Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 26 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Audie Hadiwidjaja
"Tesis ini membahas mengenai hubungan antara merk yang kuat terhadap kepercayaan atas rumah sakit. Dalam industri jasa pelayanan kesehatan di mana produknya sulit untuk dievaluasi, kepercayaan memainkan peranan yang penting dalam menentukan pilihan rumah sakit. Kepercayaan dipengaruhi oleh banyak hal, dan merk yang kuat akan meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang intangible dengan mempermudah pemahaman dan visualisasi apa yang akan mereka dapatkan. Walaupun literature mengenai ekuitas merk telah berkembang, pemahaman mengenai ekuitas merk dalam industri jasa, terutama dalam industri perumahsakitan masih sangat terbatas.
Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif, yang mencoba meneliti pengaruh dimensi ekuitas merk berbasis konsumen (kesadaran merk, asosiasi merk, persepsi kualitas, dan loyalitas merk) terhadap kepercayaan atas Rumah Sakit. Data primer berupa sampel yang diambil adalah 110 pasien yang dirawat inap di Rumah Sakit Mitra Plumbon, suatu Rumah Sakit Swasta di Kabupaten Cirebon yang baru berusia 5 tahun namun mengalami pertumbuhan bisnis yang sangat baik, dipilih menggunakan stratified quota sampling, dengan menggunakan alat bantu kuesioner selama periode Februari - April 2009. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisa secara univariat, bivariat dengan melihat Korelasi Pearson, maupun multivariat dengan menggunakan regresi linier berganda, untuk sampai pada kesimpulan pengaruh masing-masing dimensi dari ekuitas merk dan dimensi mana yang memiliki pengaruh paling besar.
Hasil penelitian menemukan bahwa asosiasi merk, persepsi kualitas, dan loyalitas merk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepercayaan. Persepsi kualitas merupakan dimensi yang memiliki pengaruh paling besar, diikuti loyalitas merk dan asosiasi merk. Penelitian ini mengkonfirmasi penyataan bahwa merk yang kuat akan meningkatkan kepercayaan terhadap suatu layanan. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa rumah sakit perlu memiliki fungsi pemasaran yang dapat melakukan manajemen merk secara strategis, sambil terus berusaha meningkatkan persepsi kualitas, loyalitas merk, dan asosiasi merknya melalui manajemen kualitas, manajemen relasi pelanggan, komunikasi pemasaran, dan relasi publik yang efektif.

The focus of this study is the relationship between strong brand and trust on a hospital. In healthcare, where the product is difficult to evaluate, trust plays an ever important role in hospital selection. While many factors cantribute to trust, strong brand will increase customer's trust of invisible products while helping them to better understand and visualize what they are buying. Despite the growing body of knowledge in brand equity, the understanding of brand equity in service, especially healthcare, is still limited.
This study is a survey using quantitative approach, trying to study the relationship of Consumer-Based Brand Equity dimensions (brand awareness, brand association, perceived quality, and brand loyalty) and trust on hospital. Primary data of 110 samples of Mitra Plumbon Hospital inpatients were selected using stratified quota sampling mechanism, with questionnaire as data collection tools during the period of February until April 2009. Data collected is analysed statistically (univariate, bivariate using Pearson Correlation, and Multivariate using Multiple Regression) to arrive at the conclusion on whether there is a significant correlation between brand equity dimensions and trust, and which dimension shows the greatest influence.
