Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 166841 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lubis, Melisa Leliawati
"Toyota Motor Corporation (TMC) adalah sebuah perusabaan mobil multinasional dan merupakan salah satu perusahaan yang terkemuka di Jepang. TMC dibagi dalam beberapa unit bisnis yang salah satunya adalah Toyota Tsusho Corporation (TTC). Operasional TTC dibagi menjadi 6 (enam) divisi, salah satunya adalah divisi Consumer Product, Services & Material. Divisi ini memiliki anak perusahaan yang beroperasi di Indonesia yang Tomenbo Indonesia (TMB). TMB merupakan perusabaan manufaktur yang memproduksi benang sintetik untuk permintaan dalam dan luar negeri.
TMB memiliki translation exposure yang timbul karena konsolidasi laporan keuangan TMB (dalam USD) ke dalam laporan keuangan TTC (JPY). Fluktuasi nilai tukar USD terhadap JPY yang terjadi menyebabkan adanya perbedaan nilai asset dan kewajiban TMB ketika dikonsolidasikan dalam laporan keuangan TTC sehingga menimbulkan kerugian atau keuntungan yang timbul ketika salah satu mata uang menguat atau melemah.
Selain itu, TMB juga memiliki operating exposure yang timbul karena arus kas masuk seluruhnya dalam USD sedangkan memiliki arus kas keluar tahun 2003-2007 berupa USD dan IDR. Karena proporsi arus kas keluar dalam IDR yang terekspos ini cukup besar, fluktuasi IDR terhadap USD ini akan mempengaruhi posisi kompetitif TMB di pasar domestik maupun internasional ketika salah satu mata uang tersebut melemah atau menguat. Fluktuasi IDR terhadap USD dan USD terhadap JPY dalam lima tahun terakhir cukup berfluktuasi, karena itu diperlukan strategi hedging yang tepat untuk meminimalkan operating exposure dan translation esposure Penelitian ini tidak membahas mengenai risiko fluktuasi nilai tukar yang timbul akibat transaksi (transaction exposure) karena perusahaan tidak memiliki transaction exposure. Tujuan karya akhir ini adalah untuk mengukur dan mengetahui pengelolaan exposure dan translation exposure TMB
Toyota Motor Corporation (TMC) is a multinational company and is one of the leading companies in Japan. TMC is divided into several business units, one of which is Toyota Tsusho Corporation (TTC). TTC's operations are divided into 6 (six) divisions, one of which is the Consumer Product, Services & Materials division. This division has a subsidiary operating in Indonesia which is Tomenbo Indonesia (TMB). TMB is a manufacturing company that produces synthetic yarn for domestic and foreign demand.
TMB has translation exposure arising from the consolidation of TMB's financial statements (in USD) into TTC's (JPY) financial statements. Fluctuations in the exchange rate of USD against JPY that occur cause differences in the value of TMB's assets and liabilities which are consolidated in TTC's financial statements, resulting in losses or gains that arise when one currency strengthens or weakens.
In addition, TMB also has operating exposure that arises because the cash inflows are entirely in USD, while the cash outflows for 2003-2007 are in USD and IDR. Because the proportion of cash flows in IDR exposed is quite large, fluctuations in IDR against USD will affect TMB's competitive position in the domestic and international markets when one of these currencies weakens or strengthens. The fluctuation of IDR against USD and USD against JPY in the last five years is quite fluctuating, therefore an appropriate hedging strategy is needed to carry out exposure and translation exposure. The purpose of this final paper is to measure and determine the management of exposure and translation of TMB exposure.
"
Depok: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2008
T24345
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Betty Purbowati Cahyadewi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T24332
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fransisca Dwipujiningsih
"Tesis ini membahas bagaimana fluktuasi kurs mata uang asing mempengaruhi economic exposure pada PT ABC selama periode tahun 2006 sampai dengan tahun 2008 dan analisis proyeksi fluktuasi kurs mata uang asing dan pengaruhnya terhadap arus kas perusahaan di masa yang akan datang.
