Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Situmorang, Marihat
"Dalam tesis ini dibahas masalah matching pada graph bipartit, khususnya matching lengkap pada graph bipartit lengkap Kn,n, berbobot. Mula-mula yang dibahas adalah cara penentuan matching maksimum pada graph tak berbobot dengan menggunakan algoritma labeling. Kemudian akan dibahas penentuan matching lengkap melalui pencarian jumlah bobot-bobot seminimum mungkin dengan menggunakan algoritma minimal sum matching (algoritma MSM) Serta contoh aplikasinya.
Berikutnya dibahas penentuan matching lengkap melalui pencarian hasil kali bobot-bobot seminimum mungkin dengan menggunakan algoritma minimal product matching (algoritma MPM) serta contoh aplikasinya. Implementasi kedua algoritma MSM dan MPM dilakukan untuk pengisian posisi pada suatu lembaga pendidikan. Data masukan berupa angka prioritas pengisian posisi tersebut disajikan dalam bentuk matriks. Untuk penentuan matching lengkap, dibuat program untuk MSM dan satu program untuk MPM dalam bahasa pemrograman C. Proses dijalankan pads komputer PC Pentium-S, dengan memory 16 MB dan CPU clock 120 MHz."
1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Priyono
"Permasalahan mencari minimum spanning tree (MST) dari sebuah graf terhubung berbobot c, G = (V, E, c) telah dikenal dalam Riset Operasi dan Ilmu komputer. MST dari sebuah graf G = (V, E, c) adalah sebuah spanning tree T dengan C(T) = {∑ c(e), e ЄT} terkecil. Variasi lain dari MST adalah permasalahan mencari Bottleneck Spanning Tree (BST) dari sebuah graf terhubung berbobot d, G = (V, E, d). Permasalahan BST dari sebuah graf G = (V, E, d) adalah mencari sebuah spanning tree T dengan D(T) = {maks d(e), e ЄT} terkecil.
Permasalahan yang akan dibahas dalam tesis ini adalah permasalahan mencari spanning tree T dengan bobot B = α C(T) + β D(T) , dengan α, β > 0 terkecil dari sebuah graf terhubung G = (V, E, c, d), berbobot c dan d, c biasanya menunjukkan biaya dan d menunjukkan derajat kesulitan. T disebut spanning tree hibrida (STH). Faktor a dan p mempunyai peranan panting dalam menentukan T, yaitu menunjukkan mana yang lebih diutamakan, meminimalkan biaya C(T) atau derajat kesulitan D(T). Dalam tesis ini akan dibahas dan diimplementasikan dua algoritma STH.
Algoritma pertama adalah algoritma menentukan STH untuk α dan β tertentu, sedangkan algoritma kedua adalah algoritma menentukan himpunan STH. Implementasi algoritma-algoritma tersebut digunakan bahasa pemrograman Pascal dengan struktur data array (larik) dan set (himpunan) pada komputer PC 486 DX dengan memori 4 MB."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Mardiyati
"ABSTRAK
Model arus lalu lintas pada kondisi padat menggunakan model kontinu sederhana yang memenuhi persamaan konservasi arus lalu lintas
Solusi analitik dari persamaan konservasi ini menggambarkan sebuah gelombang dari kepadatan k yang bergerak dengan arah bertambahnya x dengan kecepatan gelombang a = k . Untuk menghitung solusi numerik, dicari persamaan finite difference untuk persamaan konservasi.
"
1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Silalahi, Bib Paruhun
"Pada penelitian ini dirancang sistem pengendali banjir, serta dilakukan pengujian terhadap rancangan tersebut. Dalam tahap perancangan dan pengujian digunakan alat bantu software ObjectGEODE dari Verilog. ObjectGEODE memiliki antara lain : OMT (Object Modeling Technique) Editor yang digunakan untuk memodelkan ciri-ciri statis sebuah sistem dengan pendekatan objek, SDL (Specification and Description Language) Editor yang digunakan untuk menyatakan spesifikasi dan deskripsi sistem, MSC (Message Sequence Chart) Editor yang digunakan untuk menyatakan spesifikasi sistem, dan Simulation Builder yang digunakan untuk melakukan verifikasi serta validasi. Dalam perancangan ini terdapat 4 fase : requirement analysis, architectural design, detailed design, test design.
Pada fase analisa kebutuhan (requirement analysis) digunakan OMT dan MSC. Pada fase rancangan arsitektural (architectural design) digunakan SDL. Rancangan tes (test design) yang menggunakan MSC, dilakukan secara paralel dengan fase ini. Rancangan Lengkap (Detailed design) dilakukan dengan menggunakan SDL, pada fase ini diagram proses dilengkapi. Arsitektur MSC yang telah dibuat diperhalus pasha fase ini untuk melengkapi rangkaian tes. Pengujian terhadap rancangan dilakukan dengan bantuan Simulation Builder.
