Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 156628 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Erick Budhi Yulianto
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
S48245
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Keraf, Gorys
Jakarta: Yayasan Kanisius, 1980
808 Ker k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Keraf, Gorys
Jakarta: Yayasan Kanisius, 1980
808 Ker k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Keraf, Gorys
Jakarta: Yayasan Kanisius, 1980
808 Ker k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Keraf, Gorys
[place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
808 KER k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Eliana Indah Sari
Depok: Universitas Indonesia, 1998
TA773
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rr. Lela Isabella OTS
"Perkembangan teknologi memungkinkan pemilihan perlakuan terhadap struktur bangunan untuk diekspos atau tidak (tertutup), dengan mempertimbangkan faktor keindahan, selain pertimbangan aspek kekuatan konstnAsi dan aspek ekonomi. Struktur merupakan bagian terpenting dalam suatu karya arsitektur, yaitu sebagai sistem berdirinya bangunan untuk memberikan kekuatan, kekakuan dan kestabilan (strengthness, rigidity avid stability) serta hubungannya terhadap bentuk bangunan (form follow function) dan sistem pemeliharaannya (maintenance). Struktur dan arsitektur dapat dikembangkan dalam suatu persesuaianAm moni untuk menambah nilai keindahan sebagai pengungkapan ekspresi arsitektural; salah satunya dilakukan dengan penerapan ekspos struktur dalam desain arsitektur, yaitu pada elemen-elemen struktural utama (seperti dinding, lantai, atap) dan detail bangunan yang diperlukan. Pembahasan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemungkinan pengeksposan struktur bangunan dapat membantu menciptakan pemecahan keindahan arsitektural, dengan batasan ekspos struktur atas (upper structure) dari bangunan fungsional (di huni) yang menggunakan material modem, dan teknologi pengeksposan yang diterapkan. Dalam studi kasus, bangunan Sciene Centre di Jakarta dan bangunan Lloyd di London, diungkapkan bahwa banyak elemen dari bangunan yang dapat di desain sedemikian rupa dengan teknologi pengeksposan untuk mendapatkan nilai lebih dari suatu bangunan. Hasilnya, makin tinggi teknologi bahan struktural yang digunakan dan makin tinggi teknologi serta ketelitian dalam pengerjaan ekspos struktur, maka makin tinggi kualitas ekspos yang dihasilkan, sehingga dapat menjadi satu kemungkinan dalam membantu menciptakan pemecahan keindahan arsitektural, meskipun mengakibatkan biaya konstruksi yang semakin besar."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S48134
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rhino Akbarinaldi
"Toko merupakan tempat untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan barang atau jasa. Fasade merupakan bagian dari bangunan yang dilihat pertama kali dari jalan. Apabila dihubungkan dengan toko, fasade memberi impresi pertama kepada calon konsumen. Impresi pertama ini menjadi image yang diasosiasikan pada toko.
Konsumen yang mementingkan image berasal dari kelas menengah ke atas yang tinggal di kota. Mereka duduk pada piramida Maslow di tingkat kebutuhan aktualisasi diri. Dengan sifat setf-absorption, maka mereka akan terus berusaha memenuhi kebutuhannya.
Sifat ini membentuk masyarakat berbudaya kapitalis. Produsen dalam kapitalisme menciptakan kebutuhan palsu yang seolah-olah diperlukan. Image dari kebutuhan palsu merupakan penanda semu yang menutupi fakta-fakta dari kenyataan yang sebenarnya dan menciptakan simulacra sehingga masyarakat akan tenggelam dalam dunia hiper-realitas dimana tidak ada referensi yang jelas kecuali simulacra itu.
Fenomena hiper-realitas dapat dilihat pada fasade bangunan toko. Ada fasade yang diolah agar menyampaikan image secara menyeluruh seperti jenis usaha atau sasaran konsumennya. Ada pula fasade yang diolah dengan bentuk dan warna yang unik dan sedang menjadi trend sehingga memberi kesan pada konsumen tanpa menyampaikan informasi apapun mengenai jenis usaha dan sasaran konsumen. Fasade tanpa referensi ini disebut sebagai fasade hiper-realitas.
Fasade hiper-realitas atau bukan, keduanya menyampaikan image yang berbeda-beda tetapi memiliki tujuan sama yaitu menarik minat konsumennya."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S48573
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adhitia Panduwinata
"Fasade bangunan merupakan bagian dari bangunan yang pertama kali dilihat dan dinikmati oleh orang-orang yang melaluinya. Sehingga, keindahan atau estetika menjadi hal yang sangat penting untuk menjadi pertimbangan dalam perencanaannya. Terutama pada bangunan-bangunan yang diperuntukkan bagi publik, seperti halnya bangunan komersil dan bangunan publik lainnya.
Perencanaan fasade yang memperhatikan prinsip-prinsip estetika akan mampu mengundang orang untuk tertarik dan mendatangi bangunan tersebut. Tentu hal ini akan memberikan keuntungan tersendiri sesuai dengan tujuan dan fungsi dari bangunan tersebut.
Material kaca merupakan elemen yang pada umumnya mendominasi pada fasade bangunan-bangunan komersil dan bangunan publik lainnya. Kaca menghadirkan fungsi sebagai jembatan visual antara ruang luar dan dalam bangunan. Hal ini akan lebih mengundang orang yang melalui bangunan untuk lebih tertarik melihat isi dalam bangunan sebelum memutuskan untuk mendatangi/memasukinya. Untuk itu diperlukan perencanaan fasade kaca yang memenuhi prinsip-prinsip estetika dan selaras dengan fungsi utama bangunan.
Perencanaan fasade kaca merupakan elemen yang tidak terpisahkan dari perencanaan fasade yang menyeluruh dan tidak dapat berdiri sendiri-sendiri sehingga terdapat kesatuan, keharmonisan, dan keselarasan antara satu dengan lainnya dan juga antar fasade. Prinsip-prinsip perencanaan fasade bangunan tidak terlepas dari prinsip-prinsip estetika. Perencanaan fasade bangunan yang sesuai dengan fungsinya juga harus menghadirkan nilai estetika yang tinggi sehingga ini akan menambah nilai jual sebuah bangunan. Tidak hanya dari segi bentuk dan warna dari materal kaca, tetapi meliputi komposisi kaca dan bidang keseluruhan dari fasade sehingga menghasilkan satu kesatuan pada fasade bangunan.
Pada karya tulis ilmiah ini akan dibahas mengenai prinsip-prinsip estetika pada perencanaan fasade kaca sebagai bagian dari keseluruhan fasade bangunan. Prinsip-prinsip komposisi akan menjadi acuan utama dalam pemaparan teori yang diajukan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S48582
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rosihan Anwar
Jakarta: Pradnya Paramita, 1984
070.4 ROS b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>