Deskripsi Lengkap :: Kembali

Artikel Jurnal :: Kembali

Artikel Jurnal

Strategi kepemimpinan kolektif pelayanan kesehatan yang inovatif dan terintegrasi

Nomor Panggil 330 ASCSM 48 (2020)
Pengarang
Subjek
Penerbitan Jakarta: The Ary Suta Center, 2020
Kata Kunci :  
 Info Lainnya
Sumber PengataloganLibUI ind rda
ISSN19797001
Majalah/JurnalThe Ary Suta Center
VolumeVol. 48, Januari 2020: Hal. 129-160
Tipe Konten text
Tipe Media unmediated
Tipe Carrier volume
Akses Elektronik
Institusi Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 4, R. Koleksi Jurnal
  • Ketersediaan
  • File Digital: 0
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
330 ASCSM 48 (2020) 03-21-806445554 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20511512
Kepemimpinan kolektof dalan pelayanan kesehatan kini menjadi tantangan dan momentum penting untuk melakukan transformasi perubahan pelayanan berkeadilan, serta bermartabat. Kepemimpinan kolektif penting untuk memutus rantai disparitasdan gap yang terjadi selama ini diantara multi profesional kesehatan, regulator, mauoun dengan masyarakat sebagai klien. Momentumnya kini adalah bagaimana merubah pola pikir (mindset) semua pihak diatas untuk meninggalkan cara-cara lama dan bertansformasike hal-hal baru yang inovatif, efektif, efisien, dan terintegrasi menjadi sebuah sistem baru dan cara kerja baru. Menyatukan berbagai kompetensi (tangible dan integible), keahlian, dan ketrampilan dari multi-profesional kesehatan dan stakeholders menjadi suatu kekayaan sumber daya yang kompetitif, unggul, dan berkelanjutan. Oleh karena itu diperlukan strategi kepemimpinan kolektif untuk memutus rantai disparitas dan gap tersebut melalui prinsip-prinsip (1) kepemimpinan kolektif - keberagaman partnership. ini penting untuk menyatukan muti-profesional kesehatan dan stakeholders dengan keberagaman latarbelakang pendidikan, budaya, dan karakter menjadi suatu keunggulan kompetitif berkelanjutan yang unik dan susah ditiru. Menyatukan keberagaman profesi kesehatan dalam bingkai nilai-nilai kebijaksanaan, etika dan moralitas untuk menjunjung tinggi profesionalisme masing-masing; (2) Kepemimpinan kolektif-membangun kemampuan diri, diperlukan untuk membentuk karakter organisasi dan pribadimasing-masing profesi kesehatan dengan stakeholdders untuk membangun komitmen, kesepakatan, kreatifitas, kerjsama sehingga ada kepercayaan diri untuk berkontribusi pada pembangunan kesehatan; (3) Kepemimpinan koletif-pembelajaran organisasi. Ini penting mengingat kepemimpinan kolektif melibatkan multi-profesional kesehatan dan stakeholder sehingga perlu mneyatukan visi dan tujuan yang ingin dicapai bersama sesuai aturan yang berlaku. (4) Kepemimpinan kolektif-pemberdayaan. strategi ini berhubungan dengan pendelegasian tugas dan tanggung jawab, membangun kemampuan, kesadaran sosial, inisiatif, kepekaan serta kecepatan pengambilan keputusan dalam berbagai situasi. (5) Kepemimpinan kolektif-inovasi dan integrasi pelayanan kesehatan. Inovasi dan sistem terintegrasi penting untuk menggunakan cara-cara baru yang lebih sistematis, efisien dan efektif guna meningkatkanderajad kesehatan masyarakat tanpa menghilangkan nilai-nilai dan kearifan lokal yang berkembang sebagai budaya hidu di masyarakat.