Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 197573 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siti Nurjanah
"Bunuh diri merupakan tindakan yang secara sadar dilakukan oleh seseorang untuk mengakhiri kehidupannnya. Perilaku bunuh diri adalah tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk membunuh diri sendiri. Bunuh diri melibatkan ambivalensi antara keinginan untuk hidup dan keinginan untuk mati. Perilaku bunuh diri terdiri dari tiga tingkatan berupa ide/isyarat bunuh diri, ancaman bunuh diri, dan percobaan bunuh diri (Videbeck,2011). Seseorang yang berisiko melakukan bunuh diri adalah ketika mereka tidak mampu mendapatkan solusi dari permasalahan dan penderitaan yang dialami.
Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah memberikan gambaran hasil manajemen kasus spesialis pada klien risiko bunuh diri melalui pendekatan model stress adaptasi Stuart dan teori Chronic Sorrow Eakes di rumah sakit Marzuki Mahdi. Tindakan keperawatan diberikan kepada 11 klien dengan menggunakan terapi kognitif. Terapi kognitif yang diberikan pada klien menunjukkan peningkatan dalam pencegahan perilaku bunuh diri. Terapi kognitif menunjukkan efektifitas kemampuan klien untuk berpikir positif.
Rekomendasi: pada klien risiko bunuh diri dengan pendekatan model teori Chronic Sorrow bisa diberikan terapi kognitif. Untuk meningkatkan efektifitas perlu adanya terapi kombinasi bagi klien risiko bunuh diri.

Suicide is considered as a conscious of a person to end her or his life. Suicidal behavior is a deliberate act to kill her or himself. Suicide involves an ambivalence between the desire to live and wanting to die. Suicidal behavior consists of three tiers in the form of ideas / cues suicide, self unuh threats, and suicide attempts (Videbeck, 2011). Someone at risk of suicide is when they are not able to get the solution of problems and suffering.
The purpose of writing this scientific paper was to describe the result of specialized case Stuart’s Stress Adaptation and Eakes’s Chronic Sorrow Theories in Marzuki Mahdi Hospital. The Nursing interventions were provided to 11 clients using cognitive therapy. The cognitive therapy provided to the clients showed the improvement in the prevention of suicidal behavior. The cognitive therapy has demonstrated the effectiveness of positive thingking abilitiet of the cliens.
It is recommended that the suicidal risk clients can be treated with ognitive therapy using the combination of the Stuart’ Stress Adaptation and Eakes’ Chronic Sorrow Theories, as well as the combination of other therapies to be complemented to each other.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
I Ketut Sudiatmika
"Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan memberikan gambaran manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa pada klien harga diri rendah kronis melalui pendekatan model adaptasi Roy di Ruang Yudistira Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Rational emotive behavior therapy (REBT) dan cognitive therapy (CT) diberikan kepada 25 klien.
Hasil yang ditemukan REBT dan CT efektif dalam menurunkan gejala harga diri rendah kronis yang ditunjukkan melalui respon kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial. REBT dan CT direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan pada klien harga diri rendah kronis.

This study aims to describe the case management specialist in mental nursing to the patients with chronic low self-esteem using Roy adaptation model approach at Yudistira Room Dr. H. Marzoeki Mahdi Hospital in Bogor. Rational emotive behavior therapy (REBT) and cognitive therapy (CT) provided to 25 clients.
The results of REBT and CT were found effective in reducing symtoms of chronic low self-esteem is demonstreted through the response of cognitive, affective, physiological, behavioral and social. REBT and CT is recommended as therapy of nursing specialists at the client's chronic low selfesteem.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Anang Nurwiyono
"Prevalensi gangguan jiwa berat Skizofrenia di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 prevalensi Skizofrenia di Indonesia sebesar 1,7‰. Resiko perilaku kekerasan adalah salah satu gejala positif dari Skizofrenia.
Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah memperoleh gambaran manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa terhadap pasien risiko perilaku kekerasan dengan pendekatan stres adaptasi Stuart dan model adaptasi Roy. Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah assertiveness training dan acceptance and commitment therapy pada 32 Pasien dalam kurun waktu 17 Februari - 18 April 2014 di Ruang Utari RSMM Bogor.
Hasil pelaksanaan manajemen kasus spesialis dapat menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial serta peningkatan kemampuan koping adaptif pasien.
Rekomendasi penulisan ini adalah bahwa penerapan stres adaptasi Stuart dan model adaptasi Roy dengan intervensi keperawatan assertiveness training dan acceptance and commitment therapy dapat menurunkan perilaku kekerasan.

