Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 88417 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rhino Akbarinaldi
"Toko merupakan tempat untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan barang atau jasa. Fasade merupakan bagian dari bangunan yang dilihat pertama kali dari jalan. Apabila dihubungkan dengan toko, fasade memberi impresi pertama kepada calon konsumen. Impresi pertama ini menjadi image yang diasosiasikan pada toko.
Konsumen yang mementingkan image berasal dari kelas menengah ke atas yang tinggal di kota. Mereka duduk pada piramida Maslow di tingkat kebutuhan aktualisasi diri. Dengan sifat setf-absorption, maka mereka akan terus berusaha memenuhi kebutuhannya.
Sifat ini membentuk masyarakat berbudaya kapitalis. Produsen dalam kapitalisme menciptakan kebutuhan palsu yang seolah-olah diperlukan. Image dari kebutuhan palsu merupakan penanda semu yang menutupi fakta-fakta dari kenyataan yang sebenarnya dan menciptakan simulacra sehingga masyarakat akan tenggelam dalam dunia hiper-realitas dimana tidak ada referensi yang jelas kecuali simulacra itu.
Fenomena hiper-realitas dapat dilihat pada fasade bangunan toko. Ada fasade yang diolah agar menyampaikan image secara menyeluruh seperti jenis usaha atau sasaran konsumennya. Ada pula fasade yang diolah dengan bentuk dan warna yang unik dan sedang menjadi trend sehingga memberi kesan pada konsumen tanpa menyampaikan informasi apapun mengenai jenis usaha dan sasaran konsumen. Fasade tanpa referensi ini disebut sebagai fasade hiper-realitas.
Fasade hiper-realitas atau bukan, keduanya menyampaikan image yang berbeda-beda tetapi memiliki tujuan sama yaitu menarik minat konsumennya."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S48573
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adhitia Panduwinata
"Fasade bangunan merupakan bagian dari bangunan yang pertama kali dilihat dan dinikmati oleh orang-orang yang melaluinya. Sehingga, keindahan atau estetika menjadi hal yang sangat penting untuk menjadi pertimbangan dalam perencanaannya. Terutama pada bangunan-bangunan yang diperuntukkan bagi publik, seperti halnya bangunan komersil dan bangunan publik lainnya.
Perencanaan fasade yang memperhatikan prinsip-prinsip estetika akan mampu mengundang orang untuk tertarik dan mendatangi bangunan tersebut. Tentu hal ini akan memberikan keuntungan tersendiri sesuai dengan tujuan dan fungsi dari bangunan tersebut.
Material kaca merupakan elemen yang pada umumnya mendominasi pada fasade bangunan-bangunan komersil dan bangunan publik lainnya. Kaca menghadirkan fungsi sebagai jembatan visual antara ruang luar dan dalam bangunan. Hal ini akan lebih mengundang orang yang melalui bangunan untuk lebih tertarik melihat isi dalam bangunan sebelum memutuskan untuk mendatangi/memasukinya. Untuk itu diperlukan perencanaan fasade kaca yang memenuhi prinsip-prinsip estetika dan selaras dengan fungsi utama bangunan.
Perencanaan fasade kaca merupakan elemen yang tidak terpisahkan dari perencanaan fasade yang menyeluruh dan tidak dapat berdiri sendiri-sendiri sehingga terdapat kesatuan, keharmonisan, dan keselarasan antara satu dengan lainnya dan juga antar fasade. Prinsip-prinsip perencanaan fasade bangunan tidak terlepas dari prinsip-prinsip estetika. Perencanaan fasade bangunan yang sesuai dengan fungsinya juga harus menghadirkan nilai estetika yang tinggi sehingga ini akan menambah nilai jual sebuah bangunan. Tidak hanya dari segi bentuk dan warna dari materal kaca, tetapi meliputi komposisi kaca dan bidang keseluruhan dari fasade sehingga menghasilkan satu kesatuan pada fasade bangunan.
