Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mohd. Idris Ibrahim
"Pemberian biaya Jasa Medik kepada petugas Rumah Sakit Pemerintah merupakan satu kebijaksanaan baru yang tertuang di dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 68/Men.Kes/SK/II/1987, tanggal 6 Februari 1987 tentang Pola Tarip Rumah Sakit Pemerintah. Biaya JM adalah suatu insentif dalam bentuk uang yang bersumber dari penghasilan rumah sakit, dan dibagikan kepada pegawai pemberian biaya JM adalah untuk meningkatkan motivasi menimbulkan dorongan semangat dan kegairahan kerja, akan mengurangi kelesuan dan rendahnya produktivitas Biaya JH menjadi tambahan penghasilan petugas rumah sakit dalam situasi gaji pegawai negeri yang cukup rendah di Indonesia.
Penerapan kebijaksanaan biaya JM di RSU Pasar Rebo, Jakarta, didasarkan pada keputusan Gubernur DKI Jakarta, yang berlaku bagi semua RSU Daerah Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Jumlah biaya JM dapat dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Tidak ada bagian biaya JM yang ditahan di Kas Daerah. Pengaturan pembagian di RSU Pasar Rebo didasarkan pada penilaian pekerjaan dengan sisten angka atau sistem nilai terhadap pegawai. Faktor-faktor tertentu dinilai dengan standar bobot yang telah ditetapkan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah pemberian biaya JM berpengaruh dan bermanfaat terhadap peningkatan motivasi kerja; disamping itu untuk mengetahui hubungan antara-kepuasan kerja, prestasi kerja dan beberapa karakteristik tertentu dari tenaga paramedis perawatan terhadap motivasi; serta untuk memperoleh tanggapan dan saran pegawai mengenai kebijaksanaan pemberian biaya JM.
Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif yang dilanjutkan dengan analisis hubungan antar variabel. Penelusuran variabel secara cross-sectional.
Analisis data dengan menggunakan metode statistik nonparametrik, karena skala pengukuran yang dipakai adalah skala ordinal. Dilakukan analisis frekuensi dan persentase serta statistik deskriptif dari berbagai variabel.
Uji statistik mengenai hubungan antar variabel yang diteliti dengan menggunakan Uji Chi-Kuadrat, disertai Phi statistik atau Cramer's V, serta koefisien kontingensi. Koefisien korelasi-ranking Spearman, rs, dipergunakan dalam menghitung keeratan hubungan yang lebih jelas antara variabel yang dinyatakan berhubungan oleh uji Chi-Kuadrat.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemberian biaya JM nempengaruhi motivasi kerja tenaga paramedis perawatan dengan keeratan hubungan pada derajat sedang sampai baik. Dengan demikian kebijaksanaan pemberian biaya JM yang ditetapkan dalam Keputusan Tentang Pola Tarip Rumah Sakit Pemerintah bermanfaat untuk meningkatkan motivasi kerja. Antara beberapa karakteristik tenaga, kepuasan kerja ataupun prestasi kerja, ternyata tidak ada hubungan dengan motivasi.
Saran-saran yang diajukan ialah agar kebijaksanaan ini dapat diteruskan; dasar pembagian dalam keputusan tentang Pola Tarip RS Pemerintah supaya ditinjau kembali; bagian biaya JM dari penghasilan RS agar dibenarkan untuk dibagi langsung oleh Direktur tanpa harus menyetor dulu ke Kas Daerah; atau biaya JM dibenarkan untuk dianggarkan dalam APBD; serta sistem pengaturan pembagian dengan penilaian pekerjaan dapat diteruskan dengan menambah beberapa faktor yang dinilai."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1991
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Djoko Sudibyo
"ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan pada 30 orang tenaga kerja PLTD Manggar sebagai kelompok studi dan 30 orang tenaga kerja BALAI KARYA LISTRIK Manggar, Belitung
sebagai kelompok pembanding dengan pendekatan Studi deskriptif yang bersifat Cross sectional. Data di kumpulkan melalui metode wawancara dan pengukuran.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa intensitas kebisingan yang lebih besar daripada nilai ambang batas diperkenankan (85 dB) pada lingkungan kerja PLTD Manggar, ternyata tidak terbukti secara statistik menimbulkan perubahan indikator stres yaitu meningkatkan tekanan darah, frekwensi denyut nadi dan kadar lipid plasma, meskipun nilai rata-rata perbedaan peningkatan indikator Stres tersebut sebelum dan sesudah mereka bekerja bila dibandingkan dengan kelompok tenaga kerja yang terpapar kebisingan kurang dari 85 dB berbeda secara statistik.
