Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 133 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Nasution, Muhammad Mufti Harits
"Konversi biomassa menjadi energi alternatif menjadi topik yang hangat di Indonesia mengingat besarnya potensi tersebut, khususnya residu dari pertanian padi memberikan potensi energi sebesar 150 GJ/tahun. Proses termokimia pada tahap pirolisis dan gasifikasi memiliki kekurangan masing-masing dalam gasifikasi sekam padi, sehingga diperlukan sistem integrasi yang mampu mengintensifikasi produk luaran biomassa, khususnya syngas. Parameter berupa equivalence ratio (ER) dan suhu reaktor berperan dalam analisis komposisi syngas dan jumlah energi yang dihasilkan. Perkembangan sistem ini menggunakan model simulasi pada perangkat lunak Aspen Plus yang dapat menganalisis aliran gas produser (CO, H2, CH4, CO2, N2) dan char sesuai dengan analisis proksimat dan ultimat dari sekam padi. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya pengaruh ER terhadap komposisi syngas dengan menurunnya komposisi syngas seiring menaiknya nilai ER, di mana komposisi tertinggi terdapat pada karbon monoksida (CO) sebesar 5,44%, sementara tingkat penurunan terbesar terdapat pada metana (CH4) sebesar 52,4%. Suhu reaktor juga berpengaruh terhadap proses gasifikasi dan komposisi syngas, di mana komposisi karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2) meningkat dengan kenaikan terbesar pada CO sebesar 70,2%, dan menurun untuk metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) terhadap kenaikan suhu.

Converting biomass into alternative energy is a hot topic in Indonesia considering its huge potential, especially residue from rice farming which provides energy potential of 150 GJ/year. Thermochemical processes in pyrolysis and gasification stages have their respective drawbacks in rice husk gasification, so an integrated system is needed to intensify the biomass output, especially syngas. Parameters such as equivalence ratio (ER) and reactor temperature play a role in the analysis of syngas composition and the amount of energy produced. Development of this system uses a simulation model in Aspen Plus software which analyzes the flow of producer gases (CO, H2, CH4, CO2, N2) and char according to the proximate and ultimate analyses of rice husks. Results show that ER effects syngas composition with the decrease of syngas composition as the ER value increases, where the highest composition is found in carbon monoxide (CO) of 5.44%, while the largest reduction level is in methane (CH4) of 52.4%. Reactor temperature also affects the gasification process and syngas composition, where composition of carbon monoxide (CO) and hydrogen (H2) increases with the largest increase in CO of 70.2% and decreases for methane (CH4) and carbon dioxide (CO2) towards temperature increase."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simatupang, Felly Rihlat Gibran
" ABSTRAK
Sekam padi merupakan limbah pertanian terbesar dengan potensi 13.662 MWe per tahun. Melalui proses gasifikasi biomassa, sekam padi dapat dikonversi menjadi producer gas yang dapat digunakan untuk kebutuhan energi panas maupun listrik. Untuk menghasilkan producer gas berkualitas baik, sistem gasifikasi dengan kandungan tar rendah menjadi fokus utama penelitian. Penelitian menggunakan open top fixed bed downdraft gasifier sistem batch dilakukan dengan memvariasikan posisi injeksi udara sekunder Z dan Air Ratio AR . Hasilnya, pada AR 80 , saat Z = 38 cm, tercipta flaming pyrolysis dengan durasi terpanjang selama 400 sekon yang mengindikasikan kandungan tar terendah, serta saat Z = 50 cm, dihasilkan producer gas dengan energi pembakaran tertinggi sebesar 734,64 kJ.
