Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 20 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ferdinand Teguh
"ABSTRAK
Alam memiliki beberapa sistem yang mengatur cara kerja dan interaksi
komponen-komponen di dalamnya. Dalam sistem tersebut, wajar apabila terdapat komponen yang mengalami fase kelangkaan maupun fase berkelimpahan. Untuk mengatasinya, sistem tersebut beserta komponen di dalamnya haruslah bisa beradaptasi agar menciptakan sistem yang stabil dan berkelanjutan. Ketiga kata kunci (adaptasi,
stabilitas, dan berkelanjutan) tersebut menjadi salah satu dasar yang dibutuhkan bagi teknologi, khususnya arsitektur untuk mampu merespons perubahan situasi dan kondisi yang sangat cepat. Di tahun 2020, dunia mengalami pandemi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2 atau Covid-19). Perubahan yang berlangsung sangat cepat ini menjadi ujian bagi teknologi yang diciptakan manusia untuk menjaga kesehatan dan keselamatan manusia. 2033: New Normal menjadi salah satu eksperimen pikiran untuk mencoba melihat bagaimana arsitektur yang selama ini dianggap `kaku` bagi orang awam, mampu merespons perubahan dengan adaptasi teknologi. Dimana ada aksi, akan ada reaksi. Hasilnya, arsitektur yang mampu beradaptasi ini adalah sebuah aksi, dan reaksi yang terjadi adalah keseharian manusia yang menjadi `kaku`, tidak bebas.

ABSTRACT
Nature has several systems that control the scheme and interactions between the components inside. In the system, it is natural that there are components that experience a phase of scarcity and abundance. To overcome this, the system must be able to adapt to create a stable and sustained system. These three keywords (adaptation, stability, and
sustainability) become the foundation needed for technology, especially architecture, to be able to respond to rapid changes. By 2020, the world is experiencing a pandemic of Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2 or Covid-19). This rapid change is a test for the technology that humans created to prioritize human health and safety. 2033: New Normal is a thought experiment made to test architecture that has been considered `inflexible` by ordinary people, able to respond to rapid changes with adaptation of technology. Where there is action, there is reaction. The results, the action is the architecture that adaptive on rapid changes and the reaction that occurs is the daily life of people who become inflexible."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nareswarie Ayuanindhita
"Seiring dengan perkembangan zaman, permukaan bumi ini mulai dikuasai oleh manusia, baik untuk tempat bertinggal, memenuhi kebutuhan pangan, maupun untuk memenuhi kebutuhannya hidupnya. Manusia mulai semakin pintar dan mulai menciptakan teknologi yang dapat membantunya melakukan pekerjaan namun, inovasi teknologi tersebut tidak jarang banyak memberikan dampak negatif kepada makhluk hidup lain seperti tumbuhan dan hewan yang seharusnya juga memiliki hak hidup yang sama di atas bumi ini. Sehingga Proyek Neuron City ini hadir sebagai sebuah sistem yang mengatur keseimbangan kehidupan manusia dengan lingkungan sekitarnya dengan menerapkan sistem Neuron secara makro dan mikro agar manusia dan makhluk hidup lain dapat hidup dengan damai di atas bumi ini.

