Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 83660 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sormin, Kristin A.
"Remaja merupakan masa transisi di mana terjadi banyak perubahan. Hal ini mempengaruhi remaja dalam mengekspresikan rasa marah. Secara kognitif, remaja sudah mencapai tahap perkembangan formal operasional. Penelitian yang berjudul ?Gambaran sikap dalam mengekspresikan rasa marah yang dipersepsikan oleh remaja? bertujuan untuk mengetahui bagaimana remaja mengekspresikan rasa marah. Penelitian dilaksanakan di SMUN 1-Bogor dengan jumlah sampel 87 orang dengan menggunakan analisis deskriptif sederhana. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling dan menggunakan instrumen kuesioner. Analisa data dilakukan dengan metode proporsi, persentase, dan tendensi sentral.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mengekspresikan rasa marah 57,5% responden menggunakan sikap positif dan 42,5% responden menggunakan sikap negatif. Kesimpulan penelitian adalah remaja mampu berpikir formal operasional, logis, dan sistematis dalam menyelesaikan masalah."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
TA5522
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Remaja mempunyai faktor resiko tinggi untuk mengungkapkan perasaan marahnya
secara destruktif karena masa remaja merupakan masa transisi dimana pada masa ini
banyak terjadi perubahan. Penelitian berjudul “Pengetahuan dan sikap remaja terhadap
perilaku agresit (marah)" bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan dan sikap
remaja terhadap perilaku marah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif
sederhana yaitu ingin mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap
perilaku marah. Penelitian dilakukan di SMUN 13 dan SMK Perguruan Cikini, Tanjung
Priok, Jakarta Utara dengan sampei 108 orang responden. Sampel diambil dengan
menggunakan metode canvinience sampling. Hasil penelitian menunjukkan lin gkat
pengetahuan remaja yang menjadi responden sebagian besar (?8,70 %) memiliki tingkat
pengetahuan sedang terhadap perilaku marah. Sedangkan untuk sikap remaja terhadap
perilaku marah, 40,74% memiliki sikap baik dan 59,26% memiliki sikap cukup baik."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2003
TA5127
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Heni Marliany
"Tujuan penelitian cross sectional ini untuk mengidentifikasi hubungan peran kepala ruang dengan sikap etis perawat pelaksana terhadap klien yang dipersepsikan oleh perawat pelaksana di RSUD Tasikmalaya. Hasil penelitian pada 112 perawat menunjukkan peran decisional berhubungan signifikan dengan sikap etis perawat pelaksana terhadap klien (p=0,002). Peran kepala ruang secara komposit berhubungan signifikan dengan sikap etis perawat pelaksana terhadap klien (p=0,008) dan peran decisional merupakan peran kepala ruang yang paling berhubungan (p=0,005). Karakteristik perawat yang terbukti sebagai confounding adalah umur, lama kerja dan jenis kelamin. Hal ini perlu ditindaklanjuti oleh pimpinan Rumah Sakit dengan penyusunan pedoman pelaksanaan etik keperawatan.

The aim of this cross sectional research was to identify the relationship between the role of head nurse and nurse`s ethical attitude to client which perceived by nurse`s in Tasikmalaya Public Hospital. Result of the research on 112 nurse`s indicated that the decisional role of head nurse is significantly associated with nurse`s ethical attitude to client (p=0,002). The role of headnurse in composite significantly associated with nurse`s ethical attitude to client (p=0,008) and the decisional role has most relationship with nurse`s ethical attitude to client (p=0,005). Nurse?s characteristic as confounding is age, working experience, and gender. It`srecommended for hospital leaders to develop a nursing ethic guidance.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
T41465
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Srining Rahayu
"Caring. Timbuhnya koluhan pasien tmtang pelayanan perawat mauplm rumah salcit, bersumber pada tidak nerpenuhinya kebumhan ldien : bio~psiko-sosial-spiritual. Kondisi ini tidak perlu terjadi bila perawat atau pemg-as kesehatan caring nerhadap kebutuhan klien. Disisi lain perawat adalah individu, yang dalam bekerja dipengaruhi old: linglnmgan kerjanya, salah satunya adalah linglnmgan intgmal organisasi yang mexupakan konsekuensi metode penugasan yang cligrmaknn.
Tujuan. Membuktikan hipotesa adanya hubungan factor-factor di lingkungan kerja perawat : beban kerja perawat, otonomi perawat, hubrmgan interpersonal, kepemimpinan dan sistem pendukung sebagai kansekuaxsi metoda pmugasan yang digunakan, dengan sikap caring perawa: pelaksana di mang rawatinap RSUP Persahabatan Jakarta.