Prevalence of the serious mental disorder Schizophrenia in Indonesia each year has increased significantly. Riskesdas result in 2013 the prevalence of Schizophrenia in Indonesia is 1,7‰. Violence risk behavior is one of the positive symptoms of Schizophrenia.
The objective of this paper was to describe the application a psychiatric nursing specialist case management for Patients with a risk of violence behavior by using the stress adaptation Stuart and Roy’s adaptation model. Nursing interventions was assertiveness training, asceptance and commitment therapy to the 32 Patients during 17 Februari - 18 April 2014 at Utari Ward RSMM Bogor.
The result of using the application a psychiatric nursing specialist has proven it can reduce symptoms of violence behavior in cognitive, affective, physiological, behavioral and social as well as improving adaptive coping Patients.
Recommendation from this report is by applying stress adaptation models of Stuart's and Roy's adaptation models with nursing intervention, assertiveness training acceptance and commitment therapy, it can reduce violence risk behavior.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Khusnul Aini
"Bunuh diri adalah sebuah peringatan untuk perilaku merusak diri atau mencelakakan diri sendiri. Klien dengan risiko bunuh diri selalu merasa semua kejadian dalam hidupnya adalah sulit dan memutuskan jalan keluarnya adalah dengan mengakhiri hidupnya sendiri (Frisch & Frisch, 2006). Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penatalaksanaan asuhan keperawatan dengan pendekatan The theory of reason action and planned behavior Perla Werner pada klien dengan Risiko Bunuh Diri. Penerapan cognitive therapy dan logoterapi dilakukan pada 10 orang klien di ruang Gatotkaca pada kurun waktu 20 Pebruari - 20 April 2012.
Hasil cognitive therapy dan logoterapi sangat efektif pada klien menunjukkan peningkatan dalam mencegah perilaku bunuh diri sebesar 75%. Terapi cognitive therapy dan logoterapi juga menunjukkan efektifitasnya dimana klien selain mampu berpikir positif juga mampu menemukan makna hidupnya kembali. Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa cognitive therapy dan logoterapi dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa, khususnya pada klien dengan risiko bunuh diri.

Suicide is a warning to self-destructive behavior or harm themselves. Clients with a risk of suicide was always felt all the events in his life is hard and decided the solution is to the end his own life (Frisch & Frisch, 2006). The purpose of this final scientific work is to describe the nursing care management in client with suicide risk approach to the theory of reason action and planned behavior Perla Werner. The application of cognitive therapy and logotherapy performed on 10 clients in the Gatotkaca ward during the period 20 February - 20 April 2012.
The results of cognitive therapy and logoterapi very effective in preventing the client indicates of suicide an increase his ability by 75%. Cognitive therapy and logotherapy also demonstrated its effectiveness in which clients are able to think positive but also able to find meaning in his life again. Based on the above results need to be recommended that cognitive therapy and logotherapy can be standart of nursing specialists, especially on the client with a risk of suicide.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Pasaribu, Jesika
"Perilaku kekerasan merupakan salah satu respon terhadap stresor, ditunjukkan dengan perilaku aktual melakukan kekerasan, baik pada diri sendiri, orang lain maupun lingkungan, secara verbal maupun nonverbal (Stuart, 2009). Klien dengan perilaku kekerasan merupakan cerminan ketidakmampuan klien dalam mengekspresikan emosi marah secara konstruktif. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penatalaksanaan asuhan keperawatan dengan pendekatan Johnson?s Behavioural System Model pada klien risiko perilaku kekerasan. Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah assertive training dan cognitive behaviour therapy pada 13 orang klien dalam kurun waktu 12 Februari - 19 April 2013 di Ruang Gatot Kaca RSMM Bogor.
Hasil pelaksanaan assertive training dan cognitive behaviour therapy dapat menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial dan peningkatan kemampuan koping adaptif dalam menghadapi peristiwa yang menimbukan perilaku kekerasan. Rekomendasi penulisan ini adalah bahwa penerapan Johnson?s Behavioural System Model dengan intervensi keperawatan assertive training dan cognitive behaviour therapy dapat dilakukan untuk menurunkan perilaku kekerasan.

