Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 57474 dokumen yang sesuai dengan query
cover
GST Agus Komang Lastrawan
"Sebuah laboratorium online dalam sistem e-learning menyediakan media untuk melaksanakan tugas eksperimen suatu mata kuliah melalui Internet. Penggunaan layanan grid pada eksperimen laboratorium online menjadi teknologi yang revolusioner saat ini. Teknologi grid ini difokuskan pada penggunaan sumber daya yang heterogen dan tersebar, serta untuk memecahkan masalah komputasi yang kompleks pada suatu eksperimen. Dengan menggunakan laboratorium online berbasis layanan grid, para mahasiswa dapat melaksanakan eksperimen, dengan memanfaatkan sumber daya komputasi dan data yang terdapat pada lingkungan grid secara bersamaan.
Pada pelaksanaan tugas akhir ini penulis mengembangkan prototype laboratorium online yang berbasis layanan grid untuk keperluan eksperimen analisis data yang terdistribusi. Penulis mempersiapkan suatu lingkungan grid di Fakultas Ilmu Komputer yang terdiri atas 3 buah komputer menggunakan perangkat lunak Globus Toolkit 4. Kemudian penulis menambahkan prototype modul eksperimen pada sistem e-learning Moodle dan menghubungkannya dengan layanan grid. Sebagai studi kasus, penulis mengembangkan eksperimen pengambilan keputusan dengan analisis Pareto terhadap data yang tersebar pada beberapa basis data yang berbeda (heterogen). Pengambilan dan pengiriman data pada eksperimen ini dilakukan oleh layanan grid, yang dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak Open Grid Services Architecture Data Access and Integration (OGSA-DAI).
Dalam pengembangan modul eksperimen pada Moodle, penulis menemukan kesulitan untuk menghubungkannya dengan layanan grid secara langsung. Oleh karena itu, penulis mempersiapkan grid portal sebagai aplikasi mediasi antara modul eksperimen Moodle dan layanan grid. Pada tahap pengujian, penulis menguji heterogenitas basis data yang dapat digunakan sebagai sumber daya dalam ingkungan grid. Melalui layanan grid yang telah diinstalasikan pada masing-masing komputer dalam lingkungan grid, penulis melakukan eksperimen analisis Pareto. Eksperimen ini mengambil data dari sumber daya data (data resource) yang tersebar pada lingkungan grid. Penulis berkesimpulan bahwa pengembangan laboratorium online berbasis layanan grid untuk kebutuhan eksperimen analisis data, mampu memberikan sumber daya berupa basis data yang heterogen dan terdistribusi pada organisasi virtual (virtual organization)."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2006
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haryanto
"Teknologi sistem grid saat ini sudah cukup banyak dikenal orang karena sistem grid dapat membantu menyelesaikan suatu masalah secara bersama-sama seperti, komputasi yang membutuhkan kemampuan komputer dengan performansi tinggi, penyediaan media penyimpanan virtual, dan lain sebagainya tanpa tergantung pada lokasi geografis dari pengguna sistem grid yang bersangkutan. Sistem grid menyediakan mekanisme sharing sumber daya antar institusi-institusi yang bergabung dalam suatu lingkungan terdistribusi yang heterogen dan sangat dinamis. Namun, untuk menyediakan suatu layanan akses yang handal terhadap sumber daya yang di-share tersebut ada banyak masalah yang harus dihadapi dan dibenahi oleh sistem grid. Salah satu masalah yang perlu diperhatikan adalah masalah keamanan. Untuk menjamin keamanan dari sistem grid, maka layananlayanan serta mekanisme-mekanisme keamanan yang umumnya digunakan seperti, otentikasi, otorisasi, komunikasi yang aman, ketersediaan sistem, integritas dan lain sebagainya sangat diperlukan untuk lebih meningkatkan kepercayaan