Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 163422 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rachmat Taufik
"Penelitian ini berfokus pada analisis program training di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) dalam rangka pembentukan karakter kepemimpinan. Dalam penelitian diberikan gambaran tentang pelaksanaan program training yang merupakan salah satu jalur pembinaan yang ada dan dilaksanakan di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII), serta faktor-faktor apa yang menjadi pendukung dan penghambat didalam pelaksanaan program training tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kuaiitatif dengan jenis deskriptif analitis. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Informan di dalam penelitian ini adalah para pengurus organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) yang terlibat dan bertanggungjawab langsung terhadap pelaksanaan program training, berjumlah lima orang, yaitu kabid kaderisasi, koordinator korps instruktur dan tiga orang instruktur. Dan analisis terhadap hasil wawancara, disimpulkan bahwa: 1). Pelaksanaan program training di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang yaitu terbentuknya karakter kepemimpinan bagi para pemuda yang telah menjadi kader-kadernya ; 2). Proses pembentukan karakter kepemimpinan di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) dilakukan secara bertahap dan berjenjang yaitu mulai dari Basic Training, Intermediate Training dan Advanced Training. Hal ini dapat terlihat dari tujuan dan target serta indikator yang setiap jenjang training. Hasil penelitian menyarankan bahwa : 1). Pelaksanaan program training di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) perlu ditingkatkan. Peningkatan ini perlu dilakukan secara keseluruhan meliputi seluruh komponen didalam training mulai dari kualitas instruktur-instrukturnya, orientasi dan tujuan training, kurikulum materi training yang akan disampaikan, metode didalam pengelolaan peserta training yang akan digunakan.; 2). Perlu ada penekanan dan lebih fokus pada orientasi training yang menjadi tujuan pada tiap pelaksanaan training.; 3). Perlu dicarikan alternatif sumber pendanaan yang lain diluar sumber dana yang sudah ada saat ini yaitu dari Keluarga Besar (KB PII) agar tidak bergantung pada salah sata sumber dana saja.; 3).Untuk menindak lanjuti penelitian ini perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam berkaitan dengan hasil (output) dari pelaksanaan program training di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII)"
Depok: Universitas Indonesia, 2008
T24975
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Jamilullah
"Tesis ini membahas tentang pelatihan kepemimpinan dalam perspektif kepemimpinan profetik. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis verbatim, menggunakan dua orang tim pakar sebagai penilai. Hasil dari penelitian ini berupa muatan kepemimpinan profetik, proses transfer materi pelatihan dan rekomendasi kurikulum pelatihan kepemimpinan profetik pada pelatihan kepemimpinan organisasi kepemudaan. Secara khusus, distribusi materi pada kurikulum pelatihan kepemimpinan di tiga organisasi kepemudaan yaitu IPNU (aspek kompetensi 65 %, aspek etika 35 %), KAMMI (aspek kompetensi 62%, aspek etika 38 %), dan HMI (aspek kompetensi 52 %, aspek etika 48 %).

This Thesis discusses leadership training in Prophetic Leadership perspective. Analysis in this study uses a qualitative method of analysis techniques verbatim, using a two-person team of experts as assessors. The results of this study in the form of charge prophetic leadership, the process of transfer of training materials and recommendations prophetic leadership training curriculum on youth leadership training organization. In particular, the distribution of matter in the leadership training curriculum in three youth organizations namely IPNU (65% competence aspects, ethical aspects 35%), KAMMI (62% competence aspects, ethical aspects 38%), and HMI (52% competence aspects, ethical aspects 48%)"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Uly Gusniarti
"Latihan Kepemimpinan Islam Tingkat Dasar (LKID) merupakan sebuah program yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru di Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia Jogjakarta Sebagai program yang sudah berjalan selama enam tahun, program ini perlu untuk dievaluasi karena selama ini belum pernah ada yang melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan hasil program LKID. Evaluasi terhadap program LKID ini dilakukan dengan melihat efektivitas perencanaan dan pelaksanaan program LKID pada tahun akademik 2003/2004 serta mencoba untuk menggunakan empat tahap evaluasi model Kirkpatrick yaitu evaluasi terhadap reaksi peserta, evaluasi terhadap hasil pembelajaran, evaluasi terhadap perilaku, dan evaluasi terhadap hasil pelatihan.
