Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 150927 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Prislia Nurul Fajrin K
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas evaluasi hasil terapi ARV terhadap perubahan jumlah CD4 dan berat badan, serta terapi OAT terhadap perubahan berat badan pada pasien koinfeksi TB/HIV di RSCM tahun 2009. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan terapi ARV dan OAT, serta melihat pengaruh karakteristik demografi terhadap perubahan berat dan jumlah CD4 pada pasien koinfeksi TB/HIV di RSCM. Desain studi yang dipakai adalah Cross sectional. Hasil penelitian membuktikan bahwa pasien yang mendapat terapi ARV
mengalami peningkatan jumlah CD4 rata - rata sebesar 200,44 sel/mm3 dengan p value 0,0005 (bermakna secara statistik). Pada pengukuran berat badan, ternyata terapi ARV meningkatkan berat badan pasien rata - rata sebesar 5,12 kg dengan p value 0,0005 (bermakna secara statistik), dan pada pasien yang mendapatkan
terapi OAT secara lengkap berat badan meningkat rata ? rata sebesar 4,79 kg dengan p value sebesar 0,0005 (bermakna secara statistik). Berdasarkan karakteristik demografi, bahwa pada pasien dengan kelompok umur lebih dari 30 tahun, pendidikan lebih dari SMA, sudah menikah, bekerja dan jenis kelamin laki-laki mempunyai peningkatan berat badan yang lebih tinggi, namun uji statistik tidak signifikan. Jika dilihat dari peningkatan jumlah CD4, pasien dengan kelompok umur lebih dari 30 tahun, pendidikan lebih dari SMA, sudah menikah,
bekerja dan jenis kelamin perempuan mempunyai peningkatan jumlah CD4 yang lebih tinggi, namun uji statistik tidak signifikan. Maka, kesimpulannya adalah karakteristik demografi tidak mempengaruhi peningkatan berat badan maupun jumlah CD4.

ABSTRACT
This research discusses the evaluation results of antiretroviral therapy on CD4 cell count changes and weight, and OAT therapy on weight changes in patients coinfected with TB/HIV in RSCM in 2009. The study was conducted to determine the effectiveness of ARV therapy and OAT and see the impact of demographic characteristics to changes in weight and CD4 count in patients coinfected with TB/HIV in RSCM. Study designed used was cross sectional. Research shows that patients who received antiretroviral therapy experienced an increase in mean CD4 counts average of 200,44 cell/mm3 with a p value 0.0005
(statistically significant). In the measurement of body weight, ARV therapy can increase a patients weight average of 5,12 kg with a p value 0.0005 (statistically significant), and in patient receiving OAT full weight increase average of 4,79 kg with a p value of 0.0005 (statistically significant). Based on demographic characteristics, that in patients with age group over 30 years, more than high that in patients with age group over 30 years, more than high school education, married, working and male gender had a weight gain is higher, but the test was not statistically significant. If viewed from an increase in CD4 cell counts, patients with the age group over 30 years, more than high school education, married, working and women gender have increased CD4 counts are higher, but the test was not statistically significant. Thus, the conclusion is the demographic characteristics did not affect weight gain and CD4 cell count"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S1497
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Stigma terhadap penderita HIV/AIDS saat ini tak lagi dalam rupa fisik, tapi dalam perlakuan yang memojokkan dan menghinakan. Stigma membuat ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) didiskriminasikan baik oleh keluarga, pelayanan kesehatan, kegiatan agama, hingga peraturan yang diterbitkan negara. Stigma dari petugas kesehatan, terutama perawat, terkadang mempengaruhi sikap perawat dalam memberi asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi stigma perawat terhadap pasien HIV/AIDS.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah perawat di lantai 5-6 Gedung Teratai RS Fatmawati. Pengumpulan data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi stigma perawat terhadap pasien HIV/AIDS dilakukan menggunakan kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma negatif perawat terhadap pasien HIV/AIDS relatif tinggi (40 dari 92 responden memiliki stigma negatif). Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan stigma negatif pada perawa adalah nilai kepercayaan, nilai sosial budaya, dan lingkungan."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
TA5910
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rahajeng Dewantari
"Ketaatan minum obat dalam penanganan HIV/AIDS dengan pengobatan ARV merupakan faktor yang penting dalam menentukan keberhasilan terapi. Di Indonesia belum ada data yang menyebutkan angka pasti ketaatan minum obat ARV pada ODHA. Ketaatan minum obat ARV dipengaruhi oleh adanya faktorfaktor psikologis (stigma diri dan fungsi kognitif) dan non psikologis yang terdiri dari faktor demografi (umur, waktu tempuh tempat tinggal ke rumah sakit, akses berobat, tingkat pendidikan, pekerjaan, tinggal sendiri atau bersama orang lain, pembiayaan berobat, penggunaan NAPZA) dan faktor obat dan penyakit (kompleksitas regimen obat, adanya infeksi oportunistik, sumber transmisi HIV).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi ketaatan minum obat ARV pada ODHA yang berobat di UPT HIV RSUPN Cipto Mangunkusumo adalah 67,7%, stigma diri memiliki hubungan yang bermakna dengan ketaatan minum obat ARV, sedangkan faktor non psikologis yang diteliti dan fungsi kognitif tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan ketaatan minum obat ARV.

