UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

Penerapan prinsip-prinsip kelompok Parnasse dalam sajak midi karya Leconte de Lisle

Nomor Panggil S14286
Pengarang
Pengarang lain/Kontributor
Subjek
Penerbitan [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 1997
Program Studi
 Abstrak
ABSTRAK
Skripsi ini berisi penelitian mengenai penerapan prinsip-prinsip kelompok Parnasse pada sajak Midi karya Leconte de Lisle. Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa prinsip-prinsip kelompok Parnasse diterapkan dalam sajak tersebut di atas.

Menurut Echelard, dalam berkarya para penyair kelompok Parnasse selalu berpegang teguh pada prinsip-prinisp yang menjadi ciri mereka. prinsip-prinsip tersebut adalah: I. Membebaskan seni dari muatan politik, ajaran moral, maupun perasaan pribadi penyair. 2. Mengutamakan keindahan sajak yang didapat melalui penggunaan bentuk, irama, serta ritma yang teratur. 3. Menghasilkan karya yang diciptakan setepat dan semirip mungkin dengan kenyataan.
 File Digital: 1
Shelf
 Anita Saridewi.pdf ::

Akses untuk anggota Perpustakaan Universitas Indonesia, silahkan

 Info Lainnya
Naskah Ringkas
Kode Bahasa ind
Sumber Pengatalogan 315106
Tipe Konten text
Tipe Media unmediated ; computer
Tipe Carrier volume ; online resource
Deskripsi Fisik ix, 125 pages : illustration ; 28 cm + appendix
Catatan Bibliografi pages 119-121
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
S14286 14-19-288834091 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20158467
ABSTRAK
Skripsi ini berisi penelitian mengenai penerapan prinsip-prinsip kelompok Parnasse pada sajak Midi karya Leconte de Lisle. Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa prinsip-prinsip kelompok Parnasse diterapkan dalam sajak tersebut di atas.

Menurut Echelard, dalam berkarya para penyair kelompok Parnasse selalu berpegang teguh pada prinsip-prinisp yang menjadi ciri mereka. prinsip-prinsip tersebut adalah: I. Membebaskan seni dari muatan politik, ajaran moral, maupun perasaan pribadi penyair. 2. Mengutamakan keindahan sajak yang didapat melalui penggunaan bentuk, irama, serta ritma yang teratur. 3. Menghasilkan karya yang diciptakan setepat dan semirip mungkin dengan kenyataan.