Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 29841 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dyah Chitaria Poespitasari K.N.P.
"Jan Rezelius ialah tokoh protagonis dalam roman Sneeuw salah satu karya J. Bernlef. Setelah peristiwa kecelakaan menewaskan istrinya, Jan Rezelius mengalami krisis kesadaran yang mengakibatkan peruahan sikap dan pandangan terhadap dunia. Diperoleh keterangan seseorang dikatakan berhasil, apabila ia mampu melakukan kontak dengan realita hidup, dan mampu memecahkan semua kesulitannya secara wajar. Sementara sisi lain, Jan Rezelius selaku tokoh protagonis roman Sneeuw mengalami trauma yang sangat dalam dan mempengaruhi arah hidupnya. Tingkat kecemasan yang melampui batas kemampuan dalam menghadapi stress yang berulang mengakibatkan Jan Rezelius mengalami jalan buntu dan kemudian bunuh diri."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1990
S15885
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Rosewiaty S.
"Jan Wolkers adalah seorang penulis muda negeri Belanda pada abad ini. Namanya melonjak dalaa dunia kesusastraan sejak buku pertamanya Serpentina's petticoat, mendapat penghargaan di kota Amsterdam tahun 1963. Jan Wolkers termasuk salah seorang pengarang modern Belanda yang banyak menulis tentang pengalaman pribadinya. la juga seorang tokoh aliran realisme di negeri Belandaa. Dua buah karyanya dari sejumlah karyanya telah difilmkan. Secara tersirat, di dalam karya-karyanya.penceritera ada_lah tokoh ceritera. Hal ini tidak mengherankan karena karya--karyanya merupakan gambaran pengalaman dan penyelidikannya. Penulis tertarik pada karya karya Jan. Walkers, khususnya tiga karya yang akan dibahas tersebut, karena merupakan suatu gambaran masalah yang erat hubungannya dengan latar belakang Jan Walkers sendiri tetapi disajikan dalam bentuk ceritera yang lebih umum sifatnya dan dapat terjadi pada diri tiap manusia. Tiga karya Jan Wolkers yang dipilih masing--mesing adalah kumpulan ceritera pendek Serpentina's pe tticoat terbit tahun 1961,. mendapat penghargaan hadiah novel ko_ta Amsterdam tahun 1963. Kumpulan ceritera ini terdiri dari lima buah ceritera pendek pertarna yang dibuat Jan Wolkers. Bermula dari kumpulan ceritera pendek inilah Jan Wolkers memulai kariernya sebagai penulis. Tema ceri_tera-ceritera inilah yang dijadikan dasar pada banyak _"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1981
S15921
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irma Utari Aditirto
"Istilah Gereformeerd berasal dari kata Latin reformare yang berarti membentuk lagi, pada permulaan reformasi istilah ini digunakan untuk menyembut gereja-gereja yang memisahkan diri dari agama Roma Katolik, tetapi di kemudian hari istilah ini menjadi sebutan untuk membedakan aliran Protestantisme yang berorentasi pada ajaran reformator-reformator seperti Zwingli, Bullinger, Bucher dan Calvin dari Protestantisme Luther. Dewasa ini istilah Gereformeerd digunakan untuk gereja-gereja yang menganut ajaran Calvin yang bermula di Swiss dan kemudian tersebar di Eropa dan berbagai penjuru Dunia lain berkat emigran dan pekabaran injil. Gereja-gereja Gereformeerd tidak saja mencakup gereja-gereja yang menggunakan nama Gereformeerd atau Reformed, tetapi juga yang memakai sebutan Pressbyterian. Jumlah pengikut agama Gereformeerd di seluruh dunia pada tahun tujuh puluhan 65 juta orang..."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1983
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Apitule, Marion Ernestine