ABSTRACT Rice husk is one of agricultural waste with the largest annual potency of 13,662 MWe. Using biomass gasification, rice husk can be converted into producer gas for thermal and electrical energy needs. In order to produce a good in quality producer gas, gasification with low tar content become the main focus in this research. Experiment using open top fixed bed downdraft gasifier batch system was conducted by variying the secondary air injection position Z and Air Ratio AR . As a result, when AR 80 , at Z 38 cm, flaming pyrolysis with the longest duration of 400 seconds was created which indicated that this condition had the lowest tar content, meanwhile, at Z 50 cm, producer gas with the highest combustion energy of 734.64 kJ was obtained"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S66125
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Kuncahyo
"Proses karbonisasi secara hidrotermal atau hydrothermal carbonization (HTC) merupakan proses termokimia pada temperatur yang relatif rendah untuk meningkatkan fasa padatnya yang biasa disebut HTC. Proses ini dapat mengkonversikan berbagai jenis biomassa menjadi serupa lignit bahkan sub- bituminous dengan massa tertinggal sekitar 35-60%. Karbon yang hilang sangat tinggi pada proses ini dikarenakan senyawa organik terlarut pada fasa cair dan hanya sedikit gas yang diproduksi. Proses ini sangat dipengaruhi oleh jenis biomassa serta kondisi operasi yang meliputi waktu tinggal serta temperature. Temperatur operasi HTC sekitar 180- 250°C di tekanan subkritik dengan waktu tinggal yang pendek. Hasil dari konversi biomasa MSW bisa digunakan untuk bahan bakar yang dapat diperbarui dan ramah lingkungan.

The hydrothermal carbonization (HTC) is a thermochemical process at relatively low temperatures to increase its solid phase commonly called HTC. This process can convert various types of biomass into similar lignite even sub-bituminous with masses left around 35-60%. The missing carbon is very high in this process due to the dissolved organic compounds in the liquid phase and only a few gases are produced. This process is strongly influenced by the type of biomass and operating conditions that include time and temperature. HTC operating temperature is about 180-250 °c at the pressure of sub-critic with short stay time. Results of the biomass conversion of MSW can be used for renewables and environmentally friendly"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hilman Muttaqin
"Kegiatan perekonomian dan perindustrian yang terus berkembang dari tahun ketahun menuntut kesiapan prasarana dan sarana transportasi yang memadai dan diperlukan pengawasan terhadap angkutan barang mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan, dan kelas jalan dengan menggunakan alat penimbangan yang dipasang secara tetap pada lokasi tertentu. Dalam pengembangan teknologi sistem penimbangan, kendaraan ditimbang dan diukur secara lantatur ketika kendaraan melewati area sistem Weigh and Dimension in Motion (WDIM). Kendaraan tidak memerlukan untuk masuk kedalam jembatan timbang, kendaraan tidak diperlukan berhenti, dan pengukuran dilakukan secara 24/7. Dalam perencanaan sistem WDIM, diperlukan pembuktian dalam pemilihan peralatan-peralatan yang akan dipasang berdasarkan standar pemasangan dari kementerian perhubungan sebagai operator penindakan dan Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai pemilik dan pengelola jalan nasional dimana sistem WDIM akan dipasang. Pembuktian secara ilmiah salah satunya secara matematis, sertifikasi alat dan spesifikasi teknis alat dilakukan pada perancangan sistem WDIM ini. Dengan dilakukan pembuktian pada setiap peralatan, diharapkan semua aspek dalam sistem WDIM ini dapat menghasilkan ketelitian yang sudah ditetapkan.