Adherence to ARV is an important factor in determining the success of HIV/AIDS treatment. There has been no data about adherence to ARV in plwh in indonesia. Adherence to ARV is influenced by psychological factors (self-stigma and cognitive function) and non-psychological factors consisting of demographic (age, travel time between living place and hospital, access to treatment, level of education, occupation, living alone or with others, treatment payment, illicit drugs use), disease and treatment factor (treatment regimen complexity, opportunistic infections, source of HIV transmission).
The result of this study showed that prevalence of adherence to ARV in plwh coming to HIV integrated service unit Cipto Mangunkusumo hospital is 67,7%, that self-stigma had significant relation with adherence to ARV, while psychological factors and cognitive function had no significant relation with adherence to ARV.
"
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"This paper discusses one of the water uses i.e.as an alternative medicine for human.The use of water for medicine is supported not only by the research findings on the water used for medicine conducted by Masaru Emoto but also by some verses in Al-Qur'an (Islamic holy book) and some haditshs (statements) of the prophet Muhammad."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Irsanty Collein
"Penelitian ini bertujuan memperoleh pemahaman mendalam tentang makna spiritualitas pada klien HIV/AIDS dalam konteks asuhan keperawatan.Rancangan penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi dengan desain deskriptif eksploratif. Penelitian ini memperoleh lima tema yaitu (1) mendekatkan diri kepada Tuhan, (2) menghargai hidup pasca diagnosis HIV, (3) butuh dukungan dari orang terdekat, (4) mempunyai harapan untuk kehidupan yang lebih baik di hari depan,dan (5) kebutuhan spiritual yang tidak terpenuhi. Sebanyak 7 partisipan berpartisipasi menceritakan pengalamannya. Metode wawancara mendalam dan pengamatan lapangan merupakan alat bantu pengumpulan data. Data di analisis menggunakan metode Collaizi (1978). Hasil penelitian menyarankan perawat perlu melakukan pengkajian spiritual pada klien HIV/Aids selama di rawat di RS sehingga perawat dapat memberikan intervensi keperawatan yang tepat untuk membantu klien

This study aims to explore the meaning of spirituality in HIV / AIDS patients in the nursing care at RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. This research is a qualitative research phenomenology design with descriptive explorative. There were five themes in this research including more attach to God, respect for life after HIV diagnosis, need a support system, hope for a better life and patient's spiritual need?s were not fulfilled. Seven participants were recruited in this study 7 participants.In-depth interviews, field note and the observation sheet were used to collect data. The seven procedural steps proposed by Collaizi (1978) were utilized in data analysis.The result suggested nurses are supposed to make an assessment for spiritual needs as a nursing intervention and optimize nursing curriculum."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
T29407
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mochamad Aldis Ruslialdi