Pada karya tulis ilmiah ini akan dibahas mengenai prinsip-prinsip estetika pada perencanaan fasade kaca sebagai bagian dari keseluruhan fasade bangunan. Prinsip-prinsip komposisi akan menjadi acuan utama dalam pemaparan teori yang diajukan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S48582
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hening Driyaningdyah Arum
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
S48232
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Erick Budhi Yulianto
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
S48245
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Monika Diah Savitri
"Times Square, New York City dan Ginza, Tokyo adalah tempat yang terkenal sebagai kawasan pusat hiburan, karena sebagian besar bangunannya berfungsi sebagai tempat hiburan dan bersenang-senang, seperti gedung pertunjukan (Broadway di Times Square dan Kabuki di Ginza), pusat perbelanjaan, restoran, caf_s, bars, dan lain-lain. Selain itu, yang menarik adalah ketika melalui jalan-jalan di kawasan tersebut, terasa atmosfer ruang kota yang meriah dan heboh, serta terasa sangat khas dan berbeda dengan ruang kota lainnya. Kemeriahan dan kehebohan itu tercipta dari kehiruk-pikukan manusia dengan berbagai aktivitasnya, serta dari tampilan ruang kotanya yang begitu heboh dengan warna-warni dan gemerlap cahaya yang berasal dari muka-muka bangunannya. Warna-warni dan gemerlap cahaya tersebut mampu menarik mata manusia, sehingga dapat menimbulkan perasaan antusias dan kegembiraan yang mengebu-gebu ketika mengalami ruang kota tersebut, dan menunjang aktivitas bersenang-senang di dalamnya. Penulisan ini memaparkan faktor-faktor arsitektural yang dapat meningkatkan kemenarikan sebuah ruang kota yang peruntukannya sebagai tempat hiburan, seperti yang terdapat pada jalan-jalan di Times Square, New York City dan di Ginza, Tokyo, terutama faktor-faktor fisik berupa profil-profil penarik mata yang terdapat pada muka bangunan. Bagaimana penataan wujud dan letak profil-profil tersebut agar dapat ?dinikmati? manusia juga menjadi pembahasan di dalam penulis ini.

Times Square, New York City and Ginza, Tokyo are places known as an entertainment district, because many of its buildings are used as places for fun and pleasure, such as theater (Broadway in Times Square and Kabuki in Ginza), shopping centers, restaurants, caf_s, bars, etc. Be sides that, it?s interesting when going through its streets, the atmosphere of the urban spaces felt exciting and extravagant, very unique and different from the other urban spaces. The excitement and extravagance are emerged from the uproar of people?s activities, and also from the appearance of its urban spaces which are excessive with colors and gleaming lights that come from the building?s front face. Those colors and gleaming lights are able to engage the people?s eyes which created the feeling of enthusiasm and excitement when experiencing those urban spaces, and also support the pleasure activities inside. This writing explains the architectural factors that can increase the amusement of urban space which its purpose are for entertainment place, as in Times Square, New York City and Ginza, Tokyo, especially physical factors, which are profiles that engage the eyes attach to the building?s front face. The ordering of its appearance and placement, so it can be enjoyed by people, is also mentioned in this writing."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S48376
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Rahmah
"Taman tematik kerap memiliki lanskap dengan narasi ataupun cerita tertentu, namun narasi tersebut tidak selalu dapat diperlihatkan kepada pengunjung. Skripsi ini membahas mengenai bagaimana narasi digunakan pada taman tematik dan lanskap sebagai penyampai narasinya. Penyusunan elemen fisik lanskap penyampai narasi berupa form, path, elemen alami, dan signage sehingga membentuk suatu ruang yang dapat menyampaikan cerita. TMII menjadi studi kasus dalam mengamati elemen lanskap yang menjelaskan narasi. Dari studi kasus tersebut diketahui bahwa elemen lanskap dapat menjadi media penyampai narasi dengan memperhatikan sudut pandang dalam menyusun narasi dan menangkap narasi yang disampaikan dan sudut pandang penting untuk memahami dan merasakan kualitas ruang yang dibentuk pada ruang luar.