Metoda yang digunakan adalah penelitian eksplomtifl disain cross sectional. Uji Kai Kuadrat untuk menganalisa adanya hubungan mtara beban kelja perawag otonomi pemwzt, hubungan interpersonal, kepemimpinan dan sistem pmdukrmg dengan sikap caring perawat pelaksana dan anaiisa multi legresi logistik rmtuk mengidentifikasi faktor di lingkungan kerja yang berhubungan paling signifikan dengan variabel sikap caring perawat. Papulasi adalah perawat pelaksana di unit rawat inap dengan jumlah sampel 186 nsponden, diambil secara acak dan proporsional di 21 mangan.
Instrumen dibuat dalam bentuk daftar penauyaan, yang dikembangkan dari teori-teori manajemen keperawatan untuk mengukur beban kerja pemwat, otonomi kerja perawag hubungan interpersonal, kepemimpinan dan simm pendukung di unit kerja pemwzndan teori caring Watson urrtuk mengukursikap caring pcrawat rnmurut persepsi pcmwat pelaksana. Instnunen nelah diuji validirasdan reliabilitasnya.
Hasil penelitian. Proporsi respondm yang bersikap caring dan kurang carmg hampir sama. Tiga variabel mempunyai hubungan signiiikan dengan sikap caring yang dipersepsikan respcmden, yaitu beban kerja perawat, hubungan interpersonal dan kepemimpinan. Beban kerja perawat merupakan variabel utama yang berhubungan paling signifikan setelah dikontrol dengan variabel hubungan pensonal dan kepemimpinan
Rekomendnsi. Manajer perawaran RSUP Persahabatan Jakarta di semua tingkat manajemen agar meningkatkan sikap caring perawat pelaksana, karena bila tidak secepatnya diintervensi akan mengancam mutu pelayanan/asuhan keperawatan dan rumah sakit. Mempertimbangkan 3 variabel signifikan diatas dan variabel beban kerja sebagai variabel utama dalam menyusun tugas perawat pelaksana. Peneliti lain, diharapkan meneliti caring lebh luas, seperti bentuk caring perawat pada berbagai kasus In-iris; pengaruh pengajaran caring di institusi pendidikan dengan sikap caring perawat di lahan; pengalaman siswa tentang bentuk pembelajann caring yang paling bermakna baginya."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2001
T6388
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Perayaan hari Valentine di Jepang berbeda dengan perayaan di negara lain. Di Jepang, remaja wanita lebih banyak berperan pada kegiatan memberi hadiah. Ada beberapa motif yang mendorong seorang remaja wanita memberikan coklat atau hadiah kepada remaja pria dan sebaliknya remaja pria juga memiliki beberapa motif saat ia menerima pemberian dari remaja wanita di ahri Valentine dan saat ia memberikan balasan pemberian pada while day. Sejumlah 15 data mengenai pengalaman remaja jepang melakukan kegiatandi hari Valentine diambil dari 2 majalah remaja wanita Jepang, yaitu majalah Seventeen No. 6 tahun 2005 dan majalah Pichilemon edisi Maret tahun 2005. Tujuan menganalisa 15 data tersebut adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk kegiatan remaja Japang dalam merayakan hari Valentine, dan untuk mengetahui makna dari bentuk-bentuk kegiatan tersebut bagi remaja Jepang"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2005
S13465
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Taruli Ekaristi
"Orangtua seharusnya menjadi sumber pertama darimana seorang remaja mendapatkan infomasi tentang pendidikan seksual. Tidak setiap orangtua bersikap positif terhadap pendidikan seks. Banyak faktor yang mempengaruhi sikap orangtua terhadap pendidikan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan ekstemal yang rnempengaruhi sikap orangtua di RW 014 Kelurahan Mekarsari Depok. Desain yang digunakan adalah deskriptif sederhana. Sebanyak 93 kepala keluarga diminta untuk menjadi responden dan mengisi kuesioner penelitian.
Dari hasil analisis, didapatkan faktor internal yang mempengaruhi sikap orangtua terhadap pendidikan seksual, yaitu usia, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, ketaatan beribadah, dan jumlah anak remaja yang dimiliki. Orangtua yang dikelompokkan dalam usia muda sebanyak 31,2%, sedangkan orangtua yang dikelompokkan dalam usia tua sebanyak 68,8%.
Hampir seluruh orangtua memiliki pendidikan tinggi (97,8%). Sebanyak 84,9 % orangtua dikategorikan memiliki pengetahuan cukup dan 15,1% berpengetahuan rendah. Terdapat perbedaan tipis antara persentase oranglua yang bekerja dan orangtua yang tidak bekerja (58,1%:41,9%). Sebanyak 84,9% orangtua dikategorikan taat beribadah, dan sisanya dikategcrikan tidak taat beribadah. Sebanyak 71% orangtua dikategorikan memiliki jumlah anak remaja sedang (3-5 anak) dan sebanyak 29% orangtua dikategorikan mempunyai sedikit anak remaja (maks.2 anak). Faktor eksternal yang mempengaruhi sikap orangtua terhadap pendidikan seksual yaitu sumber informasi dan nilai budaya.
