Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ria Margiana
"Latar belakang: Cedera saraf perifer merupakan komplikasi trauma ekstremitas pada 3-10 pasien yang menyebabkan kelainan fungsi normal saraf. Terapi sel punca mesenkimal MSC telah banyak dikembangkan untuk regenerasi sel dan jaringan. Conditioned medium CM yang berasal dari tali pusat MSC-TP manusia dalam regenerasi saraf perifer belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbaikan fungsi dan struktur saraf perifer.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan 36 ekor tikus putih Rattus norvegicus berumur 2-3 bulan dengan berat badan berkisar 250-300 g. Penelitian dilakukan di laboratorium RSCM-FKUI dan Pusat Penelitian dan Pengembangan selama 3 tahun. Hewan coba dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol atau sham SH , terapi standar ST , dan perlakuan conditioned medium MSC-TP CM . Penelitian dibagi menjadi dua jangka waktu, yaitu jangka pendek 7 hari pasca operasi HPO dan jangka panjang 70 HPO . Pemeriksaan yang dilakukan adalah analisis berjalan, elektrofisiologi dan imunohistokimia.
Hasil: Hasil pemeriksaan fungsi motorik SFI, TFI, PFI, Q1-Q4 dan TOA , kelompok CM menunjukkan kesembuhan yang lebih cepat dibanding kelompok ST. Hasil gambaran elektrofisiologi, kelompok CM memiliki kecepatan konduksi saraf NCV lebih baik dibandingkan kelompok ST. Berdasarkan gambaran histologis, pewarnaan HE menunjukkan jumlah sel saraf yang lebih banyak pada kelompok CM dibanding kelompok ST pada hari ke-7 HPO dan 70 HPO. Pewarnaan TB menunjukkan diameter selubung mielin yang lebih tebal pada kelompok CM dibandingkan kelompok ST pada hari ke-7 HPO dan 70 HPO. Marker CD34 menunjukkan jumlah pembuluh darah memiliki hasil pada kelompok CM yang mendekati kelompok SH pada hari ke-7 HPO dan 70 HPO. Marker S100 menunjukkan persentase yang lebih banyak pada kelompok CM dibanding kelompok ST pada hari ke-7 HPO dan 70 HPO.
Kesimpulan: CM MSC-TP mampu memberikan pengaruh terhadap perbaikan struktur dan fungsi saraf perifer pascacedera saraf pada kelompok CM hari ke-7 HPO.

Background Peripheral nerve injury is a complication of extremities trauma in 3 10 of patients causing the dysfunction of nerve. Mesenchymal stem cell conditioned medium MSC CM is used as therapy to regenerate cells and tissues. However, the ability of human umbilical cord derived mesenchymal stem cell conditioned medium HU MSC CM in regenerating peripheral nerves has not been known. This research aimed to compare the functional and structural repairs of peripheral nerve.
Method This study is an experimental research using 36 rats of Sprague Dawley Rattus norvegicus strain aged 2 3 months with body weight ranging from 250 to 300 grams. The research was conducted in various laboratories at RSCM FKUI and the Center for Health Research and Development for three years. The experimental animals were divided into 3 groups, namely the control group SH , the standard therapy treatment group ST , and the conditioned medium treatment group CM . The research was divided into two stages consisting of a short term research of 7 days of post surgery PS and a long term research 70 PS . The examinations performed were in the form of motor function for the walking analysis, electrophysiology, and immunohistochemistry.
Result Based on the examination of motor function SFI, TFI, PFI, Q1 Q4, and TOA , the CM group showed faster recovery compared to the ST group. Based on the electrophysiological images, the CM group was able to have a better nerve conduction velocity NCV compared to the ST group. Based on the histological images, HE staining showed a higher amount of all nerve cells in the CM group compared to the amount in the ST group on the 7th day of PS and 70th day of PS. TB staining showed a thicker myelin sheath diameter in the CM group than that in the ST group on the 7th day of PS and 70th day of PS. CD34 marker showed that the number of blood vessels of the CM group was close to that of the SH group on the 7th day of PS and 70th day of PS. S100 marker had a higher percentage in the CM group compared to the ST group on the 7th day of PS and 70th day of PS.
Conclusion HU MSC CM is able to affect the functional and structural repairs of the peripheral nerve after nerve injury in the CM group on the 7th day of PS.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2017
D-Pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Purnamawati
"Latar Belakang: Sel punca mesenkimal SPM asal jaringan lemak ASCs dan tali pusat UCSCs merupakan sumber sel punca yang umum digunakan pada terapi seluler. SPM berkomunikasi dengan sel kanker diantaranya melalui berbagai faktor biologis aktif yang dinamakan sekretom. Lingkungan mikro kanker yang hipoksik dapat memberi pengaruh berbeda pada interaksi ini. Efek interaksi sekretom SPM terhadap agresivitas sel punca kanker payudara hingga kini belum banyak diketahui.