People would respond to threatning situation/stressor in various ways. Violence was the actual aggressive behaviour directly toward to them selves, other people or external environment, with physical or verbal violence (Stuart, 2009). People with tendency to act aggressively shown that they used destructive coping strategies to express their anger. The objective of this paper was to describe the application of Johnson?s Behavioural System Model, focusing on aggresive behavior. Assertive training and cognitive behaviour therapy were recognized as nursing intervention that provided to 13 clients during 12 February - 19 April 2013 at Gatotkaca Dr. H.Marzoeki Mahdi Hospital-Bogor.
Result of this study shown that sign and symptoms of aggressive behaviour were decreased (cognitive, affective, psychic, behavior and social) and increased of client's ability to express their emotion in contructive way. This study proved that the application of Johnson?s Behavioural System Model with assertive training and cognitive behaviour therapy as nursing intervention were recommended to derecrease aggresive behaviour.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Nyumirah
"Halusinasi merupakan diagnosa keperawatan terbanyak (54,05%) yang ditemukan mulai dari 18 Februari – 20 April 2013 di ruang Sadewa. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini menggambarkan asuhan keperawatan spesialis jiwa pada klien halusinasi. Metode yang digunakan dengan studi kasus pada 20 klien halusinasi dengan purposive sampling. Pada 7 klien dilakukan tindakan keperawatan generalis, perilaku kognitif dan psikoedukasi keluarga, 10 klien dilakukan tindakan keperawatan generalis dan terapi kognitif, dan 3 klien dilakukan tindakan keperawatan generalis dan terapi perilaku.
Hasil studi menunjukkan klien yang mendapatkan tindakan keperawatan generalis, terapi perilaku kognitif dan psikoedukasi keluarga mengalami peningkatkan kemampuan klien dalam menggunakan tanggapan yang rasional untuk melawan pikiran dan perilaku yang negatif, serta meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat klien dengan halusinasi, sehingga mengurangi tanda dan gejala munculnya halusinasi.
Hasil studi menunjukkan klien yang mendapatkan tindakan keperawatan generalis dan terapi perilaku mengalami peningkatkan kemampuan klien dalam melawan pikiran negatif yang muncul saat halusinasi muncul.
Hasil studi menunjukkan klien yang mendapatkan tindakan keperawatan generalis dan terapi kognitif mengalami peningkatkan kemampuan klien dalam melakukan perilaku yang positif saat halusinasi muncul. Tindakan keperawatan generalis, terapi perilaku kognitif dan psikoedukasi keluarga direkomendasikan untuk klien halusinasi disertai penelitian lebih lanjut.