Pada analisa regresi dan korelasi antara variabel indikator stres yang diteliti dengan hasil pengisian kwesioner HRS-A (kwesioner untuk mengetahui derajat stres ) ternyata negatif.

"
1988
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Asmijati
"Untuk mendapatkan gizi yang baik pada bayi baru lahir, ibu harus segera menyusui bayinya karena ASI sangat berperan penting untuk mempertahankan kelangsungan hidup bayi. Oleh karena itu, bayi yang berurnur 0-4 bulan dianjurkan hanya diberi ASI tanpa pengganti ASI ataupun makanan pendamping.
Berdasarkan laporan Profil Kesehatan di Tangerang target pemberian ASI eksklusif 47% pada tahun 2000. Mengingat pentingnya pemberian ASI eksklusif dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka perlu adanya usaha yang keras melalui penyuluhan-penyuluhan pada masyarakat luas.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tiga Raksa Dati II Tangerang pads tahun 2000.
Adapun rancangan penelitian ini menggunakan Cross Sectional dengan populasi ibu-ibu yang melahirkan bayi hidup dalam kurun waktu bulan Maret s/d Desember 2000 yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Tiga Raksa Tangerang.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara langsung, kemudian diolah secara statistik dengan teknik analisis Chi Square dan Multiple Regression Logistic. Dari analisis bivariat diketahui ada 2 variabel yang mempunyai hubungan yang bennakna dengan pemberian ASI eksklusif yaitu variabel dukungan petugas dan dukungan keluarga atau masyarakat. Variabel pengetahuan, pekerjaan pokok, sikap, kemampuan petugas, dukungan petugas, dan dukungan keluargalmasyarakat masuk dalam model karena p value < 0,25.
Analisis multivariat dengari Regresi Logistik diketahui bahwa pengetahuan dan dukungan keluargalmasyarakat merupakan variabel yang berhubungan dalam pemberian ASI eksklusif. Sedangkan pengetahuan merupakan vanabel paling berhubungan: pemberian ASI eksklusif dengan Odds Ratio terbesar yaitu 6,7941 (CI 95%1,2955--35,6309) yang berarti ibu berpengetahuan balk kemungkinan memberikan ASI eksklusif 6,7941 kali lebih besar daripada ibu dengan pengetahuan kurang."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2001
T579
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reni Nurlina
"ABSTRAK
Upaya peningkatan partisipasi pria dalam KB merupakan paradigma baru visi
program KB. Jumlah peserta Pria di wilayah kecamatan Cipanas 3,4% akseptor
Kondom, dan 1,4% akseptor vasektomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi pria sebagai
akseptor KB (kondom dan vasektomi) tahun 2011. Penelitian dengan desain cross
sectional dilakukan pada 120 orang pria pasangan usia subur di wilayah kecamatan
Cipanas kabupaten Lebak. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan
kuiseoner.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna
antara umur, pekerjaan, jumlah anak hidup, dukungan isteri dengan penggunaan
kontrasepsi dan pengetahuan tentang kontrasepsi dengan partisipasi pria sebagai
akseptor KB. Disarankan untuk pengelola program KB kecamatan Cipanas untuk
memberikan penyuluhan yang lebih intensif, meningkatkan sosialisasi tentang
kesetaraan dan meningkatkan kerjasama lintas sektor dan lintas program dalam
peningktan penggunaan kontrasepsi pria.

ABSTRACT
An effort to increase male participation in family planning programs is a new
paradigm in the vision of family planning programs. The number of male participants
in Cipanas sub district was 3.4% for acceptors of condoms and 1.4% for vasectomy
acceptors. This study aims to find a picture and factors - factors related to the
participation of men as family planning acceptors for the technique of using condoms
and vasectomy in 2011. Research in engineering design with cross sectional and
carried on at 120 men included in the class of couples of childbearing age in districts
Cipanas in Lebak regency. Data were collected through interviewing techniques with
quiz methods. The results of this study show that there is a significant relationship
between age, occupation, number of children living, support his wife against the use
of contraceptives and knowledge about contraception which is supported by the
participation of men as family planning acceptors. It is recommended for managers of
family planning programs in district Cipanas to be able to provide more intensive
counseling, increasing socialization of equality and improving cooperation across
sectors and programs in order to increase the use of male contraception."