Tujuan: Menganalisis berbagai penanda agresivitas yang berkaitan dengan pertumbuhan dan ketahanan hidup viabilitas, proliferasi, sifat pluripotensi OCT4 dan SOX2, tumorigenik MFU, progresif-agresif TGF-?1 dan T?R1, penanda kepuncaan dan kemampuan detoksifikasi ALDH1A1 dan ALDH1A3, serta sifat invasif MMP2 dari sel punca kanker payudara BCSCs ALDH paska interaksi dengan sekretom dari conditioned medium CM SPM asal tali pusat dan jaringan adiposa yang diproduksi dalam kondisi normoksia maupun hipoksia.
Metode: Studi eksperimental in vitro menggunakan CM UCSCs dan ASCs normoksia dan hipoksia yang disuplementasikan pada medium asal DMEM-F12 dari sel punca kanker payudara BCSCs ALDH dengan konsentrasi 50 v/v selama 72 jam. Analisis uji viabilitas dan proliferasi, q-RT-PCR ekspresi mRNA ALDH1A1, ALDH1A3, OCT4, SOX2, MMP2, TGF-?1 dan T?R1 serta uji MFU dari BCSCs ALDH dilakukan untuk mengetahui efek dari sekretom dalam CM terhadap agresivitas BCSCs ALDH.
Hasil: Sekretom dalam CM-UCSCs dapat meningkatkan agresivitas BCSCs melalui peningkatan penanda invasif ndash;agresif dan detoksifikasi. Sekretom dalam CM-ASCs dapat meningkatkan agresivitas BCSCs melalui peningkatan penanda pluripotensi, invasif dan detoksifikasi. Prekondisi hipoksia pada CM-SPM dapat meningkatkan potensi agresivitas lebih tinggi daripada CM normoksia. Perbedaan regulasi viabilitas dan proliferasi serta turunnya penanda tumorigenik BCSCs paska suplementasi CM perlu diinterpretasikan dengan hati-hati dan masih memerlukan verifikasi.
Kesimpulan: Sekretom dalam CM UCSCs maupun ASCs dapat memberikan efek meningkatkan sifat agresif dari BCSCs ALDH. Preparasi hipoksia pada produksi CM cendrung lebih mendukung sifat agresif dari BCSCs ALDH dibandingkan CM normoksianya. Perbedaan regulasi viabilitas dan proliferasi serta turunnya penanda tumorigenik pada BCSCs paska suplementasi CM SPM masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis dasar molekuler yang menyebabkannya.

Background: Adipose and umbilical cord tissue derived mesenchymal stem cells MSCs are the most common sources that are used in various cellular therapies. MSCs are known to communicate with cancer cells through their secretomes. The hypoxic microenvironment of cancer may cause different effects on this interaction. Effects of MSC secretomes against the aggressiveness of breast cancer stem cells BCSCs ALDH have not been widely investigated.
Aim: To analyze various markers of aggressiveness that are associated with growth and survival viability, proliferation, pluripotency OCT4 and SOX2, tumorigenic MFU, progressive aggressive TGF 1 and T R1, stemness and detoxification ALDH1A1 and ALDH1A3, as well as the invasive nature MMP2 of BCSCs ALDH post interaction with both normoxic and hypoxic MSC secretomes.
Methods: The in vitro experimental study using conditioned medium CM of MSCs produced in normoxic and hypoxic condition that were supplemented in medium of BCSCs ALDH with concentrations of 50 v v for 72 hours. Analysis of viability, proliferation, and q RT PCR of ALDH1A1, ALDH1A3, OCT4, SOX2, MMP2, TGF 1 and T R1 mRNA as well as MFU assay were performed to determine the effect of secretomes on the aggressiveness of BCSCs ALDH.
Results: Secretomes of UCSCs supported the aggressiveness by increasing invasive aggressive and detoxification markers, while secretomes of ASCs supported the aggressiveness by increased pluripotency, invasive and detoxification markers. Hypoxic preconditioning of MSC secretomes increased the potential for aggressiveness higher than normoxic secretomes. Differences in viability and proliferation regulation and the decrease in BCSCs tumorigenic post secretomes supplementation need to be interpreted carefully and further verification.
Conclusion: Supplementation of MSC secretomes increased the aggressive properties of BCSCs ALDH. The hypoxic secretomes tend to favor the aggressive nature of BCSCs ALDH compared to its counterpart. Differences in viability and proliferation regulation as well as the decrease in tumorigenic markers in BCSCs after MSC secretomes supplementation still need further research to analyze the molecular underlying basis.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2017
D-Pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library