Pembahasan menitikberatkan pada analisis hedging untuk pengukuran dan pengelolaan transaction exposure serta analisis faktor keuangan dan faktor lain di luar lingkup keuangan untuk pengukuran dan pengelolaan operating exposure. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode simulasi Crytal Ball untuk pengambilan keputusan.
Hasil penelitian mendapatkan hasil pengukuran economic exposure yang dialami oleh perusahaan selama periode tahun 2006 sampai dengan tahun 2008 dan untuk masa yang akan datang bagaimana perusahaan dapat mengarahkan strategi hedging dan strategi lain di luar lingkup keuangan dalam menghadapi fluktuasi kurs mata uang asing apabila cenderung mengalami penurunan atau apabila cenderung mengalami kenaikan
The focus in this thesis is to analyze the effect of the exchange rate fluctuation to economic exposure at PT ABC for period 2006 until 2008 and to analyze the projection of exchange rate fluctuation for next two years which affect the company operating cash flow in the future.
The focus of the analysis especially in the hedging strategy to measuring and managing transaction exposure and the analysis of measuring operating exposure and managing operating exposure from financial aspect and other aspects aside from financial factor . This study is the kuantitative study that used Crystal Ball simulation method for decision making.
The result of this study is to measure the economic exposure that affect the company for period 2006 until 2008 and how the company can conduct the hedging strategy and other strategies from financial aspect and others to deal with the exchange rate fluctuation in the future either the exchange rate fluctuation turn to depreciating or appreciating.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Synthia Nuradiani
"Tujuan dari penyusunan karya akhir ini adalah untuk menganalisis rencana investasi PT. TOMENBO INDONESIA (TMB) dikarenakan adanya peluang usaha untuk penambahan kapasitas dan diversifikasi produk. TMB mengambil peluang tersebut dengan menjalankan proyek pembangunan pabrik pemintalan F3. Berdasarkan pada alasan tersebut, pada karya akhir ini akan dianalisis kelayakan investasi TMB untuk pembangunan pabrik pemintalan F3. Karya akhir ini membahas perhitungan capital budgeting dengan menggunakan metode net present value (NPV), internal rate of return (IRR), profitability index dan discounted payback period untuk mengevaluasi layak tidaknya suatu investasi dilakukan. Selain itu, dengan analisis sensitivitas dan skenario dapat diketahui seberapa besar risiko investasi dan pengaruh perubahan salah satu variabel dan juga perubahan beberapa variabel terkait yang mungkin dapat terjadi di masa datang terhadap tingkat pengembalian perusahaan. Dengan menggunakan ekuitas 20% dan hutang 80% akan menghasilkan WACC sebesar 4.10%. Proyek tersebut memiliki nilai NPV positif sebesar $ 79,835,407, IRR sebesar 34.37%, DPP sebesar 4 tahun dan 11 bulan dan PI sebesar 4.37. Berdasarkan pada perhitungan tersebut, maka proyek pembangunan pabrik F3 ini layak untuk dilakukan. Berdasarkan analisis sensitivitas didapatkan hasil bahwa variabel yang paling sensitif atau memberikan pengaruh besar pada nilai perusahaan adalah perubahan kenaikan biaya produksi. Oleh karena itu, dengan kecenderungan terjadinya kenaikan biaya produksi yang fluktuatif karena dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia, seharusnya TMB melakukan kontrak kerja sama untuk menetapkan harga (fixed rate) untuk meminimalisasi risiko. Selanjutnya, dilakukan pembobotan dari setiap perhitungan NPV dari setiap kondisi yaitu optimistik 20%, normal 80% dan pesimistik 20% sehingga didapat hasil NPV akhir dari setiap variabel. Setelah analisis sensitivitas dilakukan dan mengetahui perubahan paling signifikan, maka dilakukan analisis skenario untuk mengetahui apakah proyek tersebut masih layak untuk dijalankan dibawah skenario optimis, normal dan pesimis. Dari hasil perhitungan, didapati