Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 166955 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Susanto Lam
"Pemahaman umum Pajak penghasilan terutang atas laba atau keuntungan perusahaan: makin besar laba, semakin besar pajak terutang yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Dalam pelaksanaannya, perhitungan pajak terutang bisa berbeda disebabkan koreksi positif dan koreksi negatif, akibat beda tetap dan beda sementara, atas konsep laba dan biaya menurut akuntansi komersial dan perpajakan. Perusahaan memiliki kepentingan untuk memperbesar laba komersil, tetapi cenderung menghindari pajak atas laba "tambahan" yang seharusnya tidak ada. Untuk menghindari pajak atas laba "tambahan" ini perusahaan ini harus mengalihkan ke koreksi negatif khususnya beda temporer. Atas dasar ini dilakukan pengujian-pengujian terhadap hubungan antara kualitas laba perusahaan dan elemen/komponen koreksi beda temporer perusahaan. Penelitian dan analisa dilakukan atas perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Jakarta. Dari seleksi ditemukan beberapa perusahaan belum menerapkan PSAK 46, mungkin terkait dengan aspek immaterial (0,1% dari total asset) atau lainnya. Selanjutnya data dikelompokan atas dasar besaran pajak tangguhan dalam tahun 2006 yang dihitung dalam persentase terhadap rata-rata total asset (2005-2006). Data perusahaan yang memiliki pajak tangguhan lebih dari 0,003 terseleksi sebanyak 45 perusahaan, untuk mendapatkan pembanding dipilih 45 perusahaan yang memiliki pajak tangguhan yang kurang dan (0,002). Kesimpulannya adalah perusahaan dengan pajak tangguhan yang besar juga memiliki total asset lebih besar dari perusahaan tandingannya. Elemen/komponen terbesar dari pajak tangguhan berasal dari tax carry forward (rugi), yang jika merefer Phillips et al, hal ini merupakan non discretionary manajemen. Untuk bisa menggunakan pajak tangguhan dengan komponennya sebagai pendeteksi manajemen laba harus di tentukan kembali kategori daripada discretionary manajemen dan yang bukan discretionary manajemen"
Depok: Universitas Indonesia, 2008
T24502
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Saragih, Isabella
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
S10113
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Clarina Puspita Rachman
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang pengaruh timbal balik (dua arah) dan pengaruh (satu arah) profitabilitas terhadap tarif pajak efektif (ETR) pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2017. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan teknik dokumentasi dan content analysis. Sampel yang diambil dalam penelitian ini terdiri dari perusahaan manufaktur pada sub sektor consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode penelitian tahun 2009-2017. Pengujian dilakukan dengan analisis granger causality untuk melihat hubungan kausalitas (timbal balik) antara ETR dan Profitabilitas dengan proxy ROA, ROE, dan NPM. Lalu pengjuan selanjutnya yaitu analisis regresi data panel untuk melihat pengaruh (satu arah) profitabilitas terhadap ETR. Terdapat tiga model regresi yang digunakan sesuai dengan proxy profitabilitas yang digunakan (ROA, ROE, dan NPM) dengan tambahan variabel kontrol yaitu Leverage (DAR) dan ukuran perusahaan (SIZE). Data diolah menggunakan software STATA 12.0. Hasil granger causality test menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh timbal balik (dua arah) atau biasa disebut dengan hubungan kausalitas antara ETR dan profitabilitas. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya hubungan kausalitas antara ETR dengan ROA, ETR dengan ROE, maupun ETR dengan NPM. Lalu hasil regresi data panel menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ETR dengan arah negatif. Hal ini dibuktikan dengan output regresi ROA terhadap ETR, ROE terhadap ETR dan NPM terhadap ETR, yang memiliki hasil yang sama yaitu signifikan negatif.

The focus of this study is to analyse the impact of reciprocal influence or causality relationship (two-way) and the effect (one-way) of profitability on the effective tax rate of Indonesias Public Listed Manufacturing Companies in the 2009-2017 Period. This study uses secondary data with documentation techniques and content analysis. The sample in this study consists of manufacturing companies in the consumer goods sub-sector which listed on the Indonesia Stock Exchange with the research period of 2009-2017. The test is conducted by analyzing granger causality to see the causality (reciprocity) relationship between ETR and Profitability with proxy ROA, ROE, and NPM. Then the next is panel data regression analysis to see the effect (one direction) of profitability on ETR. There are three regression models with the proxy ROA, ROE, and NPM which be used seperatedly, and additional control variables are Leverage (DAR) and company size (SIZE). Processing data is using STATA 12.0 software. The results of the granger causality test is shows that there is no reciprocal influence (two-way) or commonly referred to causality relationship between ETR and profitability. This is indicated by the absence of causality between ETR and ROA, ETR with ROE, and ETR with NPM. Then the panel data regression results shows that profitability has a significant effect on ETR with negative direction. This result is evidenced by the regression output of ROA to ETR, ROE to ETR and NPM to ETR, all of them has the same result which are significant negative."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Christine Natalia
"Since economics crisis that occurred ten years ago has shown positive growth, the investment climate that has been going on in Indonesia is not yet stable consistently. In order to create conducive investment climate the government made the Law of Income Tax No. 17 in 2000 with reduced income tax. Even though the tax is not always being the concerning factor in making a funding decision in a company, however the tax is inevitable.