Economic and industrial activities that continue to grow from year to year demand the readiness of adequate transportation infrastructure and facilities and the need for supervision of the transportation of goods regarding loading procedures, carrying capacity, vehicle dimensions, and road classes using weighing equipment that is permanently installed at certain locations. In the development of weighing system technology, vehicles are weighed and measured continuously when the vehicle passes through the Weigh and Dimension in Motion (WDIM) system area. Vehicles do not need to enter the weighbridge, vehicles are not required to stop, and measures are carried out 24/7. In planning the WDIM system, verification is required in selecting the equipment to be installed based on installation standards from the ministry of transportation as the enforcement operator and the Ministry of Public Works and Public Housing as the owner and manager of the national roads where the WDIM system will be installed. Scientific proof, one of which is mathematical, tool certification and technical specifications of the tool are carried out in the design of this WDIM system. By verifying each piece of equipment, it is hoped that all aspects of the WDIM system will produce the set accuracy."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dewa Gde Pratama Purnayoga
"ULPLTG Maleo merupakan pembangkit listrik dengan 4 unit mesin turbin gas berkapasitas 25 MW yang memiliki peranan penting dalam memberi pasokan energi listrik kepada sistem SULUTGO. Keandalan dan kesiapan unit menjadi prioritas bagi perusahaan. Selama ini ULPLTG Maleo tidak memiliki standar dalam melaksanakan pemeliharaan terhadap mesin yang mengalami shutdown dalam jangka waktu lama. Riwayat pemeliharaan unit menunjukkan adanya temuan korosi dan white spot pada blade compressor main engine sehingga perlu ditentukan tindakan mitigasi yang tepat. Berdasarkan hal tersebut pelaksanaan praktik keinsinyuran ini bertujuan untuk merencanakan metode preservasi yang dapat diterapkan sesuai dengan riwayat peralatan dan kondisi lingkungan di ULPLTG Maleo. Berdasarkan pengujian yang dilakukan dapat diketahui bahwa penerapan metode preservasi yang dilakukan memberi pengaruh terhadap perbandingan nilai temperatur dan kelebapan serta menjaga nilai kelembapan port borescope inspection nomor 4 selalu pada nilai %RH terendah namun masih dipengaruhi oleh temperatur dan kelembapan lingkungan ULPLTG Maleo. Hasil pemeriksaan borescope menunjukkan tidak terjadi perubahan kondisi korosi dan white spot yang signifikan pada blade stage 1, 2 dan 16 namun pada blade stage 2 terjadi penurunan tingkat white sport secara minor sehingga dapat disimpulkan pelaksanaan preservasi yang dilakukan kurang efektif dalam mengatasi permasalahan utama.

ULPLTG Maleo is a power plant which plays an important role in providing electrical energy to the SULUTGO system. The unit's maintenance history shows the presence of corrosion and white spots on the main engine compressor blade, so appropriate mitigation measures need to be determined. Based on this, the implementation of this engineering practice aims to plan preservation methods that can be applied by the history of the equipment and environmental conditions at ULPLTG Maleo. Based on the tests carried out, it can be seen that the application of the preservation method has an influence on the comparison of temperature and humidity values ​​and maintains the humidity value of port borescope inspection number 4 always at the lowest %RH value but is still influenced by the temperature and humidity of the Maleo ULPLTG environment. The results of the borescope examination showed that there was no significant change in the condition of corrosion and white spots on blade stages 1, 2 and 16. However on blade stage 2 there was a minor decrease in the level of white sport, so it can be concluded that the preservation implementation carried out was less effective in overcoming the main problem."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fadhel Muhammad
"Penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia yang terus meningkat dapat menyebabkan beberapa masalah seperti penurunan kualitas udara dan polusi. Selain itu, peningkatan jumlah kendaraan bermotor setiap tahunnya juga berarti meningkatnya penggunaan bahan bakar fosil dengan emisi gas buang seperti CO, HC, dan NOx yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Kemudian hal tersebut juga meningkatkan ketergantungan Indonesia akan impor minyak, sehingga pemerintah Indonesia berupaya untuk mencari bahan bakar alternatif yang salah satunya adalah campuran Bioethanol dan Methanol. PT Pertamina juga telah membangun sebuah pilot plant untuk memproduksi GEM 80 yaitu bahan bakar dengan persentase bensin 80%, Bioethanol 5%, dan Methanol 15%. Bioethanol dan bensin yang bersifat polar dan non-polar membutuhkan methanol agar campuran menjadi lebih homogen. Pengujian dilakukan dengan engine test bed pada motor Honda Supra dan pengujian performa uji jalan (road test) pada mobil Toyota Kijang produksi 1998. Berdasarkan hasil pengujian dengan metode engine test bed, penggunaan campuran bioethanol dan methanol pada RON 90 menyebabkan daya dan torsi cenderung mengalami peningkatan. Sedangkan hasil pengujian performa dengan metode uji jalan menyebabkan daya dan torsi cenderung mengalami penurunan. Kemudian penggunaan campuran Bioethanol dan Methanol pada RON 90 dapat menurunkan nilai Coefficient of Variations (COV) pada kendaraan. Berdasarkan metode engine test bed, nilai daya maksimum didapat dari campuran bahan bakar M20 di 8000 RPM dengan nilai 6.67 kW dan nilai torsi maksimum didapat dari campuran bahan bakar M20 di 4000 RPM dengan nilai 8.74 Nm. Berdasarkan metode performa uji jalan, nilai daya maksimum didapat dari campuran bahan bakar E20 di 4733 RPM dengan nilai 39.95 kW dan nilai torsi maksimum didapat dari campuran bahan bakar E20 di 3218 RPM dengan nilai 144.8 Nm.