Hampir seluruh orangtua pemah mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi dan pendidikan seks (92,5%), Sebanyak 64,5% mendapatkannya melalui media massa dan melalui media selain media massa (28%), Hampir seluruh orangtua memiliki budaya tabu terhadap pendidikan seksual (97,8%)."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
TA5281
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Salsabila Khairunnisa
"Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengungkapkan apa “rasa” yang terdapat dalam lirik-lirik lagu yang dipopulerkan oleh Via Vallen dengan judul Sayang, Bojo Galak dan Lali Rasane Tresna. Penelitian ini menunjukkan ungkapan-ungkapan rasa apa saja yang disampaikan oleh pencipta lagu melalui penyanyinya yaitu Via Vallen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memberikan pemaparan mengenai fenomena yang terjadi dalam lirik lagu tersebut. Dalam lagu-lagu yang dipopulerkan oleh Via Vallen terdapat beberapa ekspresi keindahan “rasa” yang disampaikan dan diungkapkan seperti atiku, tresnaku, uripku, dan mesakno aku yang menggambarkan “rasa” kesetiaan yang disampaikan oleh penyanyi sehingga pendengar bisa dapat ikut berimajinasi dengan apa yang penyanyi sampaikan. Terdapat ungkapan yang menjadi hasil dari penelitian ini sebagai berikut yaitu bebasan dengan ungkapan yang memiliki makna konotasi dan juga paribasan atau peribahasa yang merupakan ungkapan dengan sifat hiperbola yaitu melebih-lebihkan dan menimbulkan pengertian pengandaian.

This research aims to elucidate the essence of 'rasa' (emotions/feelings) present in the lyrics of songs popularized by Via Vallen, titled 'Sayang,' 'Bojo Galak,' and 'Lali Rasane Tresna.' The study uncovers the various expressions of emotions conveyed by the songwriter through the singer, Via Vallen. Employing a qualitative descriptive method, the research examines the phenomena within these song lyrics. Within Via Vallen's songs, several expressions of the beauty of 'Rasa' are conveyed and revealed, such as 'atiku' (my heart), 'tresnaku' (my love), 'uripku' (my life), and 'mesakno aku' (hold me). These linguistic expressions depict the 'Rasa' of loyalty communicated by the singer, enabling listeners to vividly imagine and empathize with the conveyed emotions. Additionally, the study identifies expressions that carry connotative meanings, as well as 'paribasan' or 'peribahasa,' expressions characterized by hyperbolic qualities, where exaggeration induces figurative interpretations."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ardhanary Suryoputeri
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2001
S3033
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M. Aan Mansyur
Jakarta : Gramedia Pustaka Utama , 2017
808.81 AAN c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Nana Nirmala
"ABSTRAK
Harga diri mulai berkembang dari awal kehidupan seseorang dan terus dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat harga diri yang dipersepsikan mahasiswa sarjana tingkat pertama Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia dalam mengikuti mata ajar Kolaborasi dan Kerjasama Kesehatan I. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang melibatkan sebanyak 98 mahasiswa secara acak dengan kriteria mengikuti mata ajar tersebut, angkatan 2015, program sarjana reguler, berasal dari fakultas kedokteran, kedokteran gigi, kesehatan masyarakat, ilmu keperawatan dan farmasi. Instrumen yang digunakan yaitu Self Esteem Inventory. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang memiliki tingkat harga diri rendah jumlahnya masih signifikan yaitu 50%. Penelitian ini menyarankan agar setiap pihak fakultas memberikan dukungan, pelatihan dan pendidikan berupa soft skills (komunikasi, kepemimpinan, hubungan interpersonal) dan hard skill (keterampilan melakukan tindakan kesehatan) sebagai persiapan mengikuti kelas kolaborasi inteprofesional.

ABSTRACT
Self-esteem begins to develop at early ages and always influenced by many factors. This research objective is to obtain self-esteem that perceived by first year undergraduate students in the clump of the faculties of health Universitas Indonesia in following collaboration and cooperation health course. The research used descriptive design that involved 98 students randomly with criteria such as following the course, batch 2015, undergraduate regular program, students of medical, dentistry, public health, nursing or pharmaceutical. Self Esteem Inventory was used as instrument. The results showed that the number of students whose has low self-esteem are still significant (50%). This study recommends that each faculty need to give support, training and education about soft skills (communication, leadership, interpersonal relationship) and hard skill (skill to perform some health interventions) as preparation to follow interprofessional collaboration course.
"
2016
S63106
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>