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode pengambilan data berupa wawancara terhadap pengelola dan peserta program LKID tahun akademik 2003/2004, daftar isian, serta dokumentasi dilakukan analisis terhadap efektivitas program LKID ini. Secara umum program LKID yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UII belum dapat dikatakan sebagai program pelatihan yang efel-:tif Langkah awal yang harus dilakukan untuk membuat suatu program pelatihan yang efektif belum pemah dilal
Hal-hal yang menjadi temuan dalam penelitian ini antara lain adalah fasilitator dianggap belum mampu membangkitkan motivasi peserta untuk belajar dan belum memiliki pengalaman yang cukup; fasilitas selama program LKID berlangsung dirasakan kurang memuaskan peserta; hampir tidak ada satupun peserta yang merasa senang mengikuti program LKID dari awal sampai akhir; hampir semua peserta cukup mengetahui tujuan umum program LKID namun tidak ada satupun yang mengetahui sasaran utama program LKJD yaitu membuat mahasiswa mau aktif dalam organisasi intrakampus; peserta menilai sasaran dari program LKID belum tercapai; tidak ada satupun peserta yang ingat dengan semua judul materi yang didapat selama LKID; sebagian peserta merasa materi yang diberikan selama LKID cukup dapat mereka pahami walaupun ada beberapa materi yang dirasa sulit untuk dipahami seperti materi tentang Manajemen, Pilar Substansial Islam, dan Dakwah; peserta yang tidak mengalami perubahan sikap terhadap organisasi lebih banyak daripada peserta yang mengalami perubahan sikap terhadap organisasi setelah mengikuti LKID; peserta cukup merasakan adanya perubahan dalam pemahaman akan diri sendiri setelah mengikuti LKID; peserta tidak merasakan adanya perubahan minat terhadap organisasi setelah mengikuti LKID; peserta yang tidak mengalami perubahan dalam hal keterampilan manajerial lebih banyak daripada peserta yang merasakan adanya perubahan dalam keterampilan manajerial setelah mengikuti LKID; tidak ada satupun peserta yang rnerasa mengalami perubahan kemampuan dalam menulis ilmiah setelah mengikuti LKID; perubahan dalam kemampuan kepemimpinan hanya dirasakan oleh sebagian kecil peserta setelah mengikuti LKID; sebagian besar peserta merasa tidak ada perubahan yang cukup dalam kemampuan berdakwah setelah mengikuti LKID; Serta Fakultas dinilai kurang memberikan dukungan dan sarana bagi pengembangan kemampuan dan perubahan perilaku peserta setelah selesai mengikuti LKID; Oleh karena itu, perlu dilakukan beberapa upaya yang sebaiknya dilakukan Oleh penyelenggara untuk meningkatkan dan mengembangkan program LKID di masa yang akan datang. Saran-saran yang diberikan dapat digunakan untuk proses perencanaan dan pelaksanaan LKID selanjutnya."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2005
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Harits
"Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Pelatihan dan Pengembangan Rumah Kepemimpinan Dengan Skema Daring Untuk Peserta Program Angkatan X. Latar belakang penelitian didasarkan pada potensi sumber daya manusia sebagai investasi penting, namun dihadapkan pada adanya bentuk-bentuk krisis kepemimpinan di Indonesia. Rumah Kepemimpinan hadir sebagai lembaga yang menyediakan program pelatihan dan pengembangan di bidang kepemimpinan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penarikan sampel total sampling melalui instrumen kuesioner daring yang diisi oleh 151 peserta Rumah Kepemimpinan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan bantuan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa rata-rata evaluasi program baik dari dimensi reaksi dan pembelajaran mencapai nilai mean sebesar 4.172 yang termasuk dalam kategori baik. Evaluasi tersebut didasarkan pada penggunaan dua tingkatan evaluasi program Kirkpatrick, yaitu reaksi dan pembelajaran. Hasil tersebut menandakan kepuasan peserta program dan keberhasilan program dalam memenuhi harapan dan kebutuhan peserta dalam pengembangan kepemimpinan.

This research aims to evaluate the Training and Development Program of Rumah Kepemimpinan with the Online Scheme for Participants of Batch X. The background of the study is based on the potential of human resources as a vital investment, but facing various leadership crises in Indonesia. Rumah Kepemimpinan serves as an institution providing leadership training and development programs. The research method used is a quantitative approach with total sampling through an online questionnaire instrument filled out by 151 participants of Rumah Kepemimpinan. The collected data were analyzed using descriptive analysis techniques with the assistance of the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Based on the research findings, it was discovered that the average program evaluation, both in terms of reaction and learning dimensions, reached a mean value of 4.172, which falls into the "good" category. This evaluation is based on the use of two levels of the Kirkpatrick program evaluation, namely reaction and learning. The results indicate participant satisfaction with the program and its success in meeting the expectations and needs of participants in leadership development."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ibrarodes
"Selama ini Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) sebagai Unit Pelaksana Teknis penyelenggara pendidikan dan pelatihan (diklat) pada Depanemen Kesehatan baik biaya operasionalnya maupun sebagian pengelolaan sumber daya manusianya dikelola oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan- Dengan dilaksanakannya Undang- undang no.22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah maka bapelkes diserahkan kepada daerah propinsi, sehingga peran maupun tanggung jawabnya menjadi semakin besar. Dengan besamya tangung jawab dan peran maka diperlukan suatu struktur organisasi bapelkes yang dapat mengakomodasi perubahan tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh garnbaran tentang struktur organisasi Bapelkes Padang dalam rangka menghadapi desentralisasi dibidang diklat. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif Informannya adalah pejabat struktural bapelkes, kelompok widyaiswara, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumbar, Kepala Dildat Propinsi Sumbar . Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan panel ahli.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi yang ada masih kurang efektif, Visi dan Misi yang ada masih perlu ditinjau kembali dan disesuaikan dengan tuntutan pembahan Walaupun belum tersosialisasi dengan baik dan tugas pokok & fimgsi bapelkes yang ada belum sernua nya dapat dilaksanakan. Kesimpulan secara umum adalah bahwa perlu dxbentuk struktur organisasi baru yang dapat mengakomodasi umtutan perubahan yaitu dipimpin oleh seorang kepala, dibantu oleh tiga pejabat strukutural yang benanggung jawab dalam pengendalian mutu, pemasaran dan perencanaan dan operasional dan administrasi serla tenaga iimgsional yaitu widyaiswara. Juga perlu sosilisasi yang lebih intensif tentang visi dan misi bapelkes. Juga masih perlu adanya pemerataan tugas.