terhadap sistem grid. Selain itu, diharapkan bahwa keuntungan-keuntungan yang ditawarkan oleh sistem grid dapat lebih dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pada tulisan ini, penulis mencoba untuk meneliti aspek keamanan dari sistem grid dengan meninjau masalah-masalah keamanan yang ada pada sistem grid yang diikuti dengan eksplorasi terhadap layanan-layanan keamanan yang diperlukan dan yang telah disediakan oleh sistem grid. Untuk mengetahui implementasi dari layanan-layanan keamanan yang disediakan oleh sistem grid, maka penulis melakukan uji coba dengan melakukan konfigurasi pada paket Grid Security Infrastructure (GSI) yang terdapat dalam paket Globus Toolkit 3 (GT3). Percobaan konfigurasi ini ditujukan agar suatu aplikasi sederhana yang berbasis grid dapat memiliki beberapa layanan-layanan keamanan yang ditawarkan oleh GSI. Berdasarkan eksplorasi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem grid saat ini sudah memiliki solusi terhadap beberapa masalah-masalah keamanannya dengan menyediakan beberapa layanan-layanan serta mekanisme keamanan seperti, otentikasi, otorisasi, dan komunikasi yang aman. Meskipun demikian, masih ada masalah keamanan lainnya yang belum diakomodasi sepenuhnya dalam sistem grid misalnya, akuntabilitas. Hasil uji coba konfigurasi yang dilakukan juga menunjukkan bahwa GSI sebagai komponen keamanan yang disediakan oleh GT3 telah mengakomodasi beberapa layananlayanan keamanan yang dibutuhkan dalam suatu sistem grid. Beberapa fitur tambahan seperti delegation dan single sign on juga disediakan oleh GSI untuk mendukung akses terhadap sumber daya yang terkoordinasi."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jefri Abdullah
"Komputasi terdistribusi dirancang untuk meningkatkan performa ataupun troughput sebuah proses. Lahirnya teknologi internet menjadikan tongak baru dalam paradigma komputasi tersebar. Ketika jaringan komputer yang dipakai sebagai alat komunikasi adalah internet, isu yang muncul menjadi lebih rumit. Internet adalah teknologi terdistribusi, dimana tidak ada administrator tunggal yang menguasainya. Pada jaringan Internet terdapat sumber daya yang besar dan sering berada pada kondisi idle. Penelitian ini dilakukan dalam rangka mencari tahu cara kerja komputasi grid yang dirancang untuk bekerja pada jaringan Internet. Komunikasi antar proses pada penelitian ini menggunakan perangkat lunak MPI, sementara untuk pembagian beban menggunakan Grid Engine. Globus Toolkit digunakan sebagai gerbang akses kedalam sebuah unit komputasi yang dimiliki organisasi dari jaringan Internet. Penelitian difokuskan kepada alokasi sumber daya pada komputasi grid. Pada akhir penelitian didapatkan sebuah layanan komputasi grid berbasiskan Globus Toolkit 4 dengan penjadwal lokal Grid Engine. Integrasi kendali paralel menggunakan perangkat lunak MPICH."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2006
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abdurrasyid Mujahid
"Integrasi metascheduler Gridway ke dalam lingkungan grid memungkinkan tidak hanya dilakukan di antara mesin‐mesin dalam cluster, melainkan juga penjadwalan lintas cluster. Integrasi ini melibatkan beberapa komponen, antara lain Gridway sendiri, Local Resource Management System (LRMS) sebagai scheduler dalam cluster, dan grid middleware sebagai penghubung antara Gridway dan LRMS. Masalah yang muncul dalam integrasi ini berkaitan dengan pengiriman informasi dari Gridway ke grid middleware, dari grid middleware ke LRMS, dan sebaliknya. Untuk itu, integrasi antar setiap komponen perlu diatur sehingga setiap komponen bisa berkomunikasi dengan benar. Untuk mengecek bahwa integrasi berhasil, maka perlu diuji cobakan dengan eksekusi berbagai jenis pekerjaan (job), misalnya job sederhana yang memerlukan satu mesin sebagai eksekutor, job yang memerlukan transfer berkas dari dan ke mesin lain saat eksekusi, job yang menjalankan."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fajran Iman Rusadi
