Buku Klasik :: Kembali

Buku Klasik :: Kembali

Langendriya V lampahan Damarwulan jumeneng nata

Nomor Panggil BKL.0680-WY 31
Pengarang
Subjek
Penerbitan Betawi Sentrem: Bale Pustaka, 1932
 Abstrak
Buku ini berisi: 1. (hlm. 3) Utusan Wandhan Gupita melamar Kancanawungu, Layang Seta dan Layang Kumitir membawa kepala Menakjingga; 2. (hlm. 12) Kancanawungu bertanya pada putri tawanan (Blambangan) mengenai siapa yang membunuh Menakjingga; 3. (hlm. 14) Patih Lugender mengabarkan kedatangan musuh dari negara Wandhan Gupita; 4. (hlm. 16) Layang Seta dan Layang Kumitir berperang melawan prajurit Wandhan Gupita; 5. (hlm. 22) Bertanya pada utusan Wandhan Gupita yang hendak menyerang Majapahit; 6. (hlm. 34) Dewi Anjasmara mencari Damarwulan; 7. (hlm. 38) Damarwulan dipertemukan dengan Layang Seta dan Layang Kumitir; 8. (hlm. 46) Damarwulan menjadi raja dan kawin dengan Kencanawungu; 9. (hlm. 51) Patih Lugender dan putra-putranya mengabdi pada Prabu Klanasasi; 10. (hlm. 52) Pasukan Majapahit menghadapi musuh dari Wandhan Gupita.
 File Digital: 1
Shelf
 506. Langendriya Jilid V.pdf ::
 Info Lainnya
Sumber Pengatalogan
Tipe Konten
Tipe Media
Tipe Carrier
Deskripsi Fisik 67 hlm.; 29,5x23 cm.
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 2
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
BKL.0680-WY 31 BKL.0680 TERSEDIA
BKL.0680-WY 31 BKL.0680 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20188323
Buku ini berisi: 1. (hlm. 3) Utusan Wandhan Gupita melamar Kancanawungu, Layang Seta dan Layang Kumitir membawa kepala Menakjingga; 2. (hlm. 12) Kancanawungu bertanya pada putri tawanan (Blambangan) mengenai siapa yang membunuh Menakjingga; 3. (hlm. 14) Patih Lugender mengabarkan kedatangan musuh dari negara Wandhan Gupita; 4. (hlm. 16) Layang Seta dan Layang Kumitir berperang melawan prajurit Wandhan Gupita; 5. (hlm. 22) Bertanya pada utusan Wandhan Gupita yang hendak menyerang Majapahit; 6. (hlm. 34) Dewi Anjasmara mencari Damarwulan; 7. (hlm. 38) Damarwulan dipertemukan dengan Layang Seta dan Layang Kumitir; 8. (hlm. 46) Damarwulan menjadi raja dan kawin dengan Kencanawungu; 9. (hlm. 51) Patih Lugender dan putra-putranya mengabdi pada Prabu Klanasasi; 10. (hlm. 52) Pasukan Majapahit menghadapi musuh dari Wandhan Gupita.