Ditemukan 197308 dokumen yang sesuai dengan query
Ayu Yuliani Sekriptini
"Karya ilmiah akhir ini membahas tentang penerapan model Konservasi Levine dalam pemberian asuhan keperawatan pada pada anak dengan gangguan pernapasan. Infeksi saluran pernapasan akut merupakan suatu gangguan pulmonal yang memiliki efek samping hipoksemia dan kegagalan pernapasan melalui pemberian asuhan keperawatan dengan menerapkan prinsip konservasi untuk mempertahankan keseimbangan energi, konservasi integritas struktural, personal dan sosial. Beberapa masalah keperawatan yang ditemukan antara lain gangguan pertukaran gas, ketidakefektifan pola napas dan ketidakefektifan bersihan jalan napas. Model Konservasi diharapkan menjadi acuan praktik keperawatan pada pada anak dengan gangguan pernapasan.
The end scientific work is about the application of the Levine's Conservation model in the provision of nursing care to children with respiratory disorders. Respiratory infection acute is a pulmonary disorder that has a side effect of hypoxemia and respiratory failure. The side effects of hypoxemia and respiratory failure can be minimized through the provision of nursing care by applying the principle of conservation of energy to maintain balance, conservation of structural integrity, personal and social. Some nursing problems were found among other disorders of gas exchange, breathing pattern ineffective airway clearance and ineffectiveness. This Conservation model is expected to be a reference of nursing practice in children with respiratory disorders."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
TA5981
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Suyami
"Anak selama dirawat rentan mengalami berbagai masalah kesehatan termasuk kerusakan integritas kulit. Tujuan penulisan Karya Ilmiah Akhir ini adalah memberikan gambaran aplikasi Model Konservasi Levine dalam asuhan keperawatan dan gambaran pencapaian kompetensi serta peran perawat dalam asuhan keperawaatan pada anak yang berisiko mengalami kerusakan integritas kulit. Model Konservasi Levine berfokus pada peningkatan adaptasi melalui prinsip konservasi untuk mencapai keutuhan diri. Hasil evaluasi didapatkan bahwa integritas kulit semua kasus kelolaan dapat terjaga. Hal ini menunjukkan bahwa Model Konservasi Levine dapat diaplikasikan pada pasien yang berisiko mengalami kerusakan integritas kulit. Asuhan keperawatan dilaksanakan oleh residen dengan melaksanakan perannya sebagai pemberi asuhan, pendidik, pengelola asuhan, advokat, peneliti dan agen pembaharu.
Children over the treated susceptible to a variety of health problems including damage to skin integrity. The purpose of this final scientific writing is to give an overview of applications Levine’s Conservation Model in nursing care and description of the achievement of competence and the role of nurses in the care in children at risk of damage to the integrity of the skin. Levine’s Conservation Model focuses on improving adaptation through conservation principles to achieve wholeness. Evaluation results showed that all cases of skin integrity can be maintained under management. This suggests that the Levine's Conservation Model can be applied to patients at risk of damage to the integrity of the skin. Carried out by the resident nursing care by carrying out its role as caregivers, educators, care managers, advocates, researchers and innovators agent. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
TA5980
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Meidiana Bangun
"Anak dengan kanker selama dirawat sangat rentan mengalami berbagai masalah kesehatan termasuk gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit yang disebabkan oleh karena efek samping pemberian kemoterapi maupun kondisi perbaikan keadaan umum paska pemberian kemoterapi. Karya Ilmiah Akhir ini adalah memberikan gambaran aplikasi Model Konservasi Levine dalam asuhan keperawatan pada anak yang mengalami ketidak seimbangan cairan dan elektrolit dan gambaran pencapaian kompetensi serta peran perawat dalam asuhan keperawaatan pada anak yang mengalami gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Model Konservasi Levine berfokus pada peningkatan adaptasi melalui prinsip konservasi untuk mencapai keutuhan diri. Penerapan Model Konservasi Levine tergambar pada lima kasus kelolaan. Pada lima kasus kelolaan tersebut ditemukan masalah ketidak seimbangan cairan dan elektrolit. Adapun masalah keperawatan yang lainnya adalah hipertermi, gangguan pola nafas, infeksi, resiko perdarahan, gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, cemas pada pasien dan keluarga. Masalah-masalah tersebut dapat menghambat proses pemulihan pada anak. Asuhan keperawatan pada kasus kelolaan diberikan oleh residen dengan melaksanakan perannya sebagai pemberi asuhan, pendidik, pengelola asuhan, atvokat, peneliti dan agen pembaharu.