Hallucination was the major nursing diagnose (54,5%) found during 18 - April, 20 2013 at Sadewa ward. The aim of this scientific writing paper was to described the nursing intervention spesialist mental of clients with hallucinations. The method used by the 20 client case study with purposive sampling hallucinations. At 7 clients cognitive behavioral therapy and family psychoeducation, cognitive therapy 10 clients, and 3 client behavior therapy.
The study result showed that clients get generalist nursing action, cognitive behavioral therapy and family psychoeducation increase the clients ability to use a rational response to counter negative thought and behaviors that increase the ability of hallucinations.
The study result showed clients get generalist nursing action and behavior therapy to increase the clients ability to fight the negative thoughts that arise when hallucinations appear.
The study result showed that clients get generalist nursing action and cognitive therapy have increased the ability of clients in making postive behavior as hallucinations appear. Generalist nursing action, cognitive behavioral therapy and family psychoeducation for clients hallucinations accompanied recommended further research.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Winda Ratna Wulan
"Karya ilmiah akhir ini bertujuan menganalisis pelaksanaan aplikasi manajemen asuhan keperawatan pada keluarga dengan koping inefektif melalui pendekatan model adaptasi Roy di Ruang Arimbi Rumah Sakir Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Terapi psikoedukasi keluarga dan terapi keluarga triangles diberikan kepada 8 keluarga Hasil yang ditemukan adalah bahwa terapi psikoedukasi keluarga dan terapi kelompok triangles efektif untuk meningkatkan koping keluarga Terapi psikoedukasi keluarga dan terapi keluarga triangles direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan pada keluarga dengan koping inefektif

This study aims to analyze the implementation of nursing care management applications on to the family with inefective coping using Roy adaptation model approach at Arimbi ward Dr H Marzoeki Mahdi Hospital in Bogor Family psychoeducation therapy and triangles therapy provided to 8 families The results of Family psychoeducation therapy and triangles therapy were found effective to increasing family coping Family psycho education therapy and triangles therapy are recommended as therapy of nursing specialist at the family with ineffective coping."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Winda Ratna Wulan
"Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan menganalisis pelaksanaan aplikasi manajemen asuhan keperawatan pada keluarga dengan koping inefektif melalui pendekatan model adaptasi Roy di Ruang Arimbi Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Terapi psikoedukasi keluarga dan terapi keluarga triangles diberikan kepada 8 keluarga. Hasil yang ditemukan adalah bahwa terapi psikoedukasi keluarga dan terapi kelompok triangles efektif untuk meningkatkan koping keluarga. Terapi psikoedukasi keluarga dan terapi keluarga triangles direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan pada keluarga dengan koping inefektif.

This study aims to analyze the implementation of nursing care management applications on to the family with inefective coping using Roy adaptation model approach at Arimbi ward Dr. H. Marzoeki Mahdi Hospital in Bogor. Family psychoeducation therapy and triangles therapy provided to 8 families. The results of Family psychoeducation therapy and triangles therapy were found effective to increasing family coping. Family psycho education therapy and triangles therapy are recommended as therapy of nursing specialist at the family with ineffective coping."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kens Napolion
"Isolasi sosial adalah salah satu gejala negatif dari skizofrenia (Stuart, 2009) yang paling banyak ditemukan di ruang Bratasena. Isolasi sosial dapat diartikan sebagai keadaan seorang individu yang mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya, mungkin merasa ditolak, tidak diterima, kesepian, dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain (Keliat, dkk, 2011). Social skills training merupakan salah satu pendekatan psikoedukasional untuk memperbaiki kekurangan pada beberapa kemampuan interpersonal dalam berinteraksi dengan orang lain (Stuart &Laraia, 2005). Cognitive behavior therapy merupakan salah satu bentuk psikoterapi yang didasarkan pada teori bahwa tanda dan gejala fisiologis berhubungan dengan interaksi antara pikiran, perilaku dan emosi (Pedneault, 2008).
Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penerapan terapi social skills training dan cognitive behavior therapy pada klien isolasi sosial dengan pendekatan Model Hubungan Interpersonal Peplau. Penerapan social skills trainingdilakukan pada 26 kliendan cognitive behavior therapydilakukan pada 15 orang klien di ruang Bratasena pada kurun waktu 20 Pebruari - 20 April 2012.
Hasil terapi Social skills training sangat efektif pada 26 klien isolasi sosialdengan menunjukkan peningkatan dalam berkomunikasi, baik secara verbal maupun non verbal. Terapi Cogntive behavior therapy juga menunjukkan efektifitasnya dimana sebanyak 15 klien mampu menunjukkan kemampuan mengubah pikiran otomatis yang negatif terhadap diri, orang lain, dan lingkungannya. Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa social skills trainingdan cognitive behavior therapydapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa dan perlu disosialisasikan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan.