The landscape of a theme park is often seen with a certain narrative or story that is sometimes not explicitly shown to the visitors. This thesis discusses about how the landscape of a theme park becomes an agent of the narration used in the theme park. The physical elements of landscape that are used as the narrative agent, such as form, path, natural elements, and signage, composed to form a space that can tell the stories it holds. The case study of this thesis is TMII, observed thoroughly to see how the landscape of the said theme park became a narrative agent. From the observation, it can be concluded that the landscape can be a narrative agent, with point of view as a consideration to compose and to capture the narrative that is trying to be delivered. Point of view itself is an important factor for understanding and experiencing the spatial quality formed in an outdoor space. It is also important to consider what kind of element suits the narrative of the space, and how people experience the narrative itself.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S67651
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Christop M.
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
S48254
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shef Amir Arasy
"Skripsi ini membahas tentang evaluasi perilaku struktur baja pada peristiwa kebakaran yang berfungsi sebagai toko meubel. Dengan struktur baja menggunakan profil hollow. Simulasi peristiwa kebakaran pada bangunan ini memperhatikan nilai temperatur yang berubah terhadap waktu pada struktur baja. Hasil dari out put FDS V5.0 dengan menggunakan slice record untuk membaca temperatur pada permukaan steel, setelah itu output ini digunakan sebagai input pada program analisa struktur, yaitu salah satu program simulasi terbaik yang berbasis analisis elemen hingga. Analisa pada program ini menjadikan temperatur sebagai beban pada elemen steel. Peningkatan nilai temperatur mempengaruhi nilai tegangan-regangan struktur baja. Struktur baja akan memiliki nilai tegangan-regangan izin yang yang lebih rendah saat temperatur meningkat, hal ini yang menyebabkan terjadinya keruntuhan atau kerusakan struktur baja akibat temperatur pada bangunan yang berfungsi sebagai toko meubel.

This undergraduate thesis discusses behavior of a steel building which operate furniture store during fire. The steel structure use a hollow profile. This fire simulation in the building observe the temperature change aligned with time on steel structures. The results of the FDS V5.0 out put by using slice record to read the temperature on the steel surface, subsequently use this output as input to structure analysis program, which is one of the best simulation program based on finite element analysis. The analysis of this program construct the temperature as a burden of the steel element. The increasing of the temperature affects the stress-strain value of the steel structure. Steel structure will have a lower value of the stress-strain permits when the temperature increase, it will trigger the damage caused by the temperature of the steel structure of the building that operating as a furniture store."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42234
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Priyo Aditomo
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1989
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Merilira Indra Kirana
"Fokus utama skripsi ini adalah pembahasan fenomena masyarakat konsumer yang mengubah semua aspek kehidupan manusia menjadi objek konsumsi, dimana nilai-tanda dan nilai-simbolik mendominasi. Dominasi nilai-tanda kemudian menghasilkan suatu kebutuhan palsu yang dikenal dengan sebutan hyper-reality. Pada tempat perbelanjaan shopping street, fasade pertokoannya mengemban tugas berat dalam - merayu - dan - memilih - konsumen sebagai aparat nilai-tanda. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian teori dan literatur dari berbagai media, dan studi kasus menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis. Hasil penulisan membuktikan bahwa fasade shopping street turut serta dalam pembentukan hyper-reality. Akan tetapi hyper-reality tersebut ditonjolkan Ginza dan Paris Van Java dalam hal yang berbeda.

The profound focus of this thesis is to bring a discussion about consumer society phenomenon that has changed the entire human life aspects into objects for consumption, where sign-value and symbolic-value dominating. The domination of sign-value will then generate a fake demand which known as hyper-reality. In shopping street, the shops fa_ade shoulders heavy tasks in order to persuade and choose consumer as to sign-value. The research methodologies employed in this thesis are theoretical studies and literatures from various media, and case studies based on qualitative method in analysis. The outcome reveals that shopping street fa_ade takes part in forming hyper-reality. However, this hyper-reality as in Ginza and Paris Van Java are pictured in different ways."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51582
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>