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Annisah Zahra
"Skripsi ini membahas masalah kejadian HIV+ pada ibu hamil, angka kejadian ini bisa dilihat dari tingginya angka kejadian HIV+ pada anak yang dilahirkan, pada 2014 anak positif HIV bertambah 5.775 kasus sehingga total anak positif HIV di Indonesia hingga tahun itu mencapai 34.287 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan hubungan karakteristik dengan kejadian HIV+ pada ibu hamil di RSUPN DR Cipto Mangunkusumo Jakarta Tahun 2006 ? 2009. Metode penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian kasus kontrol. Populasi pada penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu populasi kasus (ibu hamil dengan HIV+) dan populasi kontrol (ibu hamil tanpa HIV+). Sampel berjumlah 96 untuk kelompok kasus dan 192 untuk kelompok kontrol. Analisa menggunakan SPSS, uji yang dipakai adalah Chi-Square.
Hasil analisis Chi-Square, dari variabel yang ada hanya pendidikan saja yang tidak ada hubungannya dengan kejadian HIV+ pada ibu hamil, sedangkan variabel pekerjaan ibu, pekerjaan suami, jumlah pernikahan, alat kontrasepsi kondom sebelum kehamilan, riwayat merokok pada ibu, riwayat minum alkohol pada ibu, riwayat free seks (hubungan seksual selain dengan suami) pada ibu, riwayat narkoba pada ibu, riwayat minum alkohol pada suami, riwayat free seks (hubungan seksual selain dengan suami) pada suami, dan riwayat narkoba pada suami ada hubungannya denga kejadian HIV+ pada ibu hamil. Saran dari penelitian salah satunya lakukan tes kesehatan atau tes darah pada ibu hamil.

This paper discusses the problem of the incidence of HIV + pregnant women, the incidence can be seen from the high incidence of HIV + children who were born on, in 2014 HIV-positive children increased so that the total 5775 cases of HIV positive children in Indonesia until it reached 34,287 cases. The purpose of this study to determine the characteristics of the image and relationship with the incidence of HIV + pregnant women in Jakarta, Dr Cipto Mangunkusumo Year 2006 to 2009. Analytical descriptive research method with the design of casecontrol study. The population in this study population was divided into two cases (pregnant women with HIV +) and control population (pregnant women without HIV +). The sample totaled 96 for the case group and 192 to the control group. Analysis using SPSS, the test used is the Chi-Square.
The results of the analysis Chi-Square, from the variables that exist only education course that has nothing to do with the incidence of HIV + pregnant women, while the variable job mother, husband's work, the number of marriages, contraception condoms before pregnancy, mother smoking history, mother a history of drinking alcohol, the mother a history of free sex (sexual intercourse other than with their husbands), the mother a history of drug , a history of drinking alcohol on her husband, the husband a history of free sex (sexual intercourse other than with her husband), and the husband a history of drug has to do premises incidence of HIV + on pregnant women. Advice from one of them doing research medical tests or blood tests for pregnant women."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Prislia Nurul Fajrin K
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas evaluasi hasil terapi ARV terhadap perubahan jumlah CD4 dan berat badan, serta terapi OAT terhadap perubahan berat badan pada pasien koinfeksi TB/HIV di RSCM tahun 2009. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan terapi ARV dan OAT, serta melihat pengaruh karakteristik demografi terhadap perubahan berat dan jumlah CD4 pada pasien koinfeksi TB/HIV di RSCM. Desain studi yang dipakai adalah Cross sectional. Hasil penelitian membuktikan bahwa pasien yang mendapat terapi ARV
mengalami peningkatan jumlah CD4 rata - rata sebesar 200,44 sel/mm3 dengan p value 0,0005 (bermakna secara statistik). Pada pengukuran berat badan, ternyata terapi ARV meningkatkan berat badan pasien rata - rata sebesar 5,12 kg dengan p value 0,0005 (bermakna secara statistik), dan pada pasien yang mendapatkan
terapi OAT secara lengkap berat badan meningkat rata ? rata sebesar 4,79 kg dengan p value sebesar 0,0005 (bermakna secara statistik). Berdasarkan karakteristik demografi, bahwa pada pasien dengan kelompok umur lebih dari 30 tahun, pendidikan lebih dari SMA, sudah menikah, bekerja dan jenis kelamin laki-laki mempunyai peningkatan berat badan yang lebih tinggi, namun uji statistik tidak signifikan. Jika dilihat dari peningkatan jumlah CD4, pasien dengan kelompok umur lebih dari 30 tahun, pendidikan lebih dari SMA, sudah menikah,
bekerja dan jenis kelamin perempuan mempunyai peningkatan jumlah CD4 yang lebih tinggi, namun uji statistik tidak signifikan. Maka, kesimpulannya adalah karakteristik demografi tidak mempengaruhi peningkatan berat badan maupun jumlah CD4.

