Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 63874 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hans Wonowidjaja
"Dengan pergerakan situasi ekonomi yang tidak stabil sekarang ini, dampak dari tingkat stabilitas ekonomi suatu negara terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang asing semakin tinggi. Untuk menghindari resiko kerugian akibat fluktuasi ini, manajemen dari perusahaan harus membuat strategi yang bagus dengan tujuan meminimalkan ataupun menghilangkan resiko tersebut yang akan memberikan hasil terbaik bagi perusahaan. Tesis ini akan membahas fungsi metode-metode hedging sebagai strategi untuk melindungi perusahaan dari resiko fluktuasi nilai tukar mata uang asing yang akan mempengaruhi nilai dari suatu transaksi mata uang asing dan cara untuk memilih metode terbaik yang memberikan hasil tertinggi bagi perusahaan. Pada analisa ini, penulis menggunakan transaksi pada PT. P AL sebagai objek untuk menjelaskan dampak dari metode hedging. Analisis ini menggunakan metode kualitatif komparatif deskriptif. Data diperoleh dari spot rate nilai tukar mata uang asing pada tahun 2007, transaksi luar negeri PT. PAL dan interview dengan direksi PT. PAL. Hasil dari analisa ini adalah metode hedging berguna untuk mengendalikan foreign exchange risk pada transaksi mata uang asing dengan exposure PT. PAL dan metode terbaik bagi PT. PAL untuk mengendalikan foreign exchange risk adalah kontrak forward.

With the unstable movement of economic situation nowadays, the impact of a country economic stability level towards the fluctuation in the foreign currency exchange rate has increasing. To avoid the risk of loss resulting from this fluctuation rate, the management of the company have to make a good strategy with the aim minimize or even eliminate the risk which will give the best value for the company. This thesis will discuss the function of hedging methods as the strategy to protect the company from the risk of foreign currency exchange rate fluctuation that will influence the value of foreign exchange transactions and the methods to choose the best strategy that will give the highest value for the company. In this analysis, writer used transaction in PT. PAL as the object to describe the actual effect of hedging method. This analysis is quantitative comparative interpretive. The data were collected from spot rate of exchange in 2007, PT. PAL foreign transactions and interview with PT. PAL director. The analysis result are hedging methods is useful to control the fluctuation of foreign exchange risk in foreign exchange transaction with exposure PT. PAL and the best method for PT. PAL to control the fluctuation of exchange rate risk is forward contract."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26428
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Kim Bum Su
"Tujuan utama dari tesis ini adalah untuk mengetahui strategi hedging yang tepat menggunakan derivatif untuk risiko mata uang asing dan suku bunga. Untuk tujuan ini, satu perusahaan akan diambil sebagai contoh strategi hedging. Sebagai hasil dari analisis kasus, hedging risiko mata uang menggunakan forward adalah strategi yang tepat dalam situasi pasar Indonesia saat ini. Dan lindung nilai risiko suku bunga hanya menggunakan swap suku bunga adalah strategi yang lebih cocok daripada lindung nilai mata uang dan risiko suku bunga menggunakan swap mata uang.

The main objective of this thesis is to find out the appropriate hedging strategy using derivative for foreign currency and interest rate risks. For this purpose, one company will be taken as an example of hedging strategies. As a result of case analysis, hedging of currency risk using forward is appropriate strategy in the current situation of Indonesia market. And hedging an only interest rate risk using interest rate swap is more suitable strategy rather than hedging currency and interest rate risk using currency swap."
Depok: Universitas Indonesia, 2018
T50483
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farhah Abidah
"Perkembangan ekonomi di ASEAN bukan hanya dapat dimanfaatkan perusahaan untuk berkembang dan memperluas kegiatan bisnisnya, namun dapat pula memberikan risiko. Risiko akibat volatilitas nilai tukar adalah salah satu risiko utama yang dihadapi dalam perkembangan aktivitas internasional tersebut. Strategi hedging dilihat sebagai suatu cara yang dapat digunakan dan mulai diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di ASEAN, sehingga menarik untuk diteliti. Dengan menggunakan sampel perusahaan non-keuangan pengguna derivatif di ASEAN-5 pada periode 2008-2013, penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan financial hedging terhadap foreign exchange exposure di wilayah ASEAN. Penelitian ini juga membandingkan pengaruh financial hedging pada periode krisis dan non-krisis.