Cancer in children very vulnerable to a variety of health problems including fluid and electrolyte imbalance because of chemotherapy side effect as well as recovery process. The purpose of this final scientific writing is to give an overview of applications Levine’s Conservation Model in nursing care whose have problems in fluid and electrolyte imbalance and also competence as well as the description of the achievement of the role of nursing care for cancer children with fluid and electrolyte imbalanced. Levine’s conservation model focuses on improving adaptation through conservation principles to achieve wholeness. Application of Levine’s conservation model depicted in five cases managed. The other problem is the interference nursing fluid and electrolyte imbalance: hyperthermia, ineffective airway pattern, infection, risk of bleeding, imbalanced nutrition: less than body requirements, anxiety in patient and family. These problems can hamper the recovery process in children with cancer. Nursing care in the case given by the resident managed to carry out roles as caregivers, educators, care managers, counselor, researcher and innovator agents."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Siti Rofiqoh
"Demam merupakan gejala yang sering dialami anak dengan penyakit infeksi. Kondisi demam tinggi berdampak merugikan anak. Demam tinggi membuat anak tidak nyaman dan orang tua cemas serta meningkatkan kebutuhan kalori dan cairan. Oleh karena itu dibutuhkan asuhan keperawatan model konservasi. Penulisan Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan memberikan gambaran kegiatan pelaksanaan praktik residensi ners spesialis anak, gambaran aplikasi model konservasi dalam asuhan keperawatan demam pada anak yang mengalami penyakit infeksi. Model Konservasi Levine berfokus pada konservasi energi, integritas struktrur, personal dan sosial untuk mencapai keutuhan. Berdasarkan 5 kasus yang dibahas, intervensi yang diberikan untuk trophicognosis peningkatan suhu tubuh (demam) antara lain mengupayakan penurunan suhu tubuh, mempertahankan lingkungan sejuk dan nyaman, meningkatkan istirahat, memberikan asupan cairan dan nutrisi adekuat serta menurunkan kecemasan anak dan orang tua menggunakan konsep family centered care. Model Konservasi dapat diterapkan dalam asuhan anak demam. Disarankan untuk lebih meningkatkan upaya konservasi integritas personal dan sosial melalui pendidikan kesehatan pada keluarga.
Fever is a symptom that is often experienced by children with infectious diseases. High fever conditions adversely affects children. High fever makes the child uncomfortable and parent’s anxiety and also increase calorie and fluid needs. Therefore, the child needs nursing care such as conservation model by Levine. This scientific final assignment to provide an overview of the implementation of the activities of child specialist nurse practice, an overview of applications of conservation models in nursing care of fever in children with infectious diseases. Levine Conservation Model focuses on energy conservation, structure integrity, personal and social to achieve wholeness. Based on 5 cases discussed, interventions given to trophicognosis increased body temperature (fever), which are to seek a decrease in body temperature, maintaining comfortable environment, improve rest, provide adequate nutrition and fluid intake as well as decrease the anxiety of children and parents using the concept of family-centered care. Conservation Model can be applied in the care of fever children. It is recommended to further enhance the conservation of personal integrity and social health through the family education."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Dini Rachmaniah
"Masalah kekurangan volume cairan dan elektrolit sebagian besar terjadi pada anak dengan penyakit diare Anak yang mengalami kekurangan volume cairan dan elektrolit memerlukan konservasi untuk dapat beradaptasi dalam memperbaiki kondisi tubuhnya sehingga dapat mencapai proses penyembuhan secara wholeness Karya ilmiah akhir ini membahas tentang aplikasi model konservasi Levine dalam pengelolaan asuhan keperawatan pada anak dengan kekurangan volume cairan dan elektrolit Metode yang digunakan adalah studi kasus dimana terdapat lima kasus yang diaplikasikan dengan menggunakan model konservasi Hasil pengkajian dengan menggunakan prinsip konservasi pada kelima kasus semua mengalami trophicognosis kekurangan volume cairan dan elektrolit Intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yang utama adalah pemberian dan pemantauan asupan cairan dan elektrolit secara adekuat Hasil pengamatan respon organisme pada akhir perawatan menunjukkan empat kasus mampu beradaptasi dan mencapai wholeness sedangkan satu kasus tidak mencapai wholeness Hal ini ditunjukkan oleh keberhasilan dalam mengatasi trophicognosis yaitu ada yang sudah teratasi belum teratasi tetapi sudah menunjukkan perbaikan dan ada juga yang tidak teratasi.