Along with the times, the surface of the earth began to be controlled by humans, both for a place to live, food resources, and the other their daily needs. Humans began to get smarter and began to create technologies that can help them do the work, but the technological innovations are not infrequently a lot of negative impacts on other living creatures such as plants and animals that should also have the same right to live on this earth. So that the Neuron City Project is present asa system that regulates the balance of human life with the surrounding environment by implementing a macro and micro Neuron system so that humans and other living things can live peacefully on this earth."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Raniah Amirah Salsabila
"Masa kanak-kanak merupakan masa dimana individu mulai mengenal lingkungannya dan membangun kemampuan berpikir mereka. Pembangunan informasi dan pemahaman mengenai lingkungannya ini sinergis dengan perkembangan kognitif anak. Karena itu, menjadi menarik untuk mengetahui bagaimana hubungan ruang dengan perkembangan kognitif terbangun. Dalam pengembangan kemampuan kognitif di usia 2-7 tahun atau pada tahap pra-operasional, interaksi dengan ruang menjadi salah satu faktor yang esensial. Bagaimana ruang menghadirkan informasi dan bagaimana anak merespon atau memproses informasi yang diterima menjadi penting. Ruang menghadirkan informasi dalam bentuk rangsangan yang kemudian diterima oleh panca indera. Sehingga, bagaimana proses informasi diterima dan diproses oleh anak, dapat diamati melalui pemetaan rangsangan ruang dan kegiatan anak. Skripsi ini mencoba mengamati proses tersebut menggunakan landing site untuk melihat keterhubungan ruang dengan persepsi yang terbangun dengan aspek pada perkembangan kognitif tahap pra-operasional sebagai faktor penghubungnya. Dari pengamatan tersebut, dapat terlihat bagaimana rangsangan yang dihadirkan dan macam-macam rangsangan yang ada pada ruang dapat mempengaruhi persepsi atau pemahaman anak mengenai ruang yang berbeda. Aspek-aspek pada perkembangan kognitif tertuang pada pembentukan persepsi anak mengenai ruang sebagai bentuk proses dilatihnya kemampuan kognitif anak pada interaksinya dengan ruang. Hubungan antara ruang dengan perkembangan kognitif dapat tergambarkan.

Childhood is a time when individuals begin to recognize their environment and build their thinking skill. The building of information and understanding of the environment is synergistic with children's cognitive development. Therefore, it is interesting to know how the spatial relationship with cognitive development is shown. In the development of cognitive abilities at the age of 2-7 years or at the preoperational stage, interaction with space becomes one of the essential factors. How space presents information and how children respond or process the information received is important. Space presents information in the form of stimuli which are then received by the five senses. Thus, how the stimuli is received and processed by children, can be observed through the mapping of spatial stimuli and children's activities. This thesis tries to observe the process using a landing site to see the connection between space and perceptions that are built with aspects of cognitive development in the pre-operational stage as a connecting factor. From these observations, it can be seen how the stimuli are presented and the various stimuli in the space can affect the child's perception or understanding of different spaces. Aspects of cognitive development contribute to the formation of children's perceptions of space, showing the practice of children's cognitive abilities in their interactions with space. Thus, the relationship between space and cognitive development can be observed. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nasiha Muty Azzahra
"Fenomena Agoraphobia merupakan bentuk keterikatan manusia dengan ruang dalam wujud adanya rasa ketakutan yang hadir ketika mendiami suatu tempat. Keberadaan relasi tubuh dan ruang dalam peristiwa agoraphobia tersebut erat kaitannya dengan arsitektur yang menurut Tschumi (1979) tidak hanya berbicara tentang ruang dan bentuk, tetapi juga peristiwa, tindakan, dan apa yang terjadi di ruang. Hal ini menjadi gagasan dalam penulisan kajian untuk melihat keterikatan antara space, event, dan movement dalam fenomena agoraphobia melalui pendekatan ilmu arsitektur, lebih spesifik melalui sudut pandang interioritas. Interioritas sebagai sebuah konsep yang transformatif di berbagai konteks melihat fenomena agoraphobia sebagai pembentukan ruang subjektifitas dan bentuk pengendalian timbal balik antara manusia dan ruang. Berdasarkan kajian tersebut, ditemukan bahwa keterikatan antara space, event, dan movement dalam fenomena agoraphobia terbentuk melalui pelunturan batasan tubuh dan ruang di sepanjang perjalanan pelaku berhadapan dengan ruang ketakutannya. Hal ini berbanding lurus dengan keberadaan peristiwa yang hadir mendorong kelunturan batasan tersebut, seiring dengan adanya percepatan maupun perlambatan gerak tubuh. Keseluruhan narasi keterikatan antara space, event, dan movement dalam sudut pandang interioritas ini menunjukkan keberadaan elemen-elemen pembentuk interior dan tempat lebih berperan dalam mendorong penciptaan karakteristik interioritas, dibandingkan dengan keinginan penghuni atau kemampuan individu untuk bertindak.