ASEAN developing economy is not only giving the oppportunity for corporations to grow and expand their business, but also giving risks. Risk from the exchange rate volatily is one of the risk that raise with international activities. Hedging is considered as a strategy that could be used and is starting to implemented by ASEAN corporations, this makes hedging and exposure interesting for this study. Using the sample of ASEAN-5 non-financial firms that use hedging in 2008-2013, this study aims to see the effect of financial hedging on foreign exchange exposure in ASEAN. This study also provide the difference of financial hedging effect during crisis and non-crisis period."
Depok: Universitas Indonesia, 2015
S60019
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitria Yuli Perdini
"Pandemi COVID 19 dan Perang Rusia-Ukraina telah membawa babak baru bagi hampir seluruh negara di dunia karena menimbulkan gelombang inflasi. Pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia berusaha mengendalikan laju inflasi pada 3+1% serta merumuskan kebijakan moneter dengan tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah. Meskipun demikian, volatilitas pergerakan nilai tukar Rp terhadap USD tetap tidak dapat dikendalikan dalam periode yang lama sehingga mengharuskan para pelaku usaha untuk menggunakan instrumen keuangan dalam memitigasi risiko nilai tukar tersebut, seperti lindung nilai forward dan swap. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengevaluasi penerapan lindung nilai yang dilakukan PT KKAPE, baik dari sisi tingkat efektivitas lindung nilai, maupun hubungan lindung nilai dalam rangka persiapan penerapan akuntansi lindung nilai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat efektivitas lindung nilai yang dilaksanakan PT KKAPE telah berjalan efektif, dan begitu pula dengan dokumentasi atas hubungan lindung nilai sebagaimana dipersyaratkan oleh PSAK 71 yang hampir semuanya terpenuhi. Walaupun studi kasus atas perusahaan tunggal memiliki keterbatasan, diharapkan hasil studi ini dapat memberikan wawasan praktis dalam mengevaluasi tingkat efektivitas lindung nilai dan mengevaluasi hubungan lindung nilai.

The COVID 19 pandemic and the Russo-Ukrainian War have brought a new chapter for almost all countries in the world because it creates a wave of inflation. The Indonesian government through Bank Indonesia is trying to control the inflation rate at 3+1% and formulate monetary policies with the aim of achieving and maintaining stability in the value of the Rupiah. Nonetheless, the volatility of movements in the Rp exchange rate against the USD remained uncontrollable for a long period of time, requiring the use of financial instruments to mitigate exchange rate risk, such as forward and swap hedging. This research was conducted to evaluate the implementation of hedging carried out by PT KKAPE, both in terms of the level of hedging effectiveness, as well as hedging relationships to prepare the implementation of hedge accounting. This study concludes that the level of hedging effectiveness implemented by PT KKAPE has been effective, and so has the documentation of hedging relationships as required by PSAK 71, almost all of which were met. Although case studies on single companies have limitations, it is hoped that the results of this study can provide practical insights in evaluating the effectiveness of hedging and hedging relationships."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitri Amalia
"Skripsi ini membahas mengenai pelaksanaan lindung nilai di BUMN sebagai upaya untuk mencegah risiko fluktuasi nilai tukar. Dalam skripsi ini analisis pelaksanaan lindung nilai dilakukan di PT.PLN (Persero) sebagai salah satu perusahaan yang berstatus sebagai BUMN. Lindung nilai itu sendiri adalah cara atau teknik untuk mengurangi risiko yang timbul maupun yang diperkirakan akan timbul akibat adanya fluktuasi harga di pasar keuangan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami ketentuan hukum di Indonesia dalam mengatur pelaksanaan transaksi lindung nilai untuk BUMN dan mengetahui kesesuaian antara ketentuan hukum dengan pelaksanaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif.
Hasil penelitian ini adalah bahwa ketentuan lindung nilai BUMN yang berlaku di Indonesia mengacu kepada peraturan yang dikeluarkan oleh Kementrian BUMN PER-09/MBU/2013 tentang Kebijakan Umum Transaksi Lindung Nilai BUMN dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/8/2013 tentang Transaksi Lindung Nilai Kepada Bank. Penelitian ini juga menunjukan bahwa pelaksanaan lindung nilai di PT.PLN (Persero) telah sesuai dengan ketentuan yang ada.