The increasing use of motorized vehicles in Indonesia can cause several problems such as a decrease in air quality and pollution. In addition, the increase in the number of motorized vehicles every year also means an increase in the use of fossil fuels with exhaust emissions such as CO, HC, and NOx which are harmful to human health. Then it also increases Indonesia's dependence on oil imports, so the Indonesian government seeks to find alternative fuels, one of which is a mixture of Bioethanol and Methanol. PT Pertamina has also built a pilot plant to produce GEM 80, namely fuel with a percentage of 80% gasoline, 5% bioethanol, and 15% methanol. Bioethanol and gasoline which are polar and non-polar require methanol to make the mixture more homogeneous. The tests were carried out with an engine test bed on a Honda Supra and a road test on a 1998 Toyota Kijang. From the results of the test using the engine test bed method, the use of a mixture of bioethanol and methanol on RON 90 causes power and torque to tend to increase. While the test results using the road test cause power and torque to tend to decrease. Then the use of a mixture of Bioethanol and Methanol at RON 90 can reduce the value of the Coefficient of Variations (COV) on the vehicle. Based on the engine test bed method, the maximum power value is obtained from the M20 fuel mixture at 8000 RPM with a value of 6.67 kW and the maximum torque value is obtained from the M20 fuel mixture at 4000 RPM with a value of 8.74 Nm. Based on the road test performance method, the maximum power value is obtained from the E20 fuel mixture at 4733 RPM with a value of 39.95 kW and the maximum torque value is obtained from the E20 fuel mixture at 3218 RPM with a value of 144.8 Nm."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kevan Jeremy Igorio
"Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data jumlah kendaraan bermotor pada tahun 2020 yang lalu. Hasilnya, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 1.8 % dari 133 juta kendaraan menjadi 136 juta kendaraan. Tidak hanya itu, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia didominasi oleh sepeda motor dan mobil penumpang dengan masing – masing berjumlah 115 juta dan 15 juta. Peningkatan ini memberikan dampak buruk pada kualitas lingkungan yang semakin tercemar dan meningkatkan ketergantungan Indonesia akan bahan bakar fosil. Oleh karena itu, bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan harus mulai disosialisasikan dan digunakan oleh masyarakat. Melalui Permen ESDM 12 tahun 2015, pemerintah berencana untuk menggunakan E100 pada kendaraan dengan persentase transportasi non-PSO sebesar 10% pada Januari 2020. Namun, sampai saat ini hal tersebut belum dapat direalisasikan karena mahalnya harga bioethanol dibandingkan harga bensin RON 90. Sehingga pada penelitian ini kami mencoba menambahkan campuran methanol agar dapat menurunkan harga campuran bahan bakar. Pengujian ini menggunakan 2 metode uji, yaitu engine test bed 125 cc dan uji jalan 1800 cc. Melalui dua pengujian tersebut penulis akan mendapatkan hasil pengukuran emisi gas buang seperti CO, CO2, O2, HC, dan NOx. Selain itu, bahan bakar yang akan diuji adalah RON 90, GEM 80, E15 M5, E10 M10, E20, dan M20 dengan E melambangkan persentase bioethanol dalam campuran dan M melambangkan perssentase methanol dalam campuran. Hasil pengujian engine test bed menunjukkan bahwa penggunaan bioethanol dan methanol dapat menurunkan emisi CO, HC, dan NOx hingga 40%, 17%, dan 23% dan meningkatkan emisi CO2, dan O2 sebesar 14% dan 70%. Hasil pengujian uji jalan menunjukkan hal yang sama. Emisi CO dan HC turun hingga 49% dan 18% dan emisi CO2 dan NOx meningkat hingga 20% dan 30%.