For many years, the center of health training as technical operational unit was managed by Centre of Education & Training Health Personal including the human resources ang finances development. In the era of the decentralization, all ofthe center govemment responsibilities would delivery to provincies level included the center of helath training. The center of health training who responsible for the human resources development in provincies level should be develop their organization to accommodated the demands of changes.
This study aims to design the organizational structure of the health Training in Padang facing the implementation of desentralization Qualitative methods was used in this study compising 10 people as a total informans. The data collection to done by secondary data, indepth interview and focus group disscution.
The results are in-efective the organizational structure, the vision dan mission anrelevant should be corrected, and sosialization not yet spreaded and the job dan functions not yet optimal. Generally, the conclusion was needed restructuring organization which accommodate the demand of changes. The new organization structure is leaded by head of center of health training with 3 structural staff and functional staffs. Sosialization of the vision dan mission ang optimalization of job discription."
Depok: Universitas Indonesia, 2001
T3168
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sugeng Santoso
"Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) adalah lembaga yang tugas pokoknya melakukan penyelidikan atas produk yang diimpor dengan harga dumping atau harga subsidi yang dapat merugikan Industri Dalam Negeri. Produk impor yang berdasarkan penyelidikan KADI tersebut terbukti diimpor dengan harga dumping atau harga subsidi selanjutnya akan dikenakan Bea Masuk Anti Dumping atau Bea Masuk Imbalan sebesar marjin dumping atau marjin injury. Dengan tugas yang dimilikinya tersebut , KADI memiliki peran penting , tidak saja sebagai pelindung industri Dalam Negeri dari praktek dumping dan subsidi yang menghambat perkembangan hidupnya, juga sekaligus mendorong lndustri Dalam Negeri menjadi lebih efisien agar dapat bersaing secara fair di pasar dalam negeri.
Dalam kerangka inilah penulis melihat adanya masalah yang terjadi di KADI yaitu lambannya proses alih keahlian dari adviser asing ke tenaga investigator yang merupakan ujung tombaknya KADI dalam melaksanakan penyelidikan anti dumping atau anti subsidi. Sejak awal mulai bertugas pada tahun 1996, meskipun KAD1 sudah melakukan proses pembelajaran yang memadai kepada para investigatornya namun kemampuan dan kemandirian investigator belum terlihat mengalami peningkatan yang memadai yang dapat?(Abstrak tidak lengkap ter-scan)."
Depok: Universitas Indonesia, 2001
T7042
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yukl, Gary A., 1940-
Jakarta: Prenhallindo , 1998
303.34 YUK k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yukl, Gary A., 1940-
Jakarta : Indeks, 2001
303.34 YUK k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, 2010
340.11 IND e
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Mal Isnaini Sri Mey Yanti
"Penelitian ini bertujuan mengidentifikasikan dampak Program BPD Regional Champion terhadap tingkat NPL BPD yang merupakan proxy risiko kredit. Dengan menggunakan analisis data panel, model terpilih yaitu Random Effects Model mengidentifikasikan determinan NPL dari faktor internal dan eksternal bank. Model tersebut kemudian disimulasikan dengan given condition berupa target indikatif keberhasilan program yaitu pertumbuhan kredit minimum 20% dan porsi kredit produktif minimum 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat NPL estimasi selama periode 2008-2011 bagi 12 bank akan lebih tinggi dibandingkan NPL riil sementara bagi 13 bank lain sebaliknya.

Focus of this research is to identify the impact of BPD Regional Champion Program to each bank's NPL. Using a panel data analysis for the observation period of 2008 - 2011, the selected random effects model identifies the determinant of NPL from bank specific variables and external factors. The Model is then simulated by the indicative targets of minimum loan growth of 20% and minimum portion of productive loan of 40%. This research reveals that the Program may cause higher estimated NPL for 12 banks while for the other 13 banks the estimated NPL will be lower than the real NPL."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
T32287
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>