The study finds that brand association, perceived quality and brand loyalty are higly correlated with trust. Among the three, perceived quality shows the greatest effect, followed by brand loyalty and brand association. The study confirms that strong brand will increase trust of a service. The implication for hospital is that hospitals need to have marketing function that can perform strategic brand management, while putting endeavor to increase perceived quality, brand loyalty, and brand association through effective quality management, customer relationship management, marketing communication, and public relation.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2009
T21804
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yudith Muhiddin
"Tesis ini membahas kemampuan mahasiswa S2 KARS dalam mencari dan melihat permasalahan pemasaran yang ada di seputar rumah sakit, khususnya masalah perilaku konsumen, untuk memenangkan persaingan yang sangat ketat, antara rumah sakit saat ini. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan desain penelitian studi kasus. Bahwa perilaku konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor, tetapi pada penelitan ini dipakai faktor yang dianggap banyak berpengaruh terhadap pasien dinas yaitu faktor individu, faktor psikologi, faktor strategi pemasaran dan faktor Iingkungan. Faktor individu terdiri dari jabatan, gaya hidup, kepribadian dan yang sedikit mempengaruhi faktor individu adalah jabatan. Faktor psikologi terdiri dari informasi,pembelajaran, dan perubahan perilaku/sikap dan sedikit mempengaruhi adalah pembelajaran faktor pemasaran terdiri dari produk, place dan promosi dan yang sedikit mempengaruhi adalah produk. Faktor lingkungan terdiri dari budaya, kelas sosial dan referensi dan yang sedikit mempengaruhi adalah kelas sosial. Dikatakan sedikit sebab nilai ukurnya tidak ada yang lebih dari 50% dan nilainya terbesar diantara yang sedikit sehingga dapat dikatakan tidak ada yang paling dominan. Faktor yang sangat mempengaruhi pasien dinas untuk berobat kembali adalah berturut-turut faktor lingkungan, individu dan pemasaran. Pada penelitian ini ternyata didapatkan faktor psikologi tidak mempengaruhi keputusan pasien dinas berobat kembali dimungkinkan pada penelitian psikologi dilakukan wawancara mendalam, sedangkan pada penelitian ini tidak dilakukan wawancara mendalam karena keterbatasan waktu pasien dan juga peneliti.

This thesis discussed S2 KARS student’s abilities on funding and describing of marketing’s problems at hospital, especially for consumer's behavior problems to win a very hard competition for each hospital today. This study was a quantitative research by using a cross sectional design and case study method. Consumer's behavior was affected by several factors but this study used factors which were considered having some effects for agency patient at department of defense such as the factors of psychology, marketing strategy and environment. The individual factors including occupation, lifestyle, personality where occupation had a little affected this factor. Psychology factors including information, learning, and the changes of behavior or attitude where learning had a little affected this psychology factor. The marketing factors including product, place and promotion where product had a little affected this factor. Environment factors including culture, social class, and reference where social class had a little affected this factor. lt was called a little because their measure values were no more than 50% and their values were biggest than a little, so it can be said that there were no dominant factors. The factors which were most affect to agency patient at department of defense for going back to internist clinic including the factors of environment, individual, and marketing. From this study indicated that psychology factor did not affect on decision of agency patient at department of defense for going back to internist clinic where it was possible on psychology study by in-depth interview, while there was no in-depth interview in this study because limited time of patient and also researcher."
Lengkap +
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2009
T33946
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dini Anggraini
"Tuntutan masyarakat terhadap layanan yang, berkualitas di unit pelayanai kesehatan makin tinggi. Ini ditandai dengan meningkatnya angka gugatan hukum deri konsuimen kesehatan. Perinasalahan ini antara lain disebabkan terlalu banyak jenis obat, jenis pemeriksaan, prosedur, serta jumlah pasien dan stal rumah sakit yang cukup besar. Semua itu berpotensi terjadinya kesalahan medis. Salah satu kesalahan medis yang sering terjadi adalah kesalahan pemberian obat oleh perawat. Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam memberikan obut kepada pasien, perawat harus melaksanakan Prinsip Enam Tepat (six rights), Enam tepat int meliputi tepat pasien (right client), tepat obat (right drug), tepat dosis (right dose), tepat waktu (right fine), tepat rute (right route} dan tepat dokumentasi (right documentation).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengerai faktor-faktor yang berhubungan ketepatan pemberian obat oleh perawat di ruang rawat inap #or intensive care Rumah Sakit M.H Thamrin Internastonal Salemba tahun 2009. Penelitian ini merupakaw penel‘tian deskriptif analitik menggunakan desain potous lintang (cross sectional) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan pengisian kucsioner terhadap 60 pelawal seria wawancara mendalam terhadap 9 informan.
Dari hasil penelisan ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat penerapan prinsip "enam tepat" dalam pembertan obat oleh perawat di Rumah Sakit M. H. Thamrin, Jakarta tergolons kategori tepat sebesar 40 %. Sebagian besar ketidaktepatan pemberian oba: adalah jenis tidak tepat waktu (52,7 %), tidak tepat dokumentasi (38,8 %), tidak tepat dosis (5,5 %), tidak tepat cara pemberian (2,7 %).