bahwa proyek pembangunan pabrik F3 masih layak untuk dijalankan pada ketiga kondisi tersebut. Pada analisis skenario, dilakukan pula pembobotan dari setiap perhitungan NPV dari setiap kondisi yaitu optimistik 20%, normal 80% dan pesimistik 20% sehingga didapat hasil NPV akhir sebesar $ 50,974,782. -Selanjutnya analisis skenario berdasarkan pada struktur modal dan pendanaan, berdasarkan pada alternatif hasil perhitungan, akan lebih baik bagi TMB untuk menggunakan ekuitas 20% dan hutang 80%. Hal ini didasarkan pada perhitungan dimana dengan menggunakan porsi pendanaan tersebut akan memberikan nilai NPV terbesar bagi perusahaan."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T23049
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nuning Septi Wahyuningtyas
"PT XYZ merupakan perusahaan pertambangan dengan komoditas utama nikel, feronikel dan emas. Perusahaan ini mempunyai eksposur risiko nilai tukar karena pinjaman dan pendapatan diterima dalam valuta asing, sedangkan mayoritas pengeluaran atau beban dalam mata uang domestik. Untuk mengukur potensi kerugian yang diakibatkan pergerakan nilai tukar USD, AUD, EUR, GBP, SGD dan JPY digunakan metode Value at Risk (VaR). Berdasarkan perhitungan, individual VaR nilai tukar AUD, USD, EUR, JPY, SGD dan GBP pada level kepercayaan 95% dan holding period 1 hari pada masing-masing posisi adalah 1,136%, 0,527%, 1,120%, 1,149%, 0,575% dan 0,969%. Apresiasi/ depresiasi nilai tukar valuta asing (USD) juga mempengaruhi pinjaman, struktur modal dan nilai perusahaan. Analisis nilai perusahaan dilakukan menggunakan pendekatan discounted cash flow dengan membandingkan kondisi non-hedging dan hedging. Pada kondisi hedging, nilai perusahaan lebih tinggi dibandingkan kondisi nonhedging dan semakin tinggi persentase aset yang di-hedge, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan.

PT XYZ is a mining company whose main commodities are nickel ore, ferronickel and gold. The company is facing foreign exchange risk since revenues and investment debt are in foreign exchange, while expenses are mostly in IDR. Value at Risk method is used to measure the potential loss due to adverse movement of USD, AUD, EUR, GBP, SGD and JPY in normal condition. Based on measurement at the level confidence of 95% and holding period 1 day, Value at Risk of foreign exchange USD, AUD, EUR, GBP, SGD and JPY at its positions are 1,136%, 0,527%, 1,120%, 1,149%, 0,575% and 0,969% respectively. Appreciation/ depreciation of foreign exchange affect the foreign debt thus change the cost of capital and value of the firm. Value of the firm is measured using discounted cash flow of FCFF considering hedged-scenario and unhedgedscenario. The research showed that hedged-scenario results higher value of the firm compare to unhedged-scenario. The higher the percentage of asset to be hedged, the higher the value of the firm."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2011
T29496
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Christina Dyan Puspita Sari
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T24339
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Farhah Abidah
"Perkembangan ekonomi di ASEAN bukan hanya dapat dimanfaatkan perusahaan untuk berkembang dan memperluas kegiatan bisnisnya, namun dapat pula memberikan risiko. Risiko akibat volatilitas nilai tukar adalah salah satu risiko utama yang dihadapi dalam perkembangan aktivitas internasional tersebut. Strategi hedging dilihat sebagai suatu cara yang dapat digunakan dan mulai diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di ASEAN, sehingga menarik untuk diteliti. Dengan menggunakan sampel perusahaan non-keuangan pengguna derivatif di ASEAN-5 pada periode 2008-2013, penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan financial hedging terhadap foreign exchange exposure di wilayah ASEAN. Penelitian ini juga membandingkan pengaruh financial hedging pada periode krisis dan non-krisis.