Most of fluid and electrolyte deficit in children are caused by diarrhea Children who have deficit of fluid and electrolyte need conservation to adapt and to heal the body Thus the wholeness healing is achieved This study is aims to clarify the application of Levine Conservation Model in nursing care of children with fluid and electrolyte deficit To accomplish this study case study method was conducted with five cases Assessment with conservation principle found that all cases are trophicognosis deficit of fluid and electrolyte The main intervention is giving and observing intake fluid and electrolyte tightly In the end of treatment the result showed that four of five cases were able to adapt and achieve the wholeness healing This result showed the accomplishment of against the trophicognosis which consist of solved completely solved incomplete and unsolved."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Dini Rachmaniah
"Masalah kekurangan volume cairan dan elektrolit sebagian besar terjadi pada anak dengan penyakit diare. Anak yang mengalami kekurangan volume cairan dan elektrolit memerlukan konservasi untuk dapat beradaptasi dalam memperbaiki kondisi tubuhnya sehingga dapat mencapai proses penyembuhan secara wholeness. Karya ilmiah akhir ini membahas tentang aplikasi model konservasi Levine dalam pengelolaan asuhan keperawatan pada anak dengan kekurangan volume cairan dan elektrolit. Metode yang digunakan adalah studi kasus, dimana terdapat lima kasus yang diaplikasikan dengan menggunakan model konservasi. Hasil pengkajian dengan menggunakan prinsip konservasi, pada kelima kasus semua mengalami trophicognosis kekurangan volume cairan dan elektrolit. Intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yang utama adalah pemberian dan pemantauan asupan cairan dan elektrolit secara adekuat. Hasil pengamatan respon organisme pada akhir perawatan menunjukkan empat kasus mampu beradaptasi dan mencapai wholeness, sedangkan satu kasus tidak mencapai wholeness. Hal ini ditunjukkan oleh keberhasilan dalam mengatasi trophicognosis, yaitu ada yang sudah teratasi, belum teratasi tetapi sudah menunjukkan perbaikan, dan ada juga yang tidak teratasi.
Most of fluid and electrolyte deficit in children are caused by diarrhea. Children who have deficit of fluid and electrolyte need conservation to adapt and to heal the body. Thus, the wholeness healing is achieved. This study is aims to clarify the application of Levine Conservation Model in nursing care of children with fluid and electrolyte deficit. To accomplish this study, case study method was conducted with five cases. Assessment with conservation principle found that all cases are trophicognosis deficit of fluid and electrolyte. The main intervention is giving and observing intake fluid and electrolyte tightly. In the end of treatment, the result showed that four of five cases were able to adapt and achieve the wholeness healing. This result showed the accomplishment of against the trophicognosis, which consist of solved completely, solved incomplete and unsolved."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Budiyati
"Karya Ilmiah Akhir ini merupakan gambaran pelaksanaan kegiatan praktik keperawatan ners spesialis anak selama satu tahun yang dimulai dari tanggal 3 Oktober 2011 sampai dengan 20 April 2012 yang menerapkan peran dan fungsi dari ners spesialis keperawatan anak. Karya Ilmiah Akhir ini memfokuskan pada aplikasi Teori Konservasi Levine dalam asuhan keperawatan klien anak yang mengalami peningkatan suhu tubuh di ruang perawatan penyakit infeksi. Pengkajian yang dilakukan meliputi konservasi energi, konservasi integritas struktur, konservasi integritas personal dan konservasi integritas sosial. Tropikognosis dan justifikasi yang dirumuskan meliputi dari keempat konservasi tersebut. Hipotesa, planning dan implementasi disesuaikan dengan konservasi energi, konservasi integritas struktur, konservasi integritas personal dan konservasi integritas sosial. Dari hasil evaluasi didapatkan bahwa kelima kasus klien terpilih yang mengalami peningkatan suhu tubuh setelah diberikan asuhan keperawatan, didapatkan hasil 5 klien semuanya terbebas dari demam dan semuanya pulang dengan kondisi bebas demam. Selanjutnya dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien anak, residen merekomendasikan untuk menerapkan prinsip caring, atraumatic care, family centered care dan upaya pencegahan infeksi nosokomial dengan cara bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur dan standar asuhan keperawatan serta memperhatikan prinsip sterilitas dan teknik aseptik yang dapat dilakukan dengan tindakan cuci tangan dengan handrub. Sebagai inovator residen melakukan modifikasi ruang tindakan menjadi ruangan yang bernuansa anak untuk meminimalkan atraumatic care dan residen juga melakukan discharge planning dimulai dari pasien baru sampai pasien pulang dan membuat media penkes sebagai media untuk melakukan pendidikan kesehatan pada orang tua dan keluarga pasien.