"Tulisan ini dimaksudkan untuk mencoba menganalisa sebuah karya sastra Belanda, yakni Herinneringen van een Engelbewaarder 'Kenang-kenangan Seorang Malaikat Pelindung' karya W.F. Hermans. Karya ini dipilih karena beberapa unsur penokohannya yang inkonvensional. Cerita menghadirkan seorang tokoh yang tidak insani, yakni Malaikat Pelindung, yang senantiasa membayangi tokoh utama. Tokoh Malaikat Pelindung ini bukan semata-mata hasil imajinasi pengarang, tetapi sebagai konsep telah mempunyai eksistensi di luar buku, yakni dalam ajaran Gereja Katolik (lihat lampiran 1).Sebenarnya ini bukanlah karya Hermans yang pertama yang menghadirkan unsur atau warna keagamaan. Dalam 1k Heb Altijd Gelijk 'Aku Selalu Benar' misalnya, ia menghadirkan seorang tokoh yang dengan sangat sengit menyerang berbagai konsep ajaran Katolik. Begitu pula dalam bukunya De Donkere Kamer van Damocles 'Kamar Gelap Damocles', unsur keagamaan itu hadir. Ini baru beberapa contoh saja. Namun di dalam semua karyanya yang lain itu unsur keagamaan tersebut hadir dalam bentuk tak langsung, maksudnya melalui misalnya cakapan tokoh-tokohnya atau sebagai latar belakang saja, jadi bukan dalam bentuk personifikasi langsung sebuah konsep melalui penokohan di dalam cerita seperi yang terjadi dalam Herinneringen van een Engelbewaarder ini.Eksistensi konsep 'Malaikat Pelindung' itu di luar buku, ditambah dengan teknik penokohannya yang menyimpang dari yang biasa, telah merupakan dorongan untuk melakukan telaah lebih lanjut terhadap penokohan Malaikat Pelindung.Tokoh Malaikat Pelindung ini ditampilkan melalui suatu teknik penokohan yang sangat inkonvensional. Ia tidak hadir dalam watak ataupun wujud yang biasanya diasosiasikan dengan pengertian malaikat secara umum, dan dengan penempatannya sebagai pembawa cerita atau pe-ngisah yang merangkap sebagai tokoh di dalam cerita yang dibawakannya, Hermans telah melakukan suatu permainan dengan perspektif yang pengaruhnya terhadap penokohan Malaikat Pelindung tersebut bersifat timbal-balik."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1981
S15961
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bernlef, J.
Amsterdam: Querido, 1990
BLD 839.36 BER s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Pot, Joost
Amsterdam: AD. Donker, 1991
BLD 839.36 POT s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Mulder, Jan
Amsterdam: Meulenhoff, 1991
BLD 839.36 MUL j
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
D`haen, Christine
Amsterdam: Meulenhoff , 1989
BLD 839.36 DHA z
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Erkel, Gerda van
Leuven: Davidsfonds, 1990
BLD 839.36 ERK s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Niken I. Pattiserlihoen
"ABSTRAK
Roman sejarah De Laatste Generaal yang ditulis K T.Friedericy pada tahun 1942 dan diterbitkan pada tahun 1958 merupakan versi kedua dari karya aslinya yang terbit pada tahun 1947. Versi pertama yang terbit tahun 1947 tersebut berjudul Bontorio, de laatste generaal. Eisah claim kedua karya itu terjadi pada latar yang sama yaitu di Sulawesi Selatan, tepatnya di daerah Bone. Cerita bersumber dari situasi kehidupan para bangsawan Bone yang mengalami keresahan karena masuknya Belanda ke tanah air mereka
Di dalam skripsi ini akan dianalisis bagaimana visi RI Friedericy (yang berkebangsaan Belanda) terhadap berbagai kelompok etnis di Bone selama pendudukan Belanda Perbedaan dan persamaan menyangkut struktur, penyajian dan tema dalam Bontorio, de Iaatste generaal dan De Iaatste generaal merupakan pokok-pokok bahasan yang akan dibahas dalam skripsi ini. Pertama akan diberikan gambaran tentang hubungan Friedericy dengan Sulawesi Selatan dan situasi sosial politik di Sulawesi Selatan pada saat pendudukan Belanda dinilai. Ini dimaksudkan agar lebih mudah memahami analisis siruktur pada bab berikutnya. Selanjutnya akan dibahas tentang struktur, untuk kemudian ditarik kesinipulan yang juga akan memberikan gambaran tentang kesan pembaca mengenai kedua karya H.J.Friedericy di atas.

"
1995
S15911
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>