ASEAN developing economy is not only giving the oppportunity for corporations to grow and expand their business, but also giving risks. Risk from the exchange rate volatily is one of the risk that raise with international activities. Hedging is considered as a strategy that could be used and is starting to implemented by ASEAN corporations, this makes hedging and exposure interesting for this study. Using the sample of ASEAN-5 non-financial firms that use hedging in 2008-2013, this study aims to see the effect of financial hedging on foreign exchange exposure in ASEAN. This study also provide the difference of financial hedging effect during crisis and non-crisis period."
Depok: Universitas Indonesia, 2015
S60019
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Edi Saputra
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perubahan nilai tukar terhadap kinerja perusahaan yang diproksikan melalui stock return dan cash flow perusahaan. Sampel dari penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2007 ? 2011 yang diklasifikasikan berdasarkan nilai penjualan luar negeri, yaitu 36 perusahaan eksportir dan 173 perusahaan non eksportir. Hasil yang ditemukan adalah perubahan nilai tukar mempengaruhi stock return secara signifikan. Sedangkan perubahan nilai tukar tidak terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap cash flow perusahaan.

The objective of the research is to analyze the impact of foreign exchange rate volatility towards firms performance through stock return and cash flow analysis. The objects of the research are non financial firms listed on Indonesia Stock Exchange within period of 2007 - 2011 and being classified based on foreign sales percentage, obtained of 36 exporting firms and 173 non exporting firms. The result of the research showed that foreign exchange rate volatily significantly influence the stock return of non financial firm, while the cash flow has not been proven being influenced significantly by the foreign exchange rate volatility."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S44562
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sumardiono Brotosumarto
"THE OBJECTIVE AND PURPOSES OF THE STUDY.
Foreign exchange exposure has been recently a main issue in the era of globafization, where flows of currencies are able to across countries borderlessly. Especialy, in Indonesia which is in the stage of rapid developments with its balance of payment problems due to high flows of capitals and capital goods from foreign countries that creates a kind of "foreign exchange gaps". Corporations that are highly exposed to foreign exchange should be fully aware of such a risks. For those corporation, mis paper is presented, following the application of studies of" PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN - FPS-UI".
THE SPECIFIC OBJECTIVE OF THE STUDY.
The writter choose Inernational Finance Management as the main couse of this paper. The specific subject in this International Finance management is FOREIGN EXCHANGE EXPOSURE AND MANAGEMENT with Economic and Transaction Exposure as the cenral theme. The most desirable purpose of this study is a practical application that beneficial to the writter as the Excecutlve of his organization especialy how to confront with foreign exchange exposures. In fact, this method had been succesfully aplied and save substantial amount of debt expenses.
METHOD OF RESEARCH
The research consists of library research, several informal interviews with business practicioners, and spot visit to Foreign Exchange Markets available in Jakarta. This Paper is presented in the form of Case Study and adopt the Alternative Outline allowed by the Program MM. Since the Company we select as Case Study has no skill of Foreign Exchange at all, this paper is presented in suggestive form for that Company to apply.
"
1991
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aldo Krisvian Heda
"Setiap transaksi valuta asing yang dilakukan Bank terdapat potensi keuntungan dan potensi risiko berupa kerugian. Untuk mengendalikan risiko tersebut, Bank perlu menerapkan manajemen risiko yang memadai, mulai dari identifikasi risiko, pengukuran risiko, dan Pengendalian Risiko. Pengukuran risiko nilai tukar dapat menggunakan Value at Risk dengan pendekatan Risk Metrics dan Variance-Covariance. Dalam pengendalian risiko dapat dilakukan dengan penentuan limit risiko berupa limitValue at Risk dan limit eksposur trading.Dalam penetapan limit risiko tersebut juga mempertimbangkan risk appettiteyang ditetapkan Bank.

Every foreign exchange transactions by the Bank are has its potential of benefits risks of loss. To mitigate these risks, Bank needs to implement adequate risk management, ranging from risk identification, risk measurement, and risk control. Exchange rate risk measurement can use Value at Risk with Risk Metrics and Variance-Covariance approach. Risk controlling may contained with risk limit form as Value at Risk limit and trading exposure limit. The establishment of risk limits are also consider Bank risk appetite."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>