"Penggunaan aplikasi paralel berbasis MPI adalah salah satu cara dalam rangka memenuhi kebutuhan komputasi yang terus meningkat. Lebih dari satu sumber daya dapat dimanfaatkan secara simultan dalam rangka melakukan komputasi. Pada sisi yang lain, Grid Computing hadir dengan menawarkan sumber daya komputasi besar. Lebih dari satu sumber daya yang tersedia, walaupun heterogen dan berada dalam lokasi yang tersebar, dapat dimanfaatkan bersama-sama dalam rangka menyediakan sumber daya komputasi yang besar. Penelitian ini dilakukan dalam rangka mencari tahu bagaimana cara melakukan eksekusi aplikasi paralel berbasis MPI di atas lingkungan komputasi Grid. MPI digunakan dalam membangun aplikasi paralel yang akan melakukan komputasi dan Grid berperan sebagai penyedia sumber daya komputasi tersebut. Beberapa model lingkungan komputasi bagi aplikasi MPI ini telah dibuat, mulai dari bentuk yang sederhana sampai membentuk lingkungan komputasi Grid yang menggunakan sistem penjadwalan job sehingga proses akan diletakkan pada tempat yang tepat."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2006
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Suryo Gumilar
"Grid Computing menekankan pertukaran atau pemakaian bersama (sharing) sumber daya komputer (resource), penyimpanan data dan akses ke database tanpa mengharuskan pengguna untuk mencari resource ini secara manual. Setelah terhubung pada Grid, pengguna akan melihatnya sebagai satu sistem komputer yang besar. Resource dalam grid bersifat heterogen dalam hal protokol dan cara akses, serta memiliki letak yang terdistribusi, bahkan dapat melewati batas-batas geografis. Grid computing mengharuskan pengaksesan resource tersebut bersifat transparan. User hanya melihat resource-resource tersebut sebagai satu kesatuan resource. Salah satu resource yang di-share adalah storage resource dan data. Hal ini termasuk dalam konteks data grid. Suatu Grid Computing File System menyediakan logical namespace yang user friendly dalam mengidentifikasi dan mengelola resource yang tersedia dalam grid.
Dengan konsep Grid File System ini user akan melihat resource resource yan tersebar tersebut, dalam hal ini storage dan data, sebagai satu kesatuan. User tidak perlu mengetahui lokasi sebenarnya suatu resource. Tulisan ini membahas dan mendeskripsikan grid service yang menyediakan kemampuan tersebut. Grid Virtual File System adalah suatu konsep Grid Computing File System yang akan diajukan dalam tulisan ini, disebut virtual karena file system itu sendiri bukan merupakan file system sebenarnya yang terletak pada suatu lokasi fisik. Grid Virtual File System mengelola dan menggabungkan serta mengenkapsulasi berbagai file system resource, mekanisme akses dan manajemen meta data dalam lingkungan grid. Tulisan ini juga mengusulkan beberapa konsep, rancangan arsitektur, operasi yang sebaiknya ada dalam file system directory service serta melaporkan implementasi simulasi pada satu mesin.
Dari hasil implementasi disimpulkan bahwa Grid Virtual File System ini dapat menyediakan service yang memungkinkan user mengakses berbagai resource heterogen yang tersebar tersebut tanpa harus mengtahui dimana letak ataupun protokol yang digunakan."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2004
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reed, Myril B.