This thesis discusses the implementation of hedging in a State-owned Enterprises as a prevention of the exchange rate fluctuations risk. The analysis on this thesis was held in PT.PLN (Persero) as one of the State-owned Enterprises. Hedging is a method or technique to reduce the risk that incurred or expected to be incurred as a result of price fluctuations in the financial markets.
The purpose of this research is to know and understand the legal provisions in Indonesia on organizing the implementation of a hedging transaction for State-owned Enterprises and determine a compatibility between a legal provisions and their implementation. The method that used in this research is juridis normative method.
The results of this research is that the provision of hedging of State-owned Enterprises that apply in Indonesia is refers to the regulations issued by the Ministry of State-owned Enterprises No. PER-09/MBU/2013 in 2013 on Public Policy of Hedging Transaction of State Owned Enterprises and Bank Indonesia Regulation No. 15/08/2013 on Hedging Transactions to Bank. The research also shows that the implementation of hedging at PT PLN (Persero) in accordance with existing regulations
"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2016
S64983
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aditya Rizky Ramadhan
"Skripsi ini membahas mengenai proses manajemen risiko yang diterapkan oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk sebagai Perusahaan Tambang Milik Pemerintah (BUMN). Proses manajemen risiko melingkupi proses identifikasi risiko, analisis risiko dan pengendalian risiko berdasarkan model Simons (2000). Proses identifakasi risiko ditujukan untuk melihat perbedaan klasifikasi risiko berdasarkan source of risk Simons (2000) dan PT Bukit Asam. Proses selanjutnya adalah menganalisis risiko berdasarkan model risk exposure calculator dengan memberikan masing-masing nilai untuk mengetahui tingkat risiko perusahaan. Tahap terakhir penelitian ini adalah pengendalian risiko dengan menganalisis penerapan sistem pengendalian manajemen dengan menggunakan model levers of control yang diterapkan oleh PT Bukit Asam sebagai perusahaan yang sudah mencapai tahap dewasa dalam siklus hidup organisasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara di satuan kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP) PT Bukit Asam sebagai divisi pengelola manajemen risiko perusahaan dan beberapa divisi terkait atas saran divisi tersebut agar pengelolaan dan analisis data dapat disesuaikan tujuan penelitian. Penulis juga melakukan studi lapangan selama tiga bulan untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif.
Dari penelitian yang telah dilakukan, maka Penulis menemukan terdapat perbedaan klasifikasi risiko antara source of risk Simons (2000) dan PT Bukit Asam. Selanjutnya, tingkat risiko PT Bukit Asam berada pada zona waspada (the caution zone) serta sistem pengendalian dengan menggunakan levers of control sudah diterapkan dengan baik. Secara keseluruhan evaluasi manajemen risiko oleh PT Bukit Asam dengan menggunakan model Simons (2000) sudah cukup baik.

This paper discusses about the risk management implemented in PT Bukit Asam as Indonesia State-Owned Mining Entreprise. The process covers risk identification, risk analysis and risk control based on Simons Model (2000). Risk identification process is set to examine risk classification differences between source of risk Simons Model and PT Bukit Asam. The next process is to analyze the risk using risk exposure calculator model by giving score for each indicator to understand the company risk level. Last process of this study comprises the analysis of management control system by using levers of control as model base implemented by PT Bukit Asam, in count as mature organization.
The methodology used in this study is interview process within Corporate Management Systems of PT Bukit Asam, as division responsible for handle the enterprise risk management, and some related divisions for their suggestions as support of data processing and analyzing in order to accomplish research objectives. The author also conducted field study for 3 months to gain more comprehensive understanding.
Based on the study, author found the existence of risk classification differences between source of risk Simons Model and PT Bukit Asam. Futhermore, corporate risk level is in the caution zone and management control system using levers of control Simons Model has been well implemented. Overall, PT Bukit Asam risk management evaluation with Simons Model has been well executed."
Depok: Fakultas Eknonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S62367
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
New York : New York Institute of Research, 1990
R 332.645 HAN
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Irvan Maulana
"ABSTRAK