"HIV/AIDS berdampak kepada peningkatan kerentanan terkena infeksi penyakit lain yang berujung kepada kematian. Menurut UNAIDS, Indonesia termasuk ke dalam daftar negara dengan kematian akibat AIDS tidak mengalami penurunan atau laju penurunannya kurang dari 25%. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian dan faktor atau determinan utama yang berhubungan dengan kematian berkaitan AIDS pada pasien HIV/AIDS di unit rawat inap Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada tahun 2008-2012. Sampel penelitian ini sebanyak 207 pasien. Data pasien diambil dengan memanfaatkan data rekam medis pasien untuk melihat variabel independen yang terdiri dari jenis kelamin, umur, pekerjaan, kadar CD4, faktor risiko penularan, jumlah penyakit yang diderita, status gizi, riwayat gangguan syaraf pusat, riwayat konsumsi obat ARV, dan kondisi psikologis untuk nantinya dihubungkan dengan status kematian pasien HIV/AIDS. Analisis data dilakukan hingga analisis multivariat dengan model prediksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian AIDS sebesar 28,5%. Dari hasil analisis multivariat didapatkan 4 variabel yang berhubungan dengan kematian AIDS, yaitu status gizi kurang dari normal (OR=4,75) dengan 95% CI (2,278-9,917), riwayat gangguan syaraf pusat (OR=1,82) dengan 95%CI (1,025-3,251), jumlah penyakit yang diderita lebih dari 5 penyakit (OR=4,09) dengan 95%CI (1,854-9,043), dan kadar CD4. Kadar CD4 menjadi faktor paling berpengaruh terhadap kematian AIDS dengan nilai OR sebesar 5,9 dengan 95%CI 2,096-17,106. Dari hasil penelitian ini dapat direkomendasikan upaya peningkatan awarenessakan pentingnya kontrol kadar CD4 darah untuk pasien HIV/AIDS dan upaya pendukung lainnya untuk mencegah kematian AIDS seperti peningkatan kualitas gizi pasien AIDS, skrining dan deteksi dini gangguan syaraf pusat, dan pencegahan komplikasi penyakit

HIV/AIDS impact to increased susceptibility to other diseases infections which lead to death. The death of AIDS is also a problem, especially in Indonesia. According to UNAIDS, Indonesia is included in the list of countries where deaths from AIDS do not decline or rate of less than 25% of his descent. This research is observational research, design with cross sectional. This research aims to know the description and the main factors which related to mortality of AIDS HIV/AIDS in inpatient unit RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo in 2008-2012. The sample of this research are 207 patients. Data collected by utilizing the patient's medical record data to see the independent variables consisted of gender, age, job, CD4 levels, risk factors of transmission, the amount of illness suffered, nutritional status, history of central nervous disorders, drug consumption history ARV consumption, and psychological conditions to be linked with the status of a patient's death related with HIV/AIDS. The data analysis done to multivariate analysis with prediction model.
The results showed that the AIDS death prevalence reach up to 28.5%. The results of Multivariate analysis obtained 4 variables related to the death of AIDS, poor nutritional status (OR=4,75) with 95% CI (2,278-9,917), central nervous disorder history (OR=1,82) with 95% CI (1,025-3,251), the number of illnesses suffered more than 5 disease (OR=4,09) with 95% CI (1,854-9,043), and CD4 levels. CD4 levels became the most influential factors towards AIDS deaths with a value of 5, 9 OR and 95% CI (2,096-17,106). From the results can be recommended the efforts to increased awareness toward control CD4 blood levels for HIV/AIDS patients and other supporting efforts to prevent deaths of AIDS such as improved quality of nutrition AIDS patients, screening and early detection of central nervous disorders, and prevention of complications of the disease.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
S54451
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"HIV/AIDS epidemic in Indonesia has been taken place for more than 15 years and still be prolonged because of the determinant factors that easily transmission of the disease. An effort to prevention HIV/AIDS trnasmission program is to promote information to individual as well as communities, which spwcial attention to certain characteristic."