Hasil penetitian menunjukkan ada hubungan yan bermakna antara umnur, pengetahuan dan beban kerja dengan pelaksanaan Prinsip “Enam Tepat™ pemberian obat. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan pelaksanaan Prinsip “Enam Tepat” pemberian obat adalah pengetahuan. Penyebab terjadinya ketidaktepatan nemberian obat adalah: kurangnya pengetahuan mengenai obat, tidak mengecek hasil hitungan dosis dengan p>2rawat lain, tidak memangil nama pasien, kurangnya kesadaran dalam menusis dokumentasi pemberian obat yang lengkap, kurangnya supervisi tentang pemberian obat oleh divisi keperawatan di RS M.H Thamrin Internasional Salemba dan keterbatasan tenaga perawat.
Hasil penelitian menunjukkan perlunya komitmen Direksi RS MEI Thamnn Internasional Salemba terhadap pentingnya kelepatan pembzrian obat oleh perawat dalam bentuk dukungan nyata beripa menyedial:an alokasi angga-an dengan prioritas program peningkatan pengetahuan perawat secara terus-menerus dan berkesinambungan melalui seminar, kegiatan pelatihan dan penyampaian informasi.

Demand people about quality service in medical unit more increasingly. It is marked by increasing law claims from medical consuments, The reasen of this problem is 1oo much the kinds of medicine, examination, procedure, amount of patient and hospital staff, All of them can cause mecical errors. One of medical errors that often happened is errors of giving medicme by nurse. To prevent happened errors of giving medicine to patient, nurse should do Six Right Principles. Six Raght Principles including right patient, right drug, right dose, right time, right route and right documentation.
The purpose of the research ts io get a reliable descripaon of factors related to accuracy of giving medicine by lone stay ward nurses of M.H. Thamrin International Salemba Hospital in 2099. In Addition, This research is analytical description research us2 of cross sectional design with quantitative and qualitative approaches. Collecting deta has been done by observing and filling im questionnaire to GO nurses and then depth uerview with 9 nurses.
From the result of this research can be concluded that the performance of six right principles in giving medicine by nurse at M.H. Thamrin hospital Jakarta include accuracy cateyory is at least 40% respondents. The mos: of unaccuracy of giving medicine is wrong time (52,7 %), wrong documentation (38,8 %), wrong dose (5,5 %), and wrong route (2,7 %).
The result of research showed thai there is a significant correlation between age, knowledge and work load with, perfoming of six right principles in giving medicine. the doniinant factor related to perfoming of six right principles in giving medicine is knowledge. The reasons of unaccuracy of giving medicine is: lack of medicine knowledge, uot recheck dose with another nurse, not call patient name, lack of awareness in writing documentation of giving medicire completely and limited nurses
Results of this research showea the need of commitment from the R.S M.H Tharirin International Salemba Municipalit. management that the importance of accuracy giving medicine by providing a budget allocation to priority program for Increasing knowledge of nurses continuosly through seminar, training and the delivery of up to date information, while knowledge sustained a good behavior, increase supervision about attitude group in six right principal of giving medicine and add amount of long Stay ward nurses
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2009
T34396
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Dina Rusdi
"Keputusan berobat kembali merupakan bentuk penerimaan pasien terhadap pelayanan yang ditawarkan oleh Klinik Spesialis Anak Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Namun, selama tahun 2008 hingga tahun 2011, jumlah kunjungan pasien pada klinik tersebut secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 21,8 %. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keputusan pasien berobat kembali di Klinik Spesialis Anak Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2012. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengalaman konsumen, komunikasi pemasaran ulang, dan hambatan pindah terhadap keputusan pasien berobat kembali di Klinik Spesialis Anak Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.

Medical patient's decision to revisit Pediatric clinic at Jakarta Cempaka Putih Islam Hospital (RSIJCP) shows patient's satisfaction toward service offered. However, there is 21.8% decline in overall number of patient visits during years 2008-2011. This research's aim understands factors that influence patient's decision to revisit pediatric clinic for using medical treatment offered at RSIJCP year 2012. Research uses quantitative as method with cross sectional as study design.