Modigliani and Miller (1963) stated with the tax, a company which adding the debt in its capital structure will maximize its firm value. The advantage of the tax arises as a result of paying the interest. From dividend policy point, the reduced income tax increases the proportion to earnings after tax which is distributed to the shareholder.
The purpose of the research is to find the changing affect of corporate income tax rate the company dividend policy and capital structure. This research uses methodology of panel data. The sample characteristic of the research is companies which are registered in Indonesia Stock Exchange and distributed the cash dividend from 1998 to 2005. The result was 23 companies had been chosen from 388 population as research sample.
The result has indicated that reduced corporate income tax affects significantly positive to dividend policy but negative to capital structure. When the corporate income tax decreases the total dividend ratio on the earnings after tax increase but the usage level of debt based on the value of the company book equity decrease. The factors which affecting the debt usage level based on the book value equity are assets, non debt tax shield, profibility, and dividend payout ratio in two years. Moreover, the factors which affecting the dividend total ratio on the earnings after tax are non debt tax shield, dividend and dividend payout ratio in one year."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel ekonomi yang terdiri dari inflasi (INF) nilai tukar (KURS),tingkat bunga(IR) jumah uang yang beredar (JUB) dan pertumbuhan ekonomi terhadap return saham (AR) pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek jakarta....."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Stock split is a coporate action in which a company's existing shares are devided into multiple shares
"
MOJUEKB
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Utari
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban pajak tangguhan dan manajemen laba, baik untuk tujuan menghindari pelaporan kerugian maupun menghindari penurunan laba, yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Selain itu, penelitian ini juga dimaksudkan untuk menguji dan membandingkan kemampuan beban pajak tangguhan dalam memprediksi adanya manajemen laba dibandingkan dengan Model Akrual. Berdasarkan penelitian Philips, Pincus dan Rego (2003), pengukur manajemen laba yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan pendekatan distribusi laba dan perubahan laba. Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah 126 perusahaan dalam industri manufaktur yang terdaftar di BEJ dalam kurun waktu 2003?2005. Keseluruhan perusahaan yang diobservasi adalah 371 firm-year. Model Regresi Logit digunakan untuk menganalisa hubungan beban pajak tangguhan dan model akrual dengan kemungkinan perusahaan melakukan manajemen laba untuk tujuan menghindari pelaporan kerugian dan penurunan laba. Model akrual yang digunakan dalam penelitian adalah Total Akrual berdasarkan pendekatan cash flow (Phillips, et.al, 2003) dan Modified Jones Model (Dechow, 1995). Model regresi logit digunakan karena berdasarkan hasil pengujian normalitas menunjukkan bahwa data penelitian tidak berdistribusi normal. Hasil pengujian memperlihatkan adanya hubungan yang positif dan siginifikan antara beban pajak tangguhan dan model akrual dengan manajemen laba untuk tujuan menghindari kerugian. Artinya, semakin besar beban pajak tangguhan dan akrual perusahaan, maka semakin besar kemungkinan perusahaan melakukan manajemen laba untuk tujuan menghindari kerugian. Di sisi lain, hubungan yang positif dan tidak signifikan diperlihatkan dalam hubungan antara beban pajak tangguhan dan model akrual dengan manajemen laba untuk tujuan menghindari penurunan laba. Penelitian ini juga bertujuan untuk menguji kemampuan beban pajak tangguhan dalam memprediksi manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan untuk tujuan menghindari kerugian dan penurunan laba. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa beban pajak tangguhan memiliki kemampuan yang sangat baik untuk memprediksi manajemen laba yang bertujuan menghindari kerugian dibandingkan dengan kedua model akrual yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa beban pajak tangguhan dapat dijadikan alternatif terhadap model akrual dalam menjelaskan fenomena manajeman laba untuk tujuan menghindari kerugian. Dalam hubungan dengan manajemen laba untuk tujuan menghindari penurunan laba memperlihatkan bahwa beban pajak tangguhan memiliki kemampuan yang lebih baik namun tidak signifikan dibandingkan dengan kedua model akrual yang digunakan."
2007
T 24508
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pardede, Irman Robinson
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2001
S19316
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>