Deskripsi Lengkap :: Kembali

UI - Disertasi (Membership) :: Kembali

UI - Disertasi (Membership)

Khotbah dorongan berjihad pada Perang Aceh Abad XIX suntingan naskah dan analisis wacana = Jihad sermons in aceh war at 19th century text edition and discourse analysis

Nomor Panggil D1466
Pengarang
Pengarang lain/Kontributor
Subjek
Penerbitan Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2014
Program Studi
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text
Tipe Media unmediated ; computer
Tipe Carrier volume ; online resource
Deskripsi Fisik xxiv, 306 pages : illustration ; 28 cm. + appendix
Catatan Bibliografi hlm. 260-269
Naskah Ringkas lib.ui.ac.id/unggah/?q=system/files/node/2013/1/moch.syarif/moch.syarif_hidayatullah-disertasi-naskah_ringkas-2014.docx
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  •   File Digital: 1
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
D1466 07-17-974617413 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20364574
[ABSTRAK
The aim of research is to explain philological and discourse aspects of sermon to
give spirit to the Aceh people in their fight against the Dutch (khu ṭbah ḥathth lial-
jihād) in Aceh War at 19th century. There are 5 manuscripts in this category.
The manuscripts are part of collection of the Library of the University of Leiden
(Cod. Or. 2269 1 [A] and 1a [C]) and the National Library of Indonesia (ML 465
[B], ML 466 [D] and ML 467). But until now, ML 467 can?t found. A and B are
Arabic, while C and D are Malay with Acehnese. The textual edition are based on
A, C and D, while B is supporting evidence for A. Based on the characteristic of
the manuscripts, the method of textual edition is critical edition method. The text
is approached with its discourse structure, discourse function and style for getting
religious context and historical context in the sermons. According to philological
and discourse analyses, there are some relations between Arabic sermons and
Malay-Acehnese sermons in content and meaning. There are three important
issues in the sermons: (1) understanding about jihād fī sabīl Allāh based on
religious order; (2) Acehnese attitude in their fight againts Dutch aggression; (3)
Acehnese effort for getting alliance with the Ottoman Sultans as a biggest Islamic
kingdoms in the time.


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aspek yang berhubungan dengan
naskah dan wacana dari khotbah yang berisi dorongan berjihad (khu ṭbah ḥathth lial-
jihād) pada Perang Aceh abad XIX. Setidaknya ada 5 naskah yang berkategori
ini. Naskah-naskah itu tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden (Cod. Or.
2269 1 [naskah A] dan 1a [C]) dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
(ML 465 [naskah B], ML 466 [naskah D] dan naskah ML 467). Namun, naskah
ML 467 hingga kini belum bisa ditemukan. Naskah A dan B berbahasa Arab,
sementara C dan D berbahasa Melayu-Aceh. Naskah yang dibuat edisi teksnya
adalah naskah A, C dan D, sementara naskah B dijadikan sebagai pendukung
naskah A. Metode edisi teks yang dipergunakan adalah metode edisi kritis. Teks
hasil suntingan dikaji struktur wacana, fungsi wacana dan gaya bahasanya, untuk
mengungkap konteks keagamaan dan konteks sejarah yang melingkupi khotbahkhotbah
itu. Berdasarkan analisis naskah dan wacana, diketahui naskah yang
berbahasa Arab dan yang berbahasa Melayu-Aceh memiliki hubungan baik isi
maupun makna. Ada tiga isu penting yang dibicarakan oleh naskah-naskah itu: (1)
pemahaman terkait jihād fī sabīl Allāh; (2) sikap orang Aceh dalam melawan
agresi Belanda; (3) upaya pihak Aceh dalam mencari aliansi dengan sultan-sultan
Kerajaan Turki Usmani sebagai kerajaan Islam terbesar saat itu.;Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aspek yang berhubungan dengan
naskah dan wacana dari khotbah yang berisi dorongan berjihad (khu ṭbah ḥathth lial-
jihād) pada Perang Aceh abad XIX. Setidaknya ada 5 naskah yang berkategori
ini. Naskah-naskah itu tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden (Cod. Or.
2269 1 [naskah A] dan 1a [C]) dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
(ML 465 [naskah B], ML 466 [naskah D] dan naskah ML 467). Namun, naskah
ML 467 hingga kini belum bisa ditemukan. Naskah A dan B berbahasa Arab,
sementara C dan D berbahasa Melayu-Aceh. Naskah yang dibuat edisi teksnya
adalah naskah A, C dan D, sementara naskah B dijadikan sebagai pendukung
naskah A. Metode edisi teks yang dipergunakan adalah metode edisi kritis. Teks
hasil suntingan dikaji struktur wacana, fungsi wacana dan gaya bahasanya, untuk
mengungkap konteks keagamaan dan konteks sejarah yang melingkupi khotbahkhotbah
itu. Berdasarkan analisis naskah dan wacana, diketahui naskah yang
berbahasa Arab dan yang berbahasa Melayu-Aceh memiliki hubungan baik isi
maupun makna. Ada tiga isu penting yang dibicarakan oleh naskah-naskah itu: (1)
pemahaman terkait jihād fī sabīl Allāh; (2) sikap orang Aceh dalam melawan
agresi Belanda; (3) upaya pihak Aceh dalam mencari aliansi dengan sultan-sultan
Kerajaan Turki Usmani sebagai kerajaan Islam terbesar saat itu., Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aspek yang berhubungan dengan
naskah dan wacana dari khotbah yang berisi dorongan berjihad (khu ṭbah ḥathth lial-
jihād) pada Perang Aceh abad XIX. Setidaknya ada 5 naskah yang berkategori
ini. Naskah-naskah itu tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden (Cod. Or.
2269 1 [naskah A] dan 1a [C]) dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
(ML 465 [naskah B], ML 466 [naskah D] dan naskah ML 467). Namun, naskah
ML 467 hingga kini belum bisa ditemukan. Naskah A dan B berbahasa Arab,
sementara C dan D berbahasa Melayu-Aceh. Naskah yang dibuat edisi teksnya
adalah naskah A, C dan D, sementara naskah B dijadikan sebagai pendukung
naskah A. Metode edisi teks yang dipergunakan adalah metode edisi kritis. Teks
hasil suntingan dikaji struktur wacana, fungsi wacana dan gaya bahasanya, untuk
mengungkap konteks keagamaan dan konteks sejarah yang melingkupi khotbahkhotbah
itu. Berdasarkan analisis naskah dan wacana, diketahui naskah yang
berbahasa Arab dan yang berbahasa Melayu-Aceh memiliki hubungan baik isi
maupun makna. Ada tiga isu penting yang dibicarakan oleh naskah-naskah itu: (1)
pemahaman terkait jihād fī sabīl Allāh; (2) sikap orang Aceh dalam melawan
agresi Belanda; (3) upaya pihak Aceh dalam mencari aliansi dengan sultan-sultan
Kerajaan Turki Usmani sebagai kerajaan Islam terbesar saat itu.]