Result shows there are several factors that influence patient in making decision to reuse treatment offered by RSIJCP year 2012. These factors are patient's impression, hospital marketing communication in promoting their service, and obstacles that may occur in switching hospital in order to get benefit from certain treatment.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Na`ila Rahmita Sari
"Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran persepsi pasien pada kualitas interaksi, kualitas lingkungan fisik, kualitas hasil, dan kualitas jasa keseluruhan Instalasi Rawat Inap B dan C RS Bhayangkara Tk. I Raden Said Sukanto dengan dasar adanya penurunan jumlah pasien rawat inap pada tahun 2010-2011 (17,3%) dan belum terwujudnya kebijakan Zero Complaint di lingkungan pelayanan rumah sakit. Penelitian diselenggarakan dengan desain cross sectional dan dengan analisis univariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pasien baik pada kualitas interaksi, kualitas lingkungan fisik, kualitas hasil, maupun persepsi kualitas jasa keseluruhan tergolong dalam kategori baik. Meskipun demikian kualitas lingkungan fisik merupakan variabel dengan persentase kategori buruk terbesar diantara variabel-variabel lainnya (36,5%), sehingga dapat disimpulkan bahwa aspek lingkungan fisik rumah sakit masih memerlukan banyak perbaikan agar dapat memberikan pelayanan secara maksimal. Peneliti menyarankan diadakan peningkatan upaya pemeliharaan fasilitas fisik secara berkelanjutan.

This research was conducted to get the description of patient perception on the interaction quality, physical environment quality, outcome quality, and overall service quality of B and C Inpatient Wards at Bhayangkara Tk.I Raden Said Sukanto Hospital, based on the decreasing amount of inpatients during 2010-2011 (17,3%) and the Zero Complaint in the hospital service area which can not be established yet. This research employed cross sectional research design with unvaried analysis.
The result showed that whether interaction quality, physical environment quality, outcome quality, or service quality were categorized to the good category. Nevertheless, physical environment quality is variable with the highest bad category percentage among the others (36,5%), so it can be concluded that the hospital physical environment aspect still needs more improvement in order to provide the maximum service. The researcher suggests establishing a continuous physical facility maintenance.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Seri Muliati Reni E.
"Penelitian ini membahas mengenai seberapa jauh potensi penerapan HACCP (Hazard Analyisis Critical Control Points) di Unit Gizi RSU Bunda Margonda tahun 2011. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran potensi penerapan jaminan keamanan pangan yaitu HACCP di unit gizi RSU Bunda Margonda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode observasi, wawancara mendalam dan studi literatur.
Dalam penyelenggaraan makanan di rumah sakit, HACCP (Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis) adalah teknik yang dianjurkan untuk penyehatan makanan karena HACCP merupakan pendekatan paling efektif dari segi biaya untuk menjamin keamanan makanan di semua tahap penyediaannya dibandingkan dengan pengawasan tradisional atau dengan pengujian hasil akhir produk.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gambaran potensi untuk dapat diterapkannya HACCP tergolong kategori kurang. Persepsi keseluruhan mengenai kebijakan mutu dan sumber daya manusia dikategorikan kurang, sehingga memerlukan peningkatan. Sedangkan struktur organisasi dan standar operasional prosedur dikategorikan sedang. Dapat disimpulkan bahwa unit gizi RSU Bunda Margonda belum berpotensi menerapkan HACCP.
Penulis menyarankan agar manajemen rumah sakit memberikan dukungannya dan unit gizi RSU Bunda Margonda terus-menerus melakukan perbaikan berupa pengembangan programprogram jaminan keamanan pangan, serta memberikan pendidikan dan pelatihan kepada petugas pelaksana.

This research have the aim to know the potential application of HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) in Nutrition Unit of RSU Bunda Margonda in 2011. This research to know the description of the potential application of safety assurance in nutrition unit of RSU Bunda Margonda.
The method used in this research is an observational, in-depth interview and literatures studies. Based on this research, result show the potential for application of HACCP can be classified as category is less.
It can be conclude that Nutrition Unit of RSU Bunda Margonda yet potentially implement of HACCP.
The author suggested that hospital management to give its support and nutrition unit of RSU Bunda Margonda continuous improvement of program development, food safety assurance program, as well as providing education and training to executive officers.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Wike Nur Veranike
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
S26732
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Purnama Yuwita Lestari
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
S26443
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Mochammad Perbowo
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
S26656
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>