Englewood Cliffs, N.J: Prentice-Hall, 1955
621.319 REE e
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Fudhiyanto PS
"Visualisasi kondisi suatu lokasi dapat diwujudkan dalam bentuk tiga dimensi melalui virtual reality. Kekompleksan bentuk dan tingkat komputasi yang tinggi memerlukan suatu sistem tangguh yang dapat menanganinya. Grid Computing merupakan salah satu pemecahannya. Sistem ini merupakan sistem yang mampu mengintegrasikan beberapa mesin dan melakukan distribusi sumber daya untuk memperoleh kekuatan komputasi yang tinggi. Pada skripsi ini dirancang suatu program virtual reality menggunakan bahasa standar tiga dimensi, yaitu Virtual Reality Modeling Language {VRML), yang menggambarkan suatu danau yang dikelilingi pegunungan dengan beberapa indikator yang menunjukkan ketidakpastian (uncertainty) kuaUtas air danau. File VRML yang tersebut kemudian akan dishare dalam suatu sistem Grid Computing, yaitu Access Grid (AG) yang dapat melakukan kolaborasi antar grup dalam sharing aplikasi, data, dan layanan. Konsep dasar Grid Computing, virtual reality, dan Access Grid akan dibahas pada bagian awal skripsi ini. Selanjulnya akan dijelaskan mengenai alasan penggunaan Access Grid sebagal sistem data sharing file VRM4 evaluasi unjuk kerja (performance evaluation) proses data sharing file VRML pada Access Grid, hubungan antara Grid Computing, Access Grid, dan VRML beserta dengan analisis program yang dibuat Dari skripsi ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi VRML yang di-share pada Access Grid dapat berjalan dengan balk dengan memanfaatkan sumber daya komputasi terdistribusi di dalam Access Grid. Dari evaluasi unjuk kerja dapat diketahui bahwa jumlah paket rata-rata yang dikirimkan tiap detik adalah antara 8.979518 < p. < 9.298282 untuk proses uploading dan 25.16244 < p. < 28.78776 untuk downloading (perhitungan confidence interval)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S39987
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Magdalena Setiawati
"Dewasa ini berbisnis melalui web - lebih dikenal sebagai cyberbusiness- sudah amat lazim dilakukan, talc terkecuali oleh StandGuide Online. Namun demikian bisnis melalui web ini tidak terlalu kuat bila tidak didukung oleh sistem back office yang baik, terutama bila menghadapi rencana pengembangan perusahaan dan persaingan dari perusahaan sejenis iainnya. Dengan demikian, dirasakan perlunya membangun sistem baru untuk StandGuide Online yang akan digunakan sebagai sistem back office mereka.
Beberapa teori digunakan untuk mengembangkan sistem back office StandGuide ini, yaitu teori Arsitektur Sistem Informasi yang membagi-bagi fokus pengembangan sistem informasi dalam blok data, proses dan interface guna memudahkan melihat tahapan pengembangan sistem informasi, teori mengenai metodologi FAST (Framework for the Application of System Techniques) System Analysis Strategies yang dikembangkan oleh Jeffrey L. Whitten, Lonnie D. Bentley dan Kevin C. Dittman dalam bukunya "System Analysis and Design Methods" pads tahun 2000, Data Flow Diagram yang digunakan untuk melakukan pemodelan proses, Entity Relationship Diagram yang digunakan untuk pemodelan data, dan teori lainnya yang mendukung peraacangan sistem terutama database yaitu teori analisis dan perencanaan kapasitas.
StandGuide Online, sebagai subyek sekaligus pengguna sistem informasi baru ini, adalah sebuah standguide agency yang berada dibawah pengelolaan Jasta Eksibisindo. Selama ini StandGuide Online sudah melakukan bisnisnya melalui web dan memiliki sebuah database anggota standguide yang berkaitan dengan web tersebut Proses bisnis yang dilakukan oleh StandGuide Online adalah proses pembuatan proposal, pemilihan dan wawancara standguide, pembuatan kontrak, pembuatan invoice, pemeriksaan pembayaran kontrak dan pembayaran honor standguide. Prosedur atas proses tersebut digambarkan dalam bentuk flowchart untuk lebih memperj alas langkah-langkahnya.