Untuk memperkirakan datangnya banjir digunakan diusulkan penggunaan rumus. Keadaan pada sistem pengendali banjir dibedakan atas Aman, Hati-hati 1, Hati-hati 2, Bahaya, Banjir I, Banjir 2, dan ditentukan faktor-faktor apa yang menyebabkan perpindahan dari suatu keadaan ke keadaan lain. Pembagian menjadi 6 keadaan ini cukup mewakili tahapan-tahapan kejadian yang akan terjadi dengan optimum."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Atik Wintarti
"ABSTRAK
Tesis ini membahas masalah subgraf planar maksimal yang mengandung subgraf tertentu. Subgraf tertentu yang dimaksud adalah graf terhubung yang derajat setiap verteksnya maksimum dua.
Pada tahun 1993, Cal, Han dan Tarjan menyusun sebuah algoritma Maximal Planar Subgrapha (algoritma CHT) untuk mencari subgraf planar maksimal dalam sebuah graf G. Algoritma CHT disusun berdasarkan algoritma Planarity Testing yang dikemukakan oleh Hopcroft dan Tarjan pada tahun 1974. Algoritma terakhir ini menggunakan Depth-First-Search (DFS) untuk menyatakan graf sebagai masukan. Graf hasil DFS ini mengandung satu atau lebih spanning tree yang disebut DFS-tree.
Algortima CHT tersebut diimplementasikan pada mesin SUNsparc berbasis UNIX(r) System V Release 4.0 di Fasilkom Universitas Indonesia dengan menggunakan bahasa C. Uji coba dilakukan pada graf komplit K? dengan n verteks clan beberapa graf sembarang. Dari uji coba pada graf komplit K. dengan n
5 diperoleh kesimpulan bahwa agar memperoleh subgraf planar maksimal dari K,,, jumlah sisi yang harus dihapus minimal adalah 112 (n2 - 7n a- 12).
Pada tesis ini, algoritma CHT dikembangkan untuk menentukan subgraf planar maksimal Gp dari sebuah graf G yang mengandung subgraf terhubung Gs yang derajat setiap verteksnya maksimum dua. Hal ini dilakukan dengan menjadikan G5 sebagai subtree dari salah satu DFS-tree dari G.
"
1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Suprapto
"Suatu pewarnaan edge yang minimum (minimum edge coloring) pada graph merupakan suatu partisi pada himpunan edge menjadi D matching, konstanta D merupakan derajad vertex terbesar pada graph. Dalam tulisan ini akan dibicarakan dua algoritma pewarnaan edge yang bekerja dalam kompleksitas waktu D(nm), dan 0(n3). Algoritma kedua akan lebih baik (efisien) untuk kasus di mana D merupakan pangkat dari dua."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 1990
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chairul Imron
"ABSTRAK
Untuk mendapatkan rancangan rangkaian terpadu (IC) yang
efisien terhadap tata-ruang serta mudah untuk memadukan antar
sel, maka diperlukan teknik peletakan (placement) dan tata
penjaluran (routing) kawat.
Tesis ini dimaksudkan sebagai alat bantu untuk merancang
rangkaian terpadu, khususnya dalam hal pembagian kawat yang
akan melewati suatu kanal-(tempat lewatnya kawat) yang sudah
ditentukan. Alat bantu tersebut berupa algoritma yang
menggunakan graph dengan verteks berbobot yang mempunyai
bentuk khusus (diamond graph), sehingga dapat membantu
pembagian kawat yang sudah ditentukan untuk mendapatkan
rancangan rangkaian tarpadu dengan jumlah lapisan (layer)
yang minimal."
1990
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anwar Chandra
"Imagine Cup adalah kompetisi di bidang teknologi yang menantang para pelajar dan mahasiswa di seluruh dunia untuk memecahkan suatu permasalahan. Kompetisi ini diselenggarakan setiap tahun dan telah dimulai sejak tahun 2002. Kompetisi ini telah diikuti oleh lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia. Project Hoshimi adalah salah
satu dari 9 kategori yang diperlombakan dalam Imagine Cup sejak tahun 2005.
Pada Project Hoshimi 2007 terdapat beberapa jenis permasalahan yang harus diselesaikan. Salah satu permasalahan yang penulis kerjakan sebagai Tugas Akhir adalah Unique Navigation Objective, dimana peserta akan diberikan koordinat titik-titik yang tersebar pada jaringan untuk dikunjungi satu per satu oleh sebuah objek bergerak yang disebut nanobot. Penyelesaian dari permasalahan ini adalah mengunjungi setiap titik navigasi yang tersebar satu per satu dalam batasan waktu tertentu.