Impor bahan baku obat merupakan salah satu kebijakan PT Kalbe Farma dalam melakukan produksi obat untuk memenuhi kebutuhan obat Nasional. Oleh sebab itu, keuangan PT Kalbe Farma akan selalu menghadapi risiko kerugian selisih nilai tukar. Tercatat hingga September 2018 setiap terjadi depresiasi 1 persen, akan mengurangi laba konsolidasi PT Kalbe Farma hingga 7,68 miliar rupiah. Penelitian akan menggunakan pendekatan volatilitas GARCH dalam menghitung Value at Risk sebagai batas maksimum risiko nilai tukar yang dihadapi PT Kalbe Farma. Selanjutnya akan disimulasikan model Islamic Forward Agreement sebagai usaha untuk mengurangi kerugian akibat selisih nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan selama periode penelitian, terdapat 19 data penyimpangan actual loss terhadap nilai value at risk dan terbukti valid berdasarkan hasil Kupiec Test, sehingga model risiko dapat digunakan untuk mengukur risiko maksimum nilai tukar yang dihadapi PT Kalbe Farma. Kemudian sesuai asumsi yang dibentuk, kebijakan Islamic forward agreement akan efisien jika diterapkan pada periode jatuh tempo 3 bulan (90 hari) atau 6 bulan (180 hari) dengan biaya lindung nilai sebesar 1% dari total transaksi lindung nilai syariah, karena forward point akan lebih rendah dibanding biaya lindung nilai yang ditanggung PT Kalbe Farma.


ABSTRACT

 


Imports of medicinal raw materials are one of the policies of PT Kalbe Farma in conducting drug production to meet National drug needs. Therefore, PT Kalbe Farma's finances will always face the risk of losing exchange rate differences. Recorded until September 2018 every 1 percent depreciation occurs, it will reduce PT Kalbe Farma's consolidated profit to 7.68 billion rupiah. The research will use the GARCH volatility approach in calculating the Value at Risk as the maximum limit of exchange rate risk faced by PT Kalbe Farma. Furthermore, the Islamic Forward Agreement model will be simulated as an effort to reduce losses due to the difference in the rupiah exchange rate against the US dollar. The results showed that during the study period, there were 19 actual loss deviations data on value at risk and proved valid based on Kupiec Test results, so that the risk model can be used to measure the maximum risk of exchange rates faced by PT Kalbe Farma. Then according to the assumptions formed, the Islamic forward agreement policy will be efficient if it is applied for a maturity period of 3 months (90 days) or 6 months (180 days) with a hedging fee of 1% of the total Islamic hedging transactions, because forward points lower than the cost of hedging borne by PT Kalbe Farma.

 

"
2019
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Coyle, Brian
Chicago: Financial World, 2000
332.645 COY h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Khairul Arifin
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa investasi Emas sebagai alat Hedging untuk mengatasi risiko Inflasi dan Nilai tukar di negara islam berkembang tahun 2005-2019 dengan menggunkaan metode VECM. Penelitian ini menggunakan sampel tiga negara berkembang yang memiliki penduduk mayoritas beragama islam, yakni Turki, Indonesia, dan Malaysia, dengan periode dari tahun 2005 hingga 2019. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa return emas tidak memiliki hubungan sebab akibat terhadap perubahan inflasi sehingga return emas tidak akan terpengaruh oleh turun atau naiknya nilai inflasi. Ditemukan juga bahwa perubahan inflasi tidak memiliki hubungan sebab akibat terhadap return emas sehingga perubahan inflasi tidak akan terpengaruh oleh turun atau naiknya return emas, selain itu, ditemukan bahwa return emas tidak memiliki hubungan sebab akibat terhadap perubahan nilai tukar sehingga return emas tidak akan terpengaruh oleh turun atau naiknya nilai tukar. Ditemukan juga bahwa perubahan nilai tukar tidak memiliki hubungan sebab akibat terhadap return emas sehingga nilai tukar tidak akan terpengaruh oleh pergerakan turun atau naiknya return emas Pada akhirnya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa investasi emas bisa menjadi alat lindung nilai (Hedging) terhadap risiko inflasi dan nilai tukar di negara Turki, Indonesia, maupun Malaysia.

This research aims to analyze gold investment as a Hedging tool to overcome the risk of inflation and exchange rate in the Islamic State of the year 2005-2019 period by using the VECM method. The research uses a sample of three developing countries that have a majority population of Muslims, namely Turkey, Indonesia, and Malaysia, with a period from 2005 to 2019. In this study it was discovered that the movement of gold return had no causal relationship to the inflation movement so that the gold return would not be affected by falling or rising the value of inflation. It was also found that inflation movements had no causal relationship to the gol return so that the inflation rate would not be affected by downward movement or rising gold return, in addition, it was found that the gold return had no causal relationship to the movement of the exchange rate so that the gold return would not be affected by the decrease or rise of the exchange rate. It was also found that the movement of the exchange rate had no causal relationship to the gold return so that the exchange rate would not be affected by downward movement or rising gold price in the end, the results showed that gold investment could be a hedge against inflation and exchange rates in Turkish, Indonesian, and Malaysian countries.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>