UI - Skripsi (Open) :: Kembali

UI - Skripsi (Open) :: Kembali

Judul Kajian terjadinya kesalahan manusia (human error) pada petugas air traffic controller dalam aktivitas pemanduan lalu lintas udara, PT Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara Soekarno-Hatta Tangerang tahun 2011 = Occurrence of human error assessment (Human Error) at officers in air traffic controllers air traffic activity, PT Angkasa Pura II (Persero) Soekarno-Hatta Airport Jakarta in 2011
Nomor Panggil S-pdf
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Subjek
Penerbitan 2011
Program Studi
Kata Kunci human error · perspektif ergonomik · human error · perspektif ergonomik ·
 Info Lainnya
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media computer (rdamedia)
Tipe Carrier online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik xvii, 104 pages : illustration ; 28 cm + appendix
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1 (Open)
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
S-pdf 14-17-382027493 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20440784
ABSTRAK
Human error merupakan salah satu sifat alami yang dimiliki oleh manusia
(human nature) sehingga setiap harinya manusia pasti selalu mengalami error.
Namun biasanya konsekuensi dari human error ini biasanya relatif kecil (minor)
sehingga sering diabaikan. Namun pada kondisi tertentu human error dapat
menimbulkan konsekuensi yang lebih serius (major), misalnya saja ialah human error
yang terjadi pada chemical process industry, nuclear power, health care, dan tentu
saja dalam penerbangan (aviation).

Menurut penelitian Alabama & Northwest Florida Filght Standards District
Office, tingkat kesalahan manusia (human error) pada bidang Air Traffic Control
menduduki persenatase 90%. Selain itu banyak kasus kecelakaan penerbangan yang
menganggap Air Traffic Controller yang bersalah dan menduga sebagai penyebab
kecelakaan, tidak ada kontribusi ?Pilot Error? .

Desain studi dalam penelitian ini bersifat campuran (mix), di mana di
dalamnya dilakukan baik pendekatan kualitatif maupun kuantitatif sekaligus. Unit
kajian ialah mendapatkan besaran persentase dari masing-masing jenis
ketidaksesuaian interaksi dalam perspektif ergonomik dan unsur human error .
Pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan kajian terkait unsur human error
yang terjadi dengan task analysis.

Hasil kajian menunjukkan bahwa kejadian human error di bidang ATC
Bandar Udara Soekarno-Hatta memang cukup tinggi dengan persentase skill based
error 77,2%, perceptual error 62,3%, decision error 71,1%. Sedangkan untuk hasil
ketidaksesuaian faktor peralatan (mechanical failure), lingkungan (environment),
psikologis (beban kerja mental) masing-masing mencapai 93,9%, 94,7% dan 91,2%.


ABSTRACT
Human error is one of nature which is owned by a man (human nature) so that
every day human being must always be in error. But usually the consequence of
human error is usually relatively small (minor) so often overlooked. However, in
certain conditions of human error can cause more serious consequences (major), such
is human error that occurs on the chemical process industry, nuclear power, health
care, and of course in aviation (aviation).
According to research Alabama & Northwest Florida Filght Standards District
Office, the degree of human error (human error) in the field of Air Traffic Control
persenatase 90% occupied. In addition, many aviation accident cases are considered
Air Traffic Controllers who are guilty and the suspect as the cause of the accident,
there is no contribution "Pilot Error".

Design studies in this research are mixed (mix), where it performed well in
qualitative and quantitative approaches as well. Unit of study is getting a percentage
of the amount of each type of mismatch interaction in perspective ergonomics and
human error element. Descriptive qualitative approach to obtain relevant study
elements of human error that occurs with task analysis.