Dalam melakukan analisa dan pengembangan sistem baru untuk StandGuide Online, beberapa Flowchart dibuat untuk menggambarkan prosedur baru mengenai rancangan proses bisnis yang merupakan penyempurnaan dari prosedur StandGuide Online saat ini. Pemodelan proses dibuat dalam bentuk Event Diagram untuk tiap-tiap proses, dan dibuat sebuah Context Data Flow Diagram untuk memperlihatkan seluruh interaksi antara sistem StandGuide Online dengan external agents yang berhubungan dengannya. Sebagai penggabungan seluruh event diagram secara rinci, dibuat Data Flow Diagram (DFA). Beberapa proses yang memilila sub proses, digambarkan pula t1alam bentuk Decomposition Diagram. Pemodelan data dilakukan dengan menggambarkan sebuah Entity-.Relationship Diagram (ERD) dan dirancang pula bentuk Label-Label database-nya dengan menggunakan MS Access. Sebagai pendukung, dibuat pula rancangan tampilan windows untuk input database dengan menggunakan. Visual Basic. Selain itu, dibuat pula analisa dan perencanaan kapasitas yang dibutuhkan untuk menampung database beserta seluruh program pendukungnya.
Sebagai kesimpulan, sebuah sistem informasi yang baru sampai pada tabap perancangan database ini tentu saja beium cukup untuk dapat Iangsung diimplementasikan dan dioperasikan. Dengan demikian disarankan agar perancangan dilanjutkan sedikit lagi hingga tuntas supaya dapat diimplementasikan sesegera mungkin. Kesimpulan lain adalah mengenai metodologi yang dipakai yaitu bahwa flowchart DFD, ERE) dapat memberikan informasi paling jelas mengenai seluruh sistem informasi dan menjembatani kommikasi antara perancang dan pembuat system dalam hal ini programmer komputer."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2001
T15578
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Puspa Setia Pratiwi
"Terdapat berbagai penelitian yang menyebutkan bahwa pembelajaran secara kolaboratif menunjukkan hasil yang sangat positif yakni meningkatnya hasil proses belajar, meningkatnya performa tim yang terkait dengan pemahaman suatu pengetahuan. Metodologi yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan diantaranya tahap identifikasi dan analisis data, perancangan desain sistem, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Sistem yang dikembangkan dalam penelitian ini berdasarkan pada knowledge construction learning environment yang bertujuan untuk menyediakan sarana bagi para peserta ajar untuk mengartikulasikan pendapat mereka, mendiskusikan ide mereka kepada orang lain, untuk membedakan perspektif yang mereka miliki, mengadopsi ide-ide dari orang lain, mengklarifikasi terjadinya ketidaksepahaman, menegosiasikan pemahaman dan merumuskan pengetahuan agar menjadi produk yang bernilai. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, penulis akan merancang sebuah sistem pembelajaran kolaboratif online yang menerapkan pendekatan knowledge construction dalam melakukan kolaborasi antar-Peserta.

There were several researches that stated collaborative learning approach shows a very positive result in the improvement of study result and in the enhancement of team performance related to the understanding of knowledge. The research methodology that is being implemented in this thesis consists of identification, data analysis, system design, implementation, and evaluation stage. The system that is being developed in this research based on a knowledge construction learning environment that aimed to provide students the facility for articulating, discussing ideas to others, distinguishing perspectives, adopting ideas from others, clarifying any misunderstanding, negotiating for an agreement, and constructing knowledge to formulate valuable learning output. To achieve those goals, the author has designed a learning system which provides collaborative tools based on the knowledge construction approach. The knowledge construction approach comprises six learning phases, which are the Articulation, Clarification, Argumentation, Negotiation, and Integration phase. Each of the phases provides collaborative tools which facilitate the learning process of the student."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>