Agoraphobia as a human and space relation, is a form of fear of place when inhabiting a space. The relation of body and space in agoraphobia is closely related to architecture, which according to Tschumi (1979) architecture is not simply about space and form, but also about event, action and what happens in space. Eventually, this ideas become the basic study to examine the relationship between space, event, and movement in agoraphobia through an architectural approach, specifically from interiority perspective. Interiority as a transformative concept in various contexts remark the agoraphobia as a formation of a subjective space and reciprocal control between space and human actions. Based on the study, the relation between space, event, and movement of agoraphobiais formed through the shorten of body and space boundaries throughout the individual courses to face his fear. It also straightly proportional to the presence of events that encourage the shorten of these limits, along with the acceleration or deceleration of the body movements. The whole narrativeof this study from the interiority perspective shows that the existence of these elements that establish interior and the place play more important role in shaping the nature of interiority, rather than the occupants' desire or individual ability to act."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muthiah Hakim Hadini
"Berkembangnya industrialisasi dalam bidang produksi pangan meminimalisir pemahaman food value yang dimiliki bahan pangan sehari-hari dengan memutus koneksi antara manusia dengan produksi bahan pangannya. Hilangnya pemahaman terhadap nilai bahan pangan secara tidak langsung akan berdampak pada rusaknya ekosistem lingkungan kita, hal ini berpotensi untuk membawa kita pada ambang keruntuhan peradaban. Ketahanan pangan merupakan hal paling mendasar yang dapat mengembalikan peradaban dari ambang keruntuhan tersebut. Tugas akhir ini merupakan upaya untuk membuat manusia dapat kembali memiliki koneksi dengan tempat bertinggal
melalui proses penyediaan bahan pangan untuk menciptakan masyarakat yang memiliki ketahanan pangan. Metode arsitektural yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan traces yang dihasilkan dari pengolahan bahan pangan, singkong merupakan bahan pangan lokal yang tumbuh pada tapak eksisting, sebagai missing link yang menghubungkan antara konsumen dan produsen. Traces yang dihasilkan pada pengolahan singkong digunakan untuk merespon tapak secara metafora untuk mengembangkan ruang-ruang intervensi yang dibutuhkan untuk pengolahan singkong, mengembangkan food value sejati yang dimiliki singkong, dan juga sebagai bentuk eksplorasi form untuk finalisasi rancangan.

The industrial development of food production minimizes the understanding of our daily food value, this is done by cutting off our connection with the food production. Ignorance of how our food are processed has indirectly ruin our own ecosystem, thus we have led ourselves to the brink of civilization collapse. Food security is the most fundamental thing that can restore our civilization at that time. This final project is an effort to make humans able to connect with their living place through the process of food processing and create food security. The architectural method used in this final project is through means of traces exploration, which are produced from food processing phase. Cassava is a locally grown food in the existing site, the by-products are defined as traces that are used to respond to the site metaphorically to develop the intervention spaces needed for cassava processing, to develop the true food value of cassava, and also as a guide of forming in the finalization stage of the design."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ali Zulfikar
"Mengangkat topik kelangkaan di mana realitas dianggap sebagai hal yang langka karena kemajuan teknologi dan kemudahan memperoleh informasi dan kebutuhan konsumsi manusia. Menyebabkan gaya hidup konsumerisme berlebih sehingga menghilangkan esensi dari konsumsi itu sendiri. Tugas akhir ini berusaha menggambarkan ulang realitas konsumerisme yang baru, sehingga menciptakan realita peralihan dari kebiasaan konsumerisme pada umumnya. Cerita arsitektur yang disusun dalam ruang kota mencoba mengusulkan potensi lain dari mekanisme mengonsumsi dengan mengedepankan manusia sebagai pejalan kaki. Sehingga manusia dapat menjelajah bebas dalam ruang gabungan virtual dan realitas fisik.