This final scientific paper is a clinical nursing practice report of pediatrics nurse specialist practice that is conducted for one year from 3rd October 2011 until 20th April 2012 by applying the role and function of pediatrics nurse specialist. The paper is focusing on the application of Levine’s conservation theory into nursing care of children suffering from hyperthermia in infection ward. The assessment that is performed including conservation of energy, the structure of conservation integrity, personal integrity conservation, and social integrity conservation. Tropicognoses and justification, which are formulated including the fourth areas of conservation. Hipotesa, plan, and implementation are customized with conservation of energy, the structure of conservation integrity, personal integrity conservation, and social integrity conservation. Based on the conducted evaluation, it was resulted that from five chosen clients who suffering from hypothermia, after receiving nursing care they were recover from hyperthermia and discharged home with normal body temperature. Moreover, in providing nursing care to children, resident recommends to apply the principal of caring, atraumatic care, family centered care and effort preventing nosocomial infection by working based on standard operating procedure and nursing care standard, and also applying sterile principal and aseptic technique by washing hand with handrub. As an innovator, resident modified the intervention room as a child room with some decorations in order to minimize atraumatic care. The resident was also made a discharge planning with starting from obtaining new patient until discharging home, and provided health education for parents and family of clients."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Orpa Diana Suek
"Permasalahan yang sering muncul dalam merawat klien dengan ventilasi mekanik di PICU adalah masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas. Salah satu teori keperawatan yang dapat diaplikasikan di ruang perawatan intensif adalah Model Konservasi Myra E. Levine yang mempunyai 3 konsep dasar yaitu konservasi, adaptasi dan keutuhan (wholeness). Tahapan proses keperawatan yang dilakukan adalah melakukan pengkajian, merumuskan trophicognosis dan hypothesis yang tepat, mengimplementasikan rencana dan melakukan evaluasi terhadap setiap respon organismik klien yang bertujuan untuk membantu klien beradaptasi selama dalam perawatan dan mencapai wholeness sebagai seorang individu yang unik. Intervensi yang dapat dilaksanakan untuk mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif, antara lain fisioterapi dada, penghisapan lendir, humidifikasi, inhalasi, dan mobilisasi. Peran Ners Spesialis Keperawatan Anak selama merawat anak dengan ventilasi mekanik adalah sebagai praktisi, pendidik, advokat dan peneliti. Ners Spesialis Keperawatan Anak diharapkan terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang keperawatan untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada klien dan keluarga.