Social isolation is one of the negative symptoms of skizofrenia (Stuart, 2009) is mostcommonly found in the Bratasena. Social isolation can be interpreted as the state of an individual who had a reduction or even not at all able to interact with others around them, may feel rejected, not accepted, lonely, and unable to establish meaningful relationships with others (Keliat, et al, 2011). Social skills training is one approach psikoedukasional to correct deficiencies in some interpersonal skills in interacting with others (Stuart &Laraia, 2005). Cognitive behavior therapy is a form of psychotherapy that is based on the theory that the physiological signs and symptoms associated with the interaction between thoughts, behaviors and emotions (Pedneault, 2008).
Purpose of this final scientific work is to describe the application of social skills training therapy and cognitive behavior therapy in client's social isolation with Peplau Interpersonal Relations Model approach. Application of social skills training carried out at 26 clients and cognitive behavior therapy performed on 15 clients in the Bratasena during the period 20 February - 20 April 2012.
Social skills training outcomes are very effective in social isolation with 26 clients showed an increase in communication, both verbal and non verbal. Cogntive therapy behavior therapy also showed its effectiveness in which as many as 15 clients were able to demonstrate the ability to change negative automatic thoughts to yourself, others and the environment. Based on the above results need to be recommended that social skills training and cognitive behavior therapy can be used as standard therapy nursing specialists need to be socialized to whole structure of health services.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Cucu Rokayah
"Ketidakberdayaan dapat terjadi karena faktor fisiologis, manajemen pengobatan, proses kehilangan, kurangnya pengetahuan, stigma, ketidakpastian dan budaya. Ketidakberdayaan dapat mengakibatkan keputusasaan bahkan resiko bunuh diri. Logoterapi adalah penggunaan tehnik untuk menyembuhkan atau mengurangi/meringankan krisis eksistensial melalui penemuan makna hidup. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah memberikan gambaran manajemen keperawatan jiwa terhadap klien ketidakberdayaan dengan gagal ginjal kronis di rumah sakit dengan pemberian logoterapi melalui pendekatan Chronic Sorrow theory. Desain penelitian yang digunakan quasi eksperiment dengan pre-post test tanpa control group. Populasi penelitian adalah klien gagal ginjal yang mengalami ketidakberdayaan di ruang perawatan umum rumah sakit Marzoeki Mahdi Bogor.Logoterapi diberikan kepada 16 klien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa, diambil secara accidental sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi untuk mengetahui presentasi tanda dan gejala serta kemampuan klien. Setelah pemberian logoterapi klien menunjukan penurunan tanda dan gejala ketidakberdayaan dan peningkatan kemampuan dalam menemukan makna hidup dibalik penderitaan yang dialaminya. Logoterapi direkomendasi untuk klien dengan masalah ketidakberdayaan akibat penyakit kronis. Untuk meningkatkan efektifitas perlu adanya kombinasi terapi bagi klien ketidakberdayaan.

Powerlessness is caused by physiological factors, medication management, process of loss, lack of knowledge, social issues, uncertainties and culture. Powerlessness can stimulate heplessness and then suicide. Logotherapy is the use of techniques to cure or reduce / relieve existential crisis through the discovery of the meaning of life. The purpose of this study is to provide an overview of a nursing care for client with powerlessness problem wich is caused by chronic renal failure in hospital through the provision of logotherapy and Chronic Sorrow theory approach. The study design used quasi experiment with pre-post test without control group. The study population was a client who suffered chronic renal failure with helplessness in the general hospital ward Marzoeki Mahdi Bogor. Logotherapy was given for 16 client with chronic renal failure undergoing hemodialysis, taken by accidental sampling. Univariate analysis using frequency distribution to determine presentation of signs and symptoms as well as the ability of the client. After receiving the therapy the clients showed a reduction in signs and symptoms of powerlessness and improvement of the client's ability to find the meaning of life behind their suffering . Logotherapy is recommended for client with powerlessness problem with Chronic illness. To increase the effectiveness of logotherapy, combination therapy is needed for clients with powerlessness."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>