Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Daniel Yehuda
"
ABSTRAKPenyelundupan narkotika melalui jalur udara adalah hal telah lama dan sering terjadi, karena itu bandar udara telah sejak lama mengentas strategi pencegahan kejahatan dengan sistem pengamanan yang mumpuni. Bersamaan dengan meningkatnya ancaman tindakan teroris sejak peristiwa 9 Septemper 2011, maka pengamanan bandar udara di dunia semakin dipercanggih dan diperketat dengan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk pengawasan (surveillance) baik kepada penumpang hingga barang dalam kawasan bandar udara. Oleh karenanya apakah peningkatan kemampuan tersebut juga berdampak pada penanganan bentuk kejahatan lain, seperti penyelundupan narkotika? Tulisan ini mencoba menjelaskan bagaimana perwujudan strategi pencegahan kejahatan yang terjadi di bandar udara., khususnya terhadap bentuk kejahatan penyelundupan narkotika. Pencegahan kejahatan yang diterapkan dalam bentuk sistem pengamanan bandar udara dikaji dengan pemikiran crime prevention through evironmental design khususnya berkenaan dengan surveillance yang dikemukakan Armitage dalam Wortley dan Townsley (2016) serta pendekatan kriminologi visual dari Wheeldon dan Harris (2015) yakni presentation, interrogation dan data collection, guna memberikan cara pandang lain dalam analisa penerapan strategi pencegahan kejahatan, yakni sistem pengamanan bandar udara guna menangani penyelundupan narkotika.
ABSTRACTThe use of air flight as means of distribution for drug trafficking has been a common occurrences for a long time, because of that airports has long since implemented a crime prevention strategies with a reliable security system. Along with the increasing threat of terrorist acts since the 9/11, the security of airports throughout the world is increasingly enhanced and tightened by utilizing technological developments for surveillance on both passengers and goods in the airport area. Does the improvements in security measures also have an impact on handling other forms of crime, such as drug smuggling? This paper tries to explain how the crime prevention strategies could be materialized at the airport area in order to prevent the drug smuggling activity. The crime prevention implemented in the form of an airport security system is examined through the lens of crime prevention through environmental design, especially with regard to the surveillance principle as proposed by Armitage in Wortley and Townsley (2016) and the visual criminology approach of Wheeldon and Harris (2015), namely presentation, interrogation and data collection, in order to provide another perspective for analyzing the implementation of crime prevention strategies, which in this case is how the airport security system deal with drugs smuggling activities."
2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Sigit Triyoga Hari Bowo
"Penelitian ini mengenai korban kekerasan dalam rumah tangga oleh anggota TNI. Mengingat kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh anggota TNI sangat jarang terungkap, maka penulis memutuskan untuk mengangkat tema ini. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang berupa studi kasus. Dimana terdapat data yang menunjukkan adanya sistem birokrasi yang sangat hirarkis dalam kasus Tia ini. Pelaku tidak dapat ditindak secara tegas oleh kesatuan militernya dan korban tidak mendapatkan hak-haknya sebagai istri anggota militer. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori dari Lenore E.A. Walker mengenai tiga fase lingkar kekerasan yang terdiri dari Tension Building Phase, An Acute Battering Accident dan Honeymoon Phase. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kinerja yang lambat dan proses birokrasi yang sangat rumit dari institusi militer membuat korban menderita dan tidak mendapatkan hak-haknya sebagai korban maupun sebagai istri anggota TNI. Dalam hal ini kekerasan terhadap perempuan dalam budaya patriarki telah berlangsung dalam mayarakat dan berkembang ke lembaga - lembaga kenegaraan seperti institusi militer tersebut. Dengan demikian sebaiknya pemerintah menggalakkan program-program yang dapat mendidik dan memberikan penanganan pada setiap institusi militer yang ada di Indonesia.
This research is about victims of domestic violence by members of the TNI. Considering the cases of domestic violence carried out by members of the TNI are rarely revealed, the authors decided to pick up this theme. The method that researchers use in this research are qualitative methods such as case studies. Where there are data showing the existence of a very hierarchical bureaucratic system in this case Tia. Batterer cannot be dealt with firmly by the unity of the military and the victims are not getting their rights as wives of military members. Theory used in this research is the theory of Lenore E.A Walker on a three-phase violence circumference consisting of Tension Building Phase, An Accident and Honeymoon Acute Battering Phase. From this study we can conclude that performance is slow and bureaucratic process is very complicated from a military institution to make the victim suffer and not get their rights as victims and as the wife of a member of the TNI. In this case of violence against women in a patriarchal culture has been going on in society and developing the institutions - state institutions such as the military institution. Thus the government should promote programs that can educate and provide treatment at any military institution in Indonesia."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2010
S-Pdf
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Syifa Nur Ramadhani
"
ABSTRAKTugas karya akhir ini membahas mengenai permasalahan terkait peredaran rokok ilegal (rokok yang dilekati dengan pita cukai palsu) di Indonesia serta bagaimana pemerintah mengatasi hal tersebut. Meskipun pemerintah telah melakukan upaya berupa menaikkan tarif cukai rokok, namun upaya tersebut kurang optimal untuk menekan peredaran rokok ilegal di Indonesia sehingga di sisi lain menimbulkan permasalahan bagi industri rokok skala kecil. Dengan menggunakan fraud triangle theory dan rational choice theory penulis dapat mengetahui apa saja faktor yang menyebabkan produsen rokok memilih untuk memproduksi rokok ilegal. Tugas karya akhir ini menggunakan data sekunder dalam pengumpulan data, baik dari penelitian terdahulu dan juga dokumen lembaga serta media online. Hasil dari penelitian menjelaskan penyebab produsen rokok skala kecil yang memproduksi rokok ilegal, yakni akibat tekanan dari tarif cukai yang tinggi, peluang karena memiliki jabatan tertentu, dan rasionalisasi tindakan yaitu untuk mempertahankan buruh yang bergantung hidup dari industri rokok.
ABSTRACTThis final project discusses issues related to the circulation of illegal cigarettes (cigarettes attached with fake excise tapes) in Indonesia and how the government deals with them. Although the government has made efforts to raise cigarette excise tax rates, these efforts are less than optimal to reduce the circulation of illegal cigarettes in Indonesia, which on the other hand creates problems for the small-scale cigarette industry. By using fraud triangle theory and rational choice theory, the writer can find out what are the factors that cause cigarette producers to choose to produce illegal cigarettes. This final project uses secondary data in data collection, both from previous research as well as institutional documents and online media. The results of this study explain the causes of small-scale cigarette producers that produce illegal cigarettes, which are caused by pressure from high excise tax rates, opportunities to commit crimes due to being in certain positions, and rationalization actions, namely retaining workers who depend on life in the cigarette industry."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library