The study results showed that the incidence of human error in ATC Soekarno-
Hatta Airport is quite a high percentage of 77.2% skill based errors, perceptual errors
62.3%, 71.1% decision error. As for the discrepancy factor of equipment (mechanical
failure), environment (environment), psychological (mental workload) respectively
reached 93.9%, 94.7% and 91.2%.;
004
020
022
040LibUI ind rda
041ind
049[14-17-382027493]
053[14-17-382027493]
082
090S-pdf
100Dyah Listiyaningsih, author
110
111
240
245|a Kajian terjadinya kesalahan manusia (human error) pada petugas air traffic controller dalam aktivitas pemanduan lalu lintas udara, PT Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara Soekarno-Hatta Tangerang tahun 2011 = Occurrence of human error assessment (Human Error) at officers in air traffic controllers air traffic activity, PT Angkasa Pura II (Persero) Soekarno-Hatta Airport Jakarta in 2011 |c
246
250
260
260|a |b |c 2011
270
300xvii, 104 pages : illustration ; 28 cm + appendix
310
321
336text (rdacontent)
337computer (rdamedia)
338online resource (rdacarrier)
340
362
490
500
502Skripsi
504pages 102-104
515
520ABSTRAK
Human error merupakan salah satu sifat alami yang dimiliki oleh manusia (human nature) sehingga setiap harinya manusia pasti selalu mengalami error. Namun biasanya konsekuensi dari human error ini biasanya relatif kecil (minor) sehingga sering diabaikan. Namun pada kondisi tertentu human error dapat menimbulkan konsekuensi yang lebih serius (major), misalnya saja ialah human error yang terjadi pada chemical process industry, nuclear power, health care, dan tentu saja dalam penerbangan (aviation).

Menurut penelitian Alabama & Northwest Florida Filght Standards District Office, tingkat kesalahan manusia (human error) pada bidang Air Traffic Control menduduki persenatase 90%. Selain itu banyak kasus kecelakaan penerbangan yang menganggap Air Traffic Controller yang bersalah dan menduga sebagai penyebab kecelakaan, tidak ada kontribusi ?Pilot Error? .

Desain studi dalam penelitian ini bersifat campuran (mix), di mana di dalamnya dilakukan baik pendekatan kualitatif maupun kuantitatif sekaligus. Unit kajian ialah mendapatkan besaran persentase dari masing-masing jenis ketidaksesuaian interaksi dalam perspektif ergonomik dan unsur human error . Pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan kajian terkait unsur human error yang terjadi dengan task analysis.

Hasil kajian menunjukkan bahwa kejadian human error di bidang ATC Bandar Udara Soekarno-Hatta memang cukup tinggi dengan persentase skill based error 77,2%, perceptual error 62,3%, decision error 71,1%. Sedangkan untuk hasil ketidaksesuaian faktor peralatan (mechanical failure), lingkungan (environment), psikologis (beban kerja mental) masing-masing mencapai 93,9%, 94,7% dan 91,2%.
ABSTRACT
Human error is one of nature which is owned by a man (human nature) so that every day human being must always be in error. But usually the consequence of human error is usually relatively small (minor) so often overlooked. However, in certain conditions of human error can cause more serious consequences (major), such is human error that occurs on the chemical process industry, nuclear power, health care, and of course in aviation (aviation). According to research Alabama & Northwest Florida Filght Standards District Office, the degree of human error (human error) in the field of Air Traffic Control persenatase 90% occupied. In addition, many aviation accident cases are considered Air Traffic Controllers who are guilty and the suspect as the cause of the accident, there is no contribution "Pilot Error".

Design studies in this research are mixed (mix), where it performed well in qualitative and quantitative approaches as well. Unit of study is getting a percentage of the amount of each type of mismatch interaction in perspective ergonomics and human error element. Descriptive qualitative approach to obtain relevant study elements of human error that occurs with task analysis.

The study results showed that the incidence of human error in ATC Soekarno- Hatta Airport is quite a high percentage of 77.2% skill based errors, perceptual errors 62.3%, 71.1% decision error. As for the discrepancy factor of equipment (mechanical failure), environment (environment), psychological (mental workload) respectively reached 93.9%, 94.7% and 91.2%.;
533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[Deposit]
650human error
653human error; perspektif ergonomik; human error; perspektif ergonomik
700Chandra Satrya, supervisor; Ellen Happy Forever, examiner; Dadan Erwandi, examiner
710Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 3
856
866
900
902
903[]