In the topic of scarcity where reality is considered as rarity because of technological advances and the ease of gaining information and human consumption needs. Causing an excessive consumerism lifestyle thereby eliminating the essence of consumption itself. This final project seeks to redefine the new reality of consumerism, whereas creating an
alternate reality from the habits of consumerism in commonly occur. Architectural stories compiled in urban space try to propose other potential from the mechanism of consumption. Human as the main actor performing as pedestrian, roaming inside the hybridation of virtual and physical reality.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Maghfirasari Adhani
"Generalisasi standar hidup adalah produk sampingan dari siklus Kelangkaan-Kelimpahan (Scarcity-Abundance) yang melepaskan manusia dari ikatan lokal dan gaya hidup yang kontekstual terhadap lingkungan bertinggal, mendorong kita menuju kehampaan (nothing), dan akhirnya membentuk konsep kelangkaan itu sendiri. Dengan sudut pandang tersebut, Tugas Akhir ini mengambil tema kelangkaan akan kehidupan kontekstual (scarcity of contextual living) yang terjadi pada komunitas Orang Laut Kepulauan Riau. Secara historis, Orang Laut adalah komunitas nomaden yang berubah menjadi seminomaden melalui interaksi antarbudaya. Orang Laut telah mengadopsi beberapa kegiatan domestik melalui asimilasi lewat aktivitas perdagangan. Membersihkan diri dengan sabun dan sampo produksi massal yang berbahan dasar kimia serta mencuci pakaian dengan deterjen telah merusak lingkungan hidup Orang Laut. Dengan membedah esensi anyaman kajang khas Orang Laut sebagai metode untuk merespons isu di atas, Tugas Akhir ini bertujuan untuk menenun kegiatan domestik hasil asimilasi dengan kesadaran Orang Laut akan lingkungan yang tercerminkan melalui penerapan gaya hidup padu di sampan berkajang dan memaksimalkan potensi sumber daya alam yang kontekstual terhadap tapak untuk mengurangi limbah kimia dari kegiatan domestik Orang Laut.

Generalized standard of living, a by-product of the Scarcity-Abundance cycle, stripped humans off their local ties and contextual lifestyle, pushed us to the nothing end of the continuum, and finally shaping the concept scarcity itself. With that point of view, this thesis emphasizes the theme scarcity of contextual living, with Riau archipelago`s Sea Nomads (Orang Laut) as the main actor of the research. Historically a nomadic turned into semi-nomadic community through intercultural interactions, Orang Laut have been adopting a few domestic activities through assimilation during trading. Cleaning themselves with mass-produced chemical toiletries and washing their clothes with detergents have damaged Orang Laut's living environment. By dissecting the essences of their kajang woven to be used as a method of responding
the phenomenon, this final project aims to weave Orang Laut`s assimilated domestic activities with their environmental value through the application of compact sampan kajang lifestyle and maximizing the potential of existing natural resources to diminish chemical waste from Orang Laut`s domestic activities.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ruth Kartika Purnasasmita
"Plastik adalah material yang banyak digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Proyek tugas akhir ini berfokus pada material plastik dan penggunaannya sebagai pemeran antagonis dalam proses kehancuran Mayestik yang membuat kondisi menjadi tidak stabil sehingga kestabilan mengalami kelangkaan. Dalam hal ini, penggunaan plastik yang berlebihan memicu (attract) terjadinya ketidakstabilan. Merespons kondisi tersebut, proyek ini bertujuan untuk mengenang proses ketidakstabilan Mayestik melalui dekonstruksi struktur dan modifikasi elemen spasial yang ada. Selain itu, proyek ini juga akan melihat dynamic flow penggunaan dan sampah plastik sebagai metode untuk mengungkap event dibalik kehancuran Mayestik sehingga memicu terjadinya perubahan perspektif dimana plastik yang semula berperan antagonis menjadi pemeran protagonis dan menghasilkan pengalaman ruang yang baru.