ABSTRACT
This research discusses the evaluation results of antiretroviral therapy on CD4 cell count changes and weight, and OAT therapy on weight changes in patients coinfected with TB/HIV in RSCM in 2009. The study was conducted to determine the effectiveness of ARV therapy and OAT and see the impact of demographic characteristics to changes in weight and CD4 count in patients coinfected with TB/HIV in RSCM. Study designed used was cross sectional. Research shows that patients who received antiretroviral therapy experienced an increase in mean CD4 counts average of 200,44 cell/mm3 with a p value 0.0005
(statistically significant). In the measurement of body weight, ARV therapy can increase a patients weight average of 5,12 kg with a p value 0.0005 (statistically significant), and in patient receiving OAT full weight increase average of 4,79 kg with a p value of 0.0005 (statistically significant). Based on demographic characteristics, that in patients with age group over 30 years, more than high that in patients with age group over 30 years, more than high school education, married, working and male gender had a weight gain is higher, but the test was not statistically significant. If viewed from an increase in CD4 cell counts, patients with the age group over 30 years, more than high school education, married, working and women gender have increased CD4 counts are higher, but the test was not statistically significant. Thus, the conclusion is the demographic characteristics did not affect weight gain and CD4 cell count"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S1497
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Zawiah
"Studi ini berangkat dari suatu kepentingan pelayanan kesehatan yang paling bawah tingkatannya di lingkungan Angkatan Darat. Kesdam adalah suatu tingkatan pelayanan kesehatan Angkatan Darat di tingkat Kodam, yang sejajar dengan tingkat kesehatan Propinsi di Departemen Kesehatan. Fungsi pelayanan kesehatan ditingkat tersebut akan sangat efektif baik apabila didukung suatu proses manajemen yang baik pula.
Adapun permasalahan yang diangkat adalah faktor kebijakan, ketenagaan, sarana dan anggaran memberi arti dalam dukungannya pada sistem pelaporan data kesehatannya. Tujuan dari penelitian adalah memperoleh gambaran tentang manajemen dan faktor-faktor tersebut pengaruhnya terhadap sistem pelaporan data kesehatan.
Penelitian ini dilakukan dengan mengambil lokasi di Kesdam III/Siliwangi Propinsi Jawa Barat, yaitu semua satuan pelapor yang langsung dibawah Kesdam. Pengambilan data dilakukan dengan memakai kwesioner secara cross sectional. Jumlah sampel 48. Analisis yang digunakan dalam studi ini adalah secara deskriptif (distribusi kwesioner) dan dilengkapi dengan uji statistik khi square pada hubungan antar dua variabel independen dengan dependen.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah suatu gambaran tentang proses manajemen pelaporan data kesehatan, yang masih ada kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi. Kekurangan tersebut seperti jenis formulir penyakit yang tidak sesuai, lambatnya pelaporan, pedoman pelaporan yang masih kurang merata penyebarannya. Keadaan ini lebih disebabkan oleh belum adanya unit struktural khusus untuk pencatatan dan pelaporan, peningkatan kualitas, petugas kurang, sarana di tingkat bawah yang masih kurang dan banyaknya petugas yang merangkap tugas-tugas pekerjaan lain.
Hasil uji statistik hubungan antara faktor kebijakan tenaga pelaksana, sarana dan anggaran tidak menunjukkan pengaruhnya terhadap pelaporan data kesehatan. Dengan melihat kondisi yang demikian, tujuan yang sangat baik upaya pelayanan kesehatan perlu dibenahi dengan merujuk pada kekurangan-kekurangan yang direkomendasikan dalam penelitian ini."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1993
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Purwanto Teguh Widodo
"ABSTRAK
Kesetaraan gender dalam keluarga dapat diwujudkan dalam bentuk peran dan tanggung jawab bersama antara suami dan isteri, Pengasuhan, perawatan dan kesehatan anak dalam keluarga merupakan kepentingan dan tanggung jawab bersama. Sehingga suami dan isteri mernpunyai tanggung jawab yang sama dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga termasuk persoalan menyusui. Masih popular pendapat bahwa praktek pemberian ASI hanya urusan ibu. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan ayah. Secara kasat mata memang ayah tidak bisa ikut-ikutan menyusui anaknya, tetapi sebenarnya ia mempunyai peran sangat besar dalam membantu keberhasilan istri dalam menyusui bayinya. suami juga sangat berperan dalam menciptakan suasana nyaman dan tenang yang membuat kondisi psikis istrinya dalam keadaan sehat. pada waktu bayi mulai mengisap payudara ibu, akan terjadi dua refleks yang akan menyebabkan ASI keluar, yaitu refleks produksi ASI (refleks prolaktin) dan refleks pengaliran AS1 (let down reflex). Pada lei down reflex peran ayah sungguh besar.
Penelitian ini berfokus pada analisis hubungan peranan perempuan dalam keluarga dan praktek pemberian ASI di Indonesia. Tujuan penelitian melihat hubungan percanan perempuan dalam keluarga dan peta perbedaan praktek pemberian ASI saja. Data yang digunakan dalam penelitian adalah Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002-2003. Reponden penelitian adalah perempuan usia 15-49 tahun yang berstatus kawin, melahirkan dan menyusui anak terakhir. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode infrensial. Metode deskriptif untuk melihat indikasi hubungan kesetraan gender dan praktek pemberian ASI, dan metode inferensial untuk menguji apakah peranan ibu dalam keluarga dengan variabel babas lain mempunyai pengaruh terhadap praktek pemberian ASI saja.
Hasil penelitian menggunakan model logistik biner menunjukkan ke dua variabel peranan ibu di bidang ekonorni dan di bidang sosial dalam keluarga mempunyai pengaruh positif terhadap praktek pemberian ASI saja. Ibu yang mempunyai peranan dalam keluarga di bidang ekonomi mempunyai peluang 1,15 kali lebih besar dibanding pada ibu yang tidak setara secara statistik signifikan (nilai p --0,008). Selanjutnya, ibu yang mempunyai peranan di bidang sosial dalam keluarga berpeluang 1,24 kali lebih besar di banding yang tidak setara (nila p 0,021) signifikan secara statistik pada taraf kepercayaan kepercayaaan 0,05. Namun variabel peranan perempuan di bidang pembagian peran dalam keluarga, estimasi parameter bernilai positif namun hubungannya secara statistik tidak signifikan baik pada taraf p < 0,05 atau p < 0,10.

ABSTRACT
The role of mother in the family could be realized in the form of role and responsibility between husband and wife. Nursing, caring and children's health in the family are the concern and the responsibility of husband and wife all together. Therefore, husband and wife have the same responsibility to improve the health quality of the family including the problem of breast feeding. There is still a popular opinion that the breast feeding practice is only mother's responsibility, and has no relationship to the father. In the reality, indeed, the father can not involve in the case of breast feeding, but actually the father has a great role to help the successfulness of his wife an that matter. A husband has a great role to create a comfortable and peacefully situation that makes his wife's psychological condition is healthy. In the time a baby sucks the mother's breast, there are two reflections that make the milk is running out, that are production reflex (prolactin reflex) and let down reflex of the milk. In the let down reflex the role of a husband is very great.
This study focuses en the analysis of the relationship between the role of mother in the family and breast feeding practices in Indonesia. The objective of this study to see the relationship between the role of mother in family y and the different pattern of the breast feeding practices. Data used in this study are 2002-2003 Indonesian Demographic and Health Survey/IDHS data. The respondents of this study were women aged 15-49 years who had born and breast fed their last child. The analysis method applied are descriptive method to see the relationship indication on breast feeding practices and inferential method to observe whether the role of mother in family has the impact on breast feeding practices.
The result of the study using binner logistic model shows that two variables, economy and role, have the positive impact on breast feeding only. The mother who experienced the role of mother in family on the economy sector has the opportunity 1.15 times bigger than the mother who has not (p value = 0.008). Further, the role of mother in the society sector has the opportunity 1.24 times bigger than who has not (p value = 0.021), statistical significant in p < 0.05. However, in division of the role of mother in the family, the parameter estimation is positive, but its relation is not significant statistically, either on p < 0.05 level or p < 0.10 level.
"
2007
T20709
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nancy Indriyani Dida
"ABSTRAK
Saat ini proporsi kejadian terinfeksi HIV pada perempuan semakin meningkat. Kualitas hidup pada ibu rumah tangga dengan HIV rendah, hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti HIV disclosure, stigma dan stres. Tujuan : Mengidentifikasi hubungan HIV disclosure, stigma dan stres terhadap kualitas hidup ibu rumah tangga dengan HIV di Kupang, menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel terdiri dari 120 ibu rumah tangga dengan HIV di poli VCT Sobat yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Hasil : Ada hubungan antara stres (p=0,011;α=0,005) dan stigma (p=0,001;α=0,005) dengan kualitas hidup ibu rumah tangga dengan HIV. Faktor paling dominan yang mempengaruhi kualitas hidup ibu rumah tangga dengan HIV adalah tingkat stres sedang (p=0,009;α=0,005; OR=7,667; 95% CI= 1,678-35,032). Kesimpulan : Stres dan stigma berhubungan dengan kualitas hidup ibu rumah tangga denfan HIV di Kupang. Direkomendasikan untuk dilakukan deteksi dini tingkat stres pada ibu rumah tangga dengan HIV agar dapat dilakukan intervensi awal untuk mengurangi stigma dan meningkatkan kualitas hidup.

ABSTRACT
The proportion of HIV-infected women currently increases. Quality of life in housewives with HIV is low, this can be caused by many factors such as HIV disclosure, stigma and stress. Objective: To identify the relationship between HIV disclosure, stigma and stress on the quality of life of housewives with HIV in Kupang, using a cross sectional study design. The sample consisted of 120 housewives with HIV in poly VCT friends who were selected by consecutive sampling technique. Results: There was a relationship between stress (p = 0.011; α = 0.005) and stigma (p = 0.001; α = 0.005) with the quality of life of housewives with HIV. The most dominant factor affecting the quality of life of housewives with HIV is the moderate stress level (p = 0.009; α = 0.005; OR = 7.667; 95% CI = 1.678-35.032). Conclusion: Stress and stigma are associated with quality of life of housewives with HIV in Kupang. Early detection of stress levels in housewives with HIV is recommended so that early intervention can be carried out to reduce stigma and improve quality of life.

 

"
2019
T53071
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lina Fitrianti
"ABSTRAK
Infeksi menular seksual dapat menimbulkan beban morbiditas dan mortalitas terutama di negara sedang berkembang. Berdasarkan data STBP di Indonesia, kelompok LSL memiliki prevalensi HIV meningkat tajam 2,5 kali dibandingkan hasil STBP sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis jenis pasangan seksual dengan konsistensi penggunaan kondom pada LSL di 6 kota di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Cross Sectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 827 orang. Hasilnya LSL yang mempunyai pasangan waria (44%) paling konsisten dalam menggunakan kondom, LSL yang mempunyai pasangan lakilaki (39,5%) merupakan kelompok LSL yang tidak konsisten dalam penggunaan kondom, dan LSL yang mempunyai pasangan wanita paling banyak yang tidak pernah menggunakan kondom (51,5%). LSL yang mempunyai pasangan laki-laki 8,06 kali lebih konsisten dalam penggunaan kondom dibandingkan pasangan wanita.LSL yang mempunyai pasangan waria 8,58 kali lebih konsisten dalam penggunaan kondom dibandingkan pasangan wanita. Variable confounding pengetahuan, penggunaan pelumas, akses, dan sumber informasi (teman sebaya, konselor, pertunjukan, media social, dan internet) memiliki hubungan yang bermakna terhadap penggunaan kondom secara konsisten. Saran dari penelitian ini yaitu memaksimalkan pelaksanaan program pencegahan HIV yang sudah ada dan penggunaan media massa dan pendekatan yang inovatif.

ABSTRACT
Sexually transmitted infections can cause a burden of morbidity and mortality, especially in developing countries. Based on STBP data in Indonesia, MSM have a HIV prevalence that has risen sharply 2.5 times compared to the previous STBP results. The purpose of this study was to analyze the types of sexual partners with the consistency of condom use in MSM in 6 cities in Indonesia. This study uses the Cross Sectional research method. The number of samples studied was 827 people. The result is MSM who have a transgender partner (44%) are most consistent in using condoms, MSM who have male partners (39.5%) are MSM groups who are inconsistent in condom use, and MSM who have the most female partners who have never use condoms (51.5%). MSM who had male partners 8.06 times were more consistent in condom use than female partners. LSL who have a transgender partner were 8.58 times more consistent in condom use than female partners. Variable confounding knowledge, use of lubricants, access, and sources of information (peers, counselors, shows, social media, and the internet) have a significant relationship to consistent condom use. Suggestions from this research are maximizing the implementation of existing HIV prevention programs and the use of mass media and innovative approaches.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2018
T51793
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>