BUPESIK
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Nurilla Ayuningtias
"Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang sebagian besar menyerang paru-paru. Penularan penyakit ini terjadi melalui pernapasan. Gejala TBC pada orang dewasa antara lain, batuk selama tiga minggu atau lebih, batuk darah, sesak napas dan nyeri dada. Pengobatannya dilakukan dengan menggunakan obat-obat antituberkulosis, yang sekarang ini terdapat dalam bentuk Fixed Dose Combination (FDC). Pemakaian obat harus dilakukan secara teratur. Jika tidak, maka dapat menimbulkan resistensi. Penelitian mengenai pengaruh konseling terhadap kepatuhan penderita TBC paru pada terapi obat di kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur telah dilakukan.
Penelitian ini merupakan studi pre-experimental dengan cara mengambil data primer dan sekunder. Pengambilan data primer dilakukan dengan memberikan pretest yang dilanjutkan dengan konseling, kemudian posttest untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap kepatuhan pada terapi obat. Sedangkan pengambilan data sekunder dilakukan dengan melihat rekam medis. Berdasarkan rekam medik, ditunjukkan bahwa penderita TBC paru di kecamatan Pasar Rebo sebagian besar terdapat pada usia produktif (80,00%), berpendidikan rendah (56,67%), tidak bekerja (60,00%), dan berjenis kelamin pria (56.67%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian konseling berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan penderita TBC paru pada terapi obat.

Tuberculosis is a contagious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, which mostly infects the lung. It spreads through respiration system. TBC?s symptoms in adults are cough for three weeks or more, bloody cough, short-winded, and pain in chest. It uses antituberculosis drugs for the treatment, which mostly packed in Fixed Dose Combination (FDC) nowaday. The treatment must be done regularly otherwise Mycobacterium tuberculosis will be resistance to the drugs. It has been done a research about the effect of counseling in TBC`s patient treatment adherence at Pasar Rebo, Jakarta Timur.
The pre-experimental study was carried out by taking primary and secondary datas. Primary datas were taken by giving pretest which followed counseling to TBC`s patient. Then, posttest was given to get information about the effect of counseling in TBC`s patient treatment adherence. While the secondary datas was taken by checking TBC`s patient?s medical record. The results of this research showed that most of TBC?s patients in Pasar Rebo, Jakarta Timur were in productive age (80,00%), low graduate (56,67%), jobless (60,00%), and male (56,67%). It also showed that counseling had increased TBC`s patient treatment adherence."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S32948
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Jerry Nasarudin
"ABSTRAK
Latar belakang : Pasien HIV berisiko 20-37 kali lipat terinfeksi TB, dan TB
merupakan penyebab kematian tertinggi pada HIV. Resistensi OAT menjadi
masalah utama dalam pengobatan TB terutama pada pasien HIV, hal ini berujung
pada peningkatan mortalitas dan biaya. Rifampisin merupakan OAT utama,
dibuktikan dengan kesembuhan yang rendah pada regimen tanpa rifampisin,
sehingga perlu diketahui prevalensi resistensi rifampisin dan faktor-faktor yang
mempengaruhi pada pasien TB-HIV.
Tujuan : Mengetahui prevalensi resistensi rifampisin pada pasien TB-HIV dan
faktor-faktor yang mempengaruhi.
Metode : Studi potong lintang terhadap 196 pasien TB-HIV yang menjalani
pemeriksaan Xpert MTB-RIF di poli pelayanan terpadu HIV RSUPN Cipto
Mangunkusumo selama tahun 2012-2015. Analisa bivariat untuk mengetahui
hubungan faktor-faktor dengan kejadian resistensi rifampisin. Analisa multivariat
menggunakan uji regresi logistik.
Hasil dan Pembahasan : Pada 196 pasien yang menjadi subjek penelitian,
didapatkan prevalensi resistensi rifampisin sebesar 13,8%. Usia, jenis kelamin,
riwayat penggunaan ARV, dan TB ekstra paru tidak berhubungan dengan
kejadian resistensi rifampisin pada TB-HIV. CD4 < 100 mempengaruhi kejadian
resistensi rifampisin (OR 2,57; 95% IK 0,99-6,69), Riwayat pengobatan TB
mempengaruhi kejadian resistensi rifampisn (OR 3,98; 95% IK 1,68-9,44).