Many people use plastic on a daily basis. This project focuses on plastic and its use as the antagonist of the collapse process of Mayestik causing it to become unstable and the stability becomes scarce. It is caused by the overconsumption of plastic and it plays bigger role as the attractor of instability. In response to the issue, this project aims to
recall the instability process of Mayestik by deconstructing the structures and modifying the existing spatial elements. This project also tries to observe the dynamic flow of plastic use and waste as the method to reveal the event behind the collapse process of Mayestik. It leads to the switching perspective of the actor in which plastic now becomes the protagonist and shapes new spatial experience.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Baihaqi Abdullah
"Tugas akhir ini ditulis dalam rangka mengkaji mengenai gratitude yang berperan sebagai elemen spasial yang dapat memberikan respon terhadap isu kelangkaan, lingkungan, dan ekonomi. Scarcity merupakan isu kompleks antara sebab dan akibat yang terjadi pada dunia saat ini. Salah satu hal yang merupakan alasan utama terjadinya scarcity adalah sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan populasi manusia yang tidak terbatas, ketidakseimbangan ini yang menjadi satu dari banyak faktor pemicu scarcity. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan kajian ini berupa pengkajian literatur dari buku dan jurnal yang membahas tentang scarcity, gratitude, & sensory spatial elements. Gratitude dalam merespon scarcity. Gratitude pada kehidupan keseharian, dan bagaimana gratitude hadir dalam ruang dan waktu. Selain itu terdapat studi kasus terkait aplikasi gratitude yang disintesakan oleh penulis dengan isu wabah Covid-19 yang terjadi di Kota Wuhan, China.
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa elaborasi antara elemen simbolisme spasial seperti cahaya, suara, temparatur, dan skala pada ruang dapat menimbulkan emosi pada manusia dan merefleksikan memori yang terjadi saat pandemic melalui kualitas ruang. Museum pada area pasar ikan Huanan di pusat kota wuhan merupakan bentuk manifestasi arsitektur yang di desain oleh penulis.

The Final project was written in order to examine gratitude which acts as a spatial element that can provide responses to scarcity, environmental and economic issues. Scarcity is a complex issue between cause and effect that occurs in the world today. One of the main reasons for scarcity is limited resources to meet the needs of an unlimited human population, this imbalance which is one of the many triggers for scarcity.
Data collection methods used in writing this study in the form of a literature review from books and journals that discuss scarcity, gratitude, & sensory spatial elements. Gratitude in responding to scarcity. Gratitude in everyday life, and how gratitude is present in space and time. In addition there is a case study related to the application of gratitude that was synthesized by the author with the issue of the Covid-19 outbreak that occurred in Wuhan City, China.
Based on the results of the study, it was concluded that the elaboration between elements of spatial symbolism such as light, sound, temperature and scale in space can cause emotions in humans and reflect the memory that occurs during a pandemic through the quality of space. The museum in the Huanan fish market area in downtown wuhan is a form of architectural manifestation designed by the author.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Zelika Razna
"Sebagai respon terhadap topik Scarcity of Softscape, projek ini mengintervensi kompleks ruko 9 Walk di Bintaro, sebuah abandoned site, dengan tujuan untuk membantu proses taking over oleh alam pada site yang dibiarkan untuk hancur dengan sendirinya. Proyek ini mengutilisasi material pada site serta bangunan yang terdiri dari hardscape yang mengacu pada material keras, sebagai alat bagi spesies non-human untuk menjadi konspirator desain, sehingga, mengembalikan kembali arsitektur kepada alam. Melalui pendekatan investigasi dan eksperimen terhadap perilaku dan sistem cacing tanah, serta proses suksesi spesies tanaman, peran desainer kemudian adalah mengaplikasikan hasil riset secara metaforis pada abandoned site untuk menciptakan kondisi hidup yang sesuai dengan kebutuhan tiap spesies non-human, serta menciptakan area baru untuk manusia beraktivitas.

As a response to the topic Scarcity of Softscape, this project imagines an intervention done upon an abandoned shophouse complex in 9 Walk shopping complex in Bintaro, a suburb of South Jakarta, with the aim to assist the taking over process by nature in the abandoned site. In its current abandoned state, the site and building are left with hardscapes that the project utilises as a tool for non-human species to become architectural conspirators to successively take architecture back to nature. Through the approach of investigating and experimenting on earthworms behavior and system, as well as the succession process of plantation species, the designer's role then is to apply metaphorically the research result on the abandoned site for the liveability of these non-human species, thus, creating new areas for activities with experiences for human beings in an orderly fashion."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia , 2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>