), health and refreshment (Bitburger and Paulaner), and tradition (Krombacher);This paper discusses the semantic meanings of advertisement language of 7 selected German beer products. The purposes of this research are to know the denotative meaning, conotative meaning, and asosiative meaning from every verbal language in the printed advertisements and to know which image that want to be built for the product or brand. This research method is qualitative research and library research. The result of this research shows that the most ads use selective words that build positive image, which give the consumers association about relaxation (Warsteiner, Franzikaner, Flensburger Pilsener, and Heineken), health and refreshment (Bitburger and Paulaner), and tradition (Krombacher);This paper discusses the semantic meanings of advertisement language of 7 selected German beer products. The purposes of this research are to know the denotative meaning, conotative meaning, and asosiative meaning from every verbal language in the printed advertisements and to know which image that want to be built for the product or brand. This research method is qualitative research and library research. The result of this research shows that the most ads use selective words that build positive image, which give the consumers association about relaxation (Warsteiner, Franzikaner, Flensburger Pilsener, and Heineken), health and refreshment (Bitburger and Paulaner), and tradition (Krombacher), This paper discusses the semantic meanings of advertisement language of 7 selected German beer products. The purposes of this research are to know the denotative meaning, conotative meaning, and asosiative meaning from every verbal language in the printed advertisements and to know which image that want to be built for the product or brand. This research method is qualitative research and library research. The result of this research shows that the most ads use selective words that build positive image, which give the consumers association about relaxation (Warsteiner, Franzikaner, Flensburger Pilsener, and Heineken), health and refreshment (Bitburger and Paulaner), and tradition (Krombacher)]"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nidya Sari Rifaie
"ABSTRAK
Pertumbuhan pengguna internet yang terus meningkat setiap tahunnya telah mengubah cara perusahaan melakukan bisnis dan berkomunikasi serta berinteraksi dengan konsumen. Hal ini mendorong pemasar untuk menerapkan strategi baru dalam mempromosikan produknya melalui internet. Namun, pengguna internet tidak selalu menunjukan sikap positif pada iklan yang ditayangkan di internet dan terjadilah penghindaran iklan di internet oleh para pengguna internet. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh antara e-lifestyle dengan sikap penghindaran iklan di internet secara kognitif, afektif dan behavior. Dengan menentukan tipe penghindaran pada masing-masing kelompok e-lifestyle, pemasar atau pengiklan dapat mengembangkan strategi dalam mendesain dan mempublikasikan iklan mereka di internet, sehingga iklan mereka dapat efektif dan mencapai target mereka. Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian konklusif deskriptif. Penelitian ini juga menggunakan sampel 306 responden yang aktif menggunakan layanan internet dalam aktivitas kesehariannya dan memenuhi kualifikasi sebagai pengguna internet yang memiliki kecenderungan dalam mengabaikan iklan saat sedang berselancar di internet. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan Lisrel 8.51. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa penghindaran iklan di internet paling besar adalah pada need-driven e-lifestyle yaitu secara afektif dan behavior. Sedangkan pada entertaiment-driven e-lifestyle menunjukan adanya pengaruh terhadap sikap penghindaran iklan di internet baik secara kognitif, afektif dan behavior. Hasil penelitian ini juga menunjukan adanya pengaruh sociability-driven e-lifestyle terhadap sikap penghindaran iklan di internet baik secara kognitif, afektif dan behavior. Selain itu, pada novelty-driven e-lifestyle juga menunjukan adanya pengaruh terhadap penghindaran pada iklan di internet secara afektif. Sedangkan, pada kelompok e-lifestyle lainnya tidak ditemukan pengaruh terhadap sikap penghindaran iklan di internet

ABSTRACT
The positive growth of internet users has altered the way company operates its businesses and its interaction to the consumers. This encourages market to apply new strategy in order to promote its product through internet. However, internet users don?t always show positive attitude toward advertisements posted in the internet; thus, they seek to avoid those advertisements. This research aims to analyze the influence between e-lifestyle and the advertising avoidance in internet from the dimension of cognitive, affective and behavior. By identifying the types of avoidance in each e-life style group, marketers or advertisers can develop a strategy in designing and publishing advertisement in internet; consequently their advertisement will achieve its objective. This research is conducted with descriptive conclusive research designs. This study used 306 respondents who actively use internet services in their daily activity and satisfied the qualification as internet users with the tendency to ignore the ads on their internet surfing. The analytical method used is Structural Equation Modeling (SEM) with Lisrel 8:51. The result shows that advertising avoidance portions the greatest on need-driven e-lifestyle under the dimension of affective and behavior. However, entertainment-driven e-lifestyle displays the influence on internet advertising avoidance under the dimension of affective, cognitive and behavior. This study also shows an influence of sociability-driven e-lifestyle to internet advertising avoidance attitude in both cognitive, affective and behavioral dimension. In addition, the novelty-driven e-lifestyle also shows the influence of internet advertising avoidance affectively. Meanwhile, the rest of e-lifestyle groups do not exhibit any influence of internet advertising avoidance;"
2016
S65653
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>