Kesimpulan : Prevalensi resistensi rifampisin TB-HIV di RSUPN Cipto
Mangunkusumo sebesar 13,8%. Riwayat TB mempengaruhi kejadian resistensi rifampisin pada pasien TB-HIV. ABSTRACT
Background: HIV patients have 20-37 fold risk of getting TB infection and TB is
the leading cause of death among them. Anti tuberculosis drug resistance is a
major problem in the treatment of tuberculosis with rifampicin as one of the main
drug. We need more information about prevalence of rifampicin resistance and its
contributing factors in TB-HIV patients.
Aim: To determine the prevalence of rifampicin resistance in TB-HIV patients
and its contributing factors.
Method : A cross sectional study of 196 TB-HIV patients who underwent Xpert
MTB/RIF examination at Cipto Mangunkusumo Hospital during the year 20122105.
Correlation
between
prevalence
of
rifampicin
resistance
and
its
contributing
factors
was done using bivariate analysis. Multivariate analysis was done using
logistic regression test.
Result and Discussion : From 196 patients, we found prevalence of 13,8%
rifampicin resistance. CD4 < 100 affects the incidence of rifampicin resistance
(OR2.5;95% CI 0.99-6.69). Hiistory of TB treatment affects the incidence of
rifampicin resistance (OR3.98;95%CI 1.68-9.44).
Conclusion : Prevalence of rifampicin resistance in TB-HIV patients in Cipto
Mangunkusumo Hospital is 13.8%. History of TB treatment affects the incidence
of rifampicin resistance in TB-HIV patients. ;Background: HIV patients have 20-37 fold risk of getting TB infection and TB is
the leading cause of death among them. Anti tuberculosis drug resistance is a
major problem in the treatment of tuberculosis with rifampicin as one of the main
drug. We need more information about prevalence of rifampicin resistance and its
contributing factors in TB-HIV patients.
Aim: To determine the prevalence of rifampicin resistance in TB-HIV patients
and its contributing factors.
Method : A cross sectional study of 196 TB-HIV patients who underwent Xpert
MTB/RIF examination at Cipto Mangunkusumo Hospital during the year 20122105.
Correlation
between
prevalence
of
rifampicin
resistance
and
its
contributing
factors
was done using bivariate analysis. Multivariate analysis was done using
logistic regression test.
Result and Discussion : From 196 patients, we found prevalence of 13,8%
rifampicin resistance. CD4 < 100 affects the incidence of rifampicin resistance
(OR2.5;95% CI 0.99-6.69). Hiistory of TB treatment affects the incidence of
rifampicin resistance (OR3.98;95%CI 1.68-9.44).
Conclusion : Prevalence of rifampicin resistance in TB-HIV patients in Cipto
Mangunkusumo Hospital is 13.8%. History of TB treatment affects the incidence
of rifampicin resistance in TB-HIV patients. ;Background: HIV patients have 20-37 fold risk of getting TB infection and TB is
the leading cause of death among them. Anti tuberculosis drug resistance is a
major problem in the treatment of tuberculosis with rifampicin as one of the main
drug. We need more information about prevalence of rifampicin resistance and its
contributing factors in TB-HIV patients.
Aim: To determine the prevalence of rifampicin resistance in TB-HIV patients
and its contributing factors.
Method : A cross sectional study of 196 TB-HIV patients who underwent Xpert
MTB/RIF examination at Cipto Mangunkusumo Hospital during the year 20122105.
Correlation
between
prevalence
of
rifampicin
resistance
and
its
contributing
factors
was done using bivariate analysis. Multivariate analysis was done using
logistic regression test.
Result and Discussion : From 196 patients, we found prevalence of 13,8%
rifampicin resistance. CD4 < 100 affects the incidence of rifampicin resistance
(OR2.5;95% CI 0.99-6.69). Hiistory of TB treatment affects the incidence of
rifampicin resistance (OR3.98;95%CI 1.68-9.44).
Conclusion : Prevalence of rifampicin resistance in TB-HIV patients in Cipto
Mangunkusumo Hospital is 13.8%. History of TB treatment affects the incidence
of rifampicin resistance in TB-HIV patients. "
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>