Unique Navigation Objective adalah model permasalahan yang hampir dapat digolongkan sebagai Travelling Salesman Problem. Hanya saja pada permasalahan ini, biaya yang dikenakan untuk mengadakan perjalanan dari masing-masing titik ke titik lainnya belum diketahui. Untuk itu, diperlukan metode untuk mencari jalur terdekat
antara 2 titik pada sebuah peta. Sehingga setelah diketahui setiap jarak antara 2 titik pada Unique Navigation Objective, maka model permasalahan Travelling Salesman Problem dari Unique Navigation Objective telah didapatkan. Pada penelitian ini, penulis mengimplementasikan algoritma A* untuk mencari jalur terdekat antara 2 buah titik yang dapat ditempuh oleh objek nanobot. Sedangkan untuk mencari solusi Travelling Salesman Problem dari Unique Navigation Objective, penulis mengimplementasikan Genetic Algorithm. Landasan teori selengkapnya mengenai algoritma A* dan Genetic Algorithm dijelaskan pada Bab II."
Depok: Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haris Sriwindono
"Pada tulisan ini disusun suatu algoritma sebagai pengembangan dari algoritma yang sudah ada yaitu algoritma Quine-McCluskey untuk membantu meminimalkan fungsi Boole dalam bentuk sum of product. Algoritma ini berguna dalam perancangan rangkaian logika kombinasi terutama PLA (Programmable Logic Array) sehingga diperoleh rangkaian berbiaya rendah.
Dalam rangkaian logika kombinasi, fungsinya secara eksplisit dinyatakan dalam fungsi Boole. Untuk meminimalkan fungsi Boole ini sudah dikenal beberapa metode antara lain metode Peta Karnaugh, metode tabulasi (HILLBI), metode MINI (ARE78) dan metode ESPRESSO (BRAY84) Pada metode tabulasi diperlukan tiga tahap untuk meminimalkan fungsi Boole, yaitu pencarian PI (Prime Implicant), pencarian EPI (Essential Prime Impicant) dan pemilihan NON-EPI. Algoritma Quine-McCluskey hanya melaksanakan tahap pertama yaitu pencarian Prime Implicant.
Dengan menelusuri ide dasar penyusunan algoritma Quine-McCluskey, yaitu teori kubus, dan dengan menentuan suatu relasi partial ordering di himpunan C=(O,1,X) yang menjadikan (C,>-) sebuah lattice, maka dengan menggunakan sifat lattice tersebut dapat disusun aturan-aturan tertentu sehingga dapat dibuat algoritma yang lebih sederhana dari pada algoritma Quine-McCLuskey. Di samping itu, algoritma ini melaksanakan tahap pertama dan tahap kedua dari metode tabulasi sehingga selain menghasilkan Prime Implicant sekaligus juga menghasilkan Essential Prime Implicant, meskipun algoritma modifikasi ini memiliki kompleksitas waktu dan space yang sama dengan algoritma Quine-McCluskey yaitu O(n3) dan O(n)."
Depok: Universitas Indonesia, 1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ernastuti
"Tesis ini membahas algoritma mengenal graf pariti G=(V,E) dan mencari klik terbesarnya, serta implementasinya pada pseudo_code yang diuraikan pada bahasa pemrograman C versi Turbo C. Algoritma ini merupakan algoritma sekuensial yang mengacu pada algoritma paralel 0(log2n) pada n /1og2n prosesor dari [PRZ91].
Langkah pertama dari algoritma mengenal graf pariti adalah memilih sembarang verteks u E V sedemikian sehingga bentuk graf G diubah nenjadi himpunan subgraf level per level, dengan u sebagai verteks tunggal di level ke 0. Kemudian langkah berikutnya, hubungan verteks-verteks antar level dibuktikan keparitiannya berdasarkan sifat-sifat graf pariti [PR291]. Sedangkan langkah pertama dari algoritma meneari klik terbesar pada graf pariti adalah membentuk himpunan subgraf yang dibangun dari gabungan komponen di level ke i dengan tetangganya di level ke i-1. Kemudian langkah berikutnya, penentuan klik terbesar dapat dicari dari setiap subgraf tersebut [PRZ91).
Hasil pengamatan pada banyaknya iterasi (langkah) dari basil eksekusi program pada 10 sampai dengan 70 verteks untuk 15 bentuk graf, diperoleh kesimpulan bahwa pemilihan verteks u untuk level ke 0 mempengaruhi jumlah iterasi, dan semakin besar jumlah komponen yang terjadi dalam pembuktian keparitian graf semakin besar pula jumlah iterasi yang diperoleh. Hasil pengamatan menunjukkan jumlah iterasi terbesar terjadi pada graf bipartisi lengkap dengan bentuk = level ke 1 berisi n-1- |n/3| verteks, level ke 2 benisi. 1n/31 verteks dan gabungan subgraf level ke 1 dan 2 merupakan bipartisi lengkap (n=|V|). Dengan mengasumsikan bahwa jumlah operasi pada setiap iterasi adalah konstan, maka implementasi algoritma menunjukkan kompleksitas 0(n4)."
Depok: Universitas Indonesia, 1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>