Badan Pusat Statistik (BPS) released data on the number of motorized vehicles in 2020. As a result, the number of motorized vehicles in Indonesia has increased by 1.8% from 133 million vehicles to 136 million vehicles. Not only that, the number of motorized vehicles in Indonesia is dominated by motorcycles and passenger cars with 115 million and 15 million respectively. This increase has a negative impact on the quality of the increasingly polluted environment and increases Indonesia's dependence on fossil fuels. Therefore, alternative fuels that are environmentally friendly must be socialized and used by the community. Through the Minister of Energy and Mineral Resources 12 of 2015, the government plans to use E100 in vehicles with a percentage of non-PSO transportation of 10% in January 2020. However, this has not been realized due to the high price of bioethanol compared to the price of RON 90 gasoline. In this case we are trying to add a mixture of methanol to reduce the price of the fuel mixture. This test uses 2 test methods, namely the 125 cc engine test bed and the 1800 cc road test. Through these two tests, the authors will get the results of measuring exhaust emissions such as CO, CO2, O2, HC, and NOx. In addition, the fuels to be tested are RON 90, GEM 80, E15 M5, E10 M10, E20, and M20 with E representing the percentage of bioethanol in the mixture and M representing the percentage of methanol in the mixture. The results of the engine test bed show that the use of bioethanol and methanol can reduce CO, HC, and NOx emissions by 40%, 17%, and 23% and increase CO2 and O2 emissions by 14% and 70%, respectively. The test results of the road test shows the same thing. CO and HC emissions fell by 49% and 18% and CO2 and NOx emissions increased by 20% and 30%, respectively."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Her Perwito Fathoni
"Jumlah penggunaan kendaraan di Indonesia meningkat seiring berjalannya tahun. Peningkatan jumlah kendaraan ini menyebabkan beberapa masalah yang timbul, salah satunya adalah polusi kendaraan akibat dari emisi gas buang seperti CO, HC, dan NOx yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan kesehatan. Selain permasalahan kesehatan, peningkatan jumlah kendaraan bermotor juga menyebabkan ketergantuan Indonesia akan energi tak terbarukan seperti minyak bumi, gas bumi, dan batubara. Salah satu solusi pemerintah adalah dengan penggunaan bahan bakar alternatif bioethanol dan methanol. Bioethanol dan bensin yang bersifat polar dan non-polar dan membutuhkan methanol agar bahan bakar menjadi homogen.  Pada penelitian ini, penulis melakukan pengujian engine test bed pada mesin motor Supra X 125 cc dan uji road test pada mesin mobil Toyota Kijang 1800 cc. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa nilai SFC terkecil pada campuran bahan bakar pengujian engine test bed diperoleh bahan bakar campuran E20 di RPM 6000 dengan nilai 325,46 g/kWh dan pada pengujian road test diperoleh bahan bakar campuran M20 dengan nilai 7,95 l/100km. Penambahan ethanol pada setiap campuran juga mengurangi nilai Coefficient of Variation (COV) dengan nilai COV terkecil adalah sebesar 325,84 yang didapat dari campuran E20 pada RPM 4000.

The number of vehicle use in Indonesia increases over the years. This number of vehicles causes several problems, one of which is vehicle pollution due to exhaust gas emissions such as CO, HC, and NOx produced by the increase in motorized vehicles which can cause respiratory and health problems. In addition to health problems, the increase in the number of motorized vehicles has also led to Indonesia's dependence on non-renewable energy such as oil, natural gas and coal. One of the government's solutions is to use alternative fuels of bioethanol and methanol. Bioethanol and gasoline are polar and non-polar and require methanol to make the fuel homogeneous. In this study, the authors conducted an engine test bed on a 125 cc Supra X motorcycle engine and a road test on an 1800 cc Toyota Kijang car engine. From the test results, it was found that the smallest SFC value in the engine test bed fuel mixture obtained a mixture of E20 at RPM 6000 with a value of 325.46 g/kWh and in the road test test, M20 fuel mixture was obtained with a value of 7.95 l/100km. The addition of ethanol in each mixture also reduces the Coefficient of Variation (COV) value with the smallest COV value of 325.84 obtained from the E20 mixture at 4000 RPM.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>