Nursing problem that often arises in caring of pediatric patient with mechanical ventilation at PICU is ineffectiveness of airway clearance. One of the nursing theories that can be applied in intensive care unit is Myra E. Levine Conservation Model which has 3 basic concepts. Those concepts are conservation, adaptation and wholeness. Stages of the nursing process are assesment, formulate appropriate trophicognosis and hypothesis, implementing the intervention and evaluating every client organismic response that is aimed to help clients adapting during the treatment and achieving wholeness as a unique individual. Interventions that can be implemented to maintain an effective airway clearance are chest physiotherapy, mucus suction, humidification, inhalation, and mobilization. The Role of Ners Specialist of Pediatric Nursing for caring of a pediatric patient with mechanical ventilation is as practitioner, educator, advocate and researcher. Ners specialist of pediatric nursing are expected to continue develop knowledge and technology in the field of nursing to improve the quality of nursing care to clients and families."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Tri Sakti Widyaningsih
"Karya Ilmiah Akhir ini memberikan gambaran tentang pelaksanaan Program Residen Ners Spesialis Keperawatan Anak dalam bentuk kegiatan praktik Residensi I dan II. Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan untuk memberikan gambaran aplikasi teori comfort Kolcaba dalam asuhan keperawatan pada anak dengan peningkatan suhu tubuh dan pencapaian kompetensi baik sebagai praktisi, pendidik, advokat, pengelola dan peneliti selama praktik residensi. Menurut comfort Kolcaba, peningkatan suhu tubuh merupakan salah satu gangguan pemenuhan kebutuhan rasa nyaman fisik yang berkaitan erat dengan kebutuhan rasa nyaman psikospiritual, sosiokultural dan lingkungan. Intervensi yang dilakukan adalah memonitor status hemodinamik, menganjurkan keluarga untuk selalu berada di samping pasien, mengajarkan keluarga dalam pemberian kompres air hangat dan mengatur suhu ruangan sesuai suhu tubuh pasien. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah mengukur suhu tubuh dengan menggunakan termometer timpani dimana residen menerapkan salah satu kompetensi perawat spesialis sebagai ranah pengembangan profesional sekaligus memberikan kebutuhan rasa nyaman dan mencegah trauma pada anak.
This Final Scientific Paper provides an overview of the implementation of the Resident Program Specialist Nurses in the form of practical activities Residency I and II. This Final Scientific aims is in order to provide an overview Comfort Kolcaba Theory Application of children nursing care by increased body temperature and achievement of competency either as a practitioner, educator, advocate, manager and researcher during practice residency. According to Kolcaba comfort theory, increasing body temperature is one of the comfortable sense of fulfillment disorders are strongly associated with physical comfort needs psikospiritual, sociocultural and environmental. Interventions need to be done is to monitor hemodynamic status, advised the family to accompanied the patient, the family teaches the provision of warm water compress and maintain the room's temperature according the patient's body temperature. One inovation need to be done is measure the body temperature using a thermometer tympanic where residents apply one domain competence as a specialist nurse professional development needs as well as providing a sense of comfort and prevent trauma to child."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Roza Indra Yeni
"Konsep utama teori comfort adalah melakukan penilaian terhadap struktur taksonomi antara tiga kenyamanan dikaitkan dengan empat pengalaman kenyamanan. Kebutuhan oksigen merupakan kebutuhan fisiologis bagi manusia. Pemenuhan kebutuhan oksigen merupakan fungsi sistem pernapasan dan sistem kardiovaskuler. Gangguan kedua sistem tersebut menyebabkan ketidaknyamanan pada anak karena kebutuhan oksigen terganggu. Perawat perlu membantu anak supaya kebutuhan oksigen terpenuhi agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal tersebut sesuai dengan prinsip comfort dari Kolcaba. Fokus bahasan adalah penggunaan teori comfort dalam memenuhi kebutuhan oksigenasi. Asuhan keperawatan dilakukan dengan proses keperawatan comfort. Terdapat lima kasus yang dibahas. Hasil akhir dari penerapan comfort mampu mengidentifikasi pengalaman kenyamanan anak dihubungkan dengan tipe kenyamanan.
The main concept of comfort theory is assessing the taxonomic structure between the three comfort associated with four comfort experience. Oxygen demand is a physiological necessity for humans. Meeting the needs of oxygen is a function of the respiratory system and cardiovascular system. Disruption of both systems cause discomfort to the child because of the need of oxygen is interrupted. Nurses need to help children to oxygen needs are met so that children can grow and develop properly. This is in accordance with the principles of comfort Kolcaba. The focus of the discussion is the use of the theory of comfort to meet the needs of oxygenation. Nursing care is done with comfort nursing process. There are five cases discussed. The end result of the application of a comfort able to identify children experience